Загрузка видео...

Не удалось загрузить видео

На главную

Ngayogyakarto Hadiningrat

18,197 просмотров • 1 год назад •via X (Twitter)

Комментарии: 28

Фото профиля cangklong
cangklong1 год назад

👍👍👍👍🙏🙏🙏🙏 salam waras dari Hindu Bali

Фото профиля Best Wallet
Best Wallet1 год назад

🚀 Best Wallet - The ultimate 2025 #crypto wallet 💸

Фото профиля Rendy488
Rendy4881 год назад

budaya harus dilestarikan krn merupakan kearifan lokal...semangat 🔥🔥🔥👍👍

Фото профиля Rebo
Rebo1 год назад

LESTARI KAN BUDAYA KITA!!!

Фото профиля Arjuno_35
Arjuno_351 год назад

War biasa 😀😁👍🇮🇩

Фото профиля Rawana55
Rawana551 год назад

Untung setan Yaman ga liat ini,hemm...klo mereka liat...hemmm...mereka liat gini ginian ga tahannn,....otaknya ngeress.

Фото профиля Joni Anak Nusantara
Joni Anak Nusantara1 год назад

♥️✊🇮🇩

Фото профиля Bukanbanikadrun
Bukanbanikadrun1 год назад

Kok dikomen miring, meski dalam satire tetap ketahuan terutama oleh para penghamba ajaran gurun pasir. Apa ada diantara mereka yang dilecehkan secara fisik dan ucapan? D Mekah sana orang tertutup semua badannya, tapi sering terjadi pelecehan sexual. Otak lu mana?

Фото профиля _curasta_
_curasta_1 год назад

ga masuk angin ta

Фото профиля Orang
Orang1 год назад

Budaya mulia ....gak dikotori budaya nonkafir

Фото профиля @suara_rakyat
@suara_rakyat1 год назад

Jangan hanya pakaian, hiburan dan makanan saja. Berperilakulah sesuai ajaran Jawa jika mengacu postingan di atas. Jangan mengadu domba yg bertolak belakang dg ajaran Jawa. Paham?

Фото профиля zwitter°
zwitter°1 год назад

emang di jogja lagi kesulitan cari baju ya?

Фото профиля HMN
HMN1 год назад

Budaya separuh bogel . Memalukan

Фото профиля Bento Bento
Bento Bento1 год назад

Nguri nguri budaya ciri cinta tanah air,salam akal sehat.

Фото профиля Pranowo_Lie
Pranowo_Lie1 год назад

....tidak akan lapuk krn hujan tidak akan lekang krn panas..itulah ngajogyakarto

Фото профиля Zulkifli Ijul
Zulkifli Ijul1 год назад

Sambil membawa setupa mereka menggunakan kemben sambil berdoa mereka menyembah batu mereka menc

Фото профиля Edi Chalidi
Edi Chalidi1 год назад

Boleh tuh buat seragam sekolah dan kekantor

Фото профиля No_Name
No_Name1 год назад

ambil video org tanpa ijin? minimal kasih keterngan sourcenya om, ini video dokumentasi punya temenku

Фото профиля SYAPHI JHINAC Cakradimaja
SYAPHI JHINAC Cakradimaja1 год назад

Kok g ada yg pakai rok ya ?

Фото профиля yugi
yugi1 год назад

Kaum cingkrang langsung horni liat ginian 😁😁

Фото профиля Kay Pang
Kay Pang1 год назад

Lestarikan budaya bangsa.🇲🇨🇲🇨🇲🇨🇲🇨

Фото профиля cahnggunung
cahnggunung1 год назад

1000 T asli jogjaaaa daabbb padakeeee.....

Фото профиля @suara_rakyat
@suara_rakyat1 год назад

Semoga tetap lestari dan tanpa mengesampingkan kemajuan peradaban

Фото профиля Oppung java 🇮🇩❤🤍
Oppung java 🇮🇩❤🤍1 год назад

Inilah , sejati nya budaya Jawa, dan wajib kita lestarikan,,,!!! 🇮🇩❤

Фото профиля Zahra 🌈
Zahra 🌈1 год назад

Saya pernah ke sendang itu

Фото профиля Nahlo...
Nahlo...1 год назад

Ini baru Indonesia....

Фото профиля G
G1 год назад

Aseli indonesia 👍👍

Фото профиля Jimi djie
Jimi djie1 год назад

👍👍👍

Похожие видео

Neo PKI Imad mulai menyisir keluarga dan keturunan para Wali Songo. Gerombolan itu mulai mengusik keluarga Sunan Gunung Jati (Syarif Hidayatullah). Kelak pada gilirannya mereka juga akan mengusik keluarga dan keturunan Sunan Gresik (Maulana Malik Ibrahim), Sunan Bonang (Makhdum Ibrahim), Sunan Drajat (Raden Qosim), Sunan Giri (Raden Paku), Sunan Kalijaga (Raden Said), Sunan Kudus (Ja’far Shodiq), Sunan Ampel (Raden Rahmat) dan Sunan Muria (Raden Umar Said). Kedoknya adalah Pembela Wali Songo, prakteknya menghancurkan Wali Songo. Sama persis dengan slogan-slogan palsu mereka lainnya, seperti Pembela Pancasila dan NKRI Harga Mati namun prakteknya mengkhianati Pancasila, UUD1945 dan NKRI. Jika mereka telah sampai pada misi menghancurkan peninggalan religius para Wali Songo, diujungnya nanti pasti mereka akan menghancurkan Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat (Yogyakarta) dan Kasunanan Surakarta (Keraton Surakarta Hadiningrat, Surakarta, Solo). Jika berhasil, maka seluruh warisan kekayaan leluhur Islam lainnya akan dihabisi hingga ke Kesultanan Demak (Raden Fatah, sekarang di Kabupaten Demak), Kesultanan Mataram Islam (Panembahan Senopati atau Sutawijaya) dan Kesultanan Pajang. Neo PKI hanya menargetkan Islam dan segala yang berbau Islam. Jika Islam telah selesai, maka Kristen, Katolik dan semua agama Samawi lainnya akan dengan mudah dihabisi dari bumi Nusantara. #WaspadaiNeoPKI “Tumpas Selagi Benih, Tebas Selagi Pucuk”.

𝐋𝐈𝐑𝐀 ⁽ᴼᶠᶠⁱᶜⁱᵃˡ⁾

25,242 просмотров • 11 месяцев назад

Makam kami, makam Brayat Ageng Kaweden (Sultan Ground) 3 Makam terdampak Proyek Pembangunan Jalan Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2, berlokasi di titik Junction Sleman (Titik Pertemuan Tol Jogja-Solo, Jogja-Bawen dan Tol Jogja-YIA Serat Palilah dari Kawedanan Ageng Panitikismo Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat untuk pemanfaatan Sultan Ground pada proyek tersebut sudah terbit Proses yang saat ini sedang berjalan adalah proses administrasi pengajuan izin pemanfaatan lokasi relokasi makam di Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Kabupaten Sleman, untuk selanjutnya menerbitkan surat rekomendasi atas lokasi relokasi makam yang sudah ditentukan dan disepakati serta dilanjutkan pembuatan Nota Dinas dari Bupati Sleman untuk penerbitan izin dari Gubernur DIY atas pemanfaatan Tanah Kas Desa (TKD) sebagai lokasi relokasi makam Belum nampak pekerjaan konstruksi makam di lokasi relokasi makam yang berlokasi di sebelah utara trase jalan tol (sebelah utara makam yang akan di pindah), baru dilakukan pengurukan lahan di lokasi tersebut Dengan terbitnya Serat Palilah dari Panitikismo Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat pemanfaatan lahan makam (Sultan Ground) untuk Proyek Tol Jogja-Solo sudah bisa dilaksanakan namun kesiapan lokasi relokasi makam serta kesiapan teknis dan mekanisme relokasi makam dari PPK (Pejabat Pembuat Komitmen pembebasan lahan) diharapkan dapat segera diselesaikan sehingga tidak menambah kekhawatiran warga apabila dalam waktu dekat terdapat anggota keluarga mereka yang meninggal dunia sehingga tidak dilakukan proses pemakaman yang berulang (dimakamkan di makam lama kemudian dipindahkan ke lokasi makam baru) Semoga menjadi perhatian dari pihak pihak terkait Terima kasih (Basori_anwar)

Merapi Uncover

20,447 просмотров • 11 месяцев назад

Bulan Agustus sudah berlalu, hari ini saya akan menuliskan kembali keresahan warga di lingkungan sekitar kami Makam kami, makam Brayat Ageng Kaweden (Sultan Ground) 3 Makam terdampak Proyek Pembangunan Jalan Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2, berlokasi di titik Junction Sleman (Titik Pertemuan Tol Jogja-Solo, Jogja-Bawen dan Tol Jogja-YIA Serat Palilah dari Kawedanan Ageng Panitikismo Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat untuk pemanfaatan Sultan Ground pada proyek tersebut sudah terbit Proses yang saat ini sedang berjalan adalah proses administrasi pengajuan izin pemanfaatan lokasi relokasi makam di Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Kabupaten Sleman, untuk selanjutnya menerbitkan surat rekomendasi atas lokasi relokasi makam yang sudah ditentukan dan disepakati serta dilanjutkan pembuatan Nota Dinas dari Bupati Sleman untuk penerbitan izin dari Gubernur DIY atas pemanfaatan Tanah Kas Desa (TKD) sebagai lokasi relokasi makam Belum nampak pekerjaan konstruksi makam di lokasi relokasi makam yang berlokasi di sebelah utara trase jalan tol (sebelah utara makam yang akan di pindah), baru dilakukan pengurukan lahan di lokasi tersebut, belum terdapat pondasi keliling, belum terdapat pagar Dengan terbitnya Serat Palilah dari Panitikismo Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat pemanfaatan lahan makam (Sultan Ground) untuk Proyek Tol Jogja-Solo sudah bisa dilaksanakan namun kesiapan lokasi relokasi makam serta kesiapan teknis dan mekanisme relokasi makam dari PPK (Pejabat Pembuat Komitmen pembebasan lahan) diharapkan dapat segera diselesaikan sehingga tidak menambah kekhawatiran warga apabila dalam waktu dekat terdapat anggota keluarga mereka yang meninggal dunia sehingga tidak dilakukan proses pemakaman yang berulang (dimakamkan di makam lama kemudian dipindahkan ke lokasi makam baru) Semoga menjadi perhatian dari pihak pihak terkait Terima kasih (Basori Anwar)

Merapi Uncover

25,494 просмотров • 9 месяцев назад

Miyos Gangsa adalah sebuah prosesi atau ritual adat yang diselenggarakan oleh Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat sebagai tanda dimulainya rangkaian acara Sekaten, yaitu perayaan tahunan untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Istilah “Miyos Gangsa” berasal dari bahasa Jawa Krama Inggil. •Miyos berarti “keluar” atau “lahir”. •Gangsa merujuk pada alat musik gamelan. Dengan demikian, Miyos Gangsa secara harfiah berarti “keluarnya gamelan”. Makna dan Pelaksanaan Prosesi Dalam prosesi ini, dua set gamelan pusaka Keraton Yogyakarta yang sangat sakral, yaitu Kyai Guntur Madu dan Kyai Nogo Wilogo, dikeluarkan dari keraton. Kedua gamelan tersebut kemudian dikirab menuju Bangsal Pagongan di halaman Masjid Gedhe Kauman. Setelah ditempatkan di bangsal masing-masing (satu di utara dan satu di selatan), gamelan akan ditabuh secara bergantian selama tujuh hari berturut-turut. Tabuhan gamelan ini menjadi tanda dimulainya perayaan Sekaten yang selalu menarik ribuan masyarakat dari berbagai daerah. Tujuan utama prosesi Miyos Gangsa dan seluruh rangkaian Sekaten adalah sebagai media syiar agama Islam. Dahulu, hal ini digunakan para wali untuk menarik perhatian masyarakat agar datang ke masjid. Setelah gamelan ditabuh selama sepekan penuh, rangkaian Sekaten ditutup dengan prosesi Kondur Gangsa, yaitu upacara mengembalikan kedua gamelan pusaka tersebut kembali ke dalam keraton. (direktoriwisatajogja)

Merapi Uncover

30,789 просмотров • 10 месяцев назад

Sebuah makam kecil yang berada di trotoar pinggir jalan raya penghubung Solo–Sukoharjo, tepatnya di Desa Tanjunganom, Sukoharjo, menarik perhatian publik karena keunikannya. Makam berpenanda hitam dengan tulisan aksara Jawa itu diketahui sudah ada jauh sebelum jalan raya dibangun seperti sekarang. Menurut warga setempat, perubahan terjadi akibat proyek pembangunan jalan yang menggusur permukiman, sementara makam tetap dipertahankan hingga kini berada persis di tepi jalan. Berdasarkan cerita turun-temurun, makam tersebut merupakan makam seekor kucing Persia kesayangan Sinuhun Pakubuwono (PB) X, Raja Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Warga menyebut tidak pernah terjadi kejadian aneh di sekitar makam, dan keberadaannya dijaga sebagai bagian dari nilai sejarah. Kerabat Keraton Surakarta, KGPH Puger, mengonfirmasi kucing itu bernama Nyai Sembro, sebagaimana tertulis dalam aksara Jawa di kijing makam. Nyai Sembro merupakan kucing klangenan PB X berjenis Persia, yang juga dikenal sebagai candramawa. Menurut kepercayaan, kucing jenis ini memiliki kemampuan khusus dan mata yang cerah. KGPH Puger menambahkan, kawasan tersebut dulunya merupakan pemakaman hewan, namun kini hanya makam Nyai Sembro yang tersisa setelah pembangunan jalan dan permukiman menghilangkan makam-makam lainnya. 📸: Dok. kumparan. Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play. #newsupdate #update #news #videonews #sinuhunpakubuwonoX #surakarta #solo #keraton #info #infoterkini #berita #beritaterkini #bicarafaktalewatberita #kumparan

kumparan

13,094 просмотров • 6 месяцев назад

Sakmeniko Keraton Surakarta Gadah kaleh Raja malih Internal Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat mengukuhkan KGPH Mangkubumi sebagai Pakoe Buwono (PB) XIV. Keraton Solo diambang punya raja kembar setelah sebelumnya KGPAA Purbaya putra terkecil PB XIII telah mendeklarasikan diri penerus PB XIV pada tanggal 5 November. Dimana hasil rapat internal dipimpin Maha Menteri atau patih, Kanjeng Gusti Panembahan Tedjowulan menggelar di Sasana Handrawina, Kamis (13/11). Rapat internal keluarga tersebut dihadiri keluarga PB XII dan PB XIII, yakni KGPHPA Tedjowulan, GPH Suryo Wicaksono, GRAy Koes Moertiyah (Gusti Moeng), GRAy Koes Indriya, KGPH Puger, KGPH Hangabehi (Mangkubumi) hingga Wayah Dalem, Sentana Dalem sepuh. Sementara itu, keluarga pendukung KGPAA Purbaya jadi PB XIV tidak hadir mengikuti rapat internal tersebut. Putra PB XII GPH Suryo Wicaksono mengatakan pihaknya salah satu pihak yang menghadiri undangan patih. Rapat dimulai dengan pembacaan surat Kementerian Kebudayaan tanggal 10 November 2025 dan Kemendagri tanggal 21 April 2017 oleh Gusti Wandansari, di depan para sentono dan putri wayah PB XII dan satu putra PB XIII. “Pada rapat internal ini pelantikan putranya tertua PB XIII yaitu Gusti Mangkubumi sebagai pangeran patih atau raja,” ujar GPH Suryo. Ia mengatakan pada penobatan PB XIV yang disaksikan para sentono, kerabat PB XII dan para sesepuh keraton terjadi geger. Dimana putri sulung PB XIII Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Timoer Rumbai Kusuma Dewayani mendatangi lokasi acara, dengan menyebut acara ini bertentangan komunikasi yang sebelumnya dilakukan. “Penobatan Gusti Mangkubumi sebagai PB XIV terjadi geger. GKR Rumbai mendatangi lokasi acara, menyebut acara ini bertentangan komunikasi yang sebelumnya dilakukan,” kata dia. “Saya mengundurkan diri (walkout) karena terjadi perdebatan antara Gusti Rumbai dan Gusti Moeng terkait penobatan Gusti Mangkubumi sebagai PB XIV,” kata dia (IM). Selengkapnya ikuti dan baca:

Info Jateng

83,582 просмотров • 7 месяцев назад