Video wird geladen...

Video konnte nicht geladen werden

Zur Startseite

Pinecone adalah seekor kucing terapi terdaftar yang bertugas menemani pemiliknya, seorang guru seni sekolah menengah di Rhode Island, AS. Kehadirannya disebut memberi semangat belajar bagi para siswa. Ekspresi galaknya saat "patroli di lorong" membuatnya jadi viral.

14,880 Aufrufe • vor 3 Monaten •via X (Twitter)

0 Kommentare

Keine Kommentare verfügbar

Kommentare vom Original-Post werden hier angezeigt

Ähnliche Videos

berawal dari saling ejek doang, ujungnya siswa sampe patah tulang dan ternyata ini bukan kejadian pertama di sekolah itu ⚠️ TW: kekerasan, bullying video perkelahian antar siswa di lingkungan sekolah viral di medsos. peristiwa ini terjadi di SMPN Satu Atap 5 Dente Teladas, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung. dari rekaman yang beredar, keliatan dua siswa terlibat adu fisik di dalam kelas. siswa yang pake kaus olahraga merah-hitam terlihat saling dorong sama siswa lainnya, sampe salah satu siswa terjatuh setelah dibanting. beberapa siswa lain di lokasi cuma nyaksiin, bahkan ada yang malah ngerekam kejadian itu pake hp. akibatnya, seorang siswa berinisial DF mengalami patah tulang di bagian tangan serta luka di beberapa bagian tubuh. orang tua korban, Solekan, membenarkan kondisi anaknya. katanya, kejadian bermula dari saling ejek antar siswa di dalam kelas sampe berujung perkelahian, dan sempat dilerai guru. “benar, anak saya mengalami patah tangan. awalnya mereka saling mengejek di dalam kelas, kemudian berkelahi,” kata Solekan. tapi masalahnya belum berhenti di situ pas jam pulang sekolah, korban kembali didatangi siswa yang diduga terlibat konflik, di area parkir sepeda motor sekolah. dalam kejadian itu, DF diduga kembali ngalamin kekerasan fisik sampe cedera makin serius di tangannya. warga Kampung Dente Makmur, Ponirin, ungkap ini bukan kejadian pertama di sekolah itu. “sudah beberapa kali terjadi perkelahian dan dugaan bullying. bahkan pada Sabtu (18/7), ada siswa yang diduga jadi korban perundungan di dalam kelas dan videonya juga sempat beredar,” ujarnya. dia berharap Dinas Pendidikan Kabupaten Tulang Bawang bareng pihak sekolah bisa lakuin evaluasi menyeluruh biar kejadian serupa gak terus berulang, dan lingkungan belajar bisa jadi lebih aman buat semua siswa. semoga DF cepet pulih, dan semoga ada tindakan nyata biar sekolah bener-bener jadi tempat yang aman buat anak-anak belajar 🙏

𐙚 Cherie ⋆ ✩

118,750 Aufrufe • vor 21 Tagen

Dugaan Penamp*ran Picu Protes, Ratusan Siswa SMAN 1 Cimarga Mogok Sekolah Tuntut Kepsek Mundur Suasana Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di SMAN 1 Cimarga, Kabupaten Lebak, Banten, lumpuh total pada Senin 13 Oktober 2025. Sebanyak 630 siswa dari 19 kelas serempak melakukan aksi mogok sekolah sebagai bentuk protes ker*s terhadap kepala sekolah, yang diduga telah melakukan keker*san fisik terhadap salah seorang siswa yang ketahuan merok*k. Aksi protes ini tidak hanya dilakukan dengan tidak masuk kelas. Sebuah spanduk sempat terpasang di lingkungan sekolah dengan tulisan tegas: 'kami tidak akan sekolah sebelum kepsek dilengserkan', sebelum akhirnya dibubar kan Pemicu utama dari aksi ini adalah sebuah insiden yang terjadi pada hari Jumat 10 Oktober 2025. Saat kegiatan Jumat Bersih, seorang siswa kedapatan merok*k dan ditegur langsung oleh kepala sekolah. Teguran tersebut diduga berujung pada tindakan penamp*ran yang kemudian menyulut solidaritas dari siswa lainnya. Menanggapi hal tersebut, Dini Fitria tidak menampik adanya teguran fisik, namun ia meluruskan konteks kejadian. Menurutnya, tindakan spontan itu dilakukan bukan karena siswa tersebut merok*k, melainkan karena ketidakjujurannya saat ditanya. Dini mengaku bahwa setelah insiden itu, ia telah melakukan langkah mediasi dengan berkomunikasi langsung bersama komite sekolah dan orang tua murid yang bersangkutan. Meskipun demikian, para siswa tetap melanjutkan aksi mogok sekolah sebagai bentuk ekspresi dan penyampaian aspirasi mereka.

Never

13,517 Aufrufe • vor 10 Monaten

Di Yogyakarta, pada bulan Juli 1992, seorang senior di pergerakan mahasiswa menelepon ke rumah kami, “Istri saya akan melahirkan, temani saya, ya.” Saya langsung berangkat dan menemani dia menunggu istrinya melahirkan anak pertama mereka. Senior tersebut adalah mantan Ketua FKHJ-Dewan Mahasiswa ITB yang saat itu sedang menempuh studi S2 di MM-UGM, sementara saya sedang bertugas sebagai Ketua Senat Mahasiswa UGM. Kami rutin berinteraksi dalam berbagai aktivitas pergerakan mahasiswa di Yogja. Walaupun lebih senior, ia tetap sering meluangkan waktu untuk mengikuti rapat dengan para aktivis mahasiswa yang masih kuliah. Bulan Oktober 2024 lalu, dalam resepsi pernikahan putrinya Ning Eva Munif di Pondok Pesantren DNE, Ploso, Kediri, saya duduk berdampingan dengan seorang anak muda bernama Dhito, yang menjabat sebagai Bupati Kediri periode 2020-2024. Saat itu saya baru menyadari. Dhito ini adalah bayi yang dulu saya temani saat kelahirannya. Tak terbayangkan, saya menyaksikan ketika lahirnya dan sekarang duduk berdampingan saat bayi itu sudah jadi Bupati. Sementara sang ayah, senior di aktivis, yang saat itu meminta saya menemani proses persalinan istrinya, kini menjadi calon Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. Dunia ini kecil. Perjalanan hidup tiap orang memang panjang dan tak selalu sama. Sesekali persimpangan kembali mempertemukan ulang jalan yang terpisah. Setiap pertemuan jalan, memunculkan kisahnya sendiri. Selalu ada hikmah.

Anies Rasyid Baswedan

2,147,913 Aufrufe • vor 1 Jahr

Seorang guru di SMK Negeri 1 Kutalimbaru, Sopian Daulai Nadeak, dilaporkan ke polisi oleh orang tua siswa setelah melerai perkelahian antar pelajar di sekolah. Peristiwa berawal saat Sopian melihat dua kelompok siswa hendak berkelahi dan membawanya ke ruang BK untuk didamaikan. Namun, ayah salah satu siswa datang dan nyaris melakukan kekerasan. Situasi semakin memanas hingga Sopian diduga dikeroyok oleh ayah dan paman siswa di luar sekolah, membuatnya mengalami luka memar dan akhirnya melapor ke Polsek Kutalimbaru. Sopian menyebut laporannya tidak ditanggapi, sementara laporan balik dari keluarga siswa justru diproses. Kuasa hukumnya, Jansen Simamora, menilai proses penanganan kasus tidak adil karena Sopian malah dipanggil polisi sebagai terlapor dugaan penganiayaan, meski sudah ada saksi yang menyatakan ia tidak melakukan kekerasan. Kasus ini kemudian viral dan menarik perhatian Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution. Ia mengunjungi kediaman Sopian dan menyampaikan harapan agar kasus ini diselesaikan secara damai. Bobby menegaskan, jika pihak orang tua siswa tetap melanjutkan proses hukum, Pemprov Sumut akan memberikan dukungan penuh kepada Sopian. Bobby juga meminta Sopian tidak mengundurkan diri dan menyebut pihak sekolah menganggapnya cuti sementara untuk menenangkan diri. Ia mendorong para guru agar tidak takut menegur siswa selama dilakukan dengan cara yang benar dan tidak menyebabkan luka fisik atau trauma. 📸: Dok. kumparan/Amar Marpaung. Follow WhatsApp Channel kumparan untuk dapat Informasi terpercaya dikirim langsung ke WhatsApp kamu. Ketik di browser kamu sekarang, agar bisa share informasi tanpa ragu. #newsupdate #update #news #videonews #guru #siswa #sekolah #kutilambaru #pelajar #bobbynasution #info #infoterkini #berita #beritaterkini #bicarafaktalewatberita #kumparan

kumparan

19,257 Aufrufe • vor 9 Monaten

Oknum Guru di Jambi Adu Jotos dengan Siswa, Begini Pengakuannya Agus Saputra, guru SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Jambi, dikeroyok oleh sejumlah siswanya. Pengeroyokan itu terjadi di lingkungan sekolah saat masih jam kegiatan belajar. Video sang guru dikeroyok oleh siswanya itu viral di media sosial. Bahkan, dalam video lain sang guru tersebut sempat membubarkan siswanya dengan mengacungkan celurit untuk membubarkan siswanya. Agus mengatakan kejadian itu terjadi pada Selasa (13/1/2026) pagi saat kegiatan belajar berlangsung. Ketika itu, kata Agus, dirinya sedang berjalan di depan kelas dan mendengar salah satunya siswanya menegurnya dengan kata-kata tidak pantas. "Kejadiannya berawal peneguran siswa di kelas di saat belajar ada guru, dia (siswa) menegur dengan tidak hormat dan tidak sopan kepada saya, dengan meneriakkan kata yang tidak pantas kepada saya saat belajar," kata Agus, Rabu (14/1/2026). Mendengar ucapan itu, Agus masuk ke dalam kelas. Dia meminta siswa di kelas tersebut untuk mengaku siapa yang mengucapkan kalimat tersebut. Salah satu siswanya pun mengaku. Menurut Agus, saat itu siswanya malah menantang dirinya. Sehingga, Agus mengakui melakukan tindakan menampar siswanya itu. "Saya masuk ke kelas memanggil siapa yang meneriakkan saya seperti itu. Dia langsung menantang saya, akhir saya refleks menampar muka dia," ujarnya. Menurut Agus, tindakan itu sebagai bentuk pendidikan moral. Namun, sang siswa bereaksi marah. Kejadian bergulir sampai dimediasi oleh guru-guru lainnya. Sementara itu, di sisi lain sejumlah siswa mengaku Agus telah menghina salah satu murid dengan perkataan 'miskin' yang memicu keributan tersebut. Namun, menurut Agus, perkataan itu konteks motivasi dan tidak bermaksud menghina. "Iya saya melontarkan sebagai motivasi, saya tidak bermaksud mengejek. Saya menceritakan secara umum. Saya mengatakan, 'kalau kita kurang mampu, kalau bisa jangan bertingkah macam-macam'. Itu secara motivasi pembicaraan," ungkapnya. Saat mediasi itu, Agus memberi pilihan kepada siswanya untuk membuat petisi jika tidak menginginkan dirinya mengajar lagi sana. Atau, kata dia, dia meminta siswanya berubah. Akan tetapi, di sisi lain, siswa meminta Agus meminta maaf. Mediasi itu pun menemui jalan buntu. Hingga akhirnya, ketika berjalan menuju ruang guru, Agus dikeroyok oleh sejumlah siswanya. "Setelah mediasi itu, saya diajak komite ke kantor. Di saat itulah terjadi pengeroyokan oleh saya," ujarnya. Keributan itu pun berlanjut hingga jam belajar selesai di sore hari. Para siswa yang tidak terima mengancam Agus hingga melemparinya dengan batu. Agus mengaku memang sempat bereaksi mengacungkan celurit sebagaimana videonya yang beredar. Namun, kata dia, hal itu sebagai gertakan agar para peserta didiknya itu membubarkan diri. "Kebetulan kami itu SMK pertanian, memang kayak cangkul dan celurit lainnya memang tersedia di kantor. Kenapa saya memakai itu? Agar mereka bubar, tidak ada niat lain saya untuk itu. Pada kenyataannya mereka juga tidak bubar, malah melempari saya dengan batu," terang Agus. Usai kejadian itu, Agus sendiri mengadukan persoalan itu ke Dinas Pendidikan Provinsi Jambi. Dia berharap pihak dinas bisa menengahkan kejadian ini. Dari pengeroyokan itu, Agus mengalami memar di badan dan pipinya. sc detiknews

b3'doel

315,685 Aufrufe • vor 7 Monaten

Seorang Gadis di Bengkulu Jadi Korban Pengintaian Pria Misterius pada Subuh Hari BENGKULU – Rasa aman di dalam rumah sendiri kembali terenggut dari seorang gadis berinisial SMF. Korban mengalami trauma berat setelah memergoki seorang pria misterius sedang mengintai di depan jendela kamarnya pada pukul 04.00 WIB subuh. Kejadian ini membuka kembali luka lama korban yang pernah menjadi korban percobaan kekerasan seksual di tempat yang sama beberapa tahun lalu.Peristiwa mencekam ini bermula ketika korban sedang terjaga di kamarnya karena kesulitan tidur. Di tengah keheningan subuh, korban dikejutkan oleh suara detikan jam tangan yang berasal dari balik jendela kamarnya. Awalnya, korban sempat mengira suara tersebut berasal dari kucing liar yang melintas dan memilih untuk mengabaikannya. Namun, situasi berubah mencekam ketika korban mendengar suara hentakan kaki manusia yang mencurigakan di luar jendela. Merasa ada yang tidak beres, korban mencoba mengintip. Ia merasa ada seseorang yang sedang bersembunyi di balik kegelapan. Untuk memastikan pandangannya, korban berinisiatif mematikan lampu kamarnya agar bisa melihat situasi luar dengan lebih jelas. Saat itulah korban terkejut melihat sesosok bayangan orang dewasa yang berdiri di luar jendelanya. Dalam kondisi panik dan ketakutan, korban langsung berlari keluar kamar untuk membangunkan neneknya agar bersedia menemani memeriksa halaman luar. Tepat sebelum membuka pintu rumah, korban kembali dikejutkan dengan sekelebat bayangan kaki manusia yang berlari cepat, terlihat dari celah bawah pintu. Meski sang nenek sempat menenangkan korban dan mengira bayangan itu hanyalah kucing—terlebih memang ada seekor kucing di depan pintu—firasat kuat korban tidak meleset. Saat memberanikan diri memeriksa area luar, korban menyaksikan langsung seorang laki-laki asing sedang mengintip di area rumahnya. Pria misterius tersebut langsung melarikan diri setelah keberadaannya diketahui. Kejadian subuh itu menyisakan trauma mendalam bagi korban. Lingkungan rumah yang seharusnya aman, karena terletak jauh dari pinggir jalan raya dan berhadapan langsung dengan gedung sekolah yang dipagari kokoh—ternyata tetap bisa ditembus oleh pelaku kejahatan. Bagi korban, insiden ini adalah mimpi buruk yang berulang. Beberapa tahun lalu, korban pernah menjadi korban penyusupan akibat teledor lupa mengunci jendela. Kala itu, seorang pelaku pria berhasil masuk ke dalam kamar, naik ke atas kasur, dan hampir melecehkan korban sebelum akhirnya korban terbangun di momen kritis. Kini, korban diselimuti ketakutan luar biasa karena khawatir bahwa pria misterius yang mengintipnya subuh itu adalah pelaku yang sama yang pernah mencoba mencelakainya dulu.

BACOT TETANGGA

388,570 Aufrufe • vor 2 Monaten

📢Kami mohon atensi. Perhatiken, dua video ini harusnya adalah tamparan keras bagi guru-guru, para kepala sekolah, para kepala yayasan pendidikan, pekerja pendidikan, dan para orang tua yang (masih) merasa bahwa pendidikan adalah hal yang mutlak penting bagi buah hatinya. Hasyim, adik prabowo, yang beberapa hari lalu meresmikan 20 ormas demi untuk memuluskan kerja-kerja pemrentah itu, pernah menyampaikan dengan lantang sebuah janji politik. Tambahan gaji sebesar dua juta rupiah bagi setiap guru, katanya. Hal tersebut ia pekikkan pada tahun 2024, hampir dua tahun silam, di sebuah acara kampanye. Katanya, janji tersebut akan ditunaikan oleh pasangan prabowo - gibran per Oktober 2024, hingga seterusnya. Bagaimana kenyataannya? Alih-alih mendapatkan kenaikan gaji, alih-alih janji itu ditunaikan, beban guru malah bertambah. Guru-guru musti menghentikan jam mengajarnya, tugas utamanya, demi menghampiri sopir embege untuk mengambil ratusan ompreng, menentengnya dari mobil menuju kelas-kelas, mengajarkan etika makan ke anak-anak, turut mencicipi embege, mengawasi dan membujuk anak-anak agar mau menghabiskan makanannya, mengurus makanan sisa, lalu mengumpulkan ompreng-ompreng untuk nanti diserahkan lagi ke sopir mobil embege. Mirisnya, semua kegiatan yang mustinya tidak dilakukan oleh guru itu dilihat oleh mata kepala siswa-siswinya sendiri. WHAT A JOKE! Sungguh sebuah pembunuhan martabat paling sukses di abad 21. Tapi, ini kan hanya opini kami, di antara kalian yang membaca opini kami, barangkali ada juga guru-guru, para kepala sekolah, para kepala yayasan pendidikan, pekerja pendidikan, dan para orang tua, yang menganggap bahwa tidak ada yang salah dengan ingkar janji politisi. Tidak ada yang salah dengan pemerintahan saat ini. Tidak ada yang salah dengan embege. TIDAK ADA YANG SALAH DENGAN DUNIA PENDIDIKAN BANGSA INI. Nyatanya toh embege masih jalan lancar, tidak ada moratorium, tidak ada evaluasi total, tidak ada mitra-mitra yang menjerit, merugi karena jumlah penerima manfaatnya dikurangi, SPPG-nya tetap mulus, refocusing hanya omong kosong, tidak ada beban guru yang dikurangi, setiap hari tetap ada kabar peracunan. Padahal, kalian, guru-guru, orang tua anak-anak, bisa punya andil, boleh menggunakan hak untuk menolak. Apalagi setelah sadar bahwa kalian semua sudah ditipu.

MBG Jelek

15,143 Aufrufe • vor 6 Tagen

Tinggal sepekan jelang Ramadhan… 😭😭 Di bawah atap rumah, dengan deru air dan gesekan sekop dengan lantai semen menjadi irama harian di kawasan Meunasah Raya, Pidie Jaya. Hanya berjarak sepekan sebelum fajar pertama Ramadan 1447 H menyingsing, warga tidak sedang sibuk menyiapkan mukena atau merencanakan menu sahur, melainkan bergelut dengan lumpur pekat sisa banjir bandang. Dalam sebuah unggahan viral yang menyayat hati, terlihat seorang pria dengan seluruh pakaian terlumuri tanah cokelat, bahu-membahu menyingkirkan endapan lumpur yang masuk ke dalam rumah. Tak ada keluhan yang terucap, melainkan “Semangat💪”. Perlombaan melawan waktu bagi warga terdampak banjir di Aceh, pekan ini adalah waktunya mereka harus memastikan tempat tinggal dan rumah ibadah (meunasah) bersih dari kotoran sebelum bulan puasa dimulai. Solidaritas di tengah musibah meski raga nampak lelah, semangat kolektif warga justru menguat. Video tersebut memicu gelombang simpati di media sosial. Para penyintas banjir berharap uluran tangan dari pemerintah maupun relawan dapat mempercepat proses pemulihan infrastruktur air bersih yang sangat vital untuk keperluan berwudu dan memasak saat Ramadhan nanti. Di balik tumpukan lumpur ini, ada harapan besar bahwa kesabaran mereka dalam menghadapi ujian bencana akan berbuah keberkahan saat bulan suci tiba. Bagi mereka, membersihkan rumah bukan sekadar aktivitas fisik, melainkan persiapan batin untuk menyambut bulan yang penuh ampunan dalam keadaan suci. Semangat menyambut bulan suci! Sc: infobandaacehs

Maria A. Alkaff

191,218 Aufrufe • vor 6 Monaten

Koreografi Ciamik dan Tertib: Suporter SMKN 2 Yogyakarta Curi Perhatian di Futsal Series 2026 YOGYAKARTA — Gelanggang Olahraga Universitas Negeri Yogyakarta (GOR UNY) kembali membara pada Kamis sore (13/8/2026) dalam gelaran Futsal Series 2026. Di tengah sengitnya persaingan antar tim sekolah di lapangan, perhatian ribuan penonton yang hadir justru tertuju pada tribun penonton yang dipadati oleh suporter dari SMK Negeri 2 Yogyakarta (Skaduta). Dengan mengenakan pakaian seragam bernuansa hijau, para pelajar SMKN 2 Yogyakarta sukses menyulap tribun menjadi lautan hijau. Tidak sekadar datang untuk bersorak, mereka menyuguhkan atraksi koreografi yang sangat terorganisir. Chant dan tabuhan drum membakar semangat pertandingan, disusul dengan pembentangan koreografi koreo besar bergambar karakter unik di tengah tribun yang disambut riuk tepuk tangan penonton lainnya. Atraksi terstruktur ini membuktikan kreativitas tinggi anak-anak muda Yogyakarta dalam mendukung tim kesayangan mereka secara positif. Patut Diapresiasi: Pulang Tertib Tanpa Konvoi Tak hanya luar biasa di dalam arena, ketertiban yang ditunjukkan para pelajar SMKN 2 Yogyakarta usai laga usai pun patut diacungi jempol. Berbeda dengan stigma negatif yang kerap melekat pada kerumunan suporter pelajar, rombongan siswa SMKN 2 Yogyakarta langsung membubarkan diri secara teratur. Tidak ada aksi konvoi sepeda motor yang membunyikan knalpot brong, membunyikan klakson secara berlebihan, maupun membahayakan pengguna jalan lain di sekitar wilayah kampus UNY dan Jalan Gejayan. “Kreativitas di dalam tribun itu keren, tapi sikap tertib dan sopan saat pulang di jalan raya jauh lebih bernilai. Ini patut jadi contoh bagi suporter sekolah lainnya,” ungkap salah satu pengunjung yang hadir di GOR UNY. Aksi positif dan sikap dewasa ini menjadi angin segar bagi dunia olahraga antar-pelajar di Yogyakarta, membuktikan bahwa mendukung sekolah bisa dilakukan dengan penuh kebanggaan tanpa harus merugikan masyarakat sekitar. #merapiuncover #yogyakarta #jogja #merapi

Merapi Uncover

178,997 Aufrufe • vor 4 Tagen

perundungan disertai kekerasan terhadap seorang siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) berinisial AD. Meski identitas para pelaku disebut sudah diketahui melalui rekaman video yang viral, keluarga korban mengaku hingga kini belum melihat perkembangan berarti dari penanganan aparat kepolisian. Peristiwa tersebut bermula saat AD dijemput oleh salah seorang rekannya. Tanpa menaruh curiga, korban mengikuti ajakan tersebut hingga dibawa ke kawasan Batu 8, tepatnya di samping pusat perbelanjaan Tanjungpinang City Center (TCC). Namun setibanya di lokasi, situasi berubah mencekam. Korban mengaku kunci sepeda motornya dirampas secara paksa sehingga ia tidak dapat melarikan diri. Tak lama kemudian, sejumlah remaja diduga melakukan pengeroyokan terhadap dirinya. "Saya tidak tahu apa-apa, tiba-tiba dijemput kawan lalu dibawa ke Batu 8 samping TCC. Sampai sana kunci motor saya diambil dan saya langsung dipukul," ungkap AD saat menceritakan kejadian yang dialaminya. Ironisnya, aksi kekerasan tersebut justru direkam oleh salah satu rekan pelaku menggunakan telepon genggam. Rekaman video yang memperlihatkan korban dipukuli kemudian beredar luas di media sosial Instagram hingga viral dan menuai kecaman dari warganet. Ibu korban yang mengetahui kejadian itu mengaku sangat terpukul melihat anaknya menjadi korban kekerasan. la mengatakan telah melaporkan peristiwa tersebut ke penyidik Polresta Tanjungpinang tidak lama setelah kejadian terjadi. Namun hingga berita ini diturunkan, pihak keluarga merasa laporan tersebut belum menunjukkan perkembangan yang signifikan.

Never

22,195 Aufrufe • vor 5 Monaten