Video wird geladen...

Video konnte nicht geladen werden

Zur Startseite

Sutradara #100DaysofDeception meminta para cast dan staff yang hadir di script reading untuk mengheningkan cipta sejenak menghormati mereka yang sudah berjuang menjalani masa itu Fyi drama ini berlatar tempat di Gyeongseong (nama lama Seoul) pada era tahun 1930an ketika Korea di bawah penjajahan kolonial Jepang Respect, semoga sukses dramanya! 🫡👍🏻

60,413 Aufrufe • vor 1 Monat •via X (Twitter)

0 Kommentare

Keine Kommentare verfügbar

Kommentare vom Original-Post werden hier angezeigt

Ähnliche Videos

#LaporSS 45 MENIT SETELAH LAPOR SS, PENDENGAR BANTU WARGA DILI TIMOR LESTE TEMUKAN ADIKNYA YANG SUDAH DELAPAN TAHUN HILANG KONTAK Terima kasih banyak atas bantuannya, Kawan. Tereshina, warga Dili, Timor Leste menemukan adik laki-lakinya yang sudah delapan tahun tidak ada kabar. Terakhir kali keluarga berkomunikasi dengannya pada tahun 2016, setelah pemakaman ayah mereka di Dili. Muslim (nama masa kecil: Demano), kelahiran 1983 (usia sekitar 43 tahun), dibawa ke Surabaya sejak usia 8 tahun oleh seorang ustaz saat terjadi konflik di Dili. Ia besar di pondok pesantren di Jawa Timur, dan sempat beberapa kali pulang ke Timor Leste sebelum akhirnya hilang kontak setelah kembali ke Surabaya tahun 2016. Nama panggilannya di Surabaya adalah Muslim. Menurut Tereshina, kabar terakhir yang dia tahu, adiknya bekerja di bidang aluminium. Namun, ia tidak pernah menyebutkan secara detail lokasi kerjanya atau tempat tinggalnya di Surabaya. Sejak 2016, seluruh kontak terputus dan nomor teleponnya tidak bisa dihubungi. Saat ini, Tereshina sudah berada di Surabaya selama dua bulan untuk mencari keberadaan Muslim, atas permintaan ibu mereka yang sudah sepuh dan sangat merindukan anak bungsu dan laki-laki satu-satunya. Beberapa pendengar yang mendengar kabar pencarian Muslim di Radio Suara Surabaya pun saling memberikan masukan. Mulai dari menghubungi komunitas Timor Leste yang ada di Jawa Timur, juga beberapa nama toko aluminium di Surabaya. Sampai masuklah pesan WA dari pendengar bernama Sumarno Farel. Ia memberikan nomor telepon orang Timor Leste yang ada di Surabaya, namanya Ustaz Hamzah. Suara Surabaya menghubungi Ustaz Hamzah dan mengirimkan foto Muslim. Sontak Ustaz Hamzah langsung mengenali. Mereka baru saja selesai sholat Ashar bersama. Keduanya berasal dari Kabupaten Baukau, Timor Leste, tumbuh bersama di sebuah pondok pesantren di Jombang dan sama-sama pindah ke Surabaya. Saat ini Muslim sudah menikah dan tinggal di Benowo, Surabaya. Empat puluh lima menit setelah kabar pencariannya diudarakan di Suara Surabaya, keberadaan Muslim sudah diketahui. Tereshina saat ini sudah bertemu adik bungsunya. Saat mengudara, Tereshina mengaku mengetahui Suara Surabaya dari pengemudi taksi online yang mengantarkan dia dan suaminya berobat ke sebuah rumah sakit di Surabaya.(SS-IS)

Radio Suara Surabaya

50,926 Aufrufe • vor 1 Jahr

🇮🇷 | Jenderal Senior IRGC & politisi, Mohsen Rezaei: • Kami telah menghukum Israel dengan keras sampai hari ini, tetapi itu belum cukup. • Hukuman kita harus menjadi asuransi untuk masa depan, agar musuh tidak berani melakukannya untuk kedua kalinya. • Musuh bermaksud menciptakan kekacauan di negara itu dengan membunuh komandan militer senior, tetapi upaya ini digagalkan dalam 48 jam pertama. • Pada tahap berikutnya, ia bermaksud mengubah Iran menjadi Suriah dan menjerumuskannya ke dalam periode ketidakamanan selama 10 tahun, tetapi kini rezim Zionis itu sendiri telah menjadi Suriah. • Hanya dalam 48 jam terakhir, Anda melihat bahwa kami menggunakan taktik baru—kombinasi rudal Fattah dan Sejjil—dan ketika keduanya digunakan bersama-sama, mereka benar-benar menciptakan gangguan serius pada sistem pertahanan musuh. • Gencatan senjata apa pun yang dilaksanakan sekarang akan menyebabkan perang baru. Kita tidak boleh membiarkan musuh, yang saat ini dalam posisi lemah, bangkit kembali dengan gencatan senjata. • Kami telah menggunakan kurang dari 30% kemampuan militer kami. Salah satu alasan kami meningkatkan perang secara bertahap adalah untuk mengeluarkan orang-orang dari wilayah tersebut. • Semua bahan yang diperkaya telah dipindahkan dan berada di tempat yang aman. • Netanyahu telah meminta AS untuk membantu nya atau mengumumkan gencatan senjata. • Masuknya AS ke dalam perang mungkin dapat melumpuhkan fasilitas nuklir Fordow, tetapi tidak dapat memperkuat Israel dalam hal pertahanan, seperti halnya mereka tidak dapat membantu sekarang. • Israel menyerang Natanz, fasilitas nuklir Isfahan, Khandab, dan Arak, tetapi lokasi-lokasi tersebut sudah dievakuasi. Semua material yang ingin mereka hancurkan telah dievakuasi ke tempat yang aman. • Kami memiliki ilmuwan nuklir, fasilitas yang memproduksi peralatan yang diperlukan untuk lokasi yang menjadi sasaran masih ada, jadi apa yang ingin mereka capai dengan serangan ini? • Bangsa Iran tidak perlu khawatir tentang berakhirnya perang ini. Israel harus dihukum sedemikian rupa sehingga tidak berani menciptakan ketidakamanan di Iran di tahun-tahun mendatang. • Pada bulan Februari-Maret, kami sampai pada kesimpulan dalam analisis kami bahwa perang pasti akan terjadi. • Setelah mencapai analisis perang ini, kami meningkatkan teknologi rudal dan cyber kami sebesar 5x hanya dalam beberapa bulan. • Hingga saat ini, kami belum menggunakan kemampuan darat, laut, minyak, dan Selat Hormuz kami, atau sekutu kami di negara lain. • Sekutu kami telah mengirim permintaan untuk bergabung dalam perang, tetapi kami memberi tahu mereka bahwa belum perlu. • Kami telah berulang kali mengumumkan bahwa para pemukim harus mengungsi dari sekitar pusat pemerintahan, militer, dan intelijen di wilayah pendudukan. Karena kami tidak ingin menyakiti orang biasa. • Salah satu alasan kami secara bertahap meningkatkan intensitas serangan rudal adalah untuk membuat orang-orang dari wilayah pendudukan mengungsi. • Mereka tidak dapat membangun pusat komando di sebelah rumah sakit dan menargetkan kami dari sana dan berharap kami tidak menanggapi!

SW News - SOFT WAR NEWS

822,910 Aufrufe • vor 1 Jahr

Suasana di wilayah hukum Polsek Tamalate mendadak mencekam pada Jumat malam (22/5/2026). Seorang penjual sate di jalan mengerangi Kelurahan Bongaya Kecamatan Tamalate menjadi sasaran amuk massa setelah diduga melakukan diskusi terhadap empat orang anak di bawah umur secara s*ksual. Kanit Polsek Tamalate, Iptu Abd. Latif, menjelaskan bahwa ia segera meluncur ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) setelah menerima laporan mengenai masyarakat adanya aksi massa di lokasi tersebut. Setibanya di sana, petugas langsung melakukan pengamanan terhadap dua orang pelaku tak terduga untuk menghindari tindakan hakim utama sendiri yang lebih parah. Saat kami tiba, massa sudah berkumpul dan melakukan aksi perusakan terhadap gerobak sate milik pelaku. Kami segera mengamankan kedua orang tersebut ke kantor untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan karena massa yang saat itu sangat banyak," ujar Iptu Abd. Latif saat dikonfirmasi, Jumat (22/5/2026). Berdasarkan keterangan yang dihimpun kepolisian, aksi mengungkapkan ini diduga telah berlangsung selama satu bulan terakhir. Para korban yang berisi empat orang diketahui masih duduk di bangku sekolah menengah, dengan kisaran usia 12 hingga 13 tahun. Modus yang digunakan pelaku cukup meresahkan. Korban mengaku bahwa setiap kali melintas di depan tempat pelaku berjualan, mereka sering dipanggil dan digoda dengan kata-kata yang tidak senonoh. Pelaku yang dilaporkan sering meminta "imbalan" s*ksual kepada para pelajar tersebut dengan iming-iming tertentu. "Menurut keterangan korban, kejadian ini sudah berlangsung sekitar sebulan. Pelaku memanggil korban dan melontarkan yang Merujuk pada mengingat kalimat seksi. Korbannya tidak hanya satu, tapi ada empat orang yang semuanya masih anak-anak," jelas Iptu Abd. Latief. Terkait tindak lanjut kasus ini, pihak Kepolisian Sektor Tamalate telah berkoordinasi dengan para orang tua korban. Mengingat kasus ini melibatkan dugaan tindak pidana as*sila terhadap anak di bawah umur, penyelidikan lebih lanjut akan diarahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Makassar. Sumber artikel: beritainewscom
0:19

Sensitive content

Suasana di wilayah hukum Polsek Tamalate mendadak mencekam pada Jumat malam (22/5/2026). Seorang penjual sate di jalan mengerangi Kelurahan Bongaya Kecamatan Tamalate menjadi sasaran amuk massa setelah diduga melakukan diskusi terhadap empat orang anak di bawah umur secara s*ksual. Kanit Polsek Tamalate, Iptu Abd. Latif, menjelaskan bahwa ia segera meluncur ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) setelah menerima laporan mengenai masyarakat adanya aksi massa di lokasi tersebut. Setibanya di sana, petugas langsung melakukan pengamanan terhadap dua orang pelaku tak terduga untuk menghindari tindakan hakim utama sendiri yang lebih parah. Saat kami tiba, massa sudah berkumpul dan melakukan aksi perusakan terhadap gerobak sate milik pelaku. Kami segera mengamankan kedua orang tersebut ke kantor untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan karena massa yang saat itu sangat banyak," ujar Iptu Abd. Latif saat dikonfirmasi, Jumat (22/5/2026). Berdasarkan keterangan yang dihimpun kepolisian, aksi mengungkapkan ini diduga telah berlangsung selama satu bulan terakhir. Para korban yang berisi empat orang diketahui masih duduk di bangku sekolah menengah, dengan kisaran usia 12 hingga 13 tahun. Modus yang digunakan pelaku cukup meresahkan. Korban mengaku bahwa setiap kali melintas di depan tempat pelaku berjualan, mereka sering dipanggil dan digoda dengan kata-kata yang tidak senonoh. Pelaku yang dilaporkan sering meminta "imbalan" s*ksual kepada para pelajar tersebut dengan iming-iming tertentu. "Menurut keterangan korban, kejadian ini sudah berlangsung sekitar sebulan. Pelaku memanggil korban dan melontarkan yang Merujuk pada mengingat kalimat seksi. Korbannya tidak hanya satu, tapi ada empat orang yang semuanya masih anak-anak," jelas Iptu Abd. Latief. Terkait tindak lanjut kasus ini, pihak Kepolisian Sektor Tamalate telah berkoordinasi dengan para orang tua korban. Mengingat kasus ini melibatkan dugaan tindak pidana as*sila terhadap anak di bawah umur, penyelidikan lebih lanjut akan diarahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Makassar. Sumber artikel: beritainewscom

Never

18,646 Aufrufe • vor 4 Monaten

Gunung Kemukus dan segala kegilaannya. Sebuah fenomena di mana akal sehat digadaikan, dan moralitas runtuh demi segepok materi. Ketika kemiskinan mendesak atau keserakahan yang tak ada habisnya membutakan mata sebuah bukit di Sragen, Jawa Tengah, berubah menjadi panggung drama spiritual yang paling kontroversial di Indonesia. Ketika nalar dan pikiran sudah rusak total, syarat pesugihan pun dijalani tanpa memedulikan rasa malu. Semua kegilaan ini bermula dari pembelokan sejarah Makam Pangeran Samodro. Mitos lokal dipelintir untuk menciptakan sebuah syarat pesugihan yang tidak masuk akal, namun laris manis diburu orang-orang yang putus asa. Di sinilah nalar mulai rusak: untuk mendapatkan kekayaan instan secara gaib, peziarah diwajibkan melakukan ritual hubungan intim di area terbuka gunung tersebut selama 7 kali berturut-turut setiap malam Jumat Pon atau Jumat Kliwon. Aturan mainnya jauh lebih sinting, karena hubungan tersebut harus dilakukan dengan orang asing yang bukan suami atau istri sah. Akibat syarat menyimpang tersebut, Gunung Kemukus selama puluhan tahun menjadi "pasar malam" prostitusi terselubung yang masif. Ribuan orang datang dari berbagai daerah. Mereka yang datang karena terdesak ekonomi terlilit utang, stres berat, hingga fungsi kognitif otak lumpuh berbaur menjadi satu dengan mereka yang murni didorong nafsu keserakahan ingin kaya tanpa kerja keras. Mereka saling mencari pasangan asing di kegelapan bukit demi menuntaskan "syarat gaib". Jika dinalar dengan logika sehat, bagaimana mungkin ritual asusila bisa mendatangkan kekayaan? Yang kaya sebenarnya adalah para penyedia jasa penginapan, warung remang-remang, dan calo yang memanfaatkan keputusasaan mereka. Ekonomi berputar di atas pembodohan massal. Pada akhirnya, fenomena ini adalah bukti nyata betapa rapuhnya moralitas manusia ketika dihadapkan pada uang. Ketika kemiskinan berpadu dengan rendahnya literasi, atau ketika nafsu duniawi tidak lagi dikontrol oleh iman, manusia rela menggadaikan logika paling dasar sekalipun. Kekayaan tidak pernah lahir dari kegelapan malam Jumat Pon di atas bukit, melainkan dari akal sehat yang dirawat dan kerja nyata. Kebodohanlah yang dipelihara di sana, bukan kemakmuran.

Football

17,618 Aufrufe • vor 3 Monaten

Akibat terlupa, duit RM60,000 bertaburan atas jalan Jertih: Seorang lelaki mendakwa kehilangan kira-kira RM30,000 apabila wang tunai berjumlah lebih RM60,000 yang diletakkan atas but keretanya, terjatuh dan bertaburan di Jalan Kota Bharu-Kuala Terengganu dekat Kampung Lak Lok di sini, pada 11 pagi semalam. Ibu lelaki itu, Che Safiah Abdullah, 63, berkata anaknya Wan Ibrahim Wan Leh, 24, terlupa yang beliau sudah meletakkan beg kain berisi wang tunai di atas but kereta jenis Honda Civic, sebelum bergerak dari rumah ke sebuah bank untuk menyimpan wang itu. "Selepas kejadian itu, Wan Ibrahim mengalami kemurungan dan hanya berkurung di dalam bilik, memandangkan wang itu dikumpulnya sejak empat tahun lalu hasil pendapatan sebagai tukang gunting di bandar Jertih. "Lebih menyedihkan Wan Ibrahim, wang itu untuk membeli kereta sendiri sebab kereta yang digunakan sekarang milik kakaknya dan dia mahu jelaskan hutang dan upah haji arwah bapa kandung dan bapa tirinya," katanya ketika ditemui Bernama di rumahnya di Kampung Lak Lok di sini, hari ini. Che Safiah berkata anaknya yang masih bujang itu, meletakkan beg berisi wang tersebut di atas but kereta kerana terlebih dahulu mahu membersihkan bahagian dalam kereta. Namun dia terlupa wang berada di situ dan terus memandu ke arah bandar. Wan Ibrahim menyedari wang itu terjatuh sebaik sampai di bandar Jertih kira-kira 10 minit kemudian, sebelum berpatah balik ke tempat kejadian berhampiran persimpangan U di Kampung Lak Lok. "Setiba di situ beberapa orang awam yang membantu memungut wang yang berterabur di atas jalan raya, menyerahkan balik wang kepada anak saya berjumlah sekitar RM30,000, namun ada individu yang tidak bertanggungjawab dipercayai mengambil wang itu. "Anak saya kemudian pergi membuat laporan polis di Balai Polis Kampung Raja untuk tindakan lanjut dan kami berharap agar mana-mana individu yang mengambil baki wang itu agar memulangkan kembali kepada keluarga saya," katanya. Che Safiah berkata kejadian tersebut turut dirakam menerusi kamera litar tertutup (CCTV) di sebuah premis kedai berhampiran. Beliau turut meminta mana-mana pihak yang mempunyai sebarang maklumat mengenai baki wang tersebut boleh menghubunginya di talian 013-5395538. Disiarkan pada: Julai 14, 2023 @ 4:25pm BERNAMA

MYNEWSHUB

637,804 Aufrufe • vor 3 Jahren

JOKOWI VS PRABOWO SI PKI AKHIRNYA AKAN DITUMPAS Dulu Ibu Corni berulang kali menyampaikan desas-desus faksi Jokowi wak. Prabowo hanya boleh dua tahun. Kabar itu sudah lama sampai ke telinga Prabowo. Dua tahun ini kelihatan seperti orang yang menahan napas. Bukan tidak punya taring. Sedang mengukur lawan. Lalu bandul mulai berpindah. Yang dulu pegang kunci Jokowi. Yang kini mulai Digenggam Prabowo. Itu terbaca dari ruang yang sempat dikunci. Gugatan keabsahan pencalonan Gibran. Pasal batas usia di MK. Dibawa masuk lewat jalan pintas. Disahkan berkat lobi Jokowi dan paman Utsman. Persoalan Gibran yang lama ditutup oleh istana, KPU, dan Bawaslu kini dibuka lagi di MK. 30 September putusannya ditunggu. Publik menunggu satu hal wak apakah ijazah SMA itu benar-benar sah atau hanya dijaga dari mata orang. Kalau ijazah itu ada dan jalannya bersih, tinggal tunjukkan. Sampai hari ini bukti itu tidak pernah diletakkan di meja publik. Bawaslu sendiri pernah dalam posisi tidak melihat langsung dokumen itu. Kalau calon yang syaratnya cacat bisa lolos, itu bukan keajaiban demokrasi. Itu pengaruh kekuasaan. Pada saat itu yang berkuasa adalah ayahnya sendiri. Yaitu jokowi laknatullah Artinya Jokowi memakai negara untuk melanggengkan keluarga. Artinya sistem dilembekkan demi satu nama. Ini skandal yang memalukan kalau terbukti. Bukan hanya soal kertas ijazah. Soal seorang wakil presiden yang duduk karena pintu negara dibuka dari dalam. Awak tidak sedang mengadili di sini. Pengadilan yang harus membuktikan. Tapi arah tuntutan publiknya jelas wak kalau penipuan terhadap rakyat terbukti, Gibran tidak cukup kena hujat. Jokowi tidak cukup kena maki. Hukumannya harus setimpal dengan merusak syarat kekuasaan. Yaitu, gibran hukuman PENJARA SEUMUR HIDUP JOKOWI layak di HUKUM MATI Kemampuan Gibran di panggung sudah terlalu sering membuat orang bertanya apakah negara sedang dipimpin oleh orang yang siap atau oleh orang cacat mental Ini harus diakhiri di meja hukum. Bukan di rumpi. Bukan di pengeroyokan. Di putusan yang tidak bisa dilobby lagi. Jika terbukti HUKUM MATI JOKOWI dan PENJARA SEUMUR HIDUP GIBRAN dan ASINGKAN KELUARGA MEREKA PETA PERPOLITIKAN Atau PERLAKUKAN SEMUA Relawan Jokowi dan gibran seperti simpatisan PKI dulu.

Sumatera Adil & Federal

62,701 Aufrufe • vor 5 Tagen

Sedih melihat kondisi Aceh saat ini, dimana telah terjadi peristiwa yang mengancam proses perdamaian di Aceh. Peristiwa tersebut dilatarbelakangi oleh provokasi dari oknum aparat militer dan kepolisian serta beberapa ASN yang melarang warga mengibarkan bendera Aceh. Kejadian ini tidak akan meletus apabila ada sedikit saja ruang di hati para aparat negara dalam memahami kultur serta psikologis rakyat Aceh, dimana mereka hanya ingin menggelar do'a bersama sebagai bentuk rasa syukur atas tercapainya perdamaian di Bumi Serambi Mekkah tersebut. Rakyat Aceh sudah legowo bergabung dengan Indonesia, meskipun mereka sejatinya memiliki perwakilan resmi di PBB. Pengibaran bendera Aceh hanya sebatas ungkapan rasa cinta mereka terhadap sejarah besar bangsa Aceh, dan ini hanya dilakukan setahun sekali. Sangat picik rasanya apabila rakyat Aceh harus dipukuli atau ditembaki hanya lantaran mereka ingin berdo'a dan menghormati para pendahulu mereka yang pernah berjuang untuk mempertahankan masa depan masyarakat Aceh. Tragedi ini bisa membangkitkan kembali rasa kecewa rakyat Aceh terhadap pemerintah pusat, dinamika yang tidak mustahil akan memicu perlawanan lebih luas terhadap tekanan dan provokasi dari oknum aparat keamanan. Perlu dipahami bahwa tidak semua senjata api milik GAM diserahkan dan dimusnahkan, masih ada ribuan pucuk senjata yang 'digudangkan' secara diam-diam oleh para mantan Kombatan GAM. Sedikit saja kesalahan dilakukan oleh pemerintah pusat dalam menyikapi permasalahan di Aceh, tidak menutup kemungkinan akan mematik api perlawanan fisik dari rakyat Aceh. Semoga pemerintah pusat berkenan membentuk tim investigasi untuk menyelesaikan permasalahan ini, tentunya dengan menghukum berat oknum aparat yang telah melakukan tindakan provokatif pada acara do'a bersama pagi ini di Masjid Baiturrahman.

Pecinta Sejarah Tanah Air (PEJANTAN)

14,686 Aufrufe • vor 1 Monat

kita fokus ke klakson kapal aja gimana? biar aku ceritakan gimana alat ini bermula ada, lalu menyelamatkan sekaligus merusak banyak hal. fyi, sebelum klakson kapal ada, pelaut dulunya pakai lonceng, gong, dan bahkan meriam untuk ngasih sinyal di tengah kabut. jadi waktu klakson kapal pertama ada, itu beneran jadi game changer buat keselamatan pelaut. ceritanya begini, dulu, waktu malam lagi berkabut, ada insinyur namanya Robert Foulis yang denger anaknya berlatih piano dari kejauhan. nah, waktu dia perhatikan, ternyata nada-nada rendah dari piano terdengar jauh lebih jelas menembus kabut dibandingkan nada-nada tinggi. singkat cerita, dari momen kecil ini lahirlah klakson kapal modern. nah, terus si pak Foulis ini ngerancang alat yang menghasilkan suara berfrekuensi rendah menggunakan uap bertekanan, dan klakson pertama dipasang di Partridge Island, Kanada, pada tahun 1859. sayangnya, perjalanan pak Foulis ga berakhir bahagia. rencana beliau dicuri oleh insinyur lain, yang kemudian mendaftarkan klakson itu sebagai karyanya sendiri. pak Foulis gaperna dapat paten, gaperna dapat keuntungan, dan menghabiskan sisa hidupnya berjuang untuk mendapatkan pengakuan atas penemuannya. nah, hari ini, setelah ratusan tahun kejadian pak Foulis menemukan klakson kapal dan dikhianati, sekitar 250.000 kapal lagi berlayar di lautan. kebisingan di bawah laut mengalami peningkatan yang sangat masif selama 50 tahun terakhir. paus, lumba-lumba, dan mamalia laut lainnya bergantung pada suara untuk berkomunikasi, menemukan pasangan, mendeteksi predator, dan menavigasi lautan. tapi kebisingan kapal sekarang bikin suara mereka sulit terdengar oleh kawanan. penelitian menemukan kalo lumba-lumba yang terpapar kebisingan kapal mulai menyederhanakan panggilan mereka, frekuensi dan polanya jadi lebih simpel, dan ini tuh kadang bikin mereka makin sulit dikenali sama lumba-lumba lain, termasuk anaknya sendiri. bayangin, di lautan lepas ada ibu lumba-lumba yang gabisa kenal anaknya karna suaranya tenggelam dalam kebisingan kapal manusia. kebisingan kapal juga membatasi komunikasi ibu dan bayi paus, ganggu ritual kawin mereka, dan maksa mereka ubah jalur migrasi yang udah diwariskan turun-temurun selama jutaan tahun. kalo kita tarik ke belakang, sebenernya manusia menciptakan klakson kapal udah sangat manusiawi. pak Foulis denger anaknya main piano di malam berkabut. terus kita kembangkan sampai klakson dan mesin kapal jadi salah satu sumber polusi suara terbesar di lautan, yang bikin banyak hewan kesulitan hidupnya.

Arcana lagi Open Order | Asta Ebrahim

16,332 Aufrufe • vor 4 Monaten

⚠️ PERINGATAN: KONTEN SENSITIF Penemuan Mayat Wanita di Dalam Sumur Gegerkan Warga Pijot Utara, Lombok Timur. Warga Dusun Bagek Gupong, Desa Pijot Utara, Kecamatan Keruak, Lombok Timur dikejutkan dengan penemuan mayat seorang wanita di dalam sumur. Minggu (19/1/2025) sekitar pukul 13.30 Wita. Korban diketahui bernama Bq. Suryani (31) tahun warga setempat. Kronologis Kejadian bermula ketika saksi Inaq Seli (41) tahun sedang membuang sampah di tempat pembuangan sementara (TPS) sekitar pukul 13.00 Wita. Saat itu, ia mencium bau busuk yang menyengat dan melihat banyak lalat di sekitar sumur milik Bq. Sri Dewi Hastuti. Merasa curiga, Inaq Seli mendatangi rumah Jumadil (40) tahun untuk meminta bibit kacang panjang sekaligus menceritakan kecurigaannya. Kemudian Inaq Seli bersama Jumadil dan L. Rubai (70 tahun) menuju lokasi untuk memastikan bau yang di ciumnya itu. Sesampainya di sumur, Jumadil mengenali mayat di dalamnya sebagai adik kandungnya, Bq. Suryani, yang telah dilaporkan hilang selama dua hari sebelumnya. Menurut keterangan orang tua korban, L. Rubai, Bq. Suryani mengalami depresi berat selama dua tahun terakhir dan telah menjalani pengobatan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ). Korban juga diketahui pernah beberapa kali mencoba mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, namun berhasil dicegah oleh keluarga. Mayat korban ditemukan di sumur dengan diameter sekitar 1 meter dan kedalaman 7 meter. Kondisi sumur berisi air, dan korban ditemukan dalam keadaan tubuh bengkak dengan pakaian yang masih melekat. Proses evakuasi dilakukan oleh tim Basarnas Kabupaten Lombok Timur pada pukul 14.43 Wita. Pihak keluarga menolak dilakukan otopsi pada jenazah korban. Mereka menganggap kejadian tersebut sebagai musibah dan telah membuat surat pernyataan tidak keberatan. Selain itu, berdasarkan pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Kapolres Lombok Timur melalui Kasi Humas Polres Lombok Timur IPDA Nicolas Oesman membenarkan kejadian tersebut. Korban diketahui mengalami depresi berat selama dua tahun dan memiliki riwayat percobaan akhiri hidupnya. "Keluarga korban menolak otopsi dan meminta jenazah segera dimakamkan dan Tidak ditemukan indikasi kekerasan pada tubuh korban,"ujarnya.(*) •Artikel: nusrapost. com _________________________________ Informasi lainnya:

CREEPY ROOM

416,347 Aufrufe • vor 1 Jahr

OBSESI MELAMPAU....Cikgu Zulhilmi Dakwa Sudah Lima Tahun Diganggu Seorang Wanita... KISAH ini dikatakan bermula lebih lima tahun lalu, apabila Cikgu Zulhilmi, yang kini seorang tenaga pengajar berdedikasi di sebuah institusi pendidikan swasta dikenali sebagai Ahlan Academy, mula menerima gangguan berterusan daripada seorang wanita bernama Abidatul Husna – bekas rakan sekuliahnya semasa di universiti. Menurut kenyataan rasmi Ahlan Academy, tiada sebarang hubungan peribadi seperti berkahwin atau bercinta antara Cikgu Zulhilmi dan Abidatul selain pernah berada dalam beberapa kelas yang sama ketika zaman pengajian universiti mereka. **Video yang disertakan memperlihatkan wanita terlibat didakwa mengganggu Cikgu Hilman di perpustakaan UIAM....cikgu itu meminta wanita itu untuk pergi dan jangan mengganggunya...sambil wanita itu pula menjerit "Aku nak bincang". Namun, Abidatul didakwa mula menyebarkan dakwaan tidak berasas yang mengatakan mereka pernah berkahwin – satu tuduhan yang dinafikan sepenuhnya oleh pihak akademi dan Cikgu Zulhilmi sendiri. Gangguan demi gangguan datang dalam pelbagai bentuk – akaun media sosial palsu dicipta, komen spam dilemparkan di halaman rasmi akademi, mesej peribadi yang bertalu-talu dihantar, termasuk panggilan ke nombor peribadi dan talian pejabat. Malah, laporan polis telah dibuat beberapa kali sepanjang lima tahun ini demi melindungi privasi dan keselamatan Cikgu Zulhilmi. Kenyataan dari peguam yang mewakili Cikgu Zulhilmi turut menegaskan bahawa segala dakwaan yang tular melalui media sosial adalah fitnah dan tidak berasas. Malah, ia turut mengganggu kerjaya dan kehidupan harian anak guam mereka. Meskipun institusi tersebut cuba untuk tidak memperbesarkan perkara ini demi menjaga maruah semua pihak, penyebaran dakwaan palsu secara terbuka telah memaksa mereka tampil memberikan penjelasan rasmi. Pihak Ahlan Academy juga menggesa orang ramai agar tidak melibatkan pihak ketiga yang tidak berkaitan dan menasihati agar berhenti menyebarkan maklumat tidak sahih yang hanya akan memburukkan keadaan. Sebagai langkah terakhir, mereka menyeru sesiapa yang mengenali Abidatul secara peribadi agar menasihatinya dengan baik dan menawarkan bantuan sekiranya perlu. Tinjauan Mynewshub ke akaun TikTok wanita berkenaan mendapati, dia memberikan masa 24 jam selepas kenyataan Ahlan Academy keluar kepada "suaminya" Cikgu Zulhilmi untuk menghubunginya. Apa yang agak menarik dan mungkin menakutkan ialah nama akuan TikTok wanita berkenaan adalah Zulhilmi Abidatul yang merupakan cantuman nama lelaki berkenaan dan nama wanita itu. Wanita berkenaan juga berulang kali menggunakan gelaran "Husband saya" ketika merujuk kepada Zulhilmi. Cikgu Zulhilmi juga telah membuka sebuah akaun TikTok, zulhill_me dengan memasukan status "saya ialah mangsa sexual harassment oleh seorang wanita gila sejak April 2020!" -MYNEWSHUB

MYNEWSHUB

1,026,261 Aufrufe • vor 1 Jahr

Gara-Gara Menghindari Petasan Yang di Lempar ke Jalan, Tragedi Tabrakan Maut di Kembaran Tak Bisa Dihindarkan, Satu Meninggal Satu Kritis Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua sepeda motor terjadi pada Minggu pagi (8/3/2026) di Jalan Raya Pliken, tepatnya di selatan Lapangan Kembaran, Kecamatan Kembaran. Insiden tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia di tempat, sementara satu lainnya dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi kritis. Peristiwa nahas itu melibatkan dua pengendara motor. Korban pertama adalah seorang perempuan yang mengendarai sepeda motor, sementara korban lainnya adalah seorang pria yang dikenal sebagai penjual tempe keliling bernama Warsono, warga RT 5 RW 7, Desa Pliken. Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, kecelakaan diduga terjadi saat kedua kendaraan melaju dari arah berlawanan. Insiden bermula ketika sekelompok anak-anak yang sedang bermain petasan di pinggir jalan diduga menyebabkan salah satu pengendara terkejut dan kehilangan kendali. Dari keterangan sejumlah saksi di lokasi, pengendara tersebut dikabarkan mencoba menghindari letusan petasan yang diarahkan atau dilempar ke arah jalan oleh anak-anak yang sedang bermain. Manuver mendadak itu diduga menyebabkan benturan keras dengan sepeda motor yang dikendarai oleh Pak Warsono dari arah berlawanan. Benturan keras tak terhindarkan, membuat salah satu k0rban terpental ke aspal dan yang satu terhenti ditempat. Akibat kejadian tersebut, pengendara laki-laki dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian akibat cedera parah di bagian kepala. Sementara itu, pengendara yang lain mengalami luka-luka serius dan segera dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan intensif. Kondisinya dilaporkan kritis. Peristiwa ini menyita perhatian warga sekitar yang langsung berkerumun di lokasi kejadian. Kemacetan sempat terjadi akibat banyaknya warga yang ingin menyaksikan proses evakuasi korban dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) oleh petugas kepolisian. Kejadian ini sekaligus menjadi pengingat bagi para orang tua akan bahaya bermain petasan di area publik, terutama di dekat jalan raya. Aksi anak-anak yang kerap bermain petasan sambil berlarian atau bahkan melemparkannya ke arah pengguna jalan sangat membahayakan keselamatan, baik bagi diri mereka sendiri maupun bagi pengendara yang melintas. Diharapkan para orang tua lebih meningkatkan pengawasan dan memberikan pemahaman kepada anak-anak agar tidak bermain petasan di sembarang tempat, khususnya di pinggir jalan, demi mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.

CREEPY ROOM

157,839 Aufrufe • vor 6 Monaten

Bukan salah Presiden Macron, Ibu Negara Prancis Brigitte Macron, dan Letkol Teddy.. Mungkin dari mereka tidak tahu bahwa melakukan mitos Kunto Bimo sudah tidak diperbolehkan lagi di Candi Borobudur ‼️ Kami sangat respect dengan teman-teman @konservasiborobudur khususnya Dr. Hari Setyawan yang memberikan edukasi video bahwa mitos memegang jari Rupang Buddha didalam stupa akan membawa harapan terkabul atau yang dikenal oleh masyarakat sekitar adalah mitos Kunto Bimo itu hanyalah memiliki dampak buruk terhadap pelestarian Candi Borobudur.. Para pemandu wisatawan di Candi Borobudur yang bernaung dibawah Jack Lumber.id TWC BOROBUDUR sangatlah baik dan informatif untuk membantu para wisatawan saat ini untuk menghormati stupa Candi Borobudur dengan tidak menaiki atau bersikap tidak hormat seperti menduduki, dimana Stupa-stupa yang ada di Candi Borobudur adalah objek suci pemujaan umat Buddha. Para wisatawan dan pengunjung semua mematuhi hal ini dalam wujud rasa cinta dan peduli akan Candi Borobudur guna bisa lestari hingga dapat diwariskan kepada anak cucu kita 🙏 Seharusnya peraturan pelestarian ini tidak tebang pilih agar kita semua tetap care kepada Candi Borobudur sebagai objek destinasi wisata religi 🥰 Sudah menjadi kewajiban kita bangsa Indonesia sendiri khususnya umat agama Buddha untuk menjaga asset negeri ini seperti Candi Borobudur yang menjadi kebanggaan kita semua.. Semoga kita kedepan bisa kompak dalam satu kepentingan untuk menjaga Candi Borobudur 🙏

Young Buddhist Association

1,055,973 Aufrufe • vor 1 Jahr

Suami isteri rentung dalam kemalangan cadang beli baju raya anak hari ini SEREMBAN: Hasrat sepasang suami isteri untuk membeli baju raya empat anaknya tidak kesampaian, apabila kereta dinaiki mereka terbabit kemalangan di Jalan Bukit Mantin menghala ke Seremban, pagi tadi. Hasmadi Ahmad, 56, berkata anak perempuannya Noor Azeana Azreen dan menantunya Abdul Halim Mat Rani, dalam perjalanan dari rumah mereka di Beranang ke rumah keluarga di Seremban untuk mengambil anak-anaknya bagi membeli kelengkapan menyambut Aidilfitri nanti. "Saya ada hubungi anak perempuan saya semalam, dia beritahu hari ini mahu beli baju raya anak-anaknya. Cucu-cucu saya ini empat orang masih kecil, berusia dari 12 tahun hingga tiga tahun, kami mendapat berita tentang kemalangan ini pagi tadi," katanya kepada pemberita ketika ditemui di bahagian Forensik Hospital Tuanku Ja'afar (HTJ) di sini hari ini. Beliau berkata anak dan menantunya itu bercadang menyambut Aidilfitri kali ini di Rembau, iaitu kampung mentuanya nanti. Sementara itu Timbalan Ketua Polis Daerah Nilai, Mat Ghani Lateh berkata berlaku satu kebakaran membabitkan sebuah kenderaan jenis BMW yang terbakar seratus peratus, akibat bertembung dengan sebuah lori milik syarikat pembersihan swasta. Beliau berkata pada kejadian 10.25 pagi tadi, berlaku kemalangan jalan raya di jalan Bukit Mantin menghala ke Seremban melibatkan dua mangsa iaitu seorang lelaki berusia 34 tahun bersama seorang wanita umur 32 tahun. "Siasatan awal mendapati semasa kejadian pemandu kereta jenis BMW yang dalam perjalanan itu ingin memotong kenderaan di hadapannya sebelum hilang kawalan dan terbabas masuk ke laluan bertentangan, sebelum bertembung dengan lori jenis Isuzu hingga mengakibatkan kereta tersebut terbakar. "Akibat daripada kemalangan ini, pemandu dan penumpang kereta itu tersepit di dalam kereta didapati telah rentung dan meninggal dunia di tempat kejadian," katanya dalam kenyataan di sini hari ini. Beliau berkata pemandu lori tersebut mengalami kecederaan ringan luka-luka di bahagian tangan dan kepala. Kes disiasat di bawah Seksyen 41(1) APJ 1987. – BERNAMA April 8, 2024 @ 6:57pm Artikel ➡️ BERNAMA

MYNEWSHUB

1,001,000 Aufrufe • vor 2 Jahren

‘Bukan Terus Datang Tendang’ – Individu Tampil Jelaskan Insiden Gerai Rohingya, Dakwa Sudah Tiga Kali Ditegur Oleh Mynewshub KUALA LUMPUR – Insiden seorang penjaja dipercayai warga Myanmar yang meja jualannya ditendang sehingga mencetuskan kecaman di media sosial kini mendapat penjelasan baharu daripada pihak yang terlibat dalam kejadian berkenaan. Dalam satu rakaman susulan yang diteliti Mynewshub, seorang individu mendakwa tindakan kumpulannya bukan bermula dengan kekasaran, sebaliknya peniaga terbabit telah beberapa kali didatangi dan diberikan teguran supaya tidak terus berniaga di lokasi berkenaan. Menurut penjelasan itu, pada kunjungan pertama mereka mendakwa teguran dibuat secara baik, sebelum pendekatan lebih tegas diambil pada kunjungan kedua. Bagaimanapun, apabila mereka datang semula buat kali ketiga, peniaga terbabit didakwa masih menjalankan perniagaan seperti biasa. Penjelasan sama turut dilaporkan media lain yang menyebut pihak terbabit mendakwa teguran telah diberikan beberapa kali sebelum insiden meja jualan ditendang berlaku. Lebih mengejutkan, pihak berkenaan turut mendakwa berlaku cubaan menawarkan rasuah kepada anggota kumpulan mereka, namun tawaran tersebut ditolak. Mereka juga mendakwa dua warga asing yang dikaitkan dengan situasi berkenaan mempunyai rekod jenayah dan pernah menjalani hukuman penjara berkaitan kesalahan cubaan membunuh di bawah Seksyen 307 Kanun Keseksaan. Bagaimanapun, Mynewshub menegaskan dakwaan mengenai cubaan rasuah dan rekod jenayah tersebut setakat ini belum dapat disahkan secara bebas melalui kenyataan polis, rekod mahkamah atau pihak berkuasa berkaitan. Pada masa sama, pihak kumpulan berkenaan turut mengakui bahawa terdapat seorang anggota mereka yang bertindak di luar kawalan ketika kejadian itu. Menurut kenyataan yang dipetik, individu terbabit dikatakan sudah dikeluarkan daripada pasukan mereka susulan tindakannya. Penjelasan terbaharu itu memberi gambaran lebih luas terhadap rakaman awal yang hanya memperlihatkan saat meja gerai ditendang sehingga menyebabkan tindakan berkenaan dilihat keterlaluan oleh sebahagian pengguna media sosial. Namun, penjelasan mengenai apa yang berlaku sebelum kejadian juga tidak secara automatik mengesahkan bahawa setiap tindakan yang dilakukan ketika operasi tersebut adalah wajar. Apa yang jelas, kontroversi tersebut kini mempunyai dua sisi cerita – satu mempersoalkan cara peniaga berkenaan dilayan, manakala satu lagi mendakwa tindakan itu berlaku selepas teguran berulang kali tidak dipatuhi. Persoalannya, selepas mengetahui cerita di sebalik rakaman tular itu, adakah pandangan anda terhadap kejadian ini berubah? -MYNEWSHUB

MYNEWSHUB

13,425 Aufrufe • vor 8 Tagen

SOMEBODY PLEASE HELP HIM! Bismillahirrahmanirrahiim Kadang sejarah tidak runtuh dengan ledakan, tetapi dengan suara yang pelan, rambut yang menipis, langkah yang melambat, dan tatapan seseorang yang tiba-tiba tampak jauh dari dirinya sendiri. Dalam neurosains, tubuh mencatat semua yang tak diucapkan. Kortisol memendekkan telomer, ekor kromosom yang menjadi penanda harapan hidup, Inflamasi kronik mengubah ekspresi gen, dan wajah adalah layar bioskop tempat memori hidup diputar ulang. Rambut gugur bukan hanya genetika, ia simbol mahkota biologis yang perlahan kembali ke tanah. Dalam imunologi klinis, kita mengenal fenomena ketika tubuh menyerang dirinya sendiri. Autoimun berat sering menampakkan tanda yang tak keras suaranya, namun dalam diamnya kita membaca perang dari dalam: •kulit pucat, warna tidak stabil, mudah meradang, •moonface akibat retensi cairan dan efek steroid kronis, •rambut menipis cepat, seperti mahkota yang mulai melepas bebannya, •langkah yang pelan: bukan lemah, tapi seperti tulang yang memikul beban yang dibikin sendiri, •tatapan kosong: brain fog, ketika pikiran lelah berperang dengan segala keadaan yang tak lagi bisa diatur dan dikuasai, •postur sedikit membungkuk, seolah tubuh berkata aku bersikeras membalikkan waktu. Tulisan ini bukan untuk menuduh seorang tokoh sakit. Ini daftar tanda klinis umum, tetapi juga metafor politik tubuh. Karena sering kali sejarah dan biologi memiliki pola yang sama: tubuh yang lelah = kekuasaan yang selesai, wajah yang pucat = cahaya kuasa yang menurun, mahkota rambut yang luruh = era yang selesai. Kekuasaan jarang runtuh dengan kerusuhan. Ia surut dengan keheningan. Dengan hilangnya karisma biologis, dengan publik yang tidak lagi terpikat pada narasi lama, dengan tubuh yang perlahan berubah menjadi cerminan saatnya layar panggung ditutup Kita hidup di titik balik peradaban Nusantara. Gelombang politik bergeser dari visual ke substansi, dari teater kuasa ke audit memori, dari figur tunggal ke kesadaran kolektif. Indonesia sedang memasuki fase Working Prophecy, dimana sejarah tidak hanya dicatat, tetapi dirombak, ditafsir ulang, dan dilahirkan kembali. Ini bukan tentang satu sosok. Ini tentang sebuah era yang menua, tentang medan energi bangsa yang bergerak, tentang cerita yang meminta penulis huruf pertama baru. Mungkin gejala-gejala pada tubuh hanya potongan kecil. Namun bagi yang membaca dengan mata batin, itu terasa seperti frekuensi alam yang berkata lirih: “Bab ini sudah selesai.” Autoimun biologis adalah ketika tubuh memerangi dirinya. Autoimun politik adalah ketika bangsa memerangi ingatannya. Dan di tengah inflamasi sosial itu, kita ditanya: Apakah kita akan terus sakit, atau mulai menyembuhkan diri sebagai satu tubuh bernama Indonesia? Bangsa ini sedang berganti kulit. Dan setiap helai rambut yang gugur di panggung sejarah, adalah tanda bahwa halaman berikutnya menunggu dituliskan. Saya, untuk kesekian kalinya berkata: tolongan diingatkan, kondisinya serius dan perlu perawatan, sebelum semuanya terlambat. Laa haula wala quwwata ilabillah. Salam takzim dr. Tifauzia Tyassuma,

Dokter Tifa

38,457 Aufrufe • vor 9 Monaten

Samsat di Indonesia ini memang sebuah wujud nyata dari sebuah mesin waktu Disaat kita setiap hari, setiap waktu menggenggam dunia dalam sebuah gawai cerdas dengan koneksi 5G dan sanggup memproses segala urusan mulai dari sekedar bertanya kabar, melihat sisi lain dunia, membuat karya seni digital, memproses identifikasi wajah secara presisi dan bahkan melakukan transaksi keuangan dalam hitungan detik, namun semua kehebatan teknologi abad 21 itu berubah ketika kita memasuki pintu gerbang sebuah bangunan bernama Kantor Samsat, karena disana seolah waktu ditarik mundur sepanjang 3 dekade Memasuki bangunan yang kebanyakan masih didominasi bangunan lawas itu sejujurnya memberikan sebuah pemandangan dan paradoks yang getir, disaat para petugas yang duduk di meja dihadirkan dan ditemani seperangkat komputer canggih berjarinagn internet kencang yang terhubung dengan basis data nasional dengan slogan "Online" atau "Satu Pintu", namun diluar jedela persegi dan didepan meja berdiri para warga yang membutuhkan dan akan menyetor hasil keringat mereka demi pembangunan dan agar taat pajak menunggu sembari menggengam map yang berisi berbagai lembar buram berwarna hitam putih "Ini fotocopy KTP kurang 1 lembar mas, silahkan fotocopy dulu didepan" ucap seorang petugas dengan datar Sebuah kalimat sederhana yang menjadi tamparan serius bagi konsep digitalisasi & efisiensi, warga yang sudah mendaftarkan diri via aplikasi, mengunggah berbagai berkas dengan gawai mereka dan memverifikasi data diri secara biometrik dirumah berharap agar tidak menyita banyak waktu tetap harus mengalah keluar dari gedung ketika berhadapan dengan birokrasi tatap muka mencari lapak fotocopy, mengeluarkan beberapa ribu rupiah hanya untuk beberapa lembar yang kemudian akan distapler dan ditumpuk bersama lembar kertas lain yang entah kapan terakhir kali diperiksa Berulang kali kita mendengar soal integrasi data, digitalisasi, efisiensi birokrasi dan sebagainya diberbagai mimbar seminar, namun pada eksekusinya masih tetap saja gagal untuk sekedar menyelesaikan oermasalahan paling mendasar dari pelayanan masyarakat. Kertas fotokopi samsat bukan hanya sekedar lembaran kertas, namun kertas tersebut adalah sebuah simbil dari KETIDAKPERCAYAAN SISTEM KEPADA DATA MEREKA SENDIRI, serta sebuah simbol keengganan untuk sekedar menghilangkan kebiasaan lama yang sudah terlalu "nyaman" Menurut saya, selama selembar kertas fotokopian ini masih jadi syarat mutlak untuk membuktikan siapakah diri kita dan apa yang kita miliki didepan loket pemerintahan, maka selama itu pula narasi dan slogan "Indonesia Digital" hanya akan berakhir menjadi sebuah slogan, harapan dan impian indah yang tersangkut dimesin fotocopy

Tukang Mobil Mobilan

120,366 Aufrufe • vor 1 Monat

BUBARKAN REPUBLIK INI JIKA REMPANG TERUS DITINDAS 🚨🚨🚨⏳️ REMPANG MELAWAN Menolak Punah di Tanah Sendiri Ketika Doa dan Dada Telanjang Menjadi Benteng Terakhir Warga dari Kezaliman BP Batam Hari ini, perlawanan warga Rempang, khususnya masyarakat Kampung Pantai Melayu, memasuki babak yang kian memilukan sekaligus heroik. Anak-anak, kaum ibu, hingga para tetua adat terpaksa memasang PAGAR BETIS membarikade jalan menuju tanah kelahiran mereka sendiri dari ancaman penggusuran. Di sepanjang jalan kampung, suara zikir dan doa bersama bergaung, memohon keadilan atas ketidakadilan yang dilakukan oleh BP Batam dan jejaring proyeknya. Rempang bukan sekadar titik koordinat investasi. Rempang adalah tanah ulayat, ruang hidup, dan sejarah identitas yang tak bisa dinilai dengan angka rupiah. Mari kita otopsi ketimpangan dalam konflik ini wak 1. Perang Asimetris= Negara & Pemodal vs Rakyat Kecil Ketika instrumen kekuasaan dan regulasi dikerahkan untuk memuluskan mega proyek, rakyat kecil sering kali hanya disodori dua pilihan, menyerah atau digusur. Pagar betis dan doa bersama yang dilakukan warga Pantai Melayu adalah bentuk pertahanan diri paling sakral ketika dialog dan keadilan hukum sudah tak lagi memihak mereka. 2. Pembangunan untuk Siapa? Slogan DEMI PERTUMBUHAN EKONOMI dan INVESTASI terus digaungkan. Namun, jika sebuah proyek harus mengusir warga dari tanah leluhurnya, mencabut akar budaya, dan menyisakan ketakutan trauma berkepanjangan pada anak-anak, untuk siapa sebenarnya pembangunan itu dibuat? Pembangunan yang memanusiakan manusia tidak boleh berdiri di atas air mata dan reruntuhan rumah rakyatnya sendiri. 3. Ketegaran Doa vs Kecongkakan Kekuasaan Sejarah mencatat, kekuasaan dan modal boleh saja memiliki kekuatan aparat dan alat berat. Namun, doa orang-orang yang terzalimi dan perlawanan rakyat yang memperjuangkan hak atas tanahnya memiliki daya tahan moral yang tidak akan pernah bisa ditundukkan oleh intimidasi fisik. Konflik Rempang harus menjadi cermin bagi pemerintah pusat dan BP Batam - Hentikan pendekatan represif dan paksaan dalam memuluskan proyek. - Hormati hak atas ruang hidup, tanah adat, dan keberlanjutan masa depan warga lokal. - Dengarkan aspirasi rakyat secara bermartabat, bukan sekadar menjadikan mereka objek relokasi paksa. Tanah kelahiran bukan barang dagangan. Membela tanah air dan ruang hidup adalah hak mendasar setiap warga negara yang dilindungi undang-undang dan nurani. Bagaimana pandangan kalian wak? Sampai kapan hak atas ruang hidup warga lokal harus dikorbankan atas nama EFISIENSI INVESTASI?

Sumatera Adil & Federal

34,109 Aufrufe • vor 1 Monat

Pria di Nganjuk Ditemukan Tew4s Terkubur, Diduga Dibunbun Anak Angkat Sendiri, Motif Pengen Kawin Tidak Direstui 😨 Warga Dusun Nanggungan, Desa Kaloran, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk digegerkan oleh penemuan may4t seorang pria bernama Gatot di pekarangan samping rumahnya, Rabu (15/7). Kematian korban dinilai tidak wajar dan diselimuti berbagai kejanggalan besar, mulai dari indikasi kekerasan fisik hingga gelagat mencurigakan dari lingkungan internal keluarga. Ketegangan di rumah korban diketahui sudah mulai memuncak sejak awal pekan ini, tepatnya pada hari Senin (13/7), hingga mencapai puncaknya pada Selasa (14/7) malam. Tetangga sekitar sempat mendengar suara keributan yang mencekam dari arah rumah korban sebelum ia ditemukan tak bernyawa “Ada pertengkaran. Terdengar suara orang meminta tolong. Mas Gatot (korban) tidak kelihatan keluar rumah, berarti Mas Gatot dianiaya. Kan ada suara minta tolong, sebelumnya. Sementara anak perempuannya tidak apa-apa dan terlihat tenang-tenang saja,” ungkap Ita, salah seorang tetangga dekat korban yang meraba adanya ketidakberesan. Kejanggalan semakin menjadi-jadi ketika pada Selasa malam, istri Gatot yang akrab disapa Mbak Tin, mendapati seluruh pintu rumahnya terkunci rapat dari dalam dengan kondisi lampu padam total. Karena tidak bisa masuk dan situasi rumah yang senyap secara mencurigakan, sang istri terpaksa menumpang tidur di rumah kerabatnya di Desa Kelurahan. Memasuki hari Rabu (15/7) pagi, anak angkat korban berinisial S melakukan tindakan yang diduga kuat sengaja untuk menjauhkan sang ibu dari lingkungan rumah. S mengajak ibunya pergi jauh dengan sepeda masing-masing dengan dalih mencari keberadaan Gatot, namun berujung pada penelantaran. “S mengajak ibunya pergi untuk mencari ayahnya, Diajak berputar-putar dari Kediri sana sampai ke Malang. Tapi sesampainya di Malang, ibunya malah ditinggal. Ibunya pulang sendiri tetapi ya pelan-pelan karena ibunya kan kondisinya kurang sehat,” tambah Ita memaparkan siasat janggal S yang tega meninggalkan ibunya yang berusia 50 tahun dalam kondisi sakit. Sebelum misteri hilangnya Gatot terkuak, warga juga sempat melihat kehadiran kekasih S di sekitar lokasi pada hari Selasa. Pria tersebut kedapatan membawa cangkul dengan kondisi tangan yang terbalut plester atau isolasi. Setelah ditelusuri, latar belakang keluarga mencatat bahwa S yang berstatus anak angkat sempat terlibat cekcok hebat dengan korban terkait urusan keuangan serta rencana pernikahan yang terganjal restu. Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan pendalaman intensif untuk mengungkap tabir di balik kematian korban. Sementara itu, jenazah Gatot telah dievakuasi ke rumah sakit terdekat untuk menjalani pemeriksaan dan autopsi guna memastikan penyebab pasti kematiannya.

125Japstyle 🇮🇩

87,638 Aufrufe • vor 2 Monaten