Sensitive content

This media may contain sensitive content.

Video wird geladen...

Video konnte nicht geladen werden

Zur Startseite

Tadi saya sudah bilang : "๐˜๐˜ฏ๐˜ช๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ด๐˜ข๐˜ฏ ๐˜š๐˜”๐˜ˆ, '๐˜ฅ๐˜ช๐˜ฑ๐˜ฐ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ด' ๐˜ค๐˜ถ๐˜ฎ๐˜ข 5 ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ, ๐˜ญ๐˜ข๐˜ญ๐˜ถ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข๐˜ด๐˜ช๐˜ฉ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜จ๐˜ข๐˜ฎ" ____________________ Kalian itu alat negara, dan negara alat rakyat jelata. Kalian Polisi Negara, bukan "onderdil" penguasa. Kalian "Pelindung, Pengayom dan Pelayan Masyarakat", bukan "tukang pukul" raja. . . | Humas Polri

339,736 Aufrufe โ€ข vor 2 Jahren โ€ขvia X (Twitter)

0 Kommentare

Keine Kommentare verfรผgbar

Kommentare vom Original-Post werden hier angezeigt

ร„hnliche Videos

"Pada tahun 1998, teman seumuran saya dibunuh aparat. Pada tahun 2025, Affan, yang sebaya dengan anak saya, dibunuh aparat. Dia tidak seberuntung para polisi muda, yang ayahnya, dan mungkin ibunya, punya sawah untuk dijual. Ada otak di kepala. Bukankah para polisi itu bisa menggunakannya? Jika ada otak, apakah jadi polisi? Tahukah kalian bahwa semua keputusan politik di negara ini adalah hasil pilihan kalian? Kalian bilang, "Kami rakyat kecil. Kami ini bisa apa?" Kalau kalian tidak berarti bagi mereka, tidak mungkin mereka akan datang mengemis suara kalian. Anda, Pak Polisi, Ibu Polisi, mau sampai kapan kalian menggunakan kekerasan untuk menghadapi rakyat? Kami ini bukan musuhmu, Pak. Kami ini tangan kosong. Kami ini hanya menyuarakan suara kami. Kami yang tertindas, kami yang bekerja hari ini, tanpa tahu besok apakah masih ada lapangan pekerjaan untuk kami. Kami yang setiap hari harus berpikir, "Budget apa lagi yang harus kami bayar?" Biaya UKT kuliah anak kami lagi yang akan naik. "Berapa lagi yang harus kami cari?" Kalian kemana? Kalian membela anggota Dewan yang berjoget dengan pendapatan 100 juta per bulan. Tapi kalian memukuli kami yang di luar sini. Kalian bisa bersikap manis pada para anggota Dewan, pada para pejabat. Tetapi mengapa kalian beringas terhadap rakyat? Tolonglah, balikkan badan kalian, berjuanglah bersama kami rakyat. Apakah kami harus mengadu ke Damkar? Apakah kalian tidak malu ketika kalian sedikit demi sedikit kehilangan fungsinya? Ketika kalian diperolok bahwa kalian hanya bisa merazia. Ketika ada pencurian, masyarakat meminta bantuan Damkar. Ketika ada kekerasan dalam rumah tangga, masyarakat larinya ke Damkar. Apakah kalian tidak malu? Kalian berseragam coklat untuk menegakkan keadilan. Untuk membantu kami yang tidak mengerti hukum!" Ibu Nana Warga Kotawaringin Barat Kalimantan Tengah 30 Agustus 2025

Margianta S. J. D.

329,226 Aufrufe โ€ข vor 1 Jahr

Hei Israel, hanya supaya kalian tahu โ€” Iran punya hak untuk membela diri. Kalian yang menyerang mereka duluan secara ilegal. Kalian menyerang daerah pemukiman, gedung-gedung apartemen, lingkungan warga. Kalian yang memulai semua ini, dan sekarang kalian merengek dan menangis, meminta dunia untuk tidak diam saat mereka membalas. Kalian bilang kita harus berdiri membela Israel? Kalian yang memulainya. Kalian sendiri yang memancingnya. Dan aku benar-benar berharap rakyat Israel menyadari itu juga. Kalian hidup di zona perang yang nyata, dan kalian diserang dari berbagai pihak, dari berbagai arah. Aku tidak mengerti kenapa kalian tidak menyalahkan pemerintah kalian sendiri atas semua ini โ€” Kenapa kalian tidak menyalahkan pemimpin kalian yang bertindak semena-mena dan membahayakan kalian sendiri? Aku juga tidak mengerti kenapa militer AS terus membantu kalian untuk โ€œmembela diri.โ€ Aku berharap negara kami berhenti melakukan itu. Yang kalian lakukan hanyalah menguras sumber daya kami, dan aku tidak paham kenapa. Kita hidup di era internet โ€” Kalian tidak bisa lagi memutarbalikkan narasi seperti zaman dulu. Tahun 2000-an, 90-an, 80-an, 70-anโ€ฆ itu sudah berlalu. Sekarang kami melihat semua kejadian secara langsung โ€” lewat video, rekaman, dan saksi mata. Kami melihat kalian menyerang wilayah sipil lebih dulu. Kalian tidak bisa lagi pura-pura tak bersalah. Kami tahu apa yang terjadi. Dan kami tetap tidak mendukung Israel. Aku mendukung Iran. Mereka punya hak untuk membela diri.

PPQSI

52,577 Aufrufe โ€ข vor 1 Jahr

Saya salah satu Tokoh yang hadir dan (rencananya) memberikan orasi pada Diskusi yang diselenggarakan Forum Tanah Air (FTA) . Diskusi yang direncanakan akan membahas tentang Indonesia dan Masa Depan, memberikan saran dan melakukan aksi terbaik bagi Bangsa dan Negara yang sedang dirundung derita dan pelbagai kesulitan ini, tiba-tiba diganggu dan dirusak oleh segerombolan orang dengan tutup muka dan masker, merusak peralatan panitia dan properti hotel dan melakukan ancaman kepada segenap Hadirin, mengintimidasi seluruh peserta agar merasakan ketakutan dan memaksa Panitia menutup dan membubarkan acara. Para Tokoh dan Hadirin Diaspora dari seluruh Indonesia dan Diaspora yang khusus menghadiri acara ini, tokoh-tokoh yang kenyang pengalaman berjuang di lapangan membela hak-hak rakyat, terbiasa dengan segala tantangan, Diancam oleh segerombolan preman dan polisi yang berjaga-jaga, ketika acara selesai, rampak preman-preman itu berpelukan dengan polisi-polisi. Ada dengan Negara ini hingga Aksi Anarkis dilakukan dengan terang-terangan bahkan di bawah lindungan Aparat Negara yang seharusnya melindungi hak-hak setiap warga negaranya, dan bukannya melindungi aksi gerombolan preman yang anarkis? Sungguh peristiwa kemarin adalah NODA HITAM yang mencoreng-moreng Demokrasi negara ini, yang KEBEBASAN BERPENDAPAT DAN BERKUMPUL adalah Hak yang dilindungi oleh Undang-Undang Dasar 1945! Ketika yang dilindungi polisi adalah preman pengacau dan bukan warga yang menjalankan kegiatan secara tertib dan bermartabat, saya merasakan, jika dibiarkan terus-menerus terjadi, maka negara ini sudah pada tahap menuju kehancurannya.

Dokter Tifa

219,922 Aufrufe โ€ข vor 1 Jahr

Kritik Paradigma Koperasi Rocky Gerung Rocky Gerung bilang koperasi harus dibangun secara top-down, karena rakyat sudah terlalu lama "terhegemoni kapitalisme" sehingga negara perlu membangunkan mereka. Saya justru melihat bahwa di sinilah letak masalahnya. Kalau sejak lahir koperasi dibentuk berdasarkan instruksi negara, apakah itu masih koperasi atau sekadar program pemerintah? Sejarah Indonesia sudah pernah menguji model ini. Banyak koperasi hidup karena proyek, lalu mati setelah proyek selesai. Yang bertahan justru biasanya lahir dari kebutuhan nyata anggota sendiri. Saya pernah menulis tentang Mondragon Corporation yang bisa menjadi rujukan. Kalau bicara koperasi kelas dunia, ukurannya bukan sekadar banyaknya koperasi yang dibentuk oleh negara. Di pemeringkatan World Cooperative Monitor, Indonesia pernah masuk 100 besar dunia lewat Kisel, koperasi karyawan Telkomsel, dengan peringkat 94 dunia pada WCM 2018. Artinya, koperasi bisa besar ketika berbasis pada kebutuhan anggota, memiliki tata kelola profesional, dan memiliki model bisnis yang jelas. Bukan sekadar lahir karena instruksi. Negara memang wajib hadir, tetapi tugas negara adalah menciptakan ekosistem serta memberi akses terhadap modal, pendidikan, dan kepastian hukum. Bukan mengambil alih ruang inisiatif warga. Demokrasi ekonomi bukan berarti negara mengerjakan semuanya, tetapi membuat masyarakat mampu mengerjakan banyak hal secara mandiri. Kalau koperasi tidak lahir dari rasa memiliki anggotanya, bisakah ia benar-benar menjadi gerakan ekonomi rakyat, atau hanya menjadi kepanjangan tangan birokrasi? Ada yang janggal dari Rocky Gerung, atau inikah watak aslinya yang melendot ke kekuasaan? Gimana pandangan kamu soal pemikirannya?

Faizal

16,589 Aufrufe โ€ข vor 2 Monaten

BUDAYA โ€œGATALโ€ YANG DIBAWA MASUK KE SEKOLAH? Screen record ini, ini kali, aku sendiri yang buat. Kalau nak menipu lagi kata dah delete lama. Silakan. Aku dah cakap, aku tak kata salah. Kalau ia memang baik dan dipersetujui semua. Aku mohon berkhilaf sebab aku tak setuju. Tapi, elok korang semua baca pandangan salah seorang parents yang anaknya dipergunakan. Boleh pertimbangkan. Aku taknak salahkan sesiapa. Aku dengan pandangan dan pendirian aku, korang yang setuju dengan aku, dengan pandangan dan pendirian korang. โ€”- Surat Terbuka Buat Sesiapa Sahaja Yang Terlibat.. Assalamualaikum, Saya salah seorang ibu bapa yang anaknya sudah digunakan dalam video content dan marketing pihak Aikom (Akademi Ikon Muda Malaysia) dan Amir Lala berasa sangat kecewa dengan tindakan yang kalian telah lakukan. Anak-anak kami bukan talent percuma yang kalian boleh perdagangkan secara percuma untuk digunakan sebagai alat atau bahan marketing. Sudah pasti pihak sekolah telah membayar kalian untuk program-program tersebut. Adakah kalian telah meminta izin pihak sekolah, guru-guru dan ibu bapa untuk menggunakan wajah-wajah mereka sebagai bahan marketing kalian? Saya sebagai ibu bapa tidak mengizinkan bahkan mengharamkan kalian menggunakan wajah anak saya! Selain itu, pengisian jenaka โ€œpickuplineโ€ juga wajar dihentikan. Saya tidak nampak apa keperluan. Nampak lebih menjadikan remaja berani menggatal. Jika mahu menjadikan mereka berani, wajar menggalakkan mereka buat public speaking atau berdebat. Jika mahu mereka berseni, budaya kita sudah ada pantun dan gurindam, sajak dan syair. Saya faham ia hiburan, ia jenaka. Tapi, sebagai pasukan consultant, takkan kalian tidak mampu menghasilkan hiburan dan jenaka yang bersifat ilmiah dan matang. Saya rasa normalisasi perkara-perkara yang tidak mendatangkan faedah mesti segera dihentikan. Saya mengharapkan sekolahlah benteng terakhir menjaga dan menerapkan gagasan budaya timur kita. Kita sudah tidak mampu mengawal media sosial, media massa, dan hiburan di luar sana. Tetapi, apabila kalian juga membawa masuk budaya tersebut ke dalam sekolah. Apalah daya saya untuk menghalang. Saya orang biasa-biasa, tidak punya wang yang banyak, suara saya terhad. Saya pernah tegur pihak Aikom dan Amir Lala, tetapi saya telah disekat selepas itu. Dan baru-baru ini, seorang individu telah memberi pandangan tentang aktiviti kalian di sekolah. Saya sangat bersetuju dengan beliau. Justeru, saya mohon simpati kalian dan perhatian pihak sekolah untuk menghentikan kemasukan modul program motivasi yang tidak membawa budaya timur dan akhlak Islam. Jadikanlah sekolah benteng terakhir pertahanan daripada segala pengaruh media sosial, viral, trending, dan apa saja yang tidak mendatangkan faedah kepada masa depan anak bangsa kita. Saya juga mohon mencadangkan supaya pihak sekolah menjemput penceramah yang ada track record atau success story yang sebenar untuk memberikan motivasi. Bukan sekadar influencer atau selebriti yang punya ramai pengikut di media sosial. Akhir kalam, Didiklah anak-anak saya supaya menjadi seperti Imam Syafie atau Imam Nawawi. Asuhlah mereka supaya lahir Elon Musk atau Mark Zuckerberg Malaysia. Bimbinglah mereka menjadi pejuang agama, bangsa dan negara. Pimpinlah tangan mereka supaya lahir manusia yang rajin, berani, berprinsip dan matang dalam kehidupan mereka apabila dewasa. Sekian curahan hati. Yang benar, Seorang lelaki, ayah dan rakyat marhaen. 16/12/2023 โ€”- ps : Disalin semula daripada saudara Azrul Adnan

Aliff Ahmad

1,286,363 Aufrufe โ€ข vor 2 Jahren