Video wird geladen...

Video konnte nicht geladen werden

Zur Startseite

Tanyarlfes Tempatkan kursor pada cell → klik Alt + A + M (Menu Data → Remove Duplicate) → pilih kolom yg akan dihapus duplikatnya → OK namun ini hanya memperhatikan 1 kolom yg duplikat, kalau mau keep data di kolom lain bisa pakai alt yg kedua (Unique, Filter, Textjoin)

240,949 Aufrufe • vor 1 Jahr •via X (Twitter)

11 Kommentare

Profilbild von Tanyarlfes
Tanyarlfesvor 1 Jahr

GAISS tolong mau pulang 😭😭 cari data yg ada 2 atau lebih ada rumusnya ga ya di excel? ini ada 1000 data gilee. Sumpah gua takut bngtttt pls no salty Tanyarl

Profilbild von IceRetribution
IceRetributionvor 1 Jahr

@tanyarlfes Langsung follow min.. Meski bukan sy yg menfes.. 😅

Profilbild von Tanya Jawab Excel 📊📊
Tanya Jawab Excel 📊📊vor 1 Jahr

@tanyarlfes Bar bar kaya namanya nggk nihh ? Btw thanks follownyaa

Profilbild von wts digicam pku
wts digicam pkuvor 1 Jahr

@tanyarlfes min kamu yg kirim menfess ya

Profilbild von Tanya Jawab Excel 📊📊
Tanya Jawab Excel 📊📊vor 1 Jahr

@tanyarlfes Wkwk, aku yakin bakal ada yg kepikiran gini, tp dari banyak menfess yg ku follow gaada 1pun yg follback aku Gimana caraku kirim menfess? Aku hanya memanfaatkan momentum utk berbagi dan ngeUp akunku dgn sering scroll timeline base menfess² Btw aku beneren gatau cara kirim menfess

Profilbild von VIUPREM1thn25K🍉
VIUPREM1thn25K🍉vor 1 Jahr

@tanyarlfes kalo dari banyaknya data pengen keep 1 dan hapus duplicate lain bisa pakai cara kedua ya kak?

Profilbild von Tanya Jawab Excel 📊📊
Tanya Jawab Excel 📊📊vor 1 Jahr

@tanyarlfes jadi cara pertama itu diterapkan jika misal ada 3 kolom A B C, kita mau hapus duplikat di kolom A dengan mengabaikan nilai kolom B C (Defaultnya diambil nilai paling atas dari kolom) cara kedua untuk keep nilai di kolom lain & digabung jadi 1 cell gitu tp banyak cara sih sbnernya

Profilbild von ini nini
ini ninivor 1 Jahr

@tanyarlfes kak, mau tnya kalo misal bikin data kya pengumuman SKD cpns, dimana nilai diurut dari nilai tertinggi, tp jika jumlahnya sama di urut dr nilai TKP yg lebih tinggi, trus kalo nilai tkp sama diurut lg dari nilai TIU yg lebih tinggi. gitu gmn rumusnya kak?

Profilbild von Tanya Jawab Excel 📊📊
Tanya Jawab Excel 📊📊vor 1 Jahr

@tanyarlfes kaya gini caranya, SORT nya satu per satu nilai di sort Z-A

Profilbild von A R Y A
A R Y Avor 1 Jahr

@tanyarlfes Min.. gw bukan sender.. tpi gw rasa warga twitter harus tau akun lu🤟

Profilbild von Yudha Empathy
Yudha Empathyvor 1 Jahr

@tanyarlfes Nice

Ähnliche Videos

JOKOWI GAGAL PAHAMI POSISI STRATEGIS KOMINFO Pusat Data Nasional dibangun scr terburu2, hampir sama dg proyek besar lain di negeri ini yg jg dibangun scr singkat. Pembangunan fisik yg dikebut, tentu berbeda karakter & konsekuensinya dg pembangunan sistem pusat data digital nasional. Pembangunan hrs cepat itu berdasar Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2022 ttg Percepatan Pembangunan Infrastruktur Pusat Data Nasional. Ada beberapa poin dalam Inpres itu : 1. Percepatan Pembangunan, agar kementerian & lembaga mempercepat pembangunan infrastruktur Pusat Data Nasional hingga sgr dpt dioperasikan. 2. Koordinasi & singkronisasi kementerian, lembaga & pemerintah daerah dlm pembangunan & pengelolaan Pusat Data Nasional. 3. Penggunaan Teknologi Modern & terkini dg memastikan keamanan, kehandalan & efisiensi pengelolaan data. 4.Pentingnya keamanan data dlm Pusat Data Nasional, mengingat sensitivitas & pentingnya data itu. 5. Penyediaan Anggaran. 6.Pelaporan & Evaluasi dg laporan scr berkala kpd Presiden & memastikan proyek berjalan sesuai rencana & target. Dengan Instruksi itu proyek dikerjakan serba cepat. Konsep PDN direncanakan & dimulai era Jhonny Plate. Namun banyak kendala & kasus korupsi. Pembangunan diteruskan, tp tidak melanjutkan rencana awal melainkan membangun pusat data nasional sementara (PDNS) lebih dulu untuk transisi. PDN direncanakan di 4 tempat, Batam, Cikarang, IKN & Labuhan Bajo. Cikarang dibangun belum selesai, lalu muncul konsep transisi PDNS yg hrs sgr beroperasi. Maka digunakan server Telkom Sigma di Surabaya untuk menjadi PDN Sementara. Targetnya Agustus 2024 diresmikan Presiden. Krn project sdh disiapkan dananya, Kominfopun Gercep mewujudkan PDNS. Mereka kejar target sesuai instruksi Presiden. Padahal sistem tata kelola, kelembagaan & kultur menjaga data nasional secara handal, aman & harus beroperasi sebagaimana mestinya belum terbentuk. Apalagi soal kedaulatan digital, tak banyak disentuh. Aktivitas Kominfo lebih banyak bergerak ke hal teknis. Jadilah pusat data sementara itu rapuh, tak solid, keamanan tdk terjamin, tp dipaksakan beroperasi. Ibarat pusat data itu rumah gudang penyimpanan harta, pagar pengaman belum kuat, shg dimasuki orang, diacak acak, hartanya dirusak & dijual isinya. Kunci dikuasai maling, si pemilik yg berhak tidak bisa masuk. Saat itu gak jelas siapa petugas, siapa satpam, siapa pemegang kunci. Sistem belum teruji. Hanya rumah sdh ada. Sudah dicat. Sudah diisi harta di dalamnya. Harta data untuk sekarang & masa depan. Itu yg akan diresmikan, jadi tonggak sejarah warisan yg menunjukkan tokoh yg berjasa menyatukan & mengamankan data nasional. Namun apa daya, data telah dicuri, diacak acak & diambil kuncinya. Konon kunci sdh dikembalikan, tp malah jd pertanyaan, apa target peretas sdh tercapai? Apa ada deal di balik itu? Lalu apa yg harus dilakukan setelah reputasi pemerintah rusak? Siapa tanggung jawab? Itulah hasil ketergesaan yg dipimpin presiden yg ingin semua serba cepat. Untuk bangunan fisik mungkin bisa dibangun cepat, tapi sistem tata kelola data, butuh tak hanya faktor fisik & teknologi, juga kultur, mekanisme hingga kapasitas & integritas SDM yg menangani. Suksesi pemimpin nasional & IKN mungkin bisa dibuat Fastrack, atau percepatan. Efek buruknya baru akan terasa nanti. Untuk Sistem Pusat Data Nasional tak semudah yg dibayangkan. Baru sementara saja sdh amburadul, kalau tetap dipaksakan cepat di tangan yg bkn ahlinya, tinggal tunggu hancurnya. Sdh saatnya segala urusan strategis ditangani oleh yg berkompetensi. Lewat proses yg benar. Agar bangsa ini tdk “gedandapan” hingga justru merugikan masa depan. Jangan karena mengikuti ambisi keinginan pucuk pemerintahan, semuanya lalu dikerjakan asal2an. Podcast dg Rocky Ferung dan teman-teman PKS ini membahas isu strategis itu. Di akhir podcast Rocky minta Menteri Kominfo mundur. Saya bilang bukan menterinya, tapi Presidennya yg harus bertanggung jawab secara moral, bahwa dia selama ini tidak paham.

Henri Subiakto

55,444 Aufrufe • vor 2 Jahren

SELAMAT DATANG "1984" | Segala hal yg disampaikan Menkomdigi • Meutya Hafid Ansyah ini, adalah narasi resmi yg memang "manis" & tampak sempurna dipajang di etalase kekuasaan. Tapi, setidaknya ada 5 pertanyaan yg sampai saat ini, sy tak yakin akan dijawab oleh pihak terkait ; 1. Siapa pengelola data wajah ? 2. Apakah dipakai lintas lembaga ? 3. Jika bocor, siapa yg tanggung jawab ? 4. Berapa lama data tsb disimpan ? 5. Apakah kebijakan tsb bisa ditolak rakyat, tanpa kehilangan hak komunikasi ? Misalnya, ini misalnya ya 😁 Kalau toh pihak Kemkomdigi memberi jawaban tp jawabannya kabur, maka dapat dipastikan ini bukan kebijakan keamanan data, melainkan ; EKSPERIMEN KEKUASAAN, ARSITEKTUR PENGAWASAN, & KONTROL POPULASI DIGITAL. Perlu diingat, bhw validasi wajah, bukan soal administrasi biasa, tp loncatan kualitatif. Bro !! Krn yg "dikunci"; bukan nomor loe, tp tubuh loe. bukan identitas legal loe, tp identitas biologis loe, data statis, tp biometrik tak bisa loe ganti. Wajah, lokasi, waktu, komunikasi, jejaring sosial, hingga pola perilaku ada "di layar mata kekuasaan". NOMOR BOCOR BISA GANTI KARTU, KALAU WAJAH BOCOR ?! (Ganti wajah Joko "Jastip - Whoosh" Widodo ?) 😁 ___________ Sejarah selalu konsisten, bhw; kekuasaan tak takut pd orang yg bersenjata, kekuasaan justru paling takut pada orang yg tak bernama, tp bernalar. Anonimitas itu ruang aman berpikir, setidaknya menurut sy, sedangkan biometrik adalah akhir anonimitas. Jadi, registrasi SIM card dgn validasi wajah bukan solusi kejahatan, tp solusi kekuasaan thd rakyat yg suaranya "fals". Sekali lagi, SELAMAT DATANG "1984" Sugeng rawuh distopia permanen !!! . . Damn !!!!

| A K |

71,455 Aufrufe • vor 5 Monaten

Pernah punya pasien mantan pejabat Ngamuk di UGD krn merasa ribet dgn aturan BPJS Gaya masih sok orang besar, selalu merendahkan orang lain.. Maunya pakai BPJS tapi nda mau ikut aturan BPJS Namanya juga Sistem, ngga kenal mantan pejabat Kalau data nda lengkap, ya sistem tidak akan bisa dibuka, pilihannya bayar pribadi atau harus melengkapi Karena bicaranya sombong & merasa paling benar, kesal juga saya… Akhirnya saya bilang.. “ Maaf ya Pak…terpaksa saya harus katakan….Inilah fakta keruwetan yg selama ini di alami rakyat & kami nakes, akibat sistem kesehatan yg tidak Pro Rakyat …coba waktu Bapak menjabat dulu, kekuasaan Bapak dipakai untuk membuat aturan yg baik, kan hari ini Bapak tidak akan mengalami hal tidak menyenangkan ini, jadi tolong sabar saja menjalaninya seperti kami selama ini “ Saya berharap dgn cerita ini, para Pejabat & Bapak-Ibu dewan di gedung Rakyat ingat bahwa jabatan tidak akan abadi…kebijakan yg Bapak-Ibu buat saat ini, nanti akan berefek pada Bapak-Ibu juga keluarga. Saat ini mungkin Bapak-Ibu masih diatas Kelak jika turun lagi ke Rakyat, belum tentu nasib Bapak-Ibu akan selamanya diatas Roda akan terus berputar Dan setiap kita akan menuai dari apa yg telah kita perbuat Kebaikan yg kita lakukan, kebaikan yg akan kita tuai Juga sebaliknya, keburukan yg kita lakukan, keburukan pula yg akan kita tuai Jadi bijaklah dalam bersikap.. Gunakan hati nurani dalam membuat kebijakan Nasib Bangsa & Negara saat ini ditangan Bapak-Ibu sekalian Ratusan tahun kita di jajah, Banyak darah pejuang yg tumpah demi memperjuangkan kemerdekaan Jangan sampai krn kebijakan yg salah.. Hilang sudah kedaulatan negara Hancur masa depan bangsa Hancur Indonesia Raya Terjajah lagi rakyat Indonesia Tolong demi Ketahanan Nasional Tolak RUU Kesehatan Omnibuslaw yg patut dicurigai, dibuat bukan krn kepentingan Rakyat #TolakRUUKesehatanOmnibuslaw #tolakkapitalisasikesehatan Rakyat & Nakes Bersatu, Pasti Bisa ✊🏻✊🏻 Mohon Doa & Dukungan Saudara kami semua, dukung perjuangan ini Demi masa depan kita, anak - cucu dan masa depan Indonesia Demi rakyat Indonesia, kami penerus Boedi Oetomo akan hadir putihkan Jakarta, mengobati kebijakan yg sakit Kami terpaksa kembali turun ke jalan 5 Juni 2023, 5 OP bersatu melawan arogansi kekuasaan..demi Rakyat ✊🏻 Panjang Umur Perjuangan ✊🏻

Eva Sri Diana Chaniago

136,109 Aufrufe • vor 3 Jahren

bisnis itu tentang mencari pola pola marketing yg terbaik untuk produk kita organik atau pake ads? atau kolaborasi diantara keduanya? pola beriklan yg efisien seperti apa? pola bisnis yg terbukti profit seperti apa? pola beriklan yg bisa bertahan untuk jangka waktu yg panjang seperti apa? pola bales chat yg works seperti apa? pola riset produk yg efektif seperti apa? pola follow up yg bisa kita kerjakan bagaimana? pola membuat SOP untuk tim yg bisa dijalankan seperti apa? pola mengontrol tim yg cocok buat kita seperti apa? pola scale up yg masih bisa kita bisa manage resiko baik dari budget dan kesiapan tim kita seperti apa? setiap orang memiliki pola "winningnya" masing2, pola2 ini hanya bisa kita dapatkan dengan mencoba sebanyak mungkin, testing sebanyak mungkin kadang2 pola orang lain gak cocok di kita begitupun sebaliknya.... nah pertanyaannya sudahkah kamu dapat pola terbaik di bisnis/freelance/apapun untuk cari cuan online? kalau blm menemukan, mungkin yg kita coba kurang banyak. pola bisnis model saya di facebook ads secara sederhana: 1. cari di shopee produk random (bisa barang dan kategori apapun) yg penting terjual ribuan, kalau bisa minimal 5 ribu terjual. ulasan diatas 4.5. kalau baru mulai saya sarankan modal harga barang Rp 40.000-70.000an. save smua video dan gambar, nanti kita upload di facebook ads. mau lebih mahal? ingat resikonya ya, semakin jual lebih mahal semakin sulit closingnya. idealnya kalau saya kasih margin profit Rp 120.000 - Rp 150.000 dengan kasih diskon ongkir Rp 30.000-50.000. boleh kalau mau lebih besar tergantung kualitas dan harga barang. mau pake bonus? boleh, enggak jg gpp 2. kalau modal Rp 40.000-70.000an dijual di facebook ads kira2 di angka Rp 150.000-Rp 199.000 kasih diskon ongkir Rp 30.000- Rp 50.000. 3. stok atau dropship? sama aja. boleh dropship kalau memang supplier bersedia. kalau mau stok nunggu laku dulu aja, misalnya senin closing, selasa baru kita order ke supplier kirim ke kita, rabu/kamis kirim ke customer. dengan cara seperti itu kita mengurangi resiko deadstok, syaratnya posisi supplier sama kita berdekatan (pengiriman 1-2 hari) 4. testing minimal 3 produk, 1 produk 1 campaign, dengan formasi 1 campaign 1 adset 1 ads. jadi kalau ngiklan 3 produk, total 3 campaign, dengan budget per campaign Rp 35.000. pake carousel semua di upload baik poto atau gambar. tujuan kampanye sales/penjualan, dibagian set iklan target kinerja maksimalkan jumlah percakapan, broad aja interest dan lokasi untuk testing. langsung ke WA, harus pake WA bisnis ya. saya tidak menggunakan landing page, hemat cost domain dan hosting 5. running berapa hari? kalau ada campaign yg profit dan potensial, hari kedua scale up langsung gpp, kalau msh ragu2 boleh diterusin 3-7 hari untuk liat bagaimana perkembangan campaign. variabel penilaian? - profit - closing - biaya perhasil dibawah Rp 3000 atau dibawah Rp 2000 - cpm dibawah 10.000 - cpc biaya per klik tautan dibawah Rp 1.000 6. hasil jelek? matiin campaignnya. campaign bagus? scale up. kalau jelek semua? ganti produk lain. kita tidak pernah tau akan menemukan winning produk kapan, buat target budget testing setiap bulan, kalau bulan ini blm dapet, coba bulan depannya, sabar... semua akan terbayar kalau kita menemukan winning produk 7. gimana cara scale up saya? duplikat campaign yg ada, variasikan antara konten, interest dan lokasi. 1 produk budget harian maksimal Rp 200.000-300.000 aja (total setelah diduplikat) kalau budget per campaign gak usah dinaikan, agar kecenderungan performa stabil 8. udah profit gimana? ambil sebagian profit untuk testing barang lain, cari terus winning produk... pelan2.. kita harus sabar kalau mau bisnis untuk jangka panjang... mungkin gak nanti saya ganti pola? mungkin aja, karna bisnis itu harus terus belajar dan beradaptasi terhadap keadaan. memang bisnis itu dinamis dan stressful, untuk orang yg terbiasa dengan kondisi yg stabil ini akan sangat menantang pola2 diatas saya dapat setelah spending milyaran rupiah ads dan berbagai pola, akhirnya ketika terbukti works, saya terus menduplikasi pola tersebut, ngajarin tim dan dijalankan oleh tim, ini jg saya masih ngontrol setiap hari, bukan ditinggal gitu aja, karena sekali lagi, ads itu bisnis yg beresiko ya kita harus punya sistem yg rapih dan efisien kalau mau bener2 ditinggalin. tapi bisa gak saya tinggal? ya bisa2 aja, tapi saya memilih untuk terus mengontrol dan mendampingi, karena saya suka jg sih basicnya ngulik ads dan produk LANJUT TIPS-NYA???

Bardan - Digital Marketer

47,171 Aufrufe • vor 2 Jahren

Gue komen dua hari lalu justru karena udah nonton, tabel slide yg di ss Ardianto Satriawan gak ada dalam tayangan rapat Komisi 10 DPR tanggal 12 Februari lalu, gue udah nonton sepanjang 2 jam 39 menit. Gue hitung ada 33 slide tabel yang ditampilkan. 32 slide oleh 3 mentri dan 1 slide komisi 10. Lo sendiri udah nonton? Pasti belom makanya ngegas. Itu gue kasih video yg singkat durasi 4 menit, kelewatan kalau mager nyimak juga. Di YouTube rapat 2 jam setengah itu, menit ke 23:28-39:26 Menteri Kemendiktisaintek sepanjang penjelasannya cuma pakai satu slide tabel. Makanya Ardianto Satriawan gak jawab komen gue di menit ke berapa tabel yg dia posting itu tayang. Kalau nonton video rapat itu sampai habis dan baca PPT nya utuh, gue yg lulusan SMA aja ngerti maksud tabel itu. Di foto tabel halaman 11 yg tayang di rapat Komisi 10, yg coba gue edit kasih warna bukan untuk ngajarin kalian, tapi biar clear maksudnya. 🔵 Pagu awal 🟣 Pagu anggaran yg oleh Dirjen Anggaran Kemenkeu nominal dan persentase di-efisiensi 🟡 Usulan kementerian supaya jangan kena efisiensi, tetap kayak pagu awal. 0% di situ bukan anggarannya beasiswa habis jadi nol, tapi 0% yg di-efisiensi alias alokasi anggaran utuh. 🔴 Tabel halaman 12-13 itu yg gue kasih tanda panah maksudnya kalau Dirjen Anggaran tetap minta efisiensi maka akibatnya seperti kolom yg di ss & di-posting Dosen Ardianto itu. Ini yg gue maksud postingan Pak Dosen melepas konteks foto tabel pas share ke publik bikin para siswa, mahasiswa, dan banyak orang tua kepalanya jadi pusing, orang jadi marah-marah dan saling caci maki. Padahal dampak yg di kolom itu lah yang ditolak kementerian dan seluruh fraksi DPR pas rapat tanggal 12 Februari lalu pukul 18:30 saat kesimpulan rapat. Pak Dosen Ardianto posting foto screenshot dari tabel itu pukul 21:51 malam tanggal 12 Februari 2025. Yg gue heran sejak beberapa hari lalu, kok bisa-bisanya sarjana pendidikan tinggi sekaligus dosen malah menyimpulkan 0% di tabel itu artinya anggaran beasiswa habis? Karena tweet-nya gitu semua. Apa beliau keliru baca tabel PPT? Atau beliau gak ngerti maksud dari efisiensi tidak sama dengan pemotongan? Namanya efisiensi ya dana anggarannya tetap ada di tempatnya, bukan dananya hilang. Efisiensi kan dananya dikeluarkan untuk program prioritas yg gak kena efisiensi. ➡️ Ini buat temen-temen yang mau baca utuh PPT nya Gue ngetweet ini untuk respon kalian yg caci maki gue atau mikir gue minta suapin info menitnya.

Mazzini

220,604 Aufrufe • vor 1 Jahr

✍🏻 Kasus Khariq Anhar ini ibarat dagelan yg tidak lucu. Bayangkan, seorang mahasiswa ditangkap dan dipenjara selama hampir 5 bulan (29 Agustus 2025 – 23 Januari 2026), tapi ternyata di akhir cerita, Majelis Hakim bilang, “Ini kasusnya gak jelas, batal demi hukum.” Ini bukan soal pengacara Khariq yg hebat, tapi ini soal aparat (Polisi dan Jaksa) yg kerjanya ugal-ugalan. Coba deh kita bedah pakai logika sederhana, pertama penangkapan oleh polisi, Khariq ini dituduh soal “omongan” atau tulisan (pendapat) yg ditafsirkan provokasi, kok penangkapannya spt nangkap begal, maling motor, perampok bank, atau pembunuh berdarah dingin...? Biasanya, kalau kasus “kata-kata” alias menyampaikan pendapat, orangnya dipanggil dulu, dikirim surat dulu, ditanya baik-baik, “Mas, maksud tulisan panjenengan niku opo..?” Tapi di kasus ini pak polisi main langsung tangkap tanpa permisi (surat panggilan). Seolah-olah Khariq ini teroris yg mau meledakkan kota. Padahal barang buktinya cuma ada di HP atau internet, yg gak mungkin lari ke mana-mana. Ini negara hukum, bukan negara “hukum rimba”. Kalau menangkap aktivis caranya sama kayak menangkap begal, apa bedanya aparat dengan preman berseragam..? Dan bagian paling konyolnya lagi, Jaksa terima pelimpahan P21, Khariq disidang. Saat sidang Jaksanya bingung sendiri, Khariq ini dakwaan salahnya pakai alat bukti apa. Kalau ibarat menuduh orang mencuri, harus jelas, misalnya “Dia mencuri ayam jago warna merah pakai karung goni.” Tapi pada kasus ini, Jaksa dakwa Khariq bersalah, tapi waktu ditanya “Dia pakai aplikasi apa..?”, Jaksa jawabnya muter-muter. Bisa WhatsApp, bisa Twitter, bisa apa saja terserah Jaksa. Majelis hakim jengkel, ini bukan kuis tebak-tebakan. Masak terdakwa disuruh membela diri dari tuduhan yg gak jelas. Ujung-ujungnya majelis hakim membebaskan Khariq karena Jaksa dianggap tidak profesional. Sekarang mari coba kita hitung kerugiannya. Khariq dipenjara sekitar 147 hari. Ia selama 147 hari, dia tidak bisa kuliah, dia dipisahkan dari keluarga, tidur di sel sempit. Dan semua itu terjadi hanya karena Polisi buru-buru menangkap dan Jaksa asal-asalan bikin dakwaan. Ketika Hakim ketok palu “Bebas Demi Hukum”, apakah waktu 147 hari itu bisa dikembalikan…?? Tidak..!!. Kalau ini terjadi di negara maju, di negara yg hukumnya sudah matang (seperti di Eropa atau Amerika), kalau polisi salah tangkap dan jaksa ngawur sampai bikin orang tak bersalah masuk penjara, negara WAJIB BAYAR GANTI RUGI (kompensasi) yg nilainya miliaran rupiah. Polisi dan Jaksanya bisa dipecat atau digugat balik karena merusak hidup orang. Tapi di sini..? Dengan entengnya cuma dianggap “Ya sudah, nasibmu nak…”. Boro-boro ada ganti rugi otomatis, sekedar permintaan maaf terbuka pun tidak. Khariq pulang dng membawa trauma, sementara aparat yg salah tangkap tetap gajian seperti biasa. Bagaimana menurut kalian, B*ngs*t sekali bukan…? Ini adalah fakta realitas kualitas Peradilan dan Penegak Hukum kita, nggak perlu kirim buzzer akun netes untuk bela di kolom komentar pake narasi “Aparat Penegak Hukum kita bekerja profesional berdasarkan konstitusi, percayalah, dengan memberi dukungan pada APH, kita akan menyongsong Indonesia Emas tahun 2045..” Terima saja kenyataannya, kasus Khariq Anhar adalah bukti nyata bahwa aparat kita sedang malas mikir, malas bikin surat panggilan, malas cari bukti spesifik, tapi rajin memenjarakan orang sambil joget-joget oke gas.. oke gas sampai titik darah penghabisan..!!. Kebebasan warga negara dirampas bukan karena dia jahat, tapi karena penegak hukumnya “Gibran”, alias TIDAK BECUS BEKERJA..!!. ///////______________________ ** “Jum’at mubarrak, selamat menjemput datangnya bulan Ramadhan, mohon maaf lahir & bathin atas segala salah kata dan khilaf tulisan..” ——————/////

𝐋𝐈𝐑𝐀 ⁽ᴼᶠᶠⁱᶜⁱᵃˡ⁾

61,521 Aufrufe • vor 5 Monaten

Saya tertarik dengan penjelasan bapak ini. Kita ulas satu-2 jawabannya. Agak panjang ulasannya. Pertanyaan pertama manfaat dari Tapera : Manfaat petama : katanya suku bunga Tapera lebih murah dari sukubunga KPR komersil, bisa selisih 1 juta dengan asumsi ambil harga 300 juta selama 20 thn, pake komersil bisa 3,1 juta, pake Tapera hanya 2,1 juta. Nah ini apakah berarti BP Tapera ini bertindak sebagai penyalur kredit atau tetap melalui bank atau seperti apa? konsep nya gimana?🤔 Manfaat ke 2, menabung di Tapera itu meningkatkan bank ability dari peserta dengan melihat track recordnya selama setahun. Gw gak paham ni apa yg diliat?kok bisa ningkatin bank ability?kalo gitu yg minjemin tetep bank juga?kalo bank melihat layak atau tidak, pertama, dilihat repaymen capacity (RPC) untuk mengukur kemapuan nasabah mengembalikan pinjaman, rata-2 bank hanya berani RPC 40% dari THP untuk angsuran. Yg kedua track record slik OJK, bila sudah banyak pinjaman, peluang lolos juga kecil, karena RPC juga semakin kecil, apalagi bila ada kredit macet, gak akan dikasih. Lalu status pekerja dan bonafiditas perusahaan, bank jarang sekali ACC pegawai kontrak dan perusahaan yg tak bonafid, karena resiko di bank dan marketing bila kontrak diputus atau perusahaan bubar. nah ini juga yg menjadi perhatian saya, konsepnya gimana, lewat bank?atau langsung lewat tapera?Kalo lewat bank, apraisal calon nasabah kurang lebih begitu (koreksi kalo saya salah), bila pembelian kredit tanpa pertimbangan status pegawai, slik OJK pegawai, membabi buta saja berikan, asal calon nasabah adalah peserta tapera, akan berisiko macet. masih ingat kasus sub prime mortage di Amerika 2007-2010 yg akhirnya berimbas pada krisis hipotek dan moneter. Subprime mortage adalah ketika kreditur memberikan dana pinjaman Kredit Pemilikan Rumah (KPR) kepada pihak-pihak dengan pendapatan rendah atau mempunyai rating buruk. Dalam kata lain, pihak perbankan ataupun perusahaan finansial memberikan pinjaman dengan risiko tinggi. Krisis subprime mortage dipicu karena Lehman brother lembaga financial besar di AS alami kebangkrutan dan memicu kepanikan di indeks downjones yg akhirnya di pasar dunia juga. Namun bila pinjaman menggunakan apraisal RPC dari bank, yg bisa akses pinjaman untuk beli rumah hanya pegawai dengan rating tinggi (slik OJK bagus, pegawai tetap dan bergaji cukup) berarti pegawai yg berating rendah Malah mensubsidi pegawai dengan rating tinggi? Manfaat ke 3, peserta Tapera, selain dapat bunga pinjaman rendah, peserta masih tetap menabung dan diakhir masa pensiun atau selesai kepersetaan baru bisa diambil. Nah Pengembangan tabungannya gimana ya untuk tabungan peserta?terus kalo tetap nabung secara tak langsung RPC nya berkurang 2,5%. Pertanyaan ke 2, apakah yg semua wajib menjadi peserta. Tidak semua wajib, pegawai dengan penghasilan di bawah UMR tidak wajib iuran. Namun bila penghasilan di atas UMR jadi wajib, ni salah satu yg dikaji juga katanya Ojol mau dikenakan? Pertanyaan ke 3, apakah yg punya rumah wajib. Ternyata tetap wajib, grand designnya adalah gotong royong, yg sudah punya mensubsidi yg belum punya, ini lucu ya, kita disuruh iuran, dipotong untuk tabungan yg katanya buat Subsidi untuk yg belum punya rumah, padahal itu seharusnya peran negara bukan rakyat. Ini juga kasian yg sudah punya cicilan rumah dan sudah pas-2an hidupnya, suruh subsidi juga dong, terus peserta yg tak bankcable, juga mesubsidi juga dong , keadilannya dimana Bambang?🤨

5tePh3N

350,569 Aufrufe • vor 2 Jahren

𝘎𝘢𝘦𝘴 𝘣𝘢𝘤𝘢 𝘵𝘶𝘭𝘪𝘴𝘢𝘯 𝘣𝘢𝘯𝘨 𝘐𝘺𝘺𝘢𝘴 𝘚𝘶𝘣𝘪𝘢𝘬𝘵𝘰 𝘴𝘢𝘮𝘱𝘢𝘪 𝘢𝘬𝘩𝘪𝘳 𝘺𝘢... 𝐈𝐍𝐃𝐎𝐍𝐄𝐒𝐈𝐀 𝐇𝐀𝐑𝐔𝐒 𝐌𝐄𝐋𝐀𝐍𝐉𝐔𝐓𝐊𝐀𝐍 𝐏𝐔𝐍𝐘𝐀 𝐏𝐑𝐄𝐒𝐈𝐃𝐄𝐍 𝐘𝐆 𝐁𝐔𝐊𝐀𝐍 𝐏𝐄𝐓𝐔𝐆𝐀𝐒 𝐏𝐀𝐑𝐓𝐀𝐈. Telah beredar isu bahwa Jokowi seperti zaman orde baru. Ternyata itu keluar dari mulut seorang Megawati yg lagi panik. Dia lupa, 2009 dia yang ngajak PS gandengan nyapres dengan perjanjian Batu Tulis, padahal saat itu PS baru 9 tahun kembali dari pelariannya, dan darah Orbanya sebagai menantu Soeharto masih mendidih karena kekuasaannya tergusur. Saat ini, PS ditangan Jokowi dan di pasangkan dgn Gibran. Resiko ini tak mudah. Dimakan mati emak, ga dimakan mati bapak. Tapi PS sudah 25 tahun sejak kepulangannya, apa dia sudah berubah. Wallahu a'lam. Kami harus memilih siapa pemimpin yg amanah, didepan mata hanya Jokowi yg bisa di tauladani. Megawati apanya yg mau di tauladani. Jadi presiden saja ternyata lengserin Gusdur. Saat Megawati jadi presiden, apa ga pakai tangan orba untuk menjual Indosat dan keputusan BLBI yg banyak merugikan negara? Kalau apa yg disampaikan Ade Armando, ada seorang petugas partai bertemu dgn gerombolan Mamarika disatu tempat di Arab meminta agar capresnya dibantu utk menang dgn menggadaikan hilirisasi mineral akan di hentikan. Apakah ini ga lebih parah dari orba? Bejat kuadrat namanya. Mungkin ini juga yg mendasari kenapa Jokowi harus mengambil sikap tidak menjadi petugas partai yg "jinak" karena emaknya dianggap tidak bisa menjadi emak yg bisa disimak. PDIP itu terbiasa dgn ketidak konsistenannya, ngomongnya kerap dibantah sendiri. Contoh Adian Napitupulu bilang Jokowi marah karena minta jadi presiden 3 x ga dikasi. Padahal dalam video yg lain dia sendiri yg mengatakan Jokowi tidak pernah meminta jadi presiden 3x karena melawan konstitusi. Gibran dikatai anak ingusan tak ada pengalaman. Lihat sana di Wonogiri Jateng. Bertebaran baliho Pinkan yg baru berumur 25 tahun anaknya Puan yg ga pernah ingusan ikut nyaleg DPR RI dgn nomor urut 1. Katanya ga boleh buat dinasti... mikir!!! Kita bisa merasakan perasaan Jokowi dan keluarganya bagaimana seorang presiden yg dipilih rakyat mau dijadikan keset oleh partai yg arogan dan penuh kebohongan. Kalian ga perlu serang Jokowi, Gibran, Kaesang dan ibu Iriana, tunjukkan aja kalau kalian lebih hebat dan lebih kuat dari Jokowi. Kami tau ikut Jokowi memilih PS dan Gibran ada resiko besar dgn gaya dia memimpin. Tapi kami masih ada harapan karena disana akan ada Jokowi dan Gibran. Jangan sebut Jokowi tidak berdaya jika PS sudah jadi presiden. Kita masih menuju kesana, bung. Faktanya belum ada. Mana yg lebih berbahaya: kalian jual Indonesia ke Mamarika itu atau Indonesia di pimpin PS dan GRR? Bantah itu statement AA, bantah itu temuan intelejen. Itu sebab Jokowi merombak semua jajaran petinggi angkatan dan ketua BIN, ini semua buat Indonesia kedepan, bukan buat partai agar tambah mapan dan arogan. Jadi mari bertanding, jgn pakai bising, teriak2 playing victim, merasa di zholimi, apa ga sadar 9 tahun sudah mendzolomi presiden? Kalian ga usah teriak "lawan", Kamilah yg punya hak untuk teriak "kami akan lawan kalian". The End.

ʀᴇᴍɪɴɢᴛᴏɴ ꜱᴛᴇᴇʟᴇ

83,236 Aufrufe • vor 2 Jahren