Loading video...

Video Failed to Load

Go Home

Teriak antek-antek asing saat pidato dimana2 eh dirinya sendiri berikut pembantu nya jadi keset kakinya trump, MEMALUKAN!!

123,149 views • 6 months ago •via X (Twitter)

0 Comments

No comments available

Comments from the original post will appear here

Related Videos

Tak putus-putus tanpa mengenal lelah pak Muhammad Said Didu “berteriak-teriak” setiap hari berusaha menggugah, mengingatkan dan membuka mata banyak orang atas peristiwa yg terjadi, yang sebenarnya adalah bentuk Neo Imperialisme di abad ini. Semoga saja pak Said dilimpahkan kesehatan dan keselamatan hidupnya yang (hampir pasti) terancam oleh pihak-pihak yg kepentingannya terusik akibat perjuangan heroiknya membuka mata, hati dan pikiran semua orang terkait hal ini. Apa yg diungkap oleh pak Said ini pada dasarnya bukan hanya bisnis konglomerasi semata, ini sejatinya dapat dipastikan adalah upaya kolonisasi dalam rangka merampas kedaulatan dari pemilik negeri asli untuk dikuasai pihak asing melalui tipu daya ekonomi (lewat pribumi pengkhianat bangsanya sendiri yg menjadi antek-antek dan agen asing). Proses kolonisasi ini relatif berlangsung sangat cepat. Tak perlu ratusan tahun, hanya dalam 10 hingga 20 tahun saja kolonisasi seluas ukuran satu Kota dapat terbentuk. Itu artinya, walau tidak berdasarkan subjek hukum (rechtspersoon), namun secara politik kedaulatan beralih menjadi “civil liberty”, yakni di mana rakyat koloni sebagai penduduk yang menguasai teritori memiliki hak-haknya sebagai warga negara yang ternaturalisasi. Menguasai kepemilikan tanah lewat transaksi jual-beli dengan harga semurah-murahnya yang dipaksakan melalui tipu daya nomokrasi atau “rechtsstaat” (dalam hal ini teori “the rule of law”-nya adalah Proyek Strategis Nasional), sebenarnya sama dengan perampasan melalui upaya paksa dengan kompensasi ‘uang kerohiman’. Tak terhitung berapa kali Pak M.Said Didu telah memperingatkan hal ini, jika hal itu dibiarkan terus berlangsung dan diabaikan oleh seluruh elemen negeri ini, maka sebagian besar generasi rentang usia 30-40 tahun hari ini mungkin akan menyaksikan beralihnya kedaulatan negeri ini sebelum mereka tutup usia. Tapi inilah Indonesia ku, 350 tahun lamanya dulu dijajah Eropa, pun ternyata tetap masih belum mampu membangun kesadaran untuk memahami, apa arti sesungguhnya kemerdekaan sebagai rakyat yang berdaulat di atas tanah negerinya sendiri.

𝐋𝐈𝐑𝐀 ⁽ᴼᶠᶠⁱᶜⁱᵃˡ⁾

51,788 views • 2 years ago

Saya sudah menonton lengkap ceramah/pidato pak Jusuf Kalla (JK). 1) Kalau kita menonton video tersebut secara keseluruhan dan meletakkan pidato tersebut pada konteks yang ingin dituju dan disampaikan: sebagai Kristen saya tidak melihat ada ucapan pak JK yang menyinggung. Berikut penjelasannya: 2) Dalam video tersebut pak JK sedang berbicara dari sudut tokoh atau orang yang mendamaikan konflik Poso dan Ambon, selaku pelaku sejarahnya langsung. 3) Pak JK menjelaskan realitas dan fakta di lapangan ketika itu — yang beliau lihat, alami dan dengar sendiri — dimana “sentimen” agamalah yang membuat konflik tersebut jadi berkepanjangan, berdarah-darah dan memakan banyak korban. Karena kedua belah pihak sama-sama meyakini sedang “berjuang bahkan berperang dijalan suci”. 4) Gaya komunikasi Pak JK dalam ceramah tersebut aku melihat: memang berfokus pada pendekatan historis, sebagai pelaku sejarah langsung. Daripada sekadar menyebutkan istilah agama tertentu secara benar dan tepat. Karena memang ini bukan ceramah “akademik” tentang perbandingan agama. 5) Kalau mau tepatnya, kalau di Islam ada “mati syahid", kalau di kita Kristen mungkin lebih kurang disebut “mati sebagai Martir”. Itulah yang mungkin pak JK lihat ada di benak dan dipusaran 2 kelompok yang bertikai saat itu. Sama saja sebenarnya keduanya. Karena iman dan keyakinan-nya, masing-masing pihak rela menantang maut bahkan mati mengorbakan nyawanya untuk konflik ini. 6) Melalui pidatonya ini aku melihat, pak JK malah sedang mengingatkan kita kembali — generasi sekarang — tentang bahayanya radikalisme dan konflik berlatarbelakang agama. Inilah inti pidato pak JK. 7) Jadi menurutku, tidak perlulah kita umat Kristen tersinggung karena pidato pak JK tersebut. Karena pidato tersebut bukan mau menyerang ajaran agama kita. Pidato itu bukan ceramah yang mau membedah ada tidaknya “mati syahid” dalam ajaran Kristen? Bukan itu. 8) Fakta yang tidak bisa dibantah, konflik Ambon itu memang nyata dan benar ada. Poso juga. Dan yang bertikai sama-sama membawa keyakinan Agamanya ke pusaran konflik. Itulah yang membuat 2 kelompok yang bertikai jadi sama-sama teradikalisasi dan “ganas” (kalau istilahku). Berbeda dengan konflik dan kerusuhan umumnya. 9) Dan faktanya juga, yang mendamaikan konflik itu ya pak JK. Logikanya, kalau beliau mau menyerang agama tertentu, tidak mungkin dia dipercaya kedua belah pihak dan akhirnya bisa mendamaikan konflik tersebut. 10) Terakhir: sebagai penutup, mari kita lihat bagian lain dari pidato itu — yang satu kesatuan juga sebenarnya dengan video yang viral — dimana pak JK menegaskan bahwa tidak ada agama, baik itu Islam ataupun Kristen yang mengajarkan membunuh orang masuk surga. Berikut saya kutip ucapan pak JK: “Tunjukkan ke saya, agama Islam dan Kristen yang mengatakan membunuh orang tidak bersalah masuk surga? Di Islam tidak ada, di Kristen tidak ada.” 11) Ucapan diataslah sebenarnya inti dari pidato/ceramah pak JK. Mau agama apapun, tidak ada itu masuk surga kalau membunuh. Apalagi membunuh saudara sebangsanya sendiri. Baik di Islam atau Kristen, tidak ada namanya mati syahid kalau membunuh orang tak bersalah! 12) Terkait laporan polisi yang sudah masuk, menurutku tidak perlu dilanjutkan dan diperpanjang. Karena memang dari ucapan pak JK tidak ada “mens rea” nya. Tidak ada kandungan niat jahatnya untuk memojokkan, menjelekkan apalagi menista agama Kristen. Karena pidato itu memang bukan tentang agama atau ajaran agama tertentu. Tapi tentang konflik berlatarbelakang agama yang tidak boleh lagi terulang di bangsa ini. 13) Kedua pelapor aku kenal baik. Sahat dan Gusma, keduanya orang baik, terpelajar, generasi terbaik dan pemimpin muda yang ada di Kristen Protestan & Katholik saat ini. Aku yakin akan ada penyelesaian yang baik terkait masalah ini. 14) Sekali lagi: inti keseluruhan pidato pak JK bukan tentang menyerang ajaran agama, dalam hal ini Kristen. Tapi tentang konflik yang tidak boleh lagi terulang. Demikian sikapku Hormatku, JANSEN SITINDAON

Jansen Sitindaon

72,990 views • 4 months ago

𝗣𝗔𝗛𝗔𝗠𝗜 𝗣𝗥𝗘𝗦𝗜𝗗𝗘𝗡 𝗣𝗥𝗔𝗕𝗢𝗪𝗢. Presiden Prabowo sudah persilahkan rakyat untuk berekspresi secara serius, tapi sayang, rakyatnya banyak yang tidak juga paham. Tiap kali rakyat teriak minta Prabowo makzulkan Gibran, adili Jokowi dan antek-anteknya, seakan Presiden dapat seperti membalikkan telapak tangan untuk memenuhi tuntutan mereka, “tidak begitu aturan mainnya…”. Jika rakyat jeli, maka mereka akan paham dengan apa yg terlihat dari dicokoknya Noel oleh KPK. Apakah ketika Prabowo berkuasa sebagai Presiden lalu serta merta Prabowo memerintahkan aparat langsung menangkap Noel lantaran dulu Noel pernah ngotot agar Polisi tangkap Prabowo dalam kasus Ratna Sarumpaet…? Tentunya tidak. Prabowo justru malah naikan Noel jadi Wamen hingga sampai-sampai orang mengira Prabowo berhati malaikat yg tak pernah menyimpan dendam. Padahal, semua diputuskan Prabowo karena moralnya Noel sudah sangat mudah dibaca. Hasilnya, dalam hitungan bulan, Noel pun dicokok KPK. Itu satu hal..!!. Hal kedua. Apa yg terlihat dari “tak tersentuhnya” Rismon Sang Pembuka Misteri Ijazah Jokowi oleh aparat hukum..? siapa yang tak kenal Rismon..? Kurang “gila” dan nekat bagaimana Rismon dalam membuat pernyataan di media. Tito, Khrisna Murti, M.Nur Azhar, semuanya Jenderal Polisi, habis “di setan-setanin” oleh Rismon didepan media. Bukan hanya personal Polrinya, namun juga institusi Polri dikritik habis-habisan. Hercules pun ditantang jika ingin menggunakan kekerasan untuk menghadapi dirinya. Rismon bahkan mempersilakan aparat untuk menangkap dirinya. Siapa yg tidak tau Ketum Partai Coklat..? Dengan kekuasaannya, Ketum Parcok pasti dengan mudah dapat membuat Rismon dipenjara. Siapa yg tidak kenal HERCULES..? Panglima GRIB yang memiliki ratusan ribu preman sebagai anak buahnya. Tapi nyatanya…..? apakah Rismon ditangkap aparat..? Apakah Rismon dibunuh Preman..? TIDAK..!! Rismon aman dan baik-baik saja..!!. Jadi siapa yg bisa melindungi Rismon dari dicokok aparat hukum dan dipersekusi preman..? Mikiiirrr….!!!. Hal ketiga. Dulu ketika massa 212 bergerak menuju Monas, berapa banyak pasukan yg dikerahkan untuk menghalangi rakyat dari berbagai wilayah masuk menuju Jakarta. Dari stasiun kereta dihalangi masuk, dari Bus dan Truk disuruh putar balik. Lalu mengapa pada rencana tanggal 25 Agustus 2025 besok rakyat begitu lancar dan mudahnya bergerak berkumpul di Jakarta tanpa ada yang menghalang-halangi…? Memangnya siapa yg mampu melarang pasukan keamanan untuk tidak menghalangi RAKYAT BEREKSPRESI….? Please, cerdaslah sedikit dalam memahami setiap kejadian. Jadi, jika pintu ruang pesta sudah dibuka, tuan rumah sudah mempersilahkan masuk, musik telah dilantunkan dan suguhan telah siapkan dengan begitu lengkapnya, maka cara menghormatinya adalah dengan BERDANSA & MENIKMATI HIDANGAN yang telah disajikan. Selamat berdansa dan bergembira di Pesta Rakyat untuk menyongsong perubahan masa depan yang lebih baik, karena setelahnya Indonesia Akan Terang tanpa antek-antek dan dinasti Mulyono.

𝐋𝐈𝐑𝐀 ⁽ᴼᶠᶠⁱᶜⁱᵃˡ⁾

20,008 views • 1 year ago

🚨 PARCOK LAGI PARCOK LAGI Penyidik Polsek Pancur Batu Brigadir SH Lah yang menyuruh korban Putra Sembiring bersama keluarganya untuk menangkap pelaku pencurian saat berada di hotel Kristal. Hal tersebut diungkapkan keluarga Putra Sembiring kepada wartawan saat Polrestabes Medan akan mengelar rekontruksi di hotel Kristal pada Senin 9 Februari 2026 siang. “Setelah membuat laporan resmi ke polsek pancur batu, penyidik itu kordinasi sama Putra Sembiring dan menyuruh PTM untuk memancing pelaku agar bertemu. Namun sebelum kami disuruh menangkapnya kami bertemu dulu di café seberang perumahan Royal Sumatera ada lebih 30 menit kami duduk bersama disitu, saat itu dia datang bersama temannya yang kami kirain dia Polisi,” ujarnya Setelah itu PTM perempuan yang disuruh memancing pelaku mengirim pesan wa kepada Putra Sembiring bahwa dia sudah berada di hotel bersama dengan DT pelaku pencurian, dan saat itu Putra Sembiring memberitahukan kepada penyidik Brigadir SH namun dia malahan menyuruh kami sendiri untuk menangkap pelaku itu, “nanti setelah kalian tangkap serahkan ama saya, dan saat itu temannya itu juga ikut ke menangkap pelaku pencurian itu, kan heran kita jadi kenapa temannya itu ikut menangkap pelaku pencurian kalau tidak ada diperintahkan nya. “Namun setelah tiba di hotel kami pun bertanya dimana kamar nomor 22 dan saat itu diantarkan karyawan hotel kami pun mendatangi kamar nomor 22 saat itu Leo Sembiring mengatakan bahwa dirinya melihat pelaku memegang pisau sehingga spontan dia menepisnya dan membawanya keluar dari kamar dan kemudian diserahkannya bersama pisau yang ditemukan kepada penyidik yang sudah menunggu di belakang mobil,” ujarnya Namun saat itu juga PTM berteriak bahwa satu teman DT berada dikamar sebelahnya, mendengar hal itu Putra Sembiring langsung menuju ke kamar nomor 23 dan saat itu dia mendapati KR sedang berada dengan seorang peremupan yang belakangan diketahui merupakan siswi smk salah satu sekolah di Sidikalang

Sumatera Adil & Federal

18,117 views • 6 months ago

𝘎𝘢𝘦𝘴 𝘣𝘢𝘤𝘢 𝘵𝘶𝘭𝘪𝘴𝘢𝘯 𝘣𝘢𝘯𝘨 𝘐𝘺𝘺𝘢𝘴 𝘚𝘶𝘣𝘪𝘢𝘬𝘵𝘰 𝘴𝘢𝘮𝘱𝘢𝘪 𝘢𝘬𝘩𝘪𝘳 𝘺𝘢... 𝐈𝐍𝐃𝐎𝐍𝐄𝐒𝐈𝐀 𝐇𝐀𝐑𝐔𝐒 𝐌𝐄𝐋𝐀𝐍𝐉𝐔𝐓𝐊𝐀𝐍 𝐏𝐔𝐍𝐘𝐀 𝐏𝐑𝐄𝐒𝐈𝐃𝐄𝐍 𝐘𝐆 𝐁𝐔𝐊𝐀𝐍 𝐏𝐄𝐓𝐔𝐆𝐀𝐒 𝐏𝐀𝐑𝐓𝐀𝐈. Telah beredar isu bahwa Jokowi seperti zaman orde baru. Ternyata itu keluar dari mulut seorang Megawati yg lagi panik. Dia lupa, 2009 dia yang ngajak PS gandengan nyapres dengan perjanjian Batu Tulis, padahal saat itu PS baru 9 tahun kembali dari pelariannya, dan darah Orbanya sebagai menantu Soeharto masih mendidih karena kekuasaannya tergusur. Saat ini, PS ditangan Jokowi dan di pasangkan dgn Gibran. Resiko ini tak mudah. Dimakan mati emak, ga dimakan mati bapak. Tapi PS sudah 25 tahun sejak kepulangannya, apa dia sudah berubah. Wallahu a'lam. Kami harus memilih siapa pemimpin yg amanah, didepan mata hanya Jokowi yg bisa di tauladani. Megawati apanya yg mau di tauladani. Jadi presiden saja ternyata lengserin Gusdur. Saat Megawati jadi presiden, apa ga pakai tangan orba untuk menjual Indosat dan keputusan BLBI yg banyak merugikan negara? Kalau apa yg disampaikan Ade Armando, ada seorang petugas partai bertemu dgn gerombolan Mamarika disatu tempat di Arab meminta agar capresnya dibantu utk menang dgn menggadaikan hilirisasi mineral akan di hentikan. Apakah ini ga lebih parah dari orba? Bejat kuadrat namanya. Mungkin ini juga yg mendasari kenapa Jokowi harus mengambil sikap tidak menjadi petugas partai yg "jinak" karena emaknya dianggap tidak bisa menjadi emak yg bisa disimak. PDIP itu terbiasa dgn ketidak konsistenannya, ngomongnya kerap dibantah sendiri. Contoh Adian Napitupulu bilang Jokowi marah karena minta jadi presiden 3 x ga dikasi. Padahal dalam video yg lain dia sendiri yg mengatakan Jokowi tidak pernah meminta jadi presiden 3x karena melawan konstitusi. Gibran dikatai anak ingusan tak ada pengalaman. Lihat sana di Wonogiri Jateng. Bertebaran baliho Pinkan yg baru berumur 25 tahun anaknya Puan yg ga pernah ingusan ikut nyaleg DPR RI dgn nomor urut 1. Katanya ga boleh buat dinasti... mikir!!! Kita bisa merasakan perasaan Jokowi dan keluarganya bagaimana seorang presiden yg dipilih rakyat mau dijadikan keset oleh partai yg arogan dan penuh kebohongan. Kalian ga perlu serang Jokowi, Gibran, Kaesang dan ibu Iriana, tunjukkan aja kalau kalian lebih hebat dan lebih kuat dari Jokowi. Kami tau ikut Jokowi memilih PS dan Gibran ada resiko besar dgn gaya dia memimpin. Tapi kami masih ada harapan karena disana akan ada Jokowi dan Gibran. Jangan sebut Jokowi tidak berdaya jika PS sudah jadi presiden. Kita masih menuju kesana, bung. Faktanya belum ada. Mana yg lebih berbahaya: kalian jual Indonesia ke Mamarika itu atau Indonesia di pimpin PS dan GRR? Bantah itu statement AA, bantah itu temuan intelejen. Itu sebab Jokowi merombak semua jajaran petinggi angkatan dan ketua BIN, ini semua buat Indonesia kedepan, bukan buat partai agar tambah mapan dan arogan. Jadi mari bertanding, jgn pakai bising, teriak2 playing victim, merasa di zholimi, apa ga sadar 9 tahun sudah mendzolomi presiden? Kalian ga usah teriak "lawan", Kamilah yg punya hak untuk teriak "kami akan lawan kalian". The End.

ʀᴇᴍɪɴɢᴛᴏɴ ꜱᴛᴇᴇʟᴇ

83,236 views • 2 years ago