Video yükleniyor...

Video Yüklenemedi

Ana Sayfaya Dön

TUTORIAL LENGKAP CARA BANGUN BOT POLYMARKET OTOMATIS PAKAI CLAUDE CODE DARI NOL SAMPAI JALAN SENDIRI HASILKAN $150K/BULAN

15,348 görüntüleme • 5 ay önce •via X (Twitter)

5 Yorum

Yunan Padmowiyoto profil fotoğrafı
Yunan Padmowiyoto5 ay önce

Keren ini.. semoga masih bisa diajak mikir nih otak.

dillahxyz profil fotoğrafı
dillahxyz5 ay önce

TITIRIAL LINGKIP CIRI BINGIN BIT PILIMIRKIT HISILKIN $150/BILIN

RaiTan | HUDL.base.eth💢| $XAGE 🍊,💊 profil fotoğrafı
RaiTan | HUDL.base.eth💢| $XAGE 🍊,💊5 ay önce

Gua udh pernah coba. Emang worth sih. Tp agak beda caranya dari ini.

waluyo Pangestu profil fotoğrafı
waluyo Pangestu5 ay önce

caranya gimana kak

jem lima profil fotoğrafı
jem lima5 ay önce

Effort nya agak sulit

Benzer Videolar

🧠🤯 Bayangin semua riwayat chat Claude, ChatGPT, Apple Notes, sampai catatan kerja lu dikumpulin jadi satu "otak digital". Ada yang ngelakuin itu pakai Obsidian... dan hasil graph-nya bener-bener mind-blowing. 🧵👇 Bukan cuma kumpulan catatan. Semuanya saling terhubung, gampang dicari lagi, dan bikin ide yang tadinya kepisah jadi nyambung satu sama lain. ⚡ Yang menarik, dia gak pakai setup ribet atau plugin seabrek. Dia cuma masukin semua data mentah ke satu vault: 📂 Chat Claude Code. 📝 Export Apple Notes. 💬 Riwayat ChatGPT. 📊 Laporan penjualan. 🎬 Script UGC. 📈 Catatan trading. ...pokoknya semua. Setelah itu, Claude yang bantu ngerapiin saat proses ingest, sementara Obsidian bikin hubungan antar-catatan lewat graph view. 🕸️ Contohnya? Dia bisa langsung lihat kalau lonjakan penjualan clothing brand-nya ternyata nyambung sama hook Instagram tertentu yang diuji beberapa minggu sebelumnya. 👀 Jadi ini bukan soal AI yang "ajaib". Ini soal punya sistem organisasi yang bikin semua informasi gampang ditelusuri dan saling terkoneksi. 🧩 Masukin semua yang menurut lu penting. Nanti sistemnya yang bantu ngasih gambaran besar dan menemukan pola yang mungkin selama ini gak kelihatan. 💡 Katanya dia bahkan bikin panduan PDF yang ngebahas: 📄 Workflow ingest lengkap. 🔄 Nightly optimization loop pakai Claude. 📁 Struktur folder yang dipakai buat ngembangin operasional UGC sampai tembus $10k+/bulan.

stellar protocol

11,652 görüntüleme • 2 ay önce

Claude Code sekarang bisa ngambil data dari 17.000+ saham, harga crypto, sampai laporan keuangan dalam hitungan detik. 🤯 Dan yang bikin menarik: ❌ Nggak perlu API key ❌ Nggak perlu token ❌ Nggak perlu OAuth ❌ Nggak perlu setup yang ribet Langkah 1: Install Zero Mac / Linux curl -fsSL Windows / NPM npm i -g @zeroxyz/cli && zero init Langkah 2: Buka Claude Code dan kasih perintah Contohnya: "Bikinin dashboard finansial dengan data real-time Apple, Tesla, Nvidia, Bitcoin, dan Ethereum. Lengkap dengan metrik fundamental, sinyal buy/sell, desain ala Bloomberg Terminal, lalu deploy ke URL publik." Sisanya akan dikerjakan otomatis oleh Zero. Yang menarik, Zero bakal mencari di antara 4.000+ tools dan memilih kombinasi terbaik untuk menyelesaikan tugas yang lu minta. Kalau ada layanan berbayar, dia juga bakal nyari alternatif gratis atau opsi yang paling murah. Di demo yang gue lihat, sistemnya menggunakan: 📈 Finnhub untuk harga saham real-time 📊 Fundamental metrics (P/E Ratio, Market Cap, 52W Range) ₿ CoinGecko untuk harga crypto 🌐 Hosting otomatis ke URL publik Dan total biaya yang keluar? Cuma sekitar $0,03. 😳 Padahal banyak analis mengeluarkan hingga $24.000 per tahun untuk akses Bloomberg Terminal. Tapi menurut gue bagian paling menarik bukan soal dashboard finansialnya. Melainkan konsep di baliknya. Zero bukan cuma tool untuk data finansial. Ini seperti memberi Claude Code seorang asisten yang bisa mencari, memilih, dan menghubungkan tools terbaik secara otomatis untuk hampir semua jenis proyek. Makin ke sini, AI bukan cuma jadi alat untuk menulis kode. Tapi mulai jadi sistem yang bisa menentukan sendiri tools apa yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan. Dan menurut gue, itu jauh lebih menarik. 🚀

stellar protocol

25,520 görüntüleme • 3 ay önce

ACEH DITIPU LAGI? Ketika rakyat masih berjuang memperbaiki jalan yang rusak akibat bencana, pertanyaan tentang ke mana sebenarnya negara hadir kembali muncul. Ratusan warga Bener Meriah turun ke jalan, bergotong royong memperbaiki jalan kabupaten yang rusak parah akibat banjir dan longsor yang melanda Aceh. Video ini direkam Sabtu, 12 September 2026. Warga dari 4 kecamatan ikut turun tangan: Bandar Mesidah Bener Kelipah Syiah Utama Mereka memperbaiki sendiri jalan yang kondisinya sudah membahayakan pengguna jalan. Ironisnya, kerusakan tersebut bukan baru terjadi kemarin. Jalan ini sudah diterjang banjir dan longsor sejak bencana akhir tahun lalu. Hampir setahun berlalu, tetapi warga masih harus berjibaku dengan jalan yang rusak. Untuk melintasinya saja disebut butuh skill khusus. Ini bukan sekadar jalan berlubang. Kalau dibiarkan terus, tinggal menunggu waktu sampai kecelakaan dan korban berjatuhan. Yang lebih menyedihkan, kerusakan jalan ternyata bukan hanya mengganggu mobilitas masyarakat. Pelayanan publik di kecamatan-kecamatan tersebut ikut terganggu. Sekarang rakyat memilih turun tangan sendiri. Mereka bergotong royong. Mereka mengumpulkan tenaga. Mereka memperbaiki akses yang seharusnya menjadi perhatian pemerintah. Lalu kita harus bertanya: DI MANA NEGARA? Pemerintah pusat punya program dan anggaran untuk pemulihan serta rehabilitasi pascabencana. Tetapi kalau pelaksanaannya terlalu tersentralisasi sehingga pemerintah daerah kesulitan bergerak cepat, yang merasakan dampaknya tetap rakyat. Rakyat tidak bisa menunggu birokrasi selesai rapat. Rakyat tidak bisa menunggu surat berpindah dari satu meja ke meja lainnya. Rakyat butuh jalan yang bisa dilewati. Rakyat butuh akses pelayanan publik. Rakyat butuh keselamatan. Aceh kembali berada dalam situasi yang menyakitkan. Ketika bencana datang, rakyat menjadi korban. Ketika proses pemulihan lambat, rakyat kembali menjadi korban. Dan ketika pemerintah belum mampu memperbaiki akses yang rusak, rakyat pula yang akhirnya turun tangan. Jangan sampai gotong royong rakyat justru menjadi alasan pemerintah merasa masalah sudah selesai. Gotong royong adalah kekuatan masyarakat. Tapi memperbaiki infrastruktur pascabencana bukan semestinya dibebankan kepada rakyat. Ini tugas pemerintah. Kalau jalan kabupaten sudah rusak berbulan-bulan setelah bencana dan warga sampai harus memperbaikinya sendiri karena khawatir ada korban, maka ini bukan lagi sekadar persoalan jalan. INI SOAL KEHADIRAN NEGARA. Aceh jangan cuma datang ke pemerintah pusat ketika butuh perhatian. Pemerintah pusat juga jangan datang ke Aceh hanya ketika butuh menunjukkan bahwa negara hadir. Yang dibutuhkan rakyat Aceh bukan seremoni. BUKAN FOTO. BUKAN JANJI. Tapi jalan yang aman, anggaran yang jelas, dan pemulihan yang benar-benar sampai ke masyarakat. Kalau rakyat sudah turun tangan memperbaiki jalan karena pemerintah terlalu lambat bergerak, lalu sebenarnya siapa yang sedang bekerja untuk rakyat? ACEH BUTUH PEMULIHAN, BUKAN SEKADAR JANJI PEMULIHAN.

Sumatera Adil & Federal

16,322 görüntüleme • 6 gün önce

Keputusan & kajian Chromebook dibuat pejabat2 kementerian, yang kemudian "cuci tangan" bilang "dari konsultan" Inilah FAKTA yang terungkap dalam persidangan Ada 100+ jam fakta2 rekaman sidang yang perlu aku analisa, padahal sebulan lagi putusan Saatnya fight bikin AI lagi 👇🏼 Seminggu terakhir ngga ada sidang karena pengadilan libur lebaran. Tapi bukan berarti aku bisa libur juga. Tinggal 35 hari lagi menuju sidang putusan, perkiraannya di 30 April 2026. ✍️ Dari menjalani sidang sebagai terdakwa, aku belajar bahwa fakta yang punya kekuatan hukum hanyalah yang diucapkan di bawah sumpah. Banyak pernyataan di BAP yang tidak bernilai kecuali diulang di bawah sumpah sidang. Ini kenapa dalam sidang terbuka seperti perkaraku, advokat biasa rekam seluruh dialog persidangan. Supaya pas susun pledoi, bisa cek ulang apa yang saksi sebenarnya katakan. 🧐 Total rekaman sidangku sudah lebih dari 100 jam. 🤯 Masalahnya, banyak fakta penting terpendam di dalamnya, dan selama ini kita hanya bisa bergantung pada ingatan dan catatan sendiri untuk menebak di rekaman mana fakta tersebut terungkap. Awalnya aku coba unggah rekaman2 itu ke aplikasi seperti NotebookLM, tapi volumenya terlalu besar, beberapa unggahan bahkan ditolak. Yang lebih mengkuatirkan, hasilnya sering halusinasi dan AI-nya tertukar siapa yang bicara apa. Hal seperti ini bisa fatal untuk pembelaan. 😔 Situasi ini mirip dengan beberapa bulan lalu, ketika aku terima dokumen 4.500+ halaman persiapan sidang. Mustahil bisa baca dan ingat semuanya dalam waktu memadai. Ketika aku diskusi AI yang aku bangun dengan Pak Bambang Harymurti, mantan pemred Tempo, beliau cerita bahwa information overload seperti ini sangat dirasakan juga oleh hakim. ⚠️ Beliau cerita kalau majelis hakim sampai tingkat Mahkamah Agung bisa menghadapi ribuan kasus per tahun, setiap sidang bisa berlangsung dari pagi sampai malam, dan tidak semua dialog dalam sidang bisa dicatat rapi oleh panitera. Di sini AI bisa bantu. Bukan hanya untuk advokat dan terdakwa, tapi juga berguna untuk meringankan beban majelis hakim dan penuntut umum sekalipun. Agar berguna dan dapat digunakan semua pihak dalam persidangan, AI-nya butuh tiga kemampuan berikut: 1. Bikin transkrip yang cukup akurat dari rekaman Bahasa Indonesia, sampai ke level menit dan detik untuk setiap kata. ⏱️ 2. Deteksi ketika pembicara berganti, misalnya dari perubahan nada suara. 💬 3. Identifikasi siapa yang sedang bicara, misalnya apakah yang sedang bertanya kepada para saksi adalah hakim atau advokat, dan saksi siapa yang menjawab. 🗣️ Kalau ketiga tahap itu terpenuhi, datanya tinggal diintegrasikan dengan AI yang pakai jaringan pengetahuan perkara yang sudah aku buat. Jadinya kita bisa langsung tanya apa yang terjadi di setiap persidangan, dan bahkan minta dibandingkan dengan isi BAP seluruh saksi. Tapi permasalahan ini ngga mudah dan ngga murah. Salah satu tim advokatku bahkan sampai keluar Rp7 juta untuk alat rekam dan transkrip otomatis 😱 Namun sayangnya, banyak alat seperti itu yang akurasinya kurang bagus untuk Bahasa Indonesia. Jadinya aku mulai eksplorasi, pertama-tama lewat instruksi ke AI coding assistant untuk riset berbagai model dari berbagai provider, pakai sampel rekaman persidanganku sendiri. Tapi setelah aku tinggal mereka untuk riset semalaman, di pagi hari laporannya mengecewakan: Tidak ada satupun model AI yang bisa memenuhi ketiga kebutuhan di atas untuk Bahasa Indonesia. Di titik ini rasanya ingin mengeluh, kenapa Indonesia banyak hambatan dibanding negara lain. Tapi mengeluh ngga bakal bantu pembelaanku 😅 Karena taruhannya meluruskan tuduhan dan mengembalikan kebebasanku, mau ngga mau solusinya harus dicari. Akhirnya solusiku adalah: AI-nya dipecah jadi tiga tahap dengan tiga model berbeda. Salah satu keuntungan bangun AI sendiri, kita bebas pilih model terbaik untuk setiap kebutuhan, dan AI yang aku bangun bisa jadi koordinator agar model2 tersebut saling gotong royong bangun hasil terbaik. Sekarang alurnya jauh lebih enak 👇🏼 Tinggal daftarkan sidangnya, pilih nama2 saksi yang sudah terdeteksi dari BAP, dan unggah semua rekaman persidangan. Transkrip otomatis dibuat, lengkap dengan penanda waktu dan sudah dikelompokkan per pembicara.

Ibrahim Arief

122,847 görüntüleme • 5 ay önce