Sensitive content

This media may contain sensitive content.

Video yükleniyor...

Video Yüklenemedi

Ana Sayfaya Dön

Videonya cuma teaser… yang lengkap ada di 😎 Akses stabil, host cantik, dan pengalaman nonton tanpa ribet. Klik sekarang & nikmati LIVE-nya! 🚀 #Hot51Global #LiveShow #Indonesia #JoinNow

134,716 görüntüleme • 7 ay önce •via X (Twitter)

0 Yorum

Yorum bulunmuyor

Orijinal gönderinin yorumları burada görünecek

Benzer Videolar

MAS YEBE IS BACK MINT 😭🔥✨ Ini bukan sekadar comeback ini tuh rasanya kayak mantan yang dulu pamit baik-baik, bilang “aku pergi ya, jaga diri kamu baik-baik” terus tiba-tiba nongol lagi di timeline tanpa aba-aba 🫠💔➡️💖 Setelah pamit dari Marapthon Season 3, banyak dari kita yang udah pasrah. Kayak yaudah… mungkin itu akhir cerita. Kita kira kisahnya selesai, tirai ditutup, soundtrack sedih diputar pelan di background hidup kita 🎬😔🎧 Tapi hidup memang suka plot twist yang absurd. Lagi scroll santai, tiba-tiba muncul MAS YEBE lagi di layar. Otak langsung: “LAH??? INI BENERAN ATAU AKU KURANG TIDUR???” 😭🤣 Rasanya tuh campur aduk parah. Sedih ❌ Seneng ❌ Bingung ❌ Semua digabung jadi satu paket emosi premium deluxe edition 🫠✨ Yang dulu sempet nonton sampai akhir pasti ngerti vibe ini. Waktu dia pamit tuh rasanya kayak ada bab yang ditutup. Kayak cerita yang udah selesai, walaupun masih ada banyak tanda tanya yang menggantung di udara 🌫️📖 Dan sekarang tiba-tiba dia muncul lagi. Bukan cuma muncul, tapi bawa aura yang bikin timeline auto rame lagi 🔥 Ini bukan sekadar “balik”. Ini tuh levelnya comeback cinematic universe 😭🎬 Yang dulu sempet bilang: “Kayaknya dia gak bakal balik lagi deh” Sekarang pasti lagi duduk sambil bengong: “EGILUY DIA BENERAN BALIK???” 🤣🤯 Timeline langsung berubah jadi ruang diskusi nasional dadakan. Semua orang punya teori. Semua orang punya pendapat. Ada yang bahagia, ada yang shock, ada juga yang cuma datang buat menikmati chaos seperti biasa 😌🍿 Dan jujur ya… itulah yang bikin semuanya seru. Internet tanpa drama kecil kayak gini rasanya hambar. Feed jadi kayak nasi tanpa lauk. Ada sih tapi kurang greget 🍚😩 Mas Yebe balik bukan cuma bikin nostalgia naik ke permukaan, tapi juga bikin kita inget kenapa dulu kita ngikutin ceritanya dari awal. Ada momen lucu, ada drama, ada plot yang kadang bikin kita mikir keras, tapi di situlah letak serunya 😭✨ Sekarang pertanyaannya cuma satu… Ini awal bab baru? Atau cuma cameo yang bikin kita semua overthinking seminggu ke depan? 🫠📖 Apapun itu, satu hal yang jelas: timeline kita malam ini tidak lagi sama. Mas Yebe balik, emosi netizen langsung full battery 🔋🔥 Drama meter naik, teori bermunculan, dan kita semua ya seperti biasa jadi penonton setia yang gak bisa berhenti scroll 😌📱 Yang dulu ikut nonton sampai akhir Marapthon pasti ngerti rasa ini. Yang baru tau sekarang juga pasti langsung penasaran. Dan yang pura-pura gak peduli biasanya justru yang paling rajin mantau 🤭
0:41

Sensitive content

MAS YEBE IS BACK MINT 😭🔥✨ Ini bukan sekadar comeback ini tuh rasanya kayak mantan yang dulu pamit baik-baik, bilang “aku pergi ya, jaga diri kamu baik-baik” terus tiba-tiba nongol lagi di timeline tanpa aba-aba 🫠💔➡️💖 Setelah pamit dari Marapthon Season 3, banyak dari kita yang udah pasrah. Kayak yaudah… mungkin itu akhir cerita. Kita kira kisahnya selesai, tirai ditutup, soundtrack sedih diputar pelan di background hidup kita 🎬😔🎧 Tapi hidup memang suka plot twist yang absurd. Lagi scroll santai, tiba-tiba muncul MAS YEBE lagi di layar. Otak langsung: “LAH??? INI BENERAN ATAU AKU KURANG TIDUR???” 😭🤣 Rasanya tuh campur aduk parah. Sedih ❌ Seneng ❌ Bingung ❌ Semua digabung jadi satu paket emosi premium deluxe edition 🫠✨ Yang dulu sempet nonton sampai akhir pasti ngerti vibe ini. Waktu dia pamit tuh rasanya kayak ada bab yang ditutup. Kayak cerita yang udah selesai, walaupun masih ada banyak tanda tanya yang menggantung di udara 🌫️📖 Dan sekarang tiba-tiba dia muncul lagi. Bukan cuma muncul, tapi bawa aura yang bikin timeline auto rame lagi 🔥 Ini bukan sekadar “balik”. Ini tuh levelnya comeback cinematic universe 😭🎬 Yang dulu sempet bilang: “Kayaknya dia gak bakal balik lagi deh” Sekarang pasti lagi duduk sambil bengong: “EGILUY DIA BENERAN BALIK???” 🤣🤯 Timeline langsung berubah jadi ruang diskusi nasional dadakan. Semua orang punya teori. Semua orang punya pendapat. Ada yang bahagia, ada yang shock, ada juga yang cuma datang buat menikmati chaos seperti biasa 😌🍿 Dan jujur ya… itulah yang bikin semuanya seru. Internet tanpa drama kecil kayak gini rasanya hambar. Feed jadi kayak nasi tanpa lauk. Ada sih tapi kurang greget 🍚😩 Mas Yebe balik bukan cuma bikin nostalgia naik ke permukaan, tapi juga bikin kita inget kenapa dulu kita ngikutin ceritanya dari awal. Ada momen lucu, ada drama, ada plot yang kadang bikin kita mikir keras, tapi di situlah letak serunya 😭✨ Sekarang pertanyaannya cuma satu… Ini awal bab baru? Atau cuma cameo yang bikin kita semua overthinking seminggu ke depan? 🫠📖 Apapun itu, satu hal yang jelas: timeline kita malam ini tidak lagi sama. Mas Yebe balik, emosi netizen langsung full battery 🔋🔥 Drama meter naik, teori bermunculan, dan kita semua ya seperti biasa jadi penonton setia yang gak bisa berhenti scroll 😌📱 Yang dulu ikut nonton sampai akhir Marapthon pasti ngerti rasa ini. Yang baru tau sekarang juga pasti langsung penasaran. Dan yang pura-pura gak peduli biasanya justru yang paling rajin mantau 🤭

Catholic 𐕣

88,121 görüntüleme • 4 ay önce

Kemarin, ramai banget narasi bahwa Pak Jusuf Kalla lagi sibuk diplomasi soal Iran. Ada yang bilang dia ketemu Dubes Iran, ada yang nyebar kabar (yang akhirnya hoaks) bahwa JK "sukses nego" atau bahkan terbang ke Teheran buat urus kapal tanker Pertamina di Selat Hormuz. Imagenya keren: mantan Wapres senior yang masih dipercaya dunia, sibuk jadi juru damai di tengah konflik Timur Tengah yang lagi panas. Tapi begitu konflik bikin harga minyak dunia naik dan ancam pasokan BBM Indonesia, apa kata JK? Justru malah *minta pemerintah menyesuaikan harga BBM* mengikuti harga internasional. Subsidi BBM katanya terlalu besar, bisa bikin APBN jebol, stok terbatas, logistik naik, dan ekonomi kena imbas. Jadi solusinya? Ya naikin aja harga BBM-nya biar subsidi berkurang. Wah, janggaaaal banget 😂🤣 Padahal pemerintah saat ini justru lagi berusaha *menjaga stabilitas harga BBM*, nggak buru-buru naikin meski tekanan global ada. Sementara JK yang diklaim lagi "diplomasi hebat" sama Iran, malah keluar statement yang bikin orang mikir: "Lho, bukannya lo lagi bantu stabilin pasokan lewat jalur diplomasi? Kok malah dorong naikin harga di dalam negeri?" Efeknya? Narasi diplomasi JK langsung agak kempes. Yang tadinya keliatan seperti pahlawan perdamaian, jadi keliatan seperti orang yang cuma kasih warning doang: "Harga bakal naik, mending naikin sekarang aja daripada nanti tambah parah." Blundernya di situ: - Kalau diplomasinya berhasil, seharusnya pasokan aman dan harga bisa stabil tanpa naik. - Tapi yang keluar malah saran penyesuaian harga (alias naik). Jadinya mirip orang yang bilang "Saya lagi usaha damai kok" tapi langsung kasih ramalan buruk dan solusi yang bikin rakyat manyun. Pemerintah malah kebalikannya: fokus jaga stabilitas, antisipasi tanpa langsung membebani masyarakat lewat kenaikan harga. Siapa yang lebih masuk akal? Terserah pembaca lah. Tapi yang jelas, narasi "JK penyelamat diplomasi Iran" vs "JK minta BBM naik" ini bikin orang geleng-geleng kepala sambil ketawa kecil: "Kemarin hero, sekarang herald kenaikan harga?"

TheNdons ☘️

95,599 görüntüleme • 3 ay önce

"Halah, cuma karakter 2D fiksi ini, bebas lah mau diapain juga." "Saya tidak pernah dengar suaranya, apalagi beli bantalnya, gesek-gesek [kelamin] saya sambil nonton, saya ga pernah, JADI STOP HIPOKRIT!" Kalimat-kalimat di atas jujur bikin darahku mendidih. Sebagai orang yang hidup di dua dunia sekaligus, yaitu sebagai VTuber dan juga seorang sutradara, opini kayak gitu enggak cuma salah kaprah secara logika, tapi juga nyenggol ranah personal aku. Aku tahu gimana rasanya berdarah-darah bangun persona di balik avatar. Berapa jam yang abis buat persiapan, seberapa terkurasnya energi tiap kali live, dan seberapa nyatanya ikatan yang kebentuk sama penonton. Avatar itu bukan tembok pembatas antara fiksi dan realita. Justru sebaliknya, itu jembatannya. Makanya, pembelaan Dera itu bener-bener enggak masuk akal. Buat yang ketinggalan info, kemarin Dera ini bikin tier list VTuber Indonesia. Masalahnya, ini bukan tier list soal kualitas konten atau skill streaming. Kategorinya beneran seksual secara terang-terangan, bahkan Dera memperlakukan avatar & art vtubernya dengan tidak pantas. Pas komunitas VTuber protes, dia malah bikin live stream "klarifikasi" yang sama sekali gak bikin suasana adem, isinya malah makin ngaco. Di stream itu, argumen dia intinya bilang kalau ini kan cuma karakter 2 dimensi, dia enggak pernah ngelakuin hal aneh-aneh pas nonton mereka, dan malah nuduh netizen yang nonton VTuber tuh sebenernya gooner semua, dan dia yang benar. Dilanjut dengan instagram story dengan isi serupa, video terlampir. Pertama, yang Dera lakukan itu namanya logical fallacy tu quoque, atau dalam bahasa yang lebih membumi: "kamu juga begitu." Argumen "kalian juga gooner" tidak membuat tindakannya jadi benar. Lagipula, banyak sekali vtuber dan viewers yang kontennya jauh dari hal-hal seksual sekarang. Sebagian besar konten VTuber yang beredar sekarang, apalagi di skena vtuber Indonesia, isinya tuh main game bareng penonton, belajar bahasa asing sambil ngasbun, masak-masakan, atau sekadar ngobrol santai tentang hari yang berat. Ada VTuber yang jadiin channel-nya tempat belajar sejarah. Ada yang fokus ke komedi murni. Bahkan ada para v-doctor, baik dokter biasa, dokter gigi, dan dokter hewan, bahas soal kesehatan. Kebanyakan bahkan enggak pernah sekalipun nyentuh topik dewasa, karena memang bukan itu yang ingin mereka bangun. Penonton dateng bukan karena libido. Mereka dateng karena butuh temen ngobrol jam dua pagi, karena pengen ketawa setelah hari yang melelahkan, atau karena ada kreator yang bikin mereka merasa diterima tanpa harus jadi siapa-siapa dulu. Menyamaratakan semua itu sebagai "gooner" bukan cuma salah secara faktual, itu juga penghinaan terhadap jutaan orang yang menemukan sesuatu yang genuine di skena ini. Kedua, soal "cuma 2D." Sebagai sutradara, waktu aku nulis naskah, karakter di atas kertas itu emang fiksi murni. Aku bebas mau matiin karakternya, mau disiksa, atau mau diapain aja, karena mereka enggak punya perasaan, enggak punya jadwal, dan enggak punya penonton yang nungguin tiap minggu. VTuber itu beda. Avatar 2D itu lebih mirip kostum panggung daripada karakter fiksi. Di baliknya ada talent nyata, manusia beneran yang membangun reputasi bertahun-tahun, menanggung konsekuensi psikologis dan finansial kalau nama baiknya rusak, serta punya relasi parasosial yang nyata sama audiensnya. Bedanya sama karakter anime biasa jelas banget. Naruto enggak punya jadwal live streaming. Rem dari Re:Zero enggak bakal bales komentar lu pas lagi mabar. Tapi VTuber itu interaktif dan nyata. Ketika kamu bikin konten seksual tanpa consent atau izin pake identitas mereka, yang kena dampaknya bukan cuma piksel di layar, tapi manusia di baliknya. Ini Namanya Pembunuhan Karakter Orang yang baru pertama kali denger nama si VTuber lewat tier list mesum itu bakal langsung punya persepsi buruk. Mereka bakal inget si VTuber dari cap seksualnya, bukan dari karya, skill, atau konten aslinya. Ini beneran pembunuhan karakter secara harfiah. Lebih parahnya lagi, hal ini memicu normalisasi pelecehan. Penonton yang ngerasa konten begitu "lucu" atau "biasa aja" bakal bawa kebiasaan itu ke mana-mana. Mereka bakal nge-chat mesum di kolom komentar streamer lain, bikin jokes enggak pantes di forum, dan ngerasa itu hal yang wajar Normalisasi itu enggak dateng tiba-tiba kayak meteor; dia menjalar pelan-pelan akibat pembiaran dan kebiasaan. Klaim dia yang bilang "cuma mau membuka mata penonton" juga kocak sih. Mau buka mata soal apa? Sisi gelap parasosial di dunia VTuber? Bahasan itu sih udah sering didiskusiin sama orang-orang dengan cara yang jauh lebih berkelas dan elegan. Membuat tier list seksual cuma ragebait murahan yang dibungkus dengan pembenaran biar kelihatan lebih baik dari orang yang dia hina. Komunitas terbentuk dari apa yang kita normalisasi bersama. Setiap hal yang kita tertawakan, setiap konten yang kita biarkan lewat tanpa reaksi, setiap kreator yang kita pilih untuk didukung atau tidak, itu semua adalah suara. Dan suara-suara kecil itu, kalau cukup banyak yang searah, bisa membentuk seperti apa industri ini di masa depan.
0:58

Sensitive content

"Halah, cuma karakter 2D fiksi ini, bebas lah mau diapain juga." "Saya tidak pernah dengar suaranya, apalagi beli bantalnya, gesek-gesek [kelamin] saya sambil nonton, saya ga pernah, JADI STOP HIPOKRIT!" Kalimat-kalimat di atas jujur bikin darahku mendidih. Sebagai orang yang hidup di dua dunia sekaligus, yaitu sebagai VTuber dan juga seorang sutradara, opini kayak gitu enggak cuma salah kaprah secara logika, tapi juga nyenggol ranah personal aku. Aku tahu gimana rasanya berdarah-darah bangun persona di balik avatar. Berapa jam yang abis buat persiapan, seberapa terkurasnya energi tiap kali live, dan seberapa nyatanya ikatan yang kebentuk sama penonton. Avatar itu bukan tembok pembatas antara fiksi dan realita. Justru sebaliknya, itu jembatannya. Makanya, pembelaan Dera itu bener-bener enggak masuk akal. Buat yang ketinggalan info, kemarin Dera ini bikin tier list VTuber Indonesia. Masalahnya, ini bukan tier list soal kualitas konten atau skill streaming. Kategorinya beneran seksual secara terang-terangan, bahkan Dera memperlakukan avatar & art vtubernya dengan tidak pantas. Pas komunitas VTuber protes, dia malah bikin live stream "klarifikasi" yang sama sekali gak bikin suasana adem, isinya malah makin ngaco. Di stream itu, argumen dia intinya bilang kalau ini kan cuma karakter 2 dimensi, dia enggak pernah ngelakuin hal aneh-aneh pas nonton mereka, dan malah nuduh netizen yang nonton VTuber tuh sebenernya gooner semua, dan dia yang benar. Dilanjut dengan instagram story dengan isi serupa, video terlampir. Pertama, yang Dera lakukan itu namanya logical fallacy tu quoque, atau dalam bahasa yang lebih membumi: "kamu juga begitu." Argumen "kalian juga gooner" tidak membuat tindakannya jadi benar. Lagipula, banyak sekali vtuber dan viewers yang kontennya jauh dari hal-hal seksual sekarang. Sebagian besar konten VTuber yang beredar sekarang, apalagi di skena vtuber Indonesia, isinya tuh main game bareng penonton, belajar bahasa asing sambil ngasbun, masak-masakan, atau sekadar ngobrol santai tentang hari yang berat. Ada VTuber yang jadiin channel-nya tempat belajar sejarah. Ada yang fokus ke komedi murni. Bahkan ada para v-doctor, baik dokter biasa, dokter gigi, dan dokter hewan, bahas soal kesehatan. Kebanyakan bahkan enggak pernah sekalipun nyentuh topik dewasa, karena memang bukan itu yang ingin mereka bangun. Penonton dateng bukan karena libido. Mereka dateng karena butuh temen ngobrol jam dua pagi, karena pengen ketawa setelah hari yang melelahkan, atau karena ada kreator yang bikin mereka merasa diterima tanpa harus jadi siapa-siapa dulu. Menyamaratakan semua itu sebagai "gooner" bukan cuma salah secara faktual, itu juga penghinaan terhadap jutaan orang yang menemukan sesuatu yang genuine di skena ini. Kedua, soal "cuma 2D." Sebagai sutradara, waktu aku nulis naskah, karakter di atas kertas itu emang fiksi murni. Aku bebas mau matiin karakternya, mau disiksa, atau mau diapain aja, karena mereka enggak punya perasaan, enggak punya jadwal, dan enggak punya penonton yang nungguin tiap minggu. VTuber itu beda. Avatar 2D itu lebih mirip kostum panggung daripada karakter fiksi. Di baliknya ada talent nyata, manusia beneran yang membangun reputasi bertahun-tahun, menanggung konsekuensi psikologis dan finansial kalau nama baiknya rusak, serta punya relasi parasosial yang nyata sama audiensnya. Bedanya sama karakter anime biasa jelas banget. Naruto enggak punya jadwal live streaming. Rem dari Re:Zero enggak bakal bales komentar lu pas lagi mabar. Tapi VTuber itu interaktif dan nyata. Ketika kamu bikin konten seksual tanpa consent atau izin pake identitas mereka, yang kena dampaknya bukan cuma piksel di layar, tapi manusia di baliknya. Ini Namanya Pembunuhan Karakter Orang yang baru pertama kali denger nama si VTuber lewat tier list mesum itu bakal langsung punya persepsi buruk. Mereka bakal inget si VTuber dari cap seksualnya, bukan dari karya, skill, atau konten aslinya. Ini beneran pembunuhan karakter secara harfiah. Lebih parahnya lagi, hal ini memicu normalisasi pelecehan. Penonton yang ngerasa konten begitu "lucu" atau "biasa aja" bakal bawa kebiasaan itu ke mana-mana. Mereka bakal nge-chat mesum di kolom komentar streamer lain, bikin jokes enggak pantes di forum, dan ngerasa itu hal yang wajar Normalisasi itu enggak dateng tiba-tiba kayak meteor; dia menjalar pelan-pelan akibat pembiaran dan kebiasaan. Klaim dia yang bilang "cuma mau membuka mata penonton" juga kocak sih. Mau buka mata soal apa? Sisi gelap parasosial di dunia VTuber? Bahasan itu sih udah sering didiskusiin sama orang-orang dengan cara yang jauh lebih berkelas dan elegan. Membuat tier list seksual cuma ragebait murahan yang dibungkus dengan pembenaran biar kelihatan lebih baik dari orang yang dia hina. Komunitas terbentuk dari apa yang kita normalisasi bersama. Setiap hal yang kita tertawakan, setiap konten yang kita biarkan lewat tanpa reaksi, setiap kreator yang kita pilih untuk didukung atau tidak, itu semua adalah suara. Dan suara-suara kecil itu, kalau cukup banyak yang searah, bisa membentuk seperti apa industri ini di masa depan.

Kalanara Mahardika 🎬✨

315,585 görüntüleme • 1 ay önce

Tiap ngeliat tim underdog sukses gini jadi mikir sama alasan fans-nya suka sama klub itu. Di Indonesia, jadi fans klub besar itu pilihan yang "aman." Gampang cari komunitas, kesempatan buat juara terbuka luas, dan akses lebih nggak terbatas. Tapi ada segmen kecil yang memilih jalan yang berbeda klub dengan sejarah panjang, filosofi unik, nemu klub di Football Manager, atau sekadar karena... vibe-nya cocok. Kadang seseorang suka sama satu klub memang alasannya nggak logis tapi cukup berkesan. Fans klub-klub yang nggak masuk radar mainstream kayak Indonesia Seagulls , INDOTORINO , Leverkusen Indonesia 🇮🇩 , WatfordIDN , Como Indonesia dan lainnya pasti punya cerita menarik kenapa mereka suka sama klub favoritnya. Tapi ada beberapa pola kenapa orang suka & tertarik sama sebuah klub secara gak sadar: 1. Sebagian orang milih klub bukan karena menang, tapi karena klub itu merefleksikan siapa mereka. Bukan soal keren-kerenan. Ini lebih ke "klub ini ngerti gue atau setidaknya gue ngerti klub ini." They feel connected. 2. Ada yang fatigue sama hal mainstream. Bukan sok edgy tapi ada fatigue karena oversaturation tim-tim besar di media. Jadi ya, di titik tertentu, orang nyari ruang yang lebih... sepi. Somehow, komunitas fans klub yang underrated ini terasa lebih intimate. 3. Ada paradoks yang menarik: makin sering sebuah klub bikin frustrasi, makin dalam attachment-nya. Ini bukan masokisme, ini lebih ke sunk cost yang punya makna emosional. Soalnya gregetan sendiri, tapi malah jadi momen suffering ini yang merekatkan fans. 4. Fan culturenya gak terlalu mementingkan fame. Ya, pengen fan clubsnya terkenal bukan berarti salah, tapi somehow waktu mereka secara sadar ngefans klub-klub underrated ini, ya tandanya tau kalau ada kemungkinan anggotanya ngga selalu ramai. Dan biasanya inilah yang membuat mereka welcome sama orang baru yang genuinely tertarik belajar. Pilihan klub & alasan lo suka klub itu personal banget. Jadi, apa alasan lo suka sama tim kesukaan lo sekarang?

Stories with Intention

85,978 görüntüleme • 3 ay önce

Kalau ada member yang punya tekad kuat menjadi aidoru, saya bisa pastikan Aurhel Alana salah satunya. Pertama notis Alana karena Extra Time Indonesia yang terus-terusan menyamakan dia dengan Kim Min-jeong aka Winter Aespa. Kemudian saat pertama kali dia live sendirian. Saya iseng nonton tanpa ekspektasi apa-apa, tiba-tiba dia srat srot sepanjang live. Itu ikonik bngtt WKWKWKWK Dari live itu saya tau kalau Alana ini sangat ekspresif, lucu, dan punya tingkah-tingkah spontan yang menghibur. Dia tidak butuh banyak adaptasi karena dia benar-benar senang ada di depan kamera dengan menjadi dirinya sendiri. Respons dia menghadapi chaos-nya saat live juga sangat cepat karena dia lah sumber chaos itu ✌️ Sepertinya karena dia terbiasa berhadapan dengan bocil-bocil tetangganya, iykyk. Intinya dia senang sekali menjalani role-nya sebagai aidoru. Yang tidak banyak orang tau, selain fans-fans-nya, eskalasi perjalanan Alana sebagai member JKT48 ini menarik sekali. Di awal debutnya sebagai trainee, Alana jadi member yang "tertinggal". Saat teman yang lainnya sudah show belasan kali, dia baru 2 kali. Bukan tanpa alasan, di setlist Aitakatta, Alana menjadi backup-nya backup member lain. Dia satu blockingan dengan Gendis dan Aralie. Jadi, kemungkinan dia masuk line up lebih kecil dari yang lainnya. Bahkan, sebelum gen 11 naik ke inti, dia hanya mendapatkan 1 kali show Aitakatta (cmiiw 🙏). Kemudian di setlist Pajama, dia satu blockingan dengan Chelsea. Artinya dia mendapatkan kesempatan lebih banyak di setlist ini. Terlebih saat gen 11 dipromosikan menjadi member inti semua. Dia pernah bilang kalau Pajama Drive adalah cinta pertamanya. Hal ini karena Pajama Drive menjadi setlist yang bisa dia kejar agar tidak terlalu jauh dari teman-temannya. Di setlist ini, Alana nyaris setiap minggu masuk line up. Bahkan pernah dalam seminggu dua kali Lana Pajamaan. Di Pajamjam terakhirnya bulan lalu masih ada selisih 20 show antara Alana (43 show) dengan Oline (63 show) yang menjadi member gen 12 dengan jumlah show terbanyak. Dan yap, sepertinya jumlah show bukan satu-satunya indikator trainee dipromosikan. Masih ada parameter lainnya yang hanya diketahui manajemen. Yang berkesan dari Alana tidak hanya bagaimana dia tetap bersemangat mengejar ketertinggalannya, tapi juga bagaimana dia menciptakan hubungan yang genuine dengan fans-fansnya. In case kamu punya mutual Lana oshi, kamu bakal tahu betapa sayangnya mereka ke Lana. Tentu saja ini karena mereka tahu betapa tulusnya Lana sayang ke fansnya. Setiap interaksinya baik di live, VC, dan sosmednya punya sentuhan yang genuine yang membuat fans-nya merasa diperhatikan. Dari beberapa komentar fans yang pernah ada. Setiap interaksi Lana dan fansnya terasa personal dan tidak template. Bahkan dia masih ingat fans-fansnya dahulu. Di live-nya dia juga pernah nangis terharu saat tau ada fans lamanya yang 'hilang' tiba-tiba kembali lagi. Hubungan yang kuat antara Alana dan fansnya ini membuat saya tidak heran lagi kalau dia meraih rangking 15 di SSK kemarin. Artinya Lana ada di barisan depan jajaran Undergirls. Sebuah bargain power yang sangat menjanjikan untuk member trainee. Apalagi momen #UGDarurat dengan tingkat kehebohan yang di luar nalar serta sangat dar der dor itu. Exposure yang dia terima jadi makin lebih besar lagi. Tidak sampai di situ, setelah SSK dia juga pernah dipercayakan menjadi Global Center di Aitakatta. Setlist yang sebelumnya menjadikannya backup-nya backup memberinya kesempatan ada di posisi paling depan. Dengan pencapaian dan pengalaman yang dia dapatkan 1,5 tahun ini, ternyata dia tidak berpuas diri. Alana juga berani keluar dari zona nyamannya untuk eksplor apa saja yang ada dalam dirinya. Awal April lalu dia memberanikan dirinya mengcover lagu SNSD-Into The New World dan mengupload-nya di TikTok-nya. As member yang talent utamanya bukan menyanyi, cover lagu dia tidak jelek, tidak sempurna, tetapi masih enak untuk didengarkan. Yang perlu di-highlight adalah tidak semua member berani melakukan hal itu. Ini semacam kode kalau ada ruang yang terang-terangan dibuka oleh Alana. Ruang untuk belajar, bertumbuh, dan memperbaiki dirinya agar bisa menjadi aidoru seutuhnya. Dan yap, kejutan memang datang secara tak terduga. Seminggu setelah dia mengunggah cover menyanyinya, dia dipromosikan menjadi menjadi member inti. Dan tidak butuh satu bulan, Into The New World Alana become Into The New Phase. Tanggal 4 Mei besok dia sonichi sebagai member inti di setlist Ramune. Good job, bravo, well done, Aurhel Alana 🫡👏 Siapa yang menyangka member yang tingkahnya terlihat seperti anak kecil itu ternyata punya ambisi yang besar sekali. Member yang teriakannya paling kencang itu ternyata punya mimpi setinggi bintang. Sekali lagi, selamat Alana 👏 Sudah satu langkah lagi lebih dekat menjadi 1.000% idol. Suka sekali dengan cara kamu berjuang mengejar ketertinggalan, berani keluar dari zona nyaman, menghargai fans yang ada, serta memaksimalkan semua kesempatan yang diberikan. Yang saya pahami, 'bubble' Alana memang sangat menyenangkan. Hubungannya dengan fans yang saling berusaha dan saling menyemangati itu terasa dekati sekali. Tidak mengherankan jika banyak yang stay untuk menemani dan mendukung kamu growing up sebagai idol yang sejati. Sepertinya semuanya sudah berjalan dengan semestinya. Meski sering terlihat seperti bocil, Lana ini sudah dewasa dan mengerti apa yang dia mau dan apa yang dia perjuangkan. Nikmatin setiap momen proses bertumbuhnya, Lan. Meski kadang terasa tidak nyaman, coba untuk tetap bertahan. Ga perlu buru-buru, oke 🫶💌

Gigiiih 🍀💎🦖

45,430 görüntüleme • 1 yıl önce