Loading video...

Video Failed to Load

Go Home

๐“๐ก๐š๐ข๐ฅ๐š๐ง๐, ๐ญ๐ก๐ž ๐ค๐ข๐ง๐ ๐๐จ๐ฆ ๐จ๐Ÿ ๐ฅ๐š๐๐ฒ๐›๐จ๐ฒ๐ฌ (๐ค๐š๐ญ๐จ๐ž๐ฒ). > Thailand memiliki populasi LGBT tertinggi di Asia berkat budaya lokal yang sangat toleran terhadap keberagaman identitas gender sejak dahulu. > Katoey diterima luas bahkan mendominasi industri hiburan sebagai model hingga pejabat publik, menciptakan ilusi kesuksesan bagi banyak remaja laki-laki. > Romantisasi media...

181,249 views โ€ข 3 months ago โ€ขvia X (Twitter)

0 Comments

No comments available

Comments from the original post will appear here

Related Videos

Gunung Kemukus dan segala kegilaannya. Sebuah fenomena di mana akal sehat digadaikan, dan moralitas runtuh demi segepok materi. Ketika kemiskinan mendesak atau keserakahan yang tak ada habisnya membutakan mata sebuah bukit di Sragen, Jawa Tengah, berubah menjadi panggung drama spiritual yang paling kontroversial di Indonesia. Ketika nalar dan pikiran sudah rusak total, syarat pesugihan pun dijalani tanpa memedulikan rasa malu. Semua kegilaan ini bermula dari pembelokan sejarah Makam Pangeran Samodro. Mitos lokal dipelintir untuk menciptakan sebuah syarat pesugihan yang tidak masuk akal, namun laris manis diburu orang-orang yang putus asa. Di sinilah nalar mulai rusak: untuk mendapatkan kekayaan instan secara gaib, peziarah diwajibkan melakukan ritual hubungan intim di area terbuka gunung tersebut selama 7 kali berturut-turut setiap malam Jumat Pon atau Jumat Kliwon. Aturan mainnya jauh lebih sinting, karena hubungan tersebut harus dilakukan dengan orang asing yang bukan suami atau istri sah. Akibat syarat menyimpang tersebut, Gunung Kemukus selama puluhan tahun menjadi "pasar malam" prostitusi terselubung yang masif. Ribuan orang datang dari berbagai daerah. Mereka yang datang karena terdesak ekonomi terlilit utang, stres berat, hingga fungsi kognitif otak lumpuh berbaur menjadi satu dengan mereka yang murni didorong nafsu keserakahan ingin kaya tanpa kerja keras. Mereka saling mencari pasangan asing di kegelapan bukit demi menuntaskan "syarat gaib". Jika dinalar dengan logika sehat, bagaimana mungkin ritual asusila bisa mendatangkan kekayaan? Yang kaya sebenarnya adalah para penyedia jasa penginapan, warung remang-remang, dan calo yang memanfaatkan keputusasaan mereka. Ekonomi berputar di atas pembodohan massal. Pada akhirnya, fenomena ini adalah bukti nyata betapa rapuhnya moralitas manusia ketika dihadapkan pada uang. Ketika kemiskinan berpadu dengan rendahnya literasi, atau ketika nafsu duniawi tidak lagi dikontrol oleh iman, manusia rela menggadaikan logika paling dasar sekalipun. Kekayaan tidak pernah lahir dari kegelapan malam Jumat Pon di atas bukit, melainkan dari akal sehat yang dirawat dan kerja nyata. Kebodohanlah yang dipelihara di sana, bukan kemakmuran.

Football

16,182 views โ€ข 1 month ago

SEORANG REMAJA 19 TAHUN HABISKAN RP690 RIBU DAN 30 MENIT, HASILKAN LEBIH DARI RP157 JUTA DARI VIDEO ANAK TANPA TAMPIL DI KAMERA Seorang remaja perempuan berusia 19 tahun berhasil menghasilkan lebih dari $9.600 atau sekitar Rp157 juta hanya dari channel YouTube konten anak-anak yang dijalankan tanpa kamera, tanpa wajah, bahkan tanpa software editing rumit Channel tersebut sudah menembus 4,1 juta views hanya dengan format sederhana berupa cerita anak, gambar berwarna, dan voice over AI Menariknya, pemilik channel tidak pernah muncul di video mana pun. Seluruh konten dibuat secara anonim dan berjalan hampir otomatis di belakang layar Salah satu video yang diunggah sejak 2023 bahkan masih terus menghasilkan uang setiap bulan tanpa perlu update atau upload ulang Model konten seperti ini kini mulai banyak digunakan karena dianggap bisa menjadi aset digital jangka panjang Sekali video viral, penghasilan iklan dapat terus masuk selama video masih ditonton Modal yang dikeluarkan disebut hanya sekitar $42 atau Rp690 ribu untuk tools pendukung. Dari biaya kecil tersebut, channel berhasil menghasilkan ribuan dolar dari konten sederhana yang tidak membutuhkan proses syuting pribadi Kini channel faceless bertema anak-anak itu disebut mampu menghasilkan lebih dari $6.000 per bulan atau sekitar Rp98 juta hanya dari konten yang terus diputar penonton setiap hari Fenomena ini menunjukkan bahwa di era AI dan otomatisasi, konten tanpa wajah mulai menjadi salah satu model bisnis digital paling menguntungkan di YouTube

Syfa Crypto

1,635,374 views โ€ข 2 months ago

๐˜๐จ๐ ๐ฒ๐š๐ค๐š๐ซ๐ญ๐š: ๐Š๐จ๐ญ๐š ๐๐ž๐ฅ๐š๐ฃ๐š๐ซ ๐๐ž๐ซ๐›๐ฎ๐๐š๐ฒ๐š ๐€๐ญ๐š๐ฎ ๐ˆ๐›๐ฎ๐ค๐จ๐ญ๐š ๐๐ซ๐จ๐ฌ๐ญ๐ข๐ญ๐ฎ๐ฌ๐ข ๐“๐ž๐ซ๐ฌ๐ž๐ฅ๐ฎ๐›๐ฎ๐ง๐ ? > Jogja selalu diagungkan sebagai kota pelajar berhati nyaman, tapi realitasnya menyimpan kemunafikan industri lendir yang menolak mati. > Gang 3 Sosrowijayan alias Sarkem adalah monumen dosa kolonial. Meski resmi ditutup pemerintah tahun 2018, praktiknya cuma pindah ke hotel murah. > Tengok pinggiran rel barat Stasiun Tugu, kawasan Bong Suwung. Kelas bawah menjajakan diri di bantaran remang-remang dengan tarif super murah. > Uang senilai Rp45.000 hingga Rp65.000 ditukar dengan layanan syahwat kilat di tempat terbuka yang kotor dan rawan penyakit mematikan. > Sisi paling ironis dari "kota pelajar" adalah menjamurnya mahasiswi kampus ternama yang nyambi jadi PSK demi gaya hidup atau melunasi UKT. > Mereka menjajakan tubuh via Twitter, MiChat, dan Instagram untuk melayani teman sekelas, wisatawan hidung belang, hingga pejabat berduit. > Lokalisasi fisik mungkin berlagak ditertibkan, tapi smartphone di tanganmu adalah lokalisasi digital baru yang beroperasi 24 jam nonstop tanpa tersentuh. > Jogja terbuat dari rindu, pulang, atau sekadar desahan palsu berbayar?

Hyang Thanos

529,424 views โ€ข 1 month ago

Kreatifitas Tanpa Batas! Viral Momen Kocak Pengendara Motor di Sleman Pakai Plastik Sampah Jadi Jas Hujan, Netizen: "Antara Kasihan dan Pengen Ketawa" SLEMAN โ€“ Musim hujan seringkali memaksa para pengendara motor untuk memutar otak demi tetap kering sampai tujuan. Namun, sebuah momen unik tertangkap kamera di kawasan Lampu Merah (Bangjo) Denggung, Sleman, yang baru-baru ini mencuri perhatian warganet. Dalam sebuah video singkat yang beredar, terlihat dua orang pria sedang berboncengan motor di tengah guyuran hujan deras. Alih-alih menggunakan jas hujan pada umumnya, keduanya tampak mengenakan plastik sampah hitam besar (trash bag) yang dilubangi di bagian kepala dan tangan sebagai pelindung tubuh. Momen ini terekam oleh seorang pengendara mobil yang berada tepat di belakang mereka. Meskipun situasi sedang hujan lebat, pemandangan "jas hujan darurat" tersebut tak pelak memicu gelak tawa bagi siapa saja yang melihatnya. "Momen lucu warga +62, tapi kasihan juga lihatnya. Jas hujan pakai trash bag di Bangjo Denggung," tulis pengunggah video tersebut. Video ini pun langsung mendapat beragam reaksi dari netizen. Banyak yang merasa kasihan namun tidak bisa menahan tawa melihat kreatifitas "kepepet" khas warga Indonesia. "Definisi kreatifitas tanpa batas. Yang penting nggak basah kuyup ya mas, sehat-sehat terus!" tulis salah satu netizen di kolom komentar. "Antara pengen ketawa sama kasihan, tapi itulah hebatnya warga +62, selalu punya cara buat bertahan di segala situasi," timpal netizen lainnya. Meski terlihat lucu, aksi ini juga menjadi pengingat bagi para pengendara untuk selalu sedia jas hujan yang standar di dalam bagasi motor, terutama di tengah cuaca yang tidak menentu seperti sekarang ini. Penggunaan plastik sampah tentu tidak seaman dan senyaman jas hujan asli, terutama jika tertiup angin kencang. Hingga berita ini diturunkan, video tersebut masih terus dibagikan dan menjadi hiburan tersendiri bagi warga internet. Semangat terus buat mas-masnya, semoga tetap sehat dan sampai tujuan dengan selamat! ( hsanna._ )

Merapi Uncover

21,630 views โ€ข 4 months ago