
ʀᴇᴍɪɴɢᴛᴏɴ ꜱᴛᴇᴇʟᴇ
@tailkoxyz • 48,312 subscribers
Videos

PDIP ga pernah besarkan pak Jokowi dan Gibran. 1. Pilgub DKI 2012, Gerindra lah partai pertama yang menyusung pak Jokowi, belakangan PDIP ikut2an. 2. Pilpres 2014, yg pertama mengusung pak Jokowi adalah Nasdem dan PKB, lagi2 PDIP ngekor. Lalu seenaknya PDIP ngeklaim, PDIP lah yg membesarkan pak Jokowi. 3. 2020, saat Gibran maju Pilkada Solo, yg pertama mengusung Gibran adalah partai Gerindra, PSi, PKB dan Golkar, justru PDIP yg ikut2an menyusung Gibran. 4. Lagi2 PDIP klaim yg membesarkan Gibran padahal Gibran gabung PDIP di thn 2019. Sudah jelas PDIP ga pernah besarkan pak Jokowi dan Gibran.
ʀᴇᴍɪɴɢᴛᴏɴ ꜱᴛᴇᴇʟᴇ130,733 Aufrufe • vor 2 Jahren

𝘎𝘢𝘦𝘴 𝘣𝘢𝘤𝘢 𝘵𝘶𝘭𝘪𝘴𝘢𝘯 𝘣𝘢𝘯𝘨 𝘐𝘺𝘺𝘢𝘴 𝘚𝘶𝘣𝘪𝘢𝘬𝘵𝘰 𝘴𝘢𝘮𝘱𝘢𝘪 𝘢𝘬𝘩𝘪𝘳 𝘺𝘢... 𝐈𝐍𝐃𝐎𝐍𝐄𝐒𝐈𝐀 𝐇𝐀𝐑𝐔𝐒 𝐌𝐄𝐋𝐀𝐍𝐉𝐔𝐓𝐊𝐀𝐍 𝐏𝐔𝐍𝐘𝐀 𝐏𝐑𝐄𝐒𝐈𝐃𝐄𝐍 𝐘𝐆 𝐁𝐔𝐊𝐀𝐍 𝐏𝐄𝐓𝐔𝐆𝐀𝐒 𝐏𝐀𝐑𝐓𝐀𝐈. Telah beredar isu bahwa Jokowi seperti zaman orde baru. Ternyata itu keluar dari mulut seorang Megawati yg lagi panik. Dia lupa, 2009 dia yang ngajak PS gandengan nyapres dengan perjanjian Batu Tulis, padahal saat itu PS baru 9 tahun kembali dari pelariannya, dan darah Orbanya sebagai menantu Soeharto masih mendidih karena kekuasaannya tergusur. Saat ini, PS ditangan Jokowi dan di pasangkan dgn Gibran. Resiko ini tak mudah. Dimakan mati emak, ga dimakan mati bapak. Tapi PS sudah 25 tahun sejak kepulangannya, apa dia sudah berubah. Wallahu a'lam. Kami harus memilih siapa pemimpin yg amanah, didepan mata hanya Jokowi yg bisa di tauladani. Megawati apanya yg mau di tauladani. Jadi presiden saja ternyata lengserin Gusdur. Saat Megawati jadi presiden, apa ga pakai tangan orba untuk menjual Indosat dan keputusan BLBI yg banyak merugikan negara? Kalau apa yg disampaikan Ade Armando, ada seorang petugas partai bertemu dgn gerombolan Mamarika disatu tempat di Arab meminta agar capresnya dibantu utk menang dgn menggadaikan hilirisasi mineral akan di hentikan. Apakah ini ga lebih parah dari orba? Bejat kuadrat namanya. Mungkin ini juga yg mendasari kenapa Jokowi harus mengambil sikap tidak menjadi petugas partai yg "jinak" karena emaknya dianggap tidak bisa menjadi emak yg bisa disimak. PDIP itu terbiasa dgn ketidak konsistenannya, ngomongnya kerap dibantah sendiri. Contoh Adian Napitupulu bilang Jokowi marah karena minta jadi presiden 3 x ga dikasi. Padahal dalam video yg lain dia sendiri yg mengatakan Jokowi tidak pernah meminta jadi presiden 3x karena melawan konstitusi. Gibran dikatai anak ingusan tak ada pengalaman. Lihat sana di Wonogiri Jateng. Bertebaran baliho Pinkan yg baru berumur 25 tahun anaknya Puan yg ga pernah ingusan ikut nyaleg DPR RI dgn nomor urut 1. Katanya ga boleh buat dinasti... mikir!!! Kita bisa merasakan perasaan Jokowi dan keluarganya bagaimana seorang presiden yg dipilih rakyat mau dijadikan keset oleh partai yg arogan dan penuh kebohongan. Kalian ga perlu serang Jokowi, Gibran, Kaesang dan ibu Iriana, tunjukkan aja kalau kalian lebih hebat dan lebih kuat dari Jokowi. Kami tau ikut Jokowi memilih PS dan Gibran ada resiko besar dgn gaya dia memimpin. Tapi kami masih ada harapan karena disana akan ada Jokowi dan Gibran. Jangan sebut Jokowi tidak berdaya jika PS sudah jadi presiden. Kita masih menuju kesana, bung. Faktanya belum ada. Mana yg lebih berbahaya: kalian jual Indonesia ke Mamarika itu atau Indonesia di pimpin PS dan GRR? Bantah itu statement AA, bantah itu temuan intelejen. Itu sebab Jokowi merombak semua jajaran petinggi angkatan dan ketua BIN, ini semua buat Indonesia kedepan, bukan buat partai agar tambah mapan dan arogan. Jadi mari bertanding, jgn pakai bising, teriak2 playing victim, merasa di zholimi, apa ga sadar 9 tahun sudah mendzolomi presiden? Kalian ga usah teriak "lawan", Kamilah yg punya hak untuk teriak "kami akan lawan kalian". The End.
ʀᴇᴍɪɴɢᴛᴏɴ ꜱᴛᴇᴇʟᴇ83,236 Aufrufe • vor 2 Jahren

Ada momen yg di lupakan oleh kubu sebelah kiri, gimana dulu Megawati merengek-rengek agar level syarat kelulusan akademis capres minimal sarjana menjadi SMA, perubahan itu untuk siapa? Jawabannya hanya untuk satu orang: Mega, sebab dalam catatan sejarah gak ada lulusan presiden Indonesia yg berijazah SMA kecuali bu Ketum....
ʀᴇᴍɪɴɢᴛᴏɴ ꜱᴛᴇᴇʟᴇ53,828 Aufrufe • vor 2 Jahren

01 dan 03 sudah KALAH.... itu sebab mereka pakai cara membenturkan akar rumput. Cara yg dipakai 01 dan 03 mirip cara yg dipakai partai pengusung 01 dan 03 saat jadi oposisi. PKS yg selalu menggunakan mahasiswa sebagai tameng. PDIP yg selalu rajin demo. Kalau PKS dan PDIP berkoalisi: pak Ahok "bestie an" dong sama Wan Angin..... hehehe
ʀᴇᴍɪɴɢᴛᴏɴ ꜱᴛᴇᴇʟᴇ27,373 Aufrufe • vor 2 Jahren

Gw bilang juga ape: Jokowi Effect...!!! Mana nih yg kemarin joget2...???
ʀᴇᴍɪɴɢᴛᴏɴ ꜱᴛᴇᴇʟᴇ20,704 Aufrufe • vor 2 Jahren

𝘗𝘢𝘬 𝘑𝘰𝘬𝘰𝘸𝘪 𝘮𝘦𝘭𝘢𝘭𝘶𝘪 𝘒𝘢𝘦𝘴𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘦𝘮𝘣𝘢𝘭𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘉𝘶𝘥𝘢𝘺𝘢 𝘈𝘥𝘢𝘣 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘮𝘪𝘭𝘪𝘬𝘪 𝘯𝘪𝘭𝘢𝘪 𝘵𝘦𝘳𝘵𝘪𝘯𝘨𝘨𝘪 𝘥𝘪 𝘯𝘦𝘨𝘦𝘳𝘪 𝘪𝘯𝘪....
ʀᴇᴍɪɴɢᴛᴏɴ ꜱᴛᴇᴇʟᴇ14,661 Aufrufe • vor 2 Jahren

Kedaulatan ada di tangan rakyat, bukan di ketum partai, ga usah pongah dan ga usah arogan....
ʀᴇᴍɪɴɢᴛᴏɴ ꜱᴛᴇᴇʟᴇ13,707 Aufrufe • vor 2 Jahren

Setelah baca berbagai literasi dan artikel, gw baru faham kenafa geopolitik dan sejarah harus dikuasai oleh seorang pemimpin seperti yg pernah disampaikan mas Budiman Sudjatmiko (IG: kelasinspirasibudiman) bulan Juli lalu yg dimuat media online. Mari kita buka lagi sejarah Pilpres 2014 dan Pilpres 2019. Lawan Jokowi di 2014 adalah PS dan HR. Lawan Jokowi di 2019 adalah PS dan SU. Diatas kertas lawan Jokowi adalah PS. Tapi dilapangan lawannya yang sesungguhnya adalah KAUM RADIKALIS. Latar belakang PS, HR dan SU bukanlah dari keluarga RADIKALIS tapi kenapa Pilpres 2014 dan 2019 bisa sangat brutal, dengan pembelahan dan permusuhan antara Cebong vs Kampret? Dengan isu agama yang sangat masif. Cebong dan Kampret/Kadrun sudah sama² panas, sudah terbakar dendam kesumat. Bila ada pemicu yang pas, segera akan terjadi ledakan. Revolusi sosial. Bahkan perang saudara. Siapa yang menabuh genderangnya? Aneh kan? Itulah yang dilihat Jokowi. Itulah yang mungkin tidak kalian lihat. Itulah yang menggelisahkan hati kepala negara. Ancaman bagi Indonesia Emas 2045 Itulah kenafa Presiden ikut cawe² dalam konstelasi pemilihan presiden. Mengapa? Sekarang semestinya kalian tidak bingung lagi. Jokowi tidak sedang berjuang demi dirinya atau keluarganya, tapi demi memenangkan peperangan melawan pengaruh kaum radikalis agamis yang brutal itu. Jokowi sedang mengamankan masa depan Indonesia, dengan memilih jalan yang tidak populer, dengan resiko dibenci banyak orang yang tidak mengerti. =Bersambung....=
ʀᴇᴍɪɴɢᴛᴏɴ ꜱᴛᴇᴇʟᴇ13,341 Aufrufe • vor 2 Jahren

Pilihan cuma 2, gaes. Indonesia mau jadi negara maju atau Indonesia mau jadi negara mbulet. Yang menentukan loe, gaes. Kalau loe mau Indonesia jadi negara maju, loe harus pilih pemimpin yg kerja nya sat set tanpa menunggu perintah Kakak Pembina tapi alau loe mau Indonesia jadi negara mbulet, ya pilih pemimpin kleminti yg ga bisa kerja sat set. Gimana mau kerja sat set kalau untuk urusan nyusun kabinet aja harus nunggu arahan Kakak Pembina.
ʀᴇᴍɪɴɢᴛᴏɴ ꜱᴛᴇᴇʟᴇ12,390 Aufrufe • vor 2 Jahren

POLITIK SONTOLOYO Pak Machfud menerima perwakilan petisi 100 yg nafsu mau memakzulkan presiden Jokowi, agar pemilu tanpa ada Jokowi. Dul, approval rating pak Jokowi terakhir pada angka 75,5%. Emang seenak perut kalian mau memakzulkan pak Jokowi, rakyat yg akan melumat kalian. Jokowi dua priode menjalani pilpres dan menang, kok waktu itu ga ada yg bilang Jokowi curang. Kok baru sekarang, apa karena PDIP mulai gamang. Kenapa gerakan ini gerakan murahan? Karena PDIP sudah tak ada harapan untuk menang. Indonesia sedang di ujung melesat dari negara berkembang ke negara maju. Tapi politiknya malah mundur dan lucu, semua ini di picu oleh satu orang yg selalu mecucu kalau permintaannya ga di gugu. Lha bagaimana orang mau setuju kalau permintaannya hanya untuk memenuhi nafsunya. Indonesia kan bukan miliknya. Jadi sudahlah ga usah merembet kemana². Semua ada waktunya dan semua di tangan Tuhan keputusannya. Fokus saja urusi capres nya, sapa tau masih ada peluang. Jadilah sosok panutan, bukan jadi sosok yg di olok² anak muda karena sang nenek salah gaya. Salam medali perunggu
ʀᴇᴍɪɴɢᴛᴏɴ ꜱᴛᴇᴇʟᴇ10,612 Aufrufe • vor 2 Jahren
Keine weiteren Inhalte verfügbar