Загрузка видео...

Не удалось загрузить видео

На главную

— 𝙏𝙚𝙩𝙝𝙚𝙧𝙚𝙙 Bagaimana jika Obsesif justru menjadi kata Cinta? #Marhoon vampire au, one shots?

45,835 просмотров • 2 месяцев назад •via X (Twitter)

Комментарии: 0

Нет доступных комментариев

Здесь появятся комментарии из оригинального поста

Похожие видео

VIRAL: Diduga Ruangan Penampungan Korban TPPO di Kamboja. Waspada Modus Loker Luar Negeri!" 🚨 WASPADA MODUS PENIPUAN KERJA LUAR NEGERI! 🚨 ​Belakangan ini, jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya sebuah video yang memperlihatkan kondisi memprihatinkan di dalam sebuah ruangan. Ruangan tersebut diduga kuat menjadi tempat penampungan sejumlah orang yang menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Kamboja. ​Meskipun lokasi pasti dan identitas para korban di dalam video masih dalam tahap verifikasi, video ini menjadi alarm keras bagi kita semua. Kasus dugaan TPPO yang melibatkan warga negara asing di Kamboja bukanlah hal baru, dan polanya kerap berulang. ​⚠️ Jangan Tergiur Iming-Iming Gaji Tinggi! Para pelaku biasanya menjanjikan pekerjaan kantoran yang nyaman, proses instan, dan gaji fantastis tanpa syarat yang rumit. Nyatanya, banyak yang justru terjebak dalam sindikat penipuan daring (online scam) atau kerja paksa. ​Jika Anda atau kerabat berencana bekerja ke luar negeri (khususnya Kamboja), pastikan lakukan hal ini: ​Verifikasi Menyeluruh: Cek legalitas dan kredibilitas perusahaan perekrut. ​Jalur Resmi: Pastikan seluruh dokumen keberangkatan dan izin kerja sesuai prosedur resmi negara, bukan visa turis. ​Cek Melalui Instansi Terkait: Gunakan layanan resmi seperti BP2MI atau Kemnaker untuk memastikan validitas lowongan. ​Yuk, saling mengingatkan! Bagikan informasi ini ke orang-orang terdekatmu agar tidak ada lagi yang menjadi korban. ​Bagaimana pendapatmu tentang maraknya kasus ini? Tulis di kolom komentar 👇

125Japstyle 🇮🇩

207,394 просмотров • 1 месяц назад

Luka dan tangisan Ahli Gizi oleh Arogansi Wakil Ketua DPR RI Air mata pilu seorang Ahli Gizi yang terekam setelah dihardik oleh Wakil Ketua DPR RI, Cucun Syamsurijal, kini menjadi simbol tragis dari perjuangan kualitas gizi anak bangsa yang terancam. Wanita Ahli Gizi yang disebut "arogan" itu, terekam menangis tersedu-sedu setelah walk out dari forum konsolidasi program MBG, melontarkan kalimat pedih yang mengguncang nurani: "Aku nggak pernah sesakit hati ini, BGN sendiri yang nyoreng etika profesi!" Pernyataan ini bukan hanya luapan emosi pribadi, melainkan jeritan hati profesional yang merasa dikhianati oleh institusi yang seharusnya melindungi dan memperjuangkan kualitas gizi. Pasalnya, Ahli Gizi tersebut baru saja mencoba menyuarakan kekhawatiran tentang rekrutmen non-gizi dan pentingnya standar profesional dalam program MBG. Dikhianati oleh Rumah Sendiri: BGN & DPR Tangisan ini menjadi pukulan telak bagi BGN dan DPR RI. Bagaimana mungkin seorang Ahli Gizi yang berjuang demi kesehatan rakyat justru dipecundangi oleh para pembuat kebijakan, bahkan oleh badan yang secara khusus dibentuk untuk mengawal gizi nasional? Pengkhianatan Profesi: Keluhan Ahli Gizi yang merasa "BGN sendiri yang nyoreng etika profesi" mengindikasikan adanya disonansi parah antara tujuan BGN dan langkah-langkah yang diambil. Ini menimbulkan pertanyaan besar: Apakah BGN lebih tunduk pada tekanan politik atau pada prinsip-prinsip ilmiah dan etika profesi gizi? Ancaman Kualitas Gizi Nasional: Jika masukan dari para pakar lapangan diabaikan, bahkan dibalas dengan hardikan dan pelecehan, maka program MBG yang digadang-gadang sebagai penyelamat gizi anak bangsa, justru berpotensi menjadi bumerang. Kualitas makanan, sanitasi, dan nutrisi yang krusial bagi pertumbuhan anak-anak Indonesia menjadi taruhannya. Arogansi Kekuasaan yang Melukai Rakyat: Sikap Wakil Ketua DPR RI, Cucun Syamsurijal, yang terang-terangan mengatakan "pembuat kebijakan itu saya" dan menyebut Ahli Gizi "sombong" karena berbicara undang-undang, menciptakan jurang lebar antara wakil rakyat dan rakyat yang diwakilinya, terutama para profesional yang berjuang di garis depan. Kemana Arah Kebijakan Gizi Nasional. Sc: distrikberitacom —- Rakyat se-Indonesia nonton video itu, pak Dewan terhormat! Tontonan tentang jatuhnya standard gizi oleh arogansi seorang Cucun. Malu! Mundur aja lu, pak!!

Maria A. Alkaff

12,724 просмотров • 8 месяцев назад

Maraknya Preman Berkedok Debt Collector Resahkan Warga Jogja Aksi debt collector (DC) yang semakin meresahkan di Yogyakarta menjadi sorotan utama dalam beberapa waktu terakhir. Modus operandi yang kasar dan intimidatif membuat banyak warga merasa tidak aman. Fenomena ini memunculkan kekhawatiran tentang penegakan hukum dan perlindungan konsumen di wilayah tersebut. Banyak laporan dari warga Jogja yang merasa terganggu dengan cara kerja debt collector yang seringkali tidak manusiawi. Beberapa modus operandi yang sering dilaporkan antara lain: - Intimidasi Verbal: Debt collector sering menggunakan kata-kata kasar dan ancaman untuk menekan debitur. - Pengambilan Paksa: Kendaraan atau aset lain seringkali diambil secara paksa di jalanan atau di tempat umum tanpa proses hukum yang jelas. - Penggerudukan Rumah: Beberapa debt collector bahkan berani mendatangi rumah debitur secara bergerombol dan membuat keributan yang mengganggu ketentraman lingkungan. Menanggapi maraknya kasus ini, pihak kepolisian Yogyakarta telah meningkatkan patroli dan penindakan terhadap debt collector yang bertindak di luar batas hukum. Beberapa operasi penertiban telah dilakukan untuk menangkap debt collector yang melakukan tindakan premanisme. "Kami tidak akan mentolerir segala bentuk premanisme yang mengatasnamakan penagihan utang. Masyarakat jangan takut untuk melaporkan jika merasa terancam oleh tindakan debt collector," ujar seorang perwira polisi yang enggan disebutkan namanya. Pemerintah daerah dan lembaga perlindungan konsumen juga mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam melakukan pinjaman dan selalu memastikan perjanjian yang jelas dengan lembaga keuangan. Jika merasa dirugikan oleh tindakan debt collector, masyarakat diimbau untuk segera melaporkan ke pihak berwajib atau lembaga bantuan hukum. Untuk mengatasi masalah ini, peran serta masyarakat sangat dibutuhkan. Dengan melaporkan setiap tindakan debt collector yang melanggar hukum.

Never

44,316 просмотров • 6 месяцев назад

BLUNDER, PINTER, KEBLINGER . . . “Membiarkan emak-emak dan ibu-ibu untuk melahirkan anak-anak yang tidak berakhlak, itu adalah satu dosa kepada bangsa ini. Bangsa ini akan hancur manakala generasi mendatang itu tidak punya etika dan tidak punya akhlak," kata Mahfud. Bagaimana konstruksi kalimat tersebut? Agar menjadi jelas, kita cari subyeknya terlebih dulu. Membiarkan adalah kata kerja. Posisi kata ‘membiarkan’ dalam kalimat itu jelas adalah predikat. Siapa yang melakukan tindak pembiaran, meski tak disebut, itu bisa diduga adalah seseorang atau orang banyak. Artinya subyek pada kalimat itu, meski tak disebut, bisa tunggal bisa jamak, bisa satu orang atau orang banyak. Lalu siapa obyeknya? Obyek adalah pihak yang terkena akibat. Dan di sana ada kata ‘bangsa’. Artinya, bangsalah yang dirugikan atau terkena akibat dari tindakan orang atau orang - orang yang membiarkan ibu melahirkan anak tak berakhlak. Jadi secara keseluruhan dapat diduga bahwa pak Mahfud sejatinya memang sedang membicarakan seseorang atau orang - orang. Atas hal apa? Atas tindak pembiaran yang dilakukan oleh seseorang atau orang - orang terhadap seorang ibu yang melahirkan anak tak berakhlak dan menghancurkan bangsa. Siapakah seorang atau orang - orang itu? Di sini kita bisa mencari korelasi yang paling dekat dengan peristiwa yang baru saja beliau alami. Apakah itu terkait dengan debat baru - baru ini dan telah membuat beliau merasa tersinggung? Bisa ya, bisa tidak. Bahwa dalam debat itu ada peristiwa seorang yang sering dianggap masih sebagai anak kemarin sore dan kemungkinan sudah bikin dia tersinggung, itu pun bisa betul, bisa juga cuma tebak - tebakan. Terserah anda memaknainya. Bila ya, apakah anak yang dipersepsikan sebagai tak berakhlak itu adalah sindiran pada anak kemarin sore itu ? Lantas, apakah orang yang membiarkan seorang ibu melahirkan anak tak berakhlak itu adalah ayahnya yang juga seorang presiden? Semua serba persepsi. Hanya imajinasi sesaat mencari saat. Tapi apapun itu, kalimat utuh yang dia ucapkan, bila ditinjau dari isi atau makna, kalimat itu sendiri ternyata tidak memiliki unsur logis. Tak berbobot dan bahkan tak ada nalar bisa dipertanggung jawabkan atas isi kalimat pernyataan itu. Di sisi mana kalimat itu tidak logis? Ada bayi dalam kandungan yang sudah bisa dinyatakan sebagai tidak berakhlak. Berakhlak adalah akronim dari berorientasi pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif. Itu semua adalah tentang hasil sebuah perilaku atau perbuatan. Dan itu pasti mustahil dilakukan oleh anak yang masih di dalam perut ibu yang lalu harus dinilai apakah bayi itu layak dilahirkan atau tidak. Di sini, di saat dia membuat pernyataan itu, keprofesorannya sebagai ahli hukum justru dipertanyakan. Orang yang bergelut di bidang hukum pasti adalah orang yang paham kalimat. Produk hukum adalah tentang rangkaian kalimat. Bila pada akhirnya beliau bisa terjebak salah membuat kalimat, itu hanya bisa terjadi saat dia lalai. Kondisi marah dan tersinggung karena merasa diremehkan anak kemarin sore, bisa jadi adalah penyebab semua blunder itu. Jadi tahu kan kemana semua sifat bijaksana itu pergi? Pantaskah orang dengan emosi seperti itu kelak terpilih menjadi wakil presiden? Semua ada di tangan anda. . .

NitNot ❘

194,989 просмотров • 2 лет назад

Gunung Kemukus dan segala kegilaannya. Sebuah fenomena di mana akal sehat digadaikan, dan moralitas runtuh demi segepok materi. Ketika kemiskinan mendesak atau keserakahan yang tak ada habisnya membutakan mata sebuah bukit di Sragen, Jawa Tengah, berubah menjadi panggung drama spiritual yang paling kontroversial di Indonesia. Ketika nalar dan pikiran sudah rusak total, syarat pesugihan pun dijalani tanpa memedulikan rasa malu. Semua kegilaan ini bermula dari pembelokan sejarah Makam Pangeran Samodro. Mitos lokal dipelintir untuk menciptakan sebuah syarat pesugihan yang tidak masuk akal, namun laris manis diburu orang-orang yang putus asa. Di sinilah nalar mulai rusak: untuk mendapatkan kekayaan instan secara gaib, peziarah diwajibkan melakukan ritual hubungan intim di area terbuka gunung tersebut selama 7 kali berturut-turut setiap malam Jumat Pon atau Jumat Kliwon. Aturan mainnya jauh lebih sinting, karena hubungan tersebut harus dilakukan dengan orang asing yang bukan suami atau istri sah. Akibat syarat menyimpang tersebut, Gunung Kemukus selama puluhan tahun menjadi "pasar malam" prostitusi terselubung yang masif. Ribuan orang datang dari berbagai daerah. Mereka yang datang karena terdesak ekonomi terlilit utang, stres berat, hingga fungsi kognitif otak lumpuh berbaur menjadi satu dengan mereka yang murni didorong nafsu keserakahan ingin kaya tanpa kerja keras. Mereka saling mencari pasangan asing di kegelapan bukit demi menuntaskan "syarat gaib". Jika dinalar dengan logika sehat, bagaimana mungkin ritual asusila bisa mendatangkan kekayaan? Yang kaya sebenarnya adalah para penyedia jasa penginapan, warung remang-remang, dan calo yang memanfaatkan keputusasaan mereka. Ekonomi berputar di atas pembodohan massal. Pada akhirnya, fenomena ini adalah bukti nyata betapa rapuhnya moralitas manusia ketika dihadapkan pada uang. Ketika kemiskinan berpadu dengan rendahnya literasi, atau ketika nafsu duniawi tidak lagi dikontrol oleh iman, manusia rela menggadaikan logika paling dasar sekalipun. Kekayaan tidak pernah lahir dari kegelapan malam Jumat Pon di atas bukit, melainkan dari akal sehat yang dirawat dan kerja nyata. Kebodohanlah yang dipelihara di sana, bukan kemakmuran.

Football

16,182 просмотров • 1 месяц назад