ʀᴇᴍɪɴɢᴛᴏɴ ꜱᴛᴇᴇʟᴇ's banner
ʀᴇᴍɪɴɢᴛᴏɴ ꜱᴛᴇᴇʟᴇ's profile picture

ʀᴇᴍɪɴɢᴛᴏɴ ꜱᴛᴇᴇʟᴇ

@tailkoxyz48,312 subscribers

Videos

tailkoxyz's profile picture

𝘎𝘢𝘦𝘴 𝘣𝘢𝘤𝘢 𝘵𝘶𝘭𝘪𝘴𝘢𝘯 𝘣𝘢𝘯𝘨 𝘐𝘺𝘺𝘢𝘴 𝘚𝘶𝘣𝘪𝘢𝘬𝘵𝘰 𝘴𝘢𝘮𝘱𝘢𝘪 𝘢𝘬𝘩𝘪𝘳 𝘺𝘢... 𝐈𝐍𝐃𝐎𝐍𝐄𝐒𝐈𝐀 𝐇𝐀𝐑𝐔𝐒 𝐌𝐄𝐋𝐀𝐍𝐉𝐔𝐓𝐊𝐀𝐍 𝐏𝐔𝐍𝐘𝐀 𝐏𝐑𝐄𝐒𝐈𝐃𝐄𝐍 𝐘𝐆 𝐁𝐔𝐊𝐀𝐍 𝐏𝐄𝐓𝐔𝐆𝐀𝐒 𝐏𝐀𝐑𝐓𝐀𝐈. Telah beredar isu bahwa Jokowi seperti zaman orde baru. Ternyata itu keluar dari mulut seorang Megawati yg lagi panik. Dia lupa, 2009 dia yang ngajak PS gandengan nyapres dengan perjanjian Batu Tulis, padahal saat itu PS baru 9 tahun kembali dari pelariannya, dan darah Orbanya sebagai menantu Soeharto masih mendidih karena kekuasaannya tergusur. Saat ini, PS ditangan Jokowi dan di pasangkan dgn Gibran. Resiko ini tak mudah. Dimakan mati emak, ga dimakan mati bapak. Tapi PS sudah 25 tahun sejak kepulangannya, apa dia sudah berubah. Wallahu a'lam. Kami harus memilih siapa pemimpin yg amanah, didepan mata hanya Jokowi yg bisa di tauladani. Megawati apanya yg mau di tauladani. Jadi presiden saja ternyata lengserin Gusdur. Saat Megawati jadi presiden, apa ga pakai tangan orba untuk menjual Indosat dan keputusan BLBI yg banyak merugikan negara? Kalau apa yg disampaikan Ade Armando, ada seorang petugas partai bertemu dgn gerombolan Mamarika disatu tempat di Arab meminta agar capresnya dibantu utk menang dgn menggadaikan hilirisasi mineral akan di hentikan. Apakah ini ga lebih parah dari orba? Bejat kuadrat namanya. Mungkin ini juga yg mendasari kenapa Jokowi harus mengambil sikap tidak menjadi petugas partai yg "jinak" karena emaknya dianggap tidak bisa menjadi emak yg bisa disimak. PDIP itu terbiasa dgn ketidak konsistenannya, ngomongnya kerap dibantah sendiri. Contoh Adian Napitupulu bilang Jokowi marah karena minta jadi presiden 3 x ga dikasi. Padahal dalam video yg lain dia sendiri yg mengatakan Jokowi tidak pernah meminta jadi presiden 3x karena melawan konstitusi. Gibran dikatai anak ingusan tak ada pengalaman. Lihat sana di Wonogiri Jateng. Bertebaran baliho Pinkan yg baru berumur 25 tahun anaknya Puan yg ga pernah ingusan ikut nyaleg DPR RI dgn nomor urut 1. Katanya ga boleh buat dinasti... mikir!!! Kita bisa merasakan perasaan Jokowi dan keluarganya bagaimana seorang presiden yg dipilih rakyat mau dijadikan keset oleh partai yg arogan dan penuh kebohongan. Kalian ga perlu serang Jokowi, Gibran, Kaesang dan ibu Iriana, tunjukkan aja kalau kalian lebih hebat dan lebih kuat dari Jokowi. Kami tau ikut Jokowi memilih PS dan Gibran ada resiko besar dgn gaya dia memimpin. Tapi kami masih ada harapan karena disana akan ada Jokowi dan Gibran. Jangan sebut Jokowi tidak berdaya jika PS sudah jadi presiden. Kita masih menuju kesana, bung. Faktanya belum ada. Mana yg lebih berbahaya: kalian jual Indonesia ke Mamarika itu atau Indonesia di pimpin PS dan GRR? Bantah itu statement AA, bantah itu temuan intelejen. Itu sebab Jokowi merombak semua jajaran petinggi angkatan dan ketua BIN, ini semua buat Indonesia kedepan, bukan buat partai agar tambah mapan dan arogan. Jadi mari bertanding, jgn pakai bising, teriak2 playing victim, merasa di zholimi, apa ga sadar 9 tahun sudah mendzolomi presiden? Kalian ga usah teriak "lawan", Kamilah yg punya hak untuk teriak "kami akan lawan kalian". The End.

ʀᴇᴍɪɴɢᴛᴏɴ ꜱᴛᴇᴇʟᴇ

83,236 次观看 • 2 年前

tailkoxyz's profile picture

Setelah baca berbagai literasi dan artikel, gw baru faham kenafa geopolitik dan sejarah harus dikuasai oleh seorang pemimpin seperti yg pernah disampaikan mas Budiman Sudjatmiko (IG: kelasinspirasibudiman) bulan Juli lalu yg dimuat media online. Mari kita buka lagi sejarah Pilpres 2014 dan Pilpres 2019. Lawan Jokowi di 2014 adalah PS dan HR. Lawan Jokowi di 2019 adalah PS dan SU. Diatas kertas lawan Jokowi adalah PS. Tapi dilapangan lawannya yang sesungguhnya adalah KAUM RADIKALIS. Latar belakang PS, HR dan SU bukanlah dari keluarga RADIKALIS tapi kenapa Pilpres 2014 dan 2019 bisa sangat brutal, dengan pembelahan dan permusuhan antara Cebong vs Kampret? Dengan isu agama yang sangat masif. Cebong dan Kampret/Kadrun sudah sama² panas, sudah terbakar dendam kesumat. Bila ada pemicu yang pas, segera akan terjadi ledakan. Revolusi sosial. Bahkan perang saudara. Siapa yang menabuh genderangnya? Aneh kan? Itulah yang dilihat Jokowi. Itulah yang mungkin tidak kalian lihat. Itulah yang menggelisahkan hati kepala negara. Ancaman bagi Indonesia Emas 2045 Itulah kenafa Presiden ikut cawe² dalam konstelasi pemilihan presiden. Mengapa? Sekarang semestinya kalian tidak bingung lagi. Jokowi tidak sedang berjuang demi dirinya atau keluarganya, tapi demi memenangkan peperangan melawan pengaruh kaum radikalis agamis yang brutal itu. Jokowi sedang mengamankan masa depan Indonesia, dengan memilih jalan yang tidak populer, dengan resiko dibenci banyak orang yang tidak mengerti. =Bersambung....=

ʀᴇᴍɪɴɢᴛᴏɴ ꜱᴛᴇᴇʟᴇ

13,341 次观看 • 2 年前

没有更多内容可加载