ๆญฃๅœจๅŠ ่ฝฝ่ง†้ข‘...

่ง†้ข‘ๅŠ ่ฝฝๅคฑ่ดฅ

Logika bengkok macam apa ini? Membandingkan warteg pinggir jalan sama program negara bernilai ratusan triliun rupiah pakai analogi busi motor! Analogi Warteg vs SPPG Itu Cacat Nalar. Warteg masak partai kecil, habis seketika, dan risiko langsung ditanggung penjual. SPPG mengelola rantai pasok masif untuk perut jutaan anak sekolah dengan...

127,628 ๆฌก่ง‚็œ‹ โ€ข 7 ๅคฉๅ‰ โ€ขvia X (Twitter)

31 ๆก่ฏ„่ฎบ

Terusss? ็š„ๅคดๅƒ
Terusss?6 ๅคฉๅ‰

Org warteg udh pengalaman masak lebih lama daripada lu mulai jadi gusgusan, org SPPG kemaren baru belajar masak abis latihan joget dan yel-yel 3 bulan.

Tsakurnikov ็š„ๅคดๅƒ
Tsakurnikov7 ๅคฉๅ‰

dodol yg katering hajatan ada yg keracunan dan pihak kateringnya ditahan ( walau akhire dimediasi damai ) , lha ini MBG ? puluhan ribu keracunan ga ada satupun yg ditoel ?

Jhony ็š„ๅคดๅƒ
Jhony7 ๅคฉๅ‰

Ini siapa lagi?? Kok jadi banyak orang gila yg dikasih panggung???

Stanting21 ็š„ๅคดๅƒ
Stanting216 ๅคฉๅ‰

dia bukan ceramah agama melainkan dakwah politik wowo

Awan ็š„ๅคดๅƒ
Awan6 ๅคฉๅ‰

Guys kalo gk ngibull yow cabull ๐Ÿ˜‚

Iqbal sahid Abdullah ็š„ๅคดๅƒ
Iqbal sahid Abdullah7 ๅคฉๅ‰

Dia kepingin jadi pengganti kepala MBG.

Mas Ipang ็š„ๅคดๅƒ
Mas Ipang7 ๅคฉๅ‰

Kali ini si Taim betul saya setuju gas keun Guuuuuusss

Orang tangguh ็š„ๅคดๅƒ
Orang tangguh6 ๅคฉๅ‰

Taimmmmm, minum obat dulu deh

mr. robberfly ็š„ๅคดๅƒ
mr. robberfly5 ๅคฉๅ‰

Penjilat model gini ini yg disuka penguasa, bacot gede, audiens banyak ๐Ÿคฃ

Wong Pinggiran ็š„ๅคดๅƒ
Wong Pinggiran6 ๅคฉๅ‰

Benar juga sih yg harus bertanggung jawab sppgnya. Mereka ini yg hrs ditahan.

duta bontang ็š„ๅคดๅƒ
duta bontang6 ๅคฉๅ‰

Pekok,,

djakamul ็š„ๅคดๅƒ
djakamul7 ๅคฉๅ‰

Miftah TERMUL goblok Ta'im...Ta'im ...

Badcherryll ็š„ๅคดๅƒ
Badcherryll6 ๅคฉๅ‰

Hentikan mbg

tukang pukul ็š„ๅคดๅƒ
tukang pukul6 ๅคฉๅ‰

"sabotase..." Wkwkwk, sampai kalimat situ udah keliatan daya pikirnya gimana

darwis_alim ็š„ๅคดๅƒ
darwis_alim6 ๅคฉๅ‰

Namanya dia ini Ta'i eh Ta'im ,๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ

Repanrepan ็š„ๅคดๅƒ
Repanrepan5 ๅคฉๅ‰

Orang guoblok congor gede kayak gini masih aja ada orang orang bodoh yg dengerin

CHEL ็š„ๅคดๅƒ
CHEL7 ๅคฉๅ‰

Jilat terus taim eee...

Just MU_slih ็š„ๅคดๅƒ
Just MU_slih7 ๅคฉๅ‰

Namanya juga TAIm

Yoyon ็š„ๅคดๅƒ
Yoyon5 ๅคฉๅ‰

Dana besar rawan koruup menu kadang ikan cuman dikit gk aesuwai dana gede yg masuk Tempat buat masak aja 6 jt per hari iku bahasen anjiiiing niiih orang

Hudi Sambodo ็š„ๅคดๅƒ
Hudi Sambodo6 ๅคฉๅ‰

Goblognya masih ada yg ngundang dan dengerin

LordKarbiter ็š„ๅคดๅƒ
LordKarbiter5 ๅคฉๅ‰

Masih ada aja kaumnya

Dedie_47 ็š„ๅคดๅƒ
Dedie_476 ๅคฉๅ‰

Si taim sedang menjelaskan bahwa yg punya ide memang nga ada tanggung jawabnya, wkwwkwk dasar tambuk ikam im ai.

Wong Samar ็š„ๅคดๅƒ
Wong Samar6 ๅคฉๅ‰

hidup Lonte !!!

Hs_design ็š„ๅคดๅƒ
Hs_design6 ๅคฉๅ‰

๐Ÿคฃ๐Ÿ˜‚ ampe segitunya, kalau kiayai atau ulama bener itu harusnya melindungi umat, bukan melindungi penguasa, harusnya dia itu mewarning penguasa agar gak salah jalan, bukannya ikut jalan2.

kaesang ็š„ๅคดๅƒ
kaesang6 ๅคฉๅ‰

Taim nggedabrus

Najwa ็š„ๅคดๅƒ
Najwa5 ๅคฉๅ‰

Penjilat setai tai nya

alpha wolf ็š„ๅคดๅƒ
alpha wolf5 ๅคฉๅ‰

Miftah jago pidato.....

Fox lady ็š„ๅคดๅƒ
Fox lady6 ๅคฉๅ‰

Presiden aja kapasitas nya tolol. Apa yg kalian harapkan dari bawahan2nya.

Setiyardi ็š„ๅคดๅƒ
Setiyardi6 ๅคฉๅ‰

Taim......Taim....kau punya bangunan pondok itu duit dari mana ? Duit kamu ? Layak....menjilat trus...

Fafafufu ็š„ๅคดๅƒ
Fafafufu5 ๅคฉๅ‰

Ya emang harusnya sppg nya. Harus di tuntut. Sama ahli gizi nya, kok bisa makanan beracun ahli gizi tidak mengetahui nya.

kaesang ็š„ๅคดๅƒ
kaesang6 ๅคฉๅ‰

Koruptor kereta nih si taim

็›ธๅ…ณ่ง†้ข‘

BANYAK KASUS KERACUNAN MBG, KOK YANG DISALAHKAN MALAH โ€œPARA PEMBENCI PRABOWOโ€? Setiap kali muncul kasus dugaan keracunan dalam program MBG, selalu saja ada komentar yang arahnya ke mana-mana. "MBG disabotase." โ€œIni ulah pembenci Prabowo.โ€ โ€œYang kalah Pilpres.โ€ โ€œSoros.โ€ โ€œAnteknya asing.โ€ Dan berbagai kambing hitam lainnya. Lho... Kalau memang ada masalah dalam pelaksanaan program pemerintah, kenapa tidak mulai dari hal paling sederhana? NGACA. Program pemerintah dijalankan oleh pemerintah. Kalau ada makanan yang bermasalah, standar keamanan pangan harus diperiksa. Kalau distribusinya bermasalah, evaluasi distribusinya. Kalau dapurnya bermasalah, periksa pengelolaannya. Kalau pengawasannya lemah, perbaiki pengawasannya. Kalau ada pihak yang lalai, tindak sesuai aturan. Sesederhana itu. Jangan setiap ada kegagalan langsung mencari musuh politik. Pemerintah itu bukan kelompok komentator di media sosial. Pemerintah punya kewenangan, punya anggaran, punya aparat, punya lembaga, punya sistem pengawasan, dan punya tanggung jawab. Jadi ketika muncul masalah, publik wajar bertanya: SIAPA YANG BERTANGGUNG JAWAB? Bukan malah sibuk mencari siapa yang bisa dituduh sebagai penyabotase. Kalau semua kritik dijawab dengan PEMBENCI PRABOWO, lalu kapan pemerintah mau mengevaluasi dirinya sendiri? Kalau semua persoalan dilempar ke lawan politik, Soros, asing, atau kelompok tertentu, kapan kita bicara soal kualitas pelaksanaan program? Jangan sampai kegagalan sistem malah ditutup dengan fanatisme politik. Hari ini yang harus dilindungi bukan nama baik pemerintah. YANG HARUS DILINDUNGI ADALAH ANAK-ANAK YANG MAKAN MBG. Program sebesar MBG harusnya punya standar keamanan yang jauh lebih serius daripada sekadar membangun citra dan membela siapa yang sedang berkuasa. Kalau ada dugaan keracunan, investigasi harus terbuka. Penyebabnya harus dicari. Prosedurnya harus diperiksa. Pengawasan harus diperketat. Dan kalau memang ada kelalaian, harus ada yang bertanggung jawab. Bukan malah: โ€œINI SABOTASE!โ€ โ€œINI POLITIK!โ€ โ€œINI ULah PEMBENCI!โ€ Itu bukan solusi. Itu namanya menghindar dari persoalan. Pemerintah yang kuat bukan pemerintah yang selalu merasa diserang. Pemerintah yang kuat adalah pemerintah yang mampu menerima kritik, mengakui kalau ada yang salah, lalu memperbaikinya. Bukannya ngaca, malah nyalahin kiri, kanan, depan, belakang. Emang kualitas tai pemerintah kalau setiap masalah selalu dicari kambing hitamnya. Dan satu lagi. Ndak anaknya Soekarno. Ndak anaknya Gus Dur. Ndak anaknya SBY. Ndak anaknya Jokowi. Ndak anaknya Cak Nun. Termasuk Gus dan Habib. Nama besar orang tua bukan sertifikat kualitas untuk anaknya. Kalau kualitas dirinya masih dinilai hanya karena dia anaknya seseorang, ya dia masih bukan siapa-siapa. Yang membuat seseorang layak dihormati itu bukan darah keturunannya. Bukan nama belakangnya. Bukan siapa bapaknya. Bukan siapa yang mendukungnya. Tapi KUALITAS DIRINYA. Jabatan bisa diwariskan. Nama bisa diwariskan. Koneksi bisa diwariskan. Tapi kualitas, integritas, kemampuan, dan tanggung jawab? ITU HARUS DIBUKTIKAN SENDIRI. Begitu juga dengan pemerintah. Jangan minta rakyat percaya hanya karena yang memimpin punya nama besar. BUKTIKAN DENGAN KINERJA. Kalau benar programnya bagus, pertahankan. Kalau ada yang salah, akui. Kalau ada yang lalai, tindak. Kalau ada yang keracunan, jangan buru-buru cari kambing hitam. SELAMATKAN DULU RAKYATNYA. SETELAH ITU, CARI APA YANG SALAH.

Sumatera Adil & Federal

15,786 ๆฌก่ง‚็œ‹ โ€ข 10 ๅคฉๅ‰

KATA-KATA HARI INI MAS SUDARYONO? ๐Ÿซต๐Ÿป๐Ÿคฃ โ€œMBG TIDAK BERMASALAH, YANG BERMASALAH ORANG TUANYA, GURU, DAN WARTAWAN.โ€ Kalau benar pernyataan seperti ini disampaikan oleh pihak BGN terkait kasus keracunan MBG, pertanyaannya sederhana: KOK LAGI-LAGI KAMBING HITAM? Setiap ada persoalan dalam pelaksanaan MBG, selalu saja ada pihak lain yang diseret. Guru disalahkan. Orang tua disalahkan. Wartawan disalahkan. Lalu programnya sendiri bagaimana? Kalau ada anak mengalami dugaan keracunan setelah mengonsumsi makanan MBG, yang seharusnya pertama dilakukan adalah: CEK MAKANANNYA. CEK DAPURNYA. CEK BAHAN BAKUNYA. CEK PROSES PENGOLAHANNYA. CEK DISTRIBUSINYA. CEK PENYIMPANANNYA. CEK STANDAR KEAMANAN PANGANNYA. CEK PENGAWASANNYA. Bukan malah sibuk mencari siapa yang bisa disalahkan. 1. GURU Kalau guru memang tidak mengontrol makanan yang dikonsumsi siswa, pertanyaannya: APAKAH GURU MEMANG DIBERI TUGAS DAN KOMPETENSI UNTUK MENJADI PENGAWAS KEAMANAN PANGAN? Guru itu tugas utamanya mendidik. Jangan sampai ketika sistem pengawasan program bermasalah, tanggung jawabnya dilempar kepada guru. 2. ORANG TUA SISWA Orang tua terlalu OVER memperhatikan anak? Serius? Kalau anaknya sakit setelah makan makanan yang diberikan melalui program pemerintah, orang tua justru memang punya alasan untuk bertanya. Mereka bukan sedang mengganggu program. MEREKA SEDANG MELINDUNGI ANAKNYA. 3. WARTAWAN Wartawan memberitakan kejadian? Lalu itu dianggap masalah? Bukankah fungsi pers memang menginformasikan apa yang terjadi kepada publik? Kalau pemberitaan dianggap tidak relevan, bantah dengan DATA. Tunjukkan fakta. Tunjukkan hasil pemeriksaan. Tunjukkan penyebabnya. Bukan malah menyalahkan wartawan karena memberitakan persoalan yang memang terjadi. Inilah yang dari awal sering saya bilang: KALAU ADA MASALAH, JANGAN REFLEKS MENCARI KAMBING HITAM. Pemerintah punya kewenangan besar. Pemerintah punya anggaran. Pemerintah punya lembaga. Pemerintah punya sistem. Dan ketika sebuah program pemerintah menimbulkan persoalan, publik berhak bertanya dan pemerintah wajib menjelaskan. MBG boleh menjadi program besar. MBG boleh menjadi program unggulan. Tapi karena menyangkut makanan yang dikonsumsi anak-anak, standar keamanannya justru harus lebih tinggi. Jangan sampai kritik dianggap sebagai serangan politik. Jangan sampai orang tua yang khawatir dianggap berlebihan. Jangan sampai guru dijadikan tameng. Dan jangan sampai wartawan disalahkan karena menjalankan fungsi jurnalistik. KALAU PROGRAMNYA BENAR-BENAR BAGUS, BUKTIKAN DENGAN DATA. KALAU ADA YANG SALAH, PERBAIKI. KALAU ADA YANG LALAI, TINDAK. KALAU ADA KERACUNAN, CARI PENYEBABNYA. SELESAI. Tidak perlu mencari kambing hitam ke kiri dan kanan. Karena yang dipertaruhkan bukan nama baik pejabat. BUKAN CITRA PEMERINTAH. BUKAN CITRA PRABOWO. YANG DIPERTARUHKAN ADALAH KESELAMATAN ANAK-ANAK. Dan kalau ada pejabat yang benar-benar mengatakan โ€œMBG tidak bermasalah, yang bermasalah orang tua, guru, dan wartawanโ€, saya cuma mau bilang: PAK, RAKYAT ITU BUKAN KAMBING HITAM. RAKYAT BERHAK BERTANYA. RAKYAT BERHAK KRITIK. RAKYAT BERHAK MINTA JAMINAN KESELAMATAN. Apalagi kalau yang dikonsumsi adalah makanan yang diberikan melalui program pemerintah.
0:27

Sensitive content

KATA-KATA HARI INI MAS SUDARYONO? ๐Ÿซต๐Ÿป๐Ÿคฃ โ€œMBG TIDAK BERMASALAH, YANG BERMASALAH ORANG TUANYA, GURU, DAN WARTAWAN.โ€ Kalau benar pernyataan seperti ini disampaikan oleh pihak BGN terkait kasus keracunan MBG, pertanyaannya sederhana: KOK LAGI-LAGI KAMBING HITAM? Setiap ada persoalan dalam pelaksanaan MBG, selalu saja ada pihak lain yang diseret. Guru disalahkan. Orang tua disalahkan. Wartawan disalahkan. Lalu programnya sendiri bagaimana? Kalau ada anak mengalami dugaan keracunan setelah mengonsumsi makanan MBG, yang seharusnya pertama dilakukan adalah: CEK MAKANANNYA. CEK DAPURNYA. CEK BAHAN BAKUNYA. CEK PROSES PENGOLAHANNYA. CEK DISTRIBUSINYA. CEK PENYIMPANANNYA. CEK STANDAR KEAMANAN PANGANNYA. CEK PENGAWASANNYA. Bukan malah sibuk mencari siapa yang bisa disalahkan. 1. GURU Kalau guru memang tidak mengontrol makanan yang dikonsumsi siswa, pertanyaannya: APAKAH GURU MEMANG DIBERI TUGAS DAN KOMPETENSI UNTUK MENJADI PENGAWAS KEAMANAN PANGAN? Guru itu tugas utamanya mendidik. Jangan sampai ketika sistem pengawasan program bermasalah, tanggung jawabnya dilempar kepada guru. 2. ORANG TUA SISWA Orang tua terlalu OVER memperhatikan anak? Serius? Kalau anaknya sakit setelah makan makanan yang diberikan melalui program pemerintah, orang tua justru memang punya alasan untuk bertanya. Mereka bukan sedang mengganggu program. MEREKA SEDANG MELINDUNGI ANAKNYA. 3. WARTAWAN Wartawan memberitakan kejadian? Lalu itu dianggap masalah? Bukankah fungsi pers memang menginformasikan apa yang terjadi kepada publik? Kalau pemberitaan dianggap tidak relevan, bantah dengan DATA. Tunjukkan fakta. Tunjukkan hasil pemeriksaan. Tunjukkan penyebabnya. Bukan malah menyalahkan wartawan karena memberitakan persoalan yang memang terjadi. Inilah yang dari awal sering saya bilang: KALAU ADA MASALAH, JANGAN REFLEKS MENCARI KAMBING HITAM. Pemerintah punya kewenangan besar. Pemerintah punya anggaran. Pemerintah punya lembaga. Pemerintah punya sistem. Dan ketika sebuah program pemerintah menimbulkan persoalan, publik berhak bertanya dan pemerintah wajib menjelaskan. MBG boleh menjadi program besar. MBG boleh menjadi program unggulan. Tapi karena menyangkut makanan yang dikonsumsi anak-anak, standar keamanannya justru harus lebih tinggi. Jangan sampai kritik dianggap sebagai serangan politik. Jangan sampai orang tua yang khawatir dianggap berlebihan. Jangan sampai guru dijadikan tameng. Dan jangan sampai wartawan disalahkan karena menjalankan fungsi jurnalistik. KALAU PROGRAMNYA BENAR-BENAR BAGUS, BUKTIKAN DENGAN DATA. KALAU ADA YANG SALAH, PERBAIKI. KALAU ADA YANG LALAI, TINDAK. KALAU ADA KERACUNAN, CARI PENYEBABNYA. SELESAI. Tidak perlu mencari kambing hitam ke kiri dan kanan. Karena yang dipertaruhkan bukan nama baik pejabat. BUKAN CITRA PEMERINTAH. BUKAN CITRA PRABOWO. YANG DIPERTARUHKAN ADALAH KESELAMATAN ANAK-ANAK. Dan kalau ada pejabat yang benar-benar mengatakan โ€œMBG tidak bermasalah, yang bermasalah orang tua, guru, dan wartawanโ€, saya cuma mau bilang: PAK, RAKYAT ITU BUKAN KAMBING HITAM. RAKYAT BERHAK BERTANYA. RAKYAT BERHAK KRITIK. RAKYAT BERHAK MINTA JAMINAN KESELAMATAN. Apalagi kalau yang dikonsumsi adalah makanan yang diberikan melalui program pemerintah.

Sumatera Adil & Federal

83,420 ๆฌก่ง‚็œ‹ โ€ข 9 ๅคฉๅ‰

FAKTA SEJARAH! Cebong dan Kampret lahir di X-Twitter, bukan di Instagram, bukan di Facebook bukan pula lahir di Tiktok dan itu menjadi bukti The Real Netizen Militan Pendukung Prabowo itu lahir di X-Twitter ( 2014-2019) Kalau bicara tentang pendukung militan Prabowo, #AnakTwitterLaman punya cerita sendiri. Pilpres 2014 dan 2019, meskipun Prabowo kalah, tapi di era itu Prabowo melahirkan Pendukung militan di Sosial media, 2014 - 2019 Medan pertempuran politik hanya masif x , Netizen pendukung Prabowo atau dikenal 08 ikut membangun percakapan, membela, berdebat, meluruskan isu, bahkan bertahan siang dan malam Pilpres 2024 Medan Perang Prabowo mulai bergeser ke BERBAGAI PALTFORM LAIN termasuk IG dan Tiktok serta mendapat dukungan dari kelompok JKW dan silent majority. Setelah Prabowo menang, ruang dukungan bergeser masif ke TikTok dan Instagram, sementara โ€œsemut merahโ€ di X seolah mulai ditinggalkan. Jangan heran jika hari ini suara pembelaan organik terasa makin sunyi.โ€ผ๏ธ Padahal Dalam politik, jangan hanya mengandalkan panggung besar dan influencer, pedagang kecil di gang-gang sempit justru yang membuat dagangan sampai ke pintu rumah ( Akun-akun Follower kecil Ceruk-ceruk Sosial media). Setiap Anak x Twitter pendukung 08 ( 2014 2019 ) mayoritas pasti punya Tiktok dan IG tapi bukan seorang selebgram atau selebtiktok BAKOM RI saat ini lebih tepat disebut Badan Komunikasi Selebgram dan selebtiktok, isinya para Jenderal tanpa anak buah ( tanpa anak2 Twitter 2014 2019) , berperang di panggung tinggi tapi kaki2 rapuh karena tidak punya penyeimbang di kolom komentar. Kini belum sampai setengah jalan Pemerintahan, tiba-tiba muncul survei yang menunjukkan penurunan dukungan. Yang lebih menarik melihat kolom komentar di Instagram dan TikTok. Narasi negatif begitu deras, sementara diskursus yang secara organik membela Prabowo terasa tidak semasif dulu. Pertanyaannya sederhana: ke mana orang-orang ( Netizen X-Twitter 2014-2019) yang dulu berdiri paling depan? Dulu anak-anak X-Twitter pendukung 08 kompak bersatu, Sekarang Influencer Prabowo lebih sibuk sendiri di TikTok dan Instagram bersama circle masing-masing, menyemburkan konten2 berdaging , Narasi2 keren tapi lagi2 RAPUH DI KOLOM KOMENTAR! Sementara itu โ€œsemut merahโ€ yang dulu ikut membangun dari bawah ( di X Twitter) justru seperti tidak lagi dianggap penting dan tidak dilibatkan mengisi ruang2 kosong di kolom komentar IG Dan Tiktok atau Facebook bahkan Youtube Padahal dalam komunikasi politik, jangan hanya mengandalkan panggung besar dan influencer dengan ratusan ribu pengikut , ruang2 diskusi di kolom komentarpun harus diisi oleh komen2 positif yang mendukung dari narasi besar sang Influencer. Ibarat jualan, kalau mau dagangan benar-benar sampai ke masyarakat, jangan cuma mengandalkan SPG kinclong di mall. Libatkan juga pedagang kecil yang setiap hari keluar-masuk gang, menyapa warga, dan tahu persis apa yang dirasakan orang di bawah (Ceruk Kolom Komentar) karena disitulah opini / konten diuji ( diperdebatkan, dipertahankan ) Dukungan politik udara Jangan hanya sekedar Posting konten di akun2 besar tiktok dan Ig lalu sudah begitu saja, Masuk juga ke lorong-lorong percakapan rakyat (Kolom Komentar) . Dengarkan dan diskusi dengan mereka yang selama ini menjadi penyambung suara di akar rumput. Kalau tidak, jangan kaget ketika warga di gang-gang sempit yang dulu ramai-ramai mendukung, perlahan memilih diam.( Ceruk sosial media) Bukan karena mereka tiba-tiba membenci. Bisa jadi karena mereka merasa sudah tidak dianggap penting. Dan anak-anak X/Twitter lama? Mungkin sekarang cuma bisa tersenyum sambil berkata: โ€œKan sudah pernah diingatkan.โ€

Miss tweet

35,584 ๆฌก่ง‚็œ‹ โ€ข 1 ไธชๆœˆๅ‰

Tabir gelap di balik Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali dikuliti habis-habisan di ruang sidang Komisi IX DPR RI oleh MBG Watch. Fakta yang diungkap bukan sekadar mengejutkan, melainkan menjadi tamparan keras bagi narasi "ekonomi kerakyatan" yang selama ini didengungkan pemerintah. Proyek jumbo bernilai ratusan triliun ini nyatanya telah bergeser menjadi ajang konsentrasi kemakmuran bagi segelintir elit super kaya. โ€‹Berdasarkan data di lapangan, lima jaringan pemilik dapur SPPG terbesar saat ini dikuasai oleh yayasan-yayasan raksasa yang terafiliasi langsung dengan institusi kepolisian, militer, dan organisasi besar (seperti Yayasan Kemala Bhayangkari, Perserikatan Muhammadiyah, Manunggal Kartika Jaya TNI AD, ISDP, dan Adi Upaya TNI AU). Ribuan titik dapur potensial dikunci dan dimonopoli oleh entitas-entitas besar ini. Siapa pemenang sejati dari proyek MBG? Pemilik dapur dari kalangan elit super kaya. Lalu siapa korbannya? Para relawan SPPG dan pelaku UMKM lokal kecil yang ruang geraknya tereliminasi sejak awal dari ekosistem pengadaan. โ€‹Kondisi ini diperparah oleh absennya sistem pengawasan yang akuntabel. Berkaca pada negara lain yang sukses menjalankan program serupa seperti Brazil atau Kolombia, mereka memiliki lembaga pengawas independen yang diisi secara organik oleh orang tua murid, guru, masyarakat sipil, hingga pemerintah lokal. Di Indonesia? Jangankan pelibatan publik, regulasi kita sama sekali tidak menyediakan ruang bagi pengawas independen. Alih-alih diawasi bersama, yang terjadi justru ego sektoral dan gesekan antar lembaga penegak hukum yang sibuk berebut kewenangan mengusut korupsi di dalam program ini. โ€‹Ketika uang pajak rakyat diperas untuk mendanai pemenuhan gizi anak sekolah, namun distribusinya berakhir menjadi kavling proyek yang dikuasai lingkaran elit berkecukupan, kebijakan ini telah gagal secara moral dan struktural. Negara tidak boleh membiarkan inefisiensi dan monopoli terselubung ini terus berjalan dengan menumbalkan rasa keadilan publik. Bentuk Panja, audit total, dan hentikan ugal-ugalan tata kelola ini sekarang juga. Video : tribun

kiv z

27,718 ๆฌก่ง‚็œ‹ โ€ข 2 ไธชๆœˆๅ‰

๐’๐ž๐ญ๐ž๐ฅ๐š๐ก ๐๐ž๐ง๐ฒ๐ฎ๐ฌ๐ฎ๐ฉ ๐ƒ๐ž๐ฆ๐จ ๐€๐ง๐š๐ซ๐ค๐ข๐ฌ, ๐๐ซ๐š๐›๐จ๐ฐ๐จ ๐ƒ๐ข ๐†๐ฎ๐ง๐œ๐š๐ง๐  ๐Š๐ž๐ซ๐š๐œ๐ฎ๐ง๐š๐ง ๐Œ๐๐†. Apakah istana, Prabowo Subianto, Partai Gerindra, Fraksi Gerindra DPR/MPR RI tidak mencurigai kegagalan sistemik serentak dalam kasus keracunan ini..? Saya pribadi menilai bahwa intelejen negara tidak bekerja dengan sungguh-sungguh jika tidak melakukan analisis yang mendalam atas kejadian keracunan serentak ini. Coba kita cermati, ada diskrepansi yang sangat besar antara kondisi normal, misalnya ratusan ribu kedai makan atau warung makan yang menjajakan beragam menu makanan setiap harinya, mulai dari skala kaki lima hingga resto menengah dan atas, namun sangat jarang terdengar atau hampir tak pernah terjadi kasus keracunan makanan. Tapi coba bandingkan dengan kejadian saat ini, dimana kasus terjadi secara massal, serentak, dan berulang dalam satu program spesifik, apa tidak mencurigakan..?. Dalam analisis risiko, intelejen harusnya curiga, karena sebuah anomali yang ekstrem sering kali menjadi indikator adanya faktor intervensi yang disengaja, bukan kegagalan acak. Pola yang terkoordinasi secara geografis dan temporal menunjukkan adanya perencanaan dan organisasi yang bekerja secara terarah, sekali lagi, bukan kecelakaan acak. Aksi sabotase selalu memiliki target yang dipilih dengan cermat untuk dampak maksimal. Dalam kasus ini, targetnya sangat strategis dan fokus, yakni program unggulan (flagship) dari pemerintahan Prabowo. Menyerang program ini bukan sekadar menyerang logistik makanan, melainkan menyerang langsung simbol keberhasilan dan citra pemerintahan Prabowo Subianto. Tujuannya adalah untuk menunjukkan kepada publik bahwa pemerintahan Prabowo tidak kompeten, bahkan dalam menyediakan hal mendasar seperti makanan untuk anak-anak. Korban yang ditargetkan juga anak-anak sekolah. Ini adalah pilihan target yang paling efektif untuk memicu kemarahan publik, kepanikan di kalangan orang tua dan liputan media yang masif. Serangan terhadap anak-anak akan menghasilkan gelombang emosi publik yang jauh lebih besar daripada jika targetnya adalah orang dewasa, sehingga tekanan terhadap pemerintahan Prabowo Subianto menjadi berlipat ganda. Jika zat penyebab keracunan adalah bakteri umum seperti Salmonella atau E. coli, kelalaian masih bisa menjadi penyebab. Namun, jika ditemukan zat kimia yang tidak lazim, racun spesifik, atau bakteri yang telah direkayasa, maka kemungkinan sabotase meningkat secara drastis. Zat seperti ini tidak akan muncul secara alami dalam proses penyiapan makanan yang lalai sekalipun. Jadi pemerintahan Prabowo Subianto sebaiknya segera menghentikan dulu untuk sementara program MBG ini, melakukan kajian ulang, evaluasi sekaligus investigasi terhadap program MBG ini. Jika tidak efektif, sebaiknya program MBG dihentikan permanen, dan lewat instruksi Presiden segera dirancang pengalihan programnya. Sementara itu penyelidikan atas dugaan sabotasenya harus terus diusut secara tuntas, jika terbukti terjadi upaya sabotase, maka penyidikan harus dijalankan hingga menyentuh otak pelakunya. Presiden Prabowo harus membentuk satgas khusus yang independen dan langsung melaporkan perkembangan penyelidikan kepada Presiden atau Menkopolhukam untuk menguak dugaan sabotase ini. Apapun alasannya, ambisi untuk menuju puncak kekuasaan atau kursi jabatan Presiden tidak boleh dibiarkan terjadi dengan cara-cara keji seperti ini. Seret pelakunya dan hukum seberat-beratnya, sekalipun secara politik pernah berkontribusi dalam mengantarkan Prabowo ke kursi Presiden.

๐‹๐ˆ๐‘๐€ โฝแดผแถ แถ โฑแถœโฑแตƒหกโพ

28,589 ๆฌก่ง‚็œ‹ โ€ข 1 ๅนดๅ‰

Bismillah, ini Ririe istrinya Ibam, baru recover akun ini ๐Ÿ™๐Ÿผ Terimakasih doa & support untuk Ibam sekeluarga yang sedang berjuang melewati masalah hukum saat ini.. Berikut cuplikan video cerita Ibam, perkenankan juga aku sebagai istri cerita soal yang keluarga kami alami.. ๐Ÿ“ Aku mengenal Ibam sejak 2010 ketika dia sedang kuliah beasiswa di Eropa. Setahun kemudian kami menikah dan nekat memulai hidup baru dari nol di Belanda. Di awal pernikahan kami, Ibam bekerja sebagai software engineer di perusahaan AI logistik di Rotterdam, sementara aku lanjut kuliah S2 di Tilburg pada tahun 2013. Jujur, kami memulai pernikahan dengan penuh keterbatasan. Akad nikah dan resepsi kami juga sederhana di rumah supaya bisa berhemat. Sesampainya di Belanda, we had to build everything on our own karena keluarga kami bukan yang bisa "menyuntik" dana kapanpun kalau kami ada kekurangan. Ketika aku mulai kuliah, kami pindah ke kota kecil, Dordrecht. Di sana kami berbagi satu rumah kecil mungil dengan keluarga lain. Semua demi berhemat uang untuk bayar kuliahku. Tapi alhamdulillah, atas izin Allah, di tengah keterbatasan itu, aku lulus S2 dan kami dikaruniai kehamilan anak pertama. Dari masa-masa sulit itu, aku mengenal satu hal pasti tentang suamiku: Ibam adalah pekerja keras dengan integritas tinggi. Dia sangat detail, perfeksionis, dan selalu berjalan lurus sesuai aturan. Ngga pernah neko-neko. Tahun 2016, kami berada di persimpangan jalan. Sahabatnya mengajak Ibam pulang ke Indonesia untuk membantu Bukalapak. Berat sekali rasanya meninggalkan Belanda yang sudah nyaman. Tapi setelah diskusi panjang dengan keluarga, kami memutuskan untuk pulang. Di Indonesia, Ibam mencurahkan seluruh tenaganya untuk membangun tim engineering di sana. Dia selalu semangat kalau cerita soal ketemu pelapak dan gimana mereka terbantu pakai aplikasi yang timnya bangun. But, as his wife, aku juga melihat ada harga yang harus dibayar: kesehatannya. Ibam memang punya riwayat jantung bawaan dari Ibu dan Kakeknya. Jantungnya selalu berkerja ekstra keras, detaknya selalu di atas 105 bpm walau sedang istirahat. Yang tadinya di Belanda ngga pernah sakit-sakitan, sejak balik ke Indonesia setiap tahun selalu saja ada penyakit berat yang datang dan perlu macam-macam operasi dan rawat inap. Puncaknya di tahun 2023, tubuhnya seakan kasih sinyal mau kolaps. Siang hari ketika sedang kerja, Ibam tiba-tiba muntah-muntah dan oleng tidak bisa jalan. Kami segera bawa Ibam ke UGD. Alhamdulillah, kondisinya bisa distabilkan. Beberapa bulan kemudian setelah di MRI, ternyata Ibam kena stroke ringan yang merusak saraf vestibularnya. Sejak itu aktivitasnya mulai terhambat. Belum lagi, setahun sebelumnya dia juga didiagnosa diabetes, yang juga turunan dari keluarganya. Jujur, aku tidak paham apakah semua penyakit ini saling berkaitan atau tidak, karena aku bukan dokter. Yang jelas, as someone closest to him, I can see that Ibam has not been physically well for the past few years. Mundur sedikit ke Desember 2019. Waktu itu Ibam dapat tawaran dari Facebook di Inggris. Setelah bolak-balik wawancara ke London, he got the offer. I still remember how happy he was when he told me about it. Sebagai istri yang waktu itu sedang hamil anak kedua, aku sudah membayangkan akan melahirkan dan membesarkan anak-anak kami di sana. Tapi di saat bersamaan, Ibam dihubungi tim yang sedang bantu-bantu Kemendikbud. Mereka punya visi besar soal aplikasi untuk pendidikan Indonesia. Ibam galau. Tapi setelah ngobrol dengan mereka, dia cerita ke aku: "Kalau Facebook, 5-10 tahun lagi insya Allah masih ada. Tapi kesempatan bantu pemerintah dan pendidikan lewat teknologi kayak gini, langka banget rasanya. Ilmuku bangun aplikasi insya Allah bisa lebih bermanfaat buat banyak orang dengan kita tetap di Indo dan bikin aplikasi buat pendidikan Indonesia." Dan yang bikin kami lebih yakin, tim itu bilang semua biaya konsultan ditanggung sebuah yayasan dan ngga akan membebani negara sama sekali. Dengan bismillah dan istikharah, kami menolak London. Meski penghasilan jadi turun, kami yakin rezeki sudah diatur Allah. We said goodbye to London. Tahun berganti. Ibam bekerja sebagai konsultan eksternal kementerian sejak Januari 2020. Setelah kondisi kesehatannya makin nurun pasca stroke ringan, Ibam curhat ke aku kalau dia ingin resign. Dia ingin bangun startup sendiri sama temannya supaya bisa kerja sambil bedrest dari rumah. Di Juli 2024, setelah nabung dan kumpulin modal, mimpi sederhana itu akhirnya dimulai. Dia resign dan bikin startup AI yang support kesehatan mental. Tapi mimpi itu ngga bertahan lama. Tanggal 23 Mei 2025, hidup kami berubah drastis. Hari itu, ngga ada angin ngga ada hujan, rumah kami digeledah oleh APH (Aparat Penegak Hukum). Seumur hidup, belum pernah aku gemetar ketakutan seperti itu. Melihat petugas berseragam loreng hijau dan tim penyidik ada didalam rumah kami dengan jumlah yang ngga sedikit. Dengkul rasanya mau copot. Apa yang mereka tuduhkan terhadap Ibam? Tindak Pidana Korupsi yang merugikan negara. Rasanya seperti disambar petir. Ini kaya mimpi! Mustahil Ibam korupsi. Aku istri yang selalu bisa akses semua rekeningnya. Tidak pernah ada "uang kaget" atau dana ghaib masuk. Semua murni dari gajinya. Rasanya saat itu juga aku ingin langsung menyodorkan mutasi rekening kami ke para penyidik dan bilang, "Silakan cek, Pak!" Tidak ada yang kami tutupi. Lagipula, kalaupun Ibam dituduh merugikan negara, di bagian mana dia punya wewenang untuk ambil keputusan? Ibam selalu serahkan keputusan ke kementerian, he never had any authority to decide. Juli 2025, mimpi buruk itu menjadi nyata. Ibam ditetapkan sebagai tersangka. Aku menangis sejadi-jadinya, membayangkan nasib anak-anak kami. Coba bayangkan. Ibam itu posisinya cuma konsultan eksternal. Bukan pejabat, bukan PNS, apalagi pengambil keputusan. Tapi anehnya, dia malah dituduh "mengarahkan pengadaan" oleh para pejabat. Padahal dari awal Ibam kasih masukan tertulis untuk Windows juga, bukan cuma Chromebook. Dan sudah wanti-wanti kalau mereka mau pakai Chromebook ada risiko yang mereka perlu pastiin dulu. Tapi wanti-wantinya ngga didengar. Pejabat tetap jalan dengan keputusan mereka sendiri. Dan ketika jadi perkara, malah Ibam yang disalahin. Logikanya, kalau ada niat jahat untuk mengarahkan, kenapa mesti wanti-wanti soal risikonya? Ibam sudah berbuat layaknya seorang konsultan, kasih masukan objektif lalu serahkan keputusan ke pejabat. Yang lebih bikin nyesek, namanya dicatut di dalam SK dan kajian yang Ibam sendiri nggak pernah lihat wujudnya sampai kasus ini meledak. Di kajian itu ada kolom tanda tangan banyak orang dan kolom Ibam jelas-jelas kosong, tapi dia tetap dituduh yang nyusun kajiannya. Sekarang, Ibam jadi tahanan kota karena kondisi jantungnya yang rentan. Kami kehilangan segalanya. Ibam kehilangan pekerjaan, startup-nya berhenti dan harus layoff semua karyawan, dan keluarga kami kehilangan sumber nafkah. Tabungan kami sekarang hampir habis. Aku yang hanya ibu rumah tangga sekarang harus berdiri tegak mencari keadilan, termasuk mencari kuasa hukum yang sebisa mungkin pro bono karena kami ngga sanggup bayar pengacara Tipikor yang biayanya selangit. However, I truly believe there will always be a silver lining in everything, and Allahโ€™s plan is always the best. Mungkin ini cara Allah mau menaikkan derajat Ibam di sisi-Nya. Di balik status tersangka ini, aku tahu integritas suamiku tak pernah berubah sejak kami susah payah di Belanda dulu. Aku memohon doa dan dukungan dari teman-teman semua untuk membagikan dan menyuarakan ketidakadilan ini. Semoga Ibam diberikan kebebasan dan keadilan. Semoga kami dan anak-anak bisa kembali hidup normal, dan badai ini segera berlalu. Allahumma aamiin.

Ibrahim Arief

515,559 ๆฌก่ง‚็œ‹ โ€ข 9 ไธชๆœˆๅ‰

๐Œ๐๐†, ๐Œ๐ž๐ง๐œ๐ž๐ ๐š๐ก ๐’๐ญ๐ฎ๐ง๐ญ๐ข๐ง๐  ๐†๐ข๐ณ๐ข & ๐ƒ๐ฎ๐ค๐ฎ๐ง๐ ๐š๐ง ๐๐จ๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ค. Kalau tadi siang kita mengulas tentang MBK, maka sebelum malam berganti hari, mari sedikit kita intip tentang MBG. Bayangkan, jumlah 32.000 orang, di atas kertas mereka adalah laskar gizi, juru masak garda depan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun, di mata para perancang strategi, mereka adalah investasi. Karena di balik uap nasi dan seragam dapur, ada uniform politik. Di dapur-dapur raksasa itu, aroma yg tercium bukan hanya bawang goreng atau nasi yg baru matang. Ada aroma lain yang lebih pekat, lebih politis yg menyelinap di antara desis kompor dan denting panci. Tiba-tiba, label "pegawai honorer" atau "pekerja kontrak" dirasa tak cukup. Mereka harus dibalut dengan seragam khusus, disematkan lencana Korpri, dan diberi "takhta" bernama ASN. Sebuah lompatan status sosial yg di negeri ini setara dengan memenangkan lotre kehidupan. Siapa yg akan menolak jaminan pensiun dan gaji tetap di tengah ekonomi yg serba tak pasti..?, tidak ada. Dan di situlah letak jeniusnya (atau mungkin liciknya). Sebab dalam kalkulator kekuasaan, angka 32.000 itu tidak pernah berdiri sendiri. Ia adalah hulu ledak dengan daya ganda. Satu seragam ASN bukan hanya mengikat satu jiwa, tapi menyandera satu meja makan keluarga. Asumsikan satu pekerja menanggung atau mempengaruhi empat kepala, ada istri, suami, anak yg baru cukup umur, atau orang tua yg menumpang hidup. Dalam sekejap mata, 32.000 berubah menjadi 128.000 loyalitas yg terkunci. Bukan dengan paksaan senjata, tapi dengan rasa โ€œberutang budiโ€ dan ketakutan klasik akan hilangnya periuk nasi. Namun, jaring laba-laba ini tak berhenti hanya disitu, ia melebar lebih jauh dari sekadar ruang keluarga. Lihatlah ke pasar, ke pengepul telur, ke petani sayur, hingga ke supir boks pengantar katering. Mereka semua kini menjadi gerbong yg ditarik oleh lokomotif yg bernama MBG. Ketika status para juru masak ini dipermanenkan, maka status para vendor dan supplier pun ikut dipatenkan, apalagi tidak ada aturan tender disitu. Para supplier bahan pangan kini paham satu hal, bahwa kelangsungan bisnis mereka bergantung pada kelangsungan program ini. Dan kelangsungan program ini bergantung pada siapa yang duduk di singgasana. Rantai pasok ini tidak lagi sekadar urusan logistik, ia telah bermutasi menjadi rantai komando politik. Pada akhirnya, kita diajak melihat sebuah pertunjukan sulap yg memukau. Di satu tangan, mereka menyuapkan gizi untuk mencegah stunting anak bangsa. Namun di tangan lain, di bawah meja, mereka sedang sibuk merajut jaring pengaman suara untuk mencegah stunting dukungan politik. Di negeri ini, pepatah lama itu menemukan bentuk paling harfiahnya, โ€œTidak ada makan siang yg benar-benar gratisโ€. Karena tagihannya akan selalu datang lima tahun sekali, di bilik suara.

๐‹๐ˆ๐‘๐€ โฝแดผแถ แถ โฑแถœโฑแตƒหกโพ

19,679 ๆฌก่ง‚็œ‹ โ€ข 8 ไธชๆœˆๅ‰

Saran untuk BGN: Libatkan Langsung Tenaga Medis Senior Puskesmas (Dokter, Perawat, Bidan) untuk mendampingi Sanitatian dan Nutrisionis tidak hanya dalam hal Pembinaan dan Pengawasan saja tapi juga Penindakan! PERANG MELAWAN KERACUNAN MBG! SELURUH PETUGAS MEDIS PUSKESMAS HARUS DITERJUNKAN DAN DIBERI KEWENANGAN SERTA LANDASAN HUKUM. Maraknya kasus keracunan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) perlu menjadi bahan evaluasi serius, terutama dari sisi higiene, sanitasi, dan pengendalian kontaminasi. Saya menyarankan agar Badan Gizi Nasional (BGN) mempertimbangkan keterlibatan langsung TENAGA MEDIS senior di Puskesmas, khususnya Dokter, perawat dan bidan yang berpengalaman, sebagai bagian dari tim pengawasan pembinaan dan penindakan di lapangan. Tenaga Medis terbiasa bekerja berdasarkan SOP dan protap, serta memiliki pemahaman yang kuat mengenai prinsip aseptik dan antiseptik, kebersihan alat, pencegahan kontaminasi silang, serta pengendalian risiko infeksi. Pola kerja tersebut sangat relevan diterapkan dalam rantai penyediaan makanan MBG. Yang perlu diperhatikan bukan hanya proses memasak. Keamanan pangan merupakan rangkaian proses, mulai dari pemilihan bahan, pengolahan, penyimpanan, distribusi, penyajian, hingga proses pencucian dan sanitasi ompreng atau wadah makanan. Khusus pada proses pencucian ompreng, pengawasan perlu diperketat. Wadah yang digunakan berulang kali harus benar-benar bersih dan memenuhi standar sanitasi. Kesalahan dalam pencucian, pembilasan, penggunaan air, penggunaan bahan pembersih, pengeringan, maupun penyimpanan dapat menjadi titik masuk kontaminasi. Tenaga Medis ( dokter , perawat, bidan) memiliki budaya kerja yang sangat sensitif terhadap prinsip kebersihan. Ompreng MBG harus diperlakukan dengan standar kehati-hatian yang tinggi,ibarat memperlakukan instrumen tindakan medis sederhana: bersih, terkontrol, dan tidak boleh ada tahapan yang dianggap sepele. Karena itu, Selain Sanitasi dan Nutrisionis BGN dapat menambah Tim Pengawasan Higiene dan Sanitasi MBG yang melibatkan perawat dan bidan senior Puskesmas secara langsung. Mereka dapat melakukan pemeriksaan berkala, memberikan edukasi kepada pengelola dapur, mengawasi prosedur pencucian dan sanitasi wadah, serta membantu melakukan identifikasi dini terhadap potensi risiko kontaminasi. Ini bukan soal mengambil alih tugas pengelola dapur MBG, tetapi menambahkan lapisan pengawasan dari perspektif Sepsis asepsis. Program MBG adalah program besar yang menyentuh jutaan anak. Maka, prinsipnya sederhana: makanan bergizi harus aman dikonsumsi. Jangan sampai niat memberikan gizi justru menimbulkan risiko kesehatan. Keterlibatan langsung tenaga Medis Puskesmas yang berpengalaman ( Tidak hanya Sanitatian & Nutrisionis) dapat menjadi salah satu langkah preventif untuk memperkuat sistem keamanan pangan MBG dari tingkat lapangan. Hitam di atas putih perang Puskesmas terlihat bagus , mereka berperan penting dalam mengawasi dan membina Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Tugas utamanya meliputi inspeksi kesehatan lingkungan dapur, pengawasan higiene penjamah makanan, pengecekan kualitas air bersih dan sanitasi, serta edukasi gizi dan pencegahan keracunan pangan. Peran puskesmas Jangan Sekadar Menjadi Petugas Sensus dan Penyuluh Dalam pelaksanaan pengawasan program MBG di lapangan, peran petugas Puskesmas perlu diperkuat. Jangan sampai petugas yang turun hanya berfungsi seperti petugas sensus atau penyuluh keliling, melakukan pendataan dan memberikan edukasi, tetapi tidak memiliki kewenangan untuk melakukan intervensi / penindakan ketika menemukan potensi pelanggaran yang dapat membahayakan kesehatan penerima manfaat. Jika petugas Medis Puskesmas memang tidak memungkinkan untuk ditempatkan secara langsung sebagai bagian dari struktur SPPG, maka setidaknya perlu dibuat regulasi yang memberikan mandat dan kewenangan yang jelas kepada Puskesmas sebagai pengawas kesehatan SPPG. >>>>

Miss tweet

175,154 ๆฌก่ง‚็œ‹ โ€ข 1 ไธชๆœˆๅ‰

KDM SANG GUBERNUR BANCI ๐Ÿšจ Petani Sukajaya Dibanting Aparat, Mana Kamera & suara KDM sang BANCI ITU Sebuah rekaman memilukan mendadak viral, Petani asli Sukajaya, Tamansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang bertahan secara damai demi mempertahankan ruang hidup dan mata air mereka, diduga mengalami tindakan represif hingga dibanting oleh oknum aparat yang menjadi bemper korporasi swasta (PT PMC). Di saat tubuh petani Sukajaya diinjak-injak dan dituduh KRIMINAL oleh narasi korporasi, publik Jawa Barat menanti suara sang Gubernur BANCI. Namun, yang didapat rakyat justru keningin dan kesunyian dari Gedung Sate. Mari kita cermati wak, kepemimpinan berbasis Konten vs Kebijakan Nyata ini secara objektif 1. Eksploitasi Kemiskinan demi Konten, Tapi Bungkam Saat Hadapi Oligarki Publik sudah sangat terbiasa melihat KDM tampil heroik di platform medsos marah-marah ke warga kecil, menangisi nasib lansia di desa, atau membagi-bagikan uang tunai di depan kamera YouTube demi angka VIEWS dan ENGAGEMENT. Namun, ada pola berbahaya yang kian membatu wak. - Ketika rakyat miskin berhadapan dengan masalah personal, KDM hadir lengkap dengan kamera produksi. - Namun ketika rakyat kecil berhadapan dengan raksasa oligarki, penggurusan lahan, dan represi aparat seperti di Sukajaya Bogor, kamera mendadak mati dan suara sang Gubernur BANCI hilang. Apakah air mata dan simpati itu hanya berlaku jika subjeknya bisa dijadikan komoditas konten yang tidak berisiko politik? 2. Tanda Tangan Gubernur Lebih Membela Rakyat Dibanding 1.000 Video YouTube Tugas utama seorang Gubernur adalah tugas MANAJERIAL dan POLITIS STRATEGIS, menerbitkan Pergub, menyusun Perda perlindungan lahan pertanian, serta memanggil Kapolda untuk menghentikan represi aparat terhadap warga sipil. Satu lembar surat keputusan atau tanda tangan Gubernur jauh lebih sanggup menyelamatkan masa depan ribuan petani dibanding ratusan episode drama NGONTENIN orang MISKIN. KDM dipilih untuk mengeksekusi wewenang negara, bukan untuk menjadi CONTENT CREATOR berbekal rompi dinas! 3. Ambisi Pilpres 2029 di Atas Penderitaan Warga Jawa Barat Gaya kepemimpinan yang minim eksekusi struktural namun gila pencitraan ini memicu spekulasi yang kian terang benderang wak. Apakah Jawa Barat hanya dijadikan BATU LONCATAN dan panggung baliho berjalan demi mengejar elektabilitas Pilpres 2029? Jika energi dan anggaran waktu Gubernur habis untuk safari pencitraan dari satu kamera ke kamera lain demi tabungan modal politik 2029, maka rakyat Sukajaya dan seluruh warga Jabar yang tertindas konflik agraria akan terus menjadi korban pembiaran sistemik. Hentikan eksploitasi narasi kerakyatan jika pada praktiknya rakyat yang dibanting aparat justru dibiarkan berjuang sendirian! Masyarakat Jawa Barat menuntut kerja nyata, sanjungan kebijakan, dan ketegasan pasang badan dari seorang Gubernur bukan sekadar konten drama harian di YouTube. #AllEyesOnSukajaya โœŠ Bagaimana pandangan kalian wak? Apakah kalian setuju tugas Gubernur adalah membuat aturan tegas untuk rakyat, bukan sekadar ngonten?

Sumatera Adil & Federal

222,488 ๆฌก่ง‚็œ‹ โ€ข 1 ไธชๆœˆๅ‰

Sungguh sebuah orasi yang sangat visioner, tajam, dan... berhasil menembak kaki sendiri dengan akurasi 100%. Teruslah omon... โ€‹Rapor Merah yang Ditulis Sendiri โ€‹Sungguh sebuah momen epic comeback terbaik abad ini ๐Ÿคฃ Kita harus berterima kasih atas kejujuran tanpa tedeng aling-aling dari podium itu. Jarang-jarang ada pemimpin yang begitu visioner sampai-sampai bisa MERAMALKAN KEGAGALANNYA sendiri secara PRESISI sebelum datanya dirilis oleh Bank Dunia ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ โ€‹Ketika beliau berapi-api MENUDING bahwa "kemiskinan terjadi karena PEMIMPIN yang GOBLOK, tidak handal, dan tidak kuat menghadapi intervensi asing," kita mengira beliau sedang mengritik VOC atau penjajah abad ke-17 ๐Ÿคฃ Ternyata, itu adalah sesi refleksi diri dan pembacaan sinopsis untuk masa pemerintahannya sendiri. Sebuah pidato yang melompati sekat waktu! ๐Ÿ˜ฑ๐Ÿคฃ โ€‹Prestasi 194 Juta Jiwa: Di bawah kepemimpinan yang katanya handal, kita sukses mendaftarkan 68,2% populasi negara ini ke dalam klub elit "Miskin Internasional" versi standar terbaru US$ 8,30 per hari. Naik kelas? Jelas tidak. Ini namanya memperluas wilayah kekuasaan... kekuasaan kemiskinan, maksudnya ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ sampai ke anak-cucu... โ€‹Melonjak Indah dari 2024: Jika di akhir era sebelumnya kita "cuma" punya 171,8 juta jiwa yang megap-megap di garis rentan, sekarang angkanya MELOMPAT GAGAH seperti Serdadu yang baru Selesai RETRET. Ini bukan sekadar angka, ini adalah bukti nyata dari manajemen SALAH URUS yang konsisten dan berkelanjutan. โ€‹Tapi tolong, jangan panik! Rakyat dilarang miskin secara visual. Mengapa harus pusing memikirkan DAYA BELI riil di akar rumput yang makin amblas, kalau anggaran fiskal kita bisa dialokasikan dengan sangat estetik untuk proyek-proyek kosmetik bergengsi dan belanja impor super mahal? Logikanya sangat tingkat tinggi: perut boleh kosong, otak silakan Bodoh. yang penting belanja luar negeri tetap mentereng agar kita terlihat "baik-baik saja" di mata dunia. Ide yang sangat jenius, bukan? โ€‹Jika kemiskinan adalah cermin dari ketidakbecusan pemimpinnyaโ€”seperti yang Anda (prabowo) katakan sendiri di podium ituโ€”maka SELAMAT. Anda tidak perlu repot-repot mencari KAMBING HITAM atau MENYALAHKAN hantu intervensi ASING. RAPOR MERAH itu TIDAK DITULIS oleh OPOSISI, tidak juga DIGUBAH oleh pengamat ASING. Rapor merah itu Anda tanda tangani sendiri dengan tinta emas kebijakan yang salah urus. ๐Ÿ˜Ž โ€‹Terima kasih atas kejujurannya. Setidaknya rakyat sekarang tahu, ketika mereka lapar karena DAYA BELI nya semakin HANCUR, itu terjadi persis seperti teori yang prabowo khotbahkan: karena pemimpinnya memang... ah, sudahlah. ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ โ€‹:: WeKa ::

Wawat Kurniawan (WeKa) ๐Ÿ‡ฒ๐Ÿ‡จ

83,952 ๆฌก่ง‚็œ‹ โ€ข 3 ไธชๆœˆๅ‰

"Stunting , Bocornya Anggaran Kesehatan dan Ketahanan Bangsa" Adakah sahabat yang ikut acara pelatihan yg dibiayai negara, dapat uang tidak suai dg yg tertulis dikertas tanda terima yg kita tandatangani, dengan alasan untuk potong ini itu ? Dan acara yg dibuat dalam undangan resminya misal 3 hari plus 3 hari nginap di hotel, ternyata hanya dilaksanakan 2 hari oleh panitia ? Begitulahโ€ฆ Ini baru satu program yg akhirnya diketahui dan diungkap oleh Pak mengalami kebocoran anggaran, program kesehatan pencegahan stunting. Stunting merupakan satu dari 9 program kesehatan Pak Jokowi yang tidak juga berhasil diselesaikan, padahal 2 periode era pemerintahan Pak Jokowi sudah akan berakhir. Kemenkes layak dapat Rapor Merah, karena 9 dari 10 target program kesehatan Pak Jokowi yang dilaksanakannya berpotensi meleset.(Bappenas) Stunting adalah kondisi dimana tinggi badan anak lebih rendah daripada standar usianya, akibat kurang gizi jangka panjang atau berulang, biasanya terkait dengan kemiskinan, kesehatan dan gizi ibu yang buruk, sering sakit dan / atau pemberian makanan dan perawatan yang tidak tepat pada awal kehidupan. Stunting mencegah anak-anak mencapai potensi fisik dan kognitif mereka. (WHO) Stunting akan menghasilkan generasi penerus bangsa yang lemah, tidak mampu mandiri, apalagi untuk mampu bersaing dengan bangsa lain. Kita sudah memasuki era globaliasasi, sesuatu yang memang tidak mungkin ditolak. Mirisnya, pemerintah seakan kurang memperhatikan nasib rakyatnya. Rakyat saat ini sedang kekurangan lapangan pekerjaan, apalagi pandemi lalu menyebabkan banyak orang yang bukan saja kehilangan anggota keluarga tapi juga kehilangan pekerjaan. Belum lagi kebutuhan hidup yang semakin tinggi akibat kenaikan BBM, listrik, gas dan kebutuhan pokok lainnya. Rakyat sungguh dalam kondisi yang sulit. Namun pemerintah terlihat malah semakin membuka peluang bagi WNA untuk masuk bekerja di negara kita, seakan tidak mempertimbangkan semua ini. Sudah bukan pemandangan asing lagi jika kita melihat bahwa WNA yang masuk dan bekerja di negara kita ini ternyata bukan sebagai tenaga ahli. Selalu saja ada alasan untuk hal ini sebagai upaya melegalkannya. Semua ini akan menjadi tantangan berat bagi generasi bangsa kita, mereka harus lebih kuat dan siap lagi untuk mampu bersaing menghadapi bangsa asing di negara sendiri. Namun dengan lahirnya banyak generasi stunting, bukan tidak mustahil akhirnya mereka akan kalah menghadapi persaingan ini sehingga mereka tersingkirkan. Jika para pemimpin negeri ini tidak juga peduli.. Bukan hal mustahil jika kelak rakyat Indonesia, bukan hanya akan menjadi budak namun bahkan akan menjadi tamu (orang asing) teringkirkan dari negeri sendiri. Ngeri ๐Ÿ˜ญ Jangan lupa, sudah banyak rakyat bangsa lain yang mengalaminya...Naudzubillah.. Kembali ke anggaran kemenkes yang bocor.. Jika menjaga amanah uang program stunting saja tidak mampu sehingga bocor, Apa iya akan mampu amanah menjaga informasi genetik (genom) rakyat Indonesia yang merupakan Big Data penting yang menyangkut Ketahanan dan Pertahanan Bangsa ?? Apalagi mau kerja sama dengan asing pula. Maaf, saat ini demi menjaga masa depan bangsa dan negara, kami putuskan untuk #TolakRUUKesehatan Dan Nakes akan terus semangat bersama rakyat #TolakRUUKesehatan yg berpotensi membahayakan keselamatan bangsa dan negara.

Eva Sri Diana Chaniago

29,360 ๆฌก่ง‚็œ‹ โ€ข 3 ๅนดๅ‰

KRONOLOGI KERACUNAN MBG DI BRASTAGI ๐Ÿ—ฃ๏ธ Pengumumannya Pas Udah Pada Makan!, Borok Keteledoran SOP Proyek MBG Dibongkar Langsung Siswi Berastagi Siaran langsung TokTok seorang siswi SMAN 1 Berastagi, Karo, Sumatra Utara, mendadak viral usai membongkar fakta konyol sekaligus mengerikan di balik keracunan massal menu Makan MBG. Menu berisi lauk ikan (tongkol/dencis) didistribusikan sekitar pukul 12.50 WIB dan langsung dikonsumsi siswa di kelas. Namun, puncak kebobrokannya ada pada sistem peringatan daruratnya PAS SETELAH MAKAN, ada pengumuman: JIKA ADA YANG MERASA TIDAK NYAMAN, enggak usah dimakan MBG-nya biar dikembalikan. Kayak gitu. Sedangkan di situ kita udah buka dan makan MBG-nya! celoteh siswi tersebut dengan nada polos namun menohok. Tak lama setelah instruksi KASIP itu berbunyi, gejala gatal-gatal di mulut, mual, hingga muntah pecah di mana-mana. Sirine ambulans meraung-raung dan puluhan siswa harus dilarikan ke RS Amanda dan RS Efarina Berastagi. MARI KITA BEDAH WAK KUโณ๏ธ 1. Logic-nya Di Mana? Peringatan Datang Setelah Makanan Masuk Perut! Ini bukan sekadar TERLAMBAT MEMBERI TAHU, tapi bukti nyata kebingungan dan kelalaian total dari pihak pengelola/vendor di lapangan wak. - Jika sudah tahu ada potensi masalah pada kualitas ikan, KENAPA makanan tetap didistribusikan ke meja-meja kelas? - Mengapa tidak ada penarikan makanan secara serentak sebelum jam makan dimulai? Menyarankan anak-anak untuk tidak makan saat makanan SUDAH HABIS dikonsumsi adalah bentuk lelucon pahit yang mengorbankan keselamatan jiwa! 2. Indikasi Ikan Busuk / Histamin Toxic Gejala gatal-gatal mendadak di area mulut dan mual usai menyantap ikan laut (tongkol/dencis) adalah indikasi klasik keracunan Scombroid /penumpukan kadar histamin tinggi akibat ikan yang sudah tidak segar, salah penanganan rantai dingin/. Ini membuktikan bahwa vendor catering MBG di lapangan diduga kuat menggunakan bahan baku murah/rusak demi mengejar margin keuntungan proyek! 3. Stop Bikin Klarifikasi Formalitas, Seret Vendor ke Jalur Pidana! Anak-anak sekolah ini bukan bahan eksperimen FOOD TESTING. Pihak BGN, Dinas Pendidikan, dan Kepolisian setempat tidak boleh cuma datang bawa kamera untuk besuk korban. Masyarakat menuntut - Blacklist permanen dan periksa secara hukum vendor penyedia MBG di SMAN 1 Berastagi. - Buka hasil laboratorium sampel ikan secara transparan kepada publik! - Pecat pihak yang bertanggung jawab atas penanganan SOP yang sangat amat konyol ini. Kejujuran polos dari siswi Berastagi ini adalah tamparan keras bagi pejabat yang selama ini selalu mengklaim program MBG AMAN dan TERKENDALI. Bagaimana menurut kalian wak? Apakah penyedia makanan beracun seperti ini cukup minta maaf atau harus dipidana?

Sumatera Adil & Federal

358,434 ๆฌก่ง‚็œ‹ โ€ข 1 ไธชๆœˆๅ‰

Konpres Gub BI, Pimpinan DPR, Menkeu dan Mensetneg. Overall, pernyataan resmi mrk sangat defensif dan normatif Mari bahas satu per satu.. 1. Pembukaan Pimpinan DPR (Prof. H. Sufmi Dasco Ahmad ) Pokok pernyataan: DPR mengundang BI dan Menkeu untuk โ€œevaluasi perkembangan ekonomiโ€ dan โ€œkoordinasi fiskalโ€“moneterโ€ demi pertumbuhan ekonomi yang lebih baik. Disebut ada โ€œbeberapa kesepakatanโ€ yang akan dijelaskan masingโ€‘masing pihak. 1.1. DPR tampil sebagai fasilitator, bukan pengawas. Ucapannya menekankan โ€œkoordinasiโ€ dan โ€œsinergiโ€ tetapi tidak sekalipun menyebut fungsi pengawasan, check and balance, atau mandat konstitusional DPR terhadap pemerintah dan BI. Dengan konteks kritik publik bahwa DPR sering lebih jadi โ€œhumas presiden/pemerintahโ€ daripada pengawas, ini mengaatakan citra DPR sebagai bagian dari eksekutif, bukan lembaga kontrol. 1.2. โ€œEvaluasiโ€ tanpa metrik dan tanpa pengakuan masalah. Dasco menyebut โ€œevaluasi perkembangan ekonomiโ€ tetapi tidak ada satu angka pun: kurs rupiah di level berapa, volatilitas apa, tekanan apa di pasar, atau indikator kerentanan (CAD, debt service, dsb). Ini membuat istilah โ€œevaluasiโ€ tampak kosmetik, bukan proses kebijakan berbasis data. 1.3. โ€œBeberapa kesepakatanโ€ tidak dijelaskan oleh DPR, langsung menyerahkan panggung ke BI dan Menkeu. DPR tidak mengklaim posisi politiknya, seolah hanya meminjam otoritas teknokrat untuk menenangkan pasar, bukan menyatakan sikap mewakili rakyat. 1.4. Tidak ada rujukan pada dampak sosial. Dari DPR, tidak terdengar satu kalipun menyebut pekerja, UMKM, buruh, atau rumah tangga rentan. Fokusnya teknokratis, koordinasi lembaga. Ini membuka narasi bahwa DPR lebih sibuk mengamankan persepsi pasar daripada melindungi konstituen. 1.5. Pimpinan DPR tampak lebih nyaman menjadi moderator konferensi pers pemerintah ketimbang menjalankan fungsi pengawasan dan menyuarakan keresahan warga yang paling terdampak pelemahan rupiah. 2. Pernyataan Gubernur BI Pokok pernyataan: Koordinasi fiskal moneter โ€œsangat-sangat eratโ€, difokuskan menjaga stabilitas ekonomi dan pertumbuhan. Dua langkah utama: 1). Meningkatkan daya tarik/imbal hasil agar capital inflow kembali masuk, setelah sebelumnya ada outflow akibat kenaikan bunga luar negeri. 2). Menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang dan perbankan lewat penempatan kas pemerintah di BI dengan remunerasi (bunga) yang ditingkatkan. Mengulang keyakinan bahwa fundamental ekonomi Indonesia โ€œbagusโ€. 2.1. Koordinasi โ€œeratโ€ vs hasil di lapangan. Klaim โ€œkoordinasi sangat-sangat eratโ€ tetapi realitas rupiah melemah cukup dalam dan memicu keresahan pedagang, impor naik, dan tekanan harga. Jika koordinasi sudah โ€œeratโ€, kenapa responsnya terkesan terlambat dan reaktif? 2.2. Strategi high interest trap. - Fokus pada menaikkan daya tarik imbal hasil untuk menarik portfolio inflow berarti bergantung pada hot money jangka pendek dan instrumen portofolio (saham, SBN). Itu rentan sudden stop. - kebijakan ini bisa menekan sektor riil melalui suku bunga yang lebih tinggi, memukul kredit produktif, dan dalam jangka menengah justru mengerem pertumbuhan yang mereka klaim ingin dijaga. 2.3. Likuiditas lewat kas pemerintah di BI - Menjaga kas pemerintah tetap di BI dengan bunga lebih tinggi artinya Pemerintah mendapat insentif finansial untuk menahan belanja (karena kas mengendap diberi bunga). - Ini bisa kontraโ€‘siklis terhadap ekonomi di saat ekonomi butuh stimulus fiskal (belanja infrastruktur, bantuan sosial, dsb), APBN justru โ€œbetah parkirโ€ di BI demi bunga, bukan mengalir ke rakyat. - Pemerintah diinsentifkan menyimpan uang di bank sentral, bukan mengucurkannya ke dapur rumah tangga dan pelaku usaha 2.4. โ€œFundamental bagusโ€ tanpa transparansi indikator. Klaim โ€œfundamental ekonomi kita bagusโ€ tanpa menyebut indikator sprt pertumbuhan PDB, defisit, current account, posisi cadangan devisa, atau debt ratio membuat pernyataan ini terdengar sloganis, bukan diagnosis. Setiap krisis di masa lalu juga diawali dengan mantra โ€œfundamental kita kuatโ€. 2.5. Tidak menyentuh akar struktur eksternal. - BI menyebut kenaikan suku bunga luar negeri sebagai penyebab outflow, tetapi tidak menjelaskan bagaimana strategi diversifikasi sumber devisa, pengurangan ketergantungan impor pangan/energi, atau reform struktural lainnya. - Terlalu fokus pada manajemen portofolio jangka pendek, bukan memperkuat struktur neraca pembayaran dan basis industri. 3. Pernyataan Menteri Keuangan Pokok pernyataan: Menyebut RAPBN/pertemuan APBN menunjukkan fundamental dan fiskal โ€œamat baikโ€. Fokus ke depan memastikan kebijakan fiskal berjalan dengan baik agar pertumbuhan makin cepat dan memperkuat koordinasi dengan bank sentral. Sinergi fiskalโ€“moneter diharapkan mengembalikan kepercayaan pasar dan memperbaiki nilai tukar rupiah. Contoh mikro, pedagang tahu/tempe tergerus margin karena bahan baku impor dengan kebijakan yang lebih baik, rupiah stabil dan beban hidup tidak naik signifikan. 3.1. โ€œFiskal amat baikโ€ vs kenyataan beban hidup. - Klaim bahwa fiskal โ€œamat baikโ€ akan terlihat sinis bagi publik yang menghadapi harga kebutuhan pokok dan biaya hidup yang membengkak. - Menkeu bicara sehatnya spreadsheet APBN, tapi mengabaikan โ€œdefisit kesejahteraanโ€ di rumah tangga. 3.2. Ketergantungan impor diakui, solusi struktural tidak jelas. - Menkeu mengakui tahu/tempe terganggu karena bahan baku impor. Ini sebenarnya pengakuan kelemahan struktur pangan, ketergantungan kedelai impor. - Tapi solusi yang ditawarkan hanya โ€œmenstabilkan rupiahโ€, bukan reform ketahanan pangan (diversifikasi sumber kedelai lokal, kontrak jangka panjang, dsb). Ini solusi kurs sentris, bukan reform sektor riil. 3.3. Mantra โ€œkebijakan menyatu = kurs membaikโ€. - Ada asumsi linear, begitu fiskal moneter sinkron, kurs otomatis menguat dan masalah selesai. Padahal, ekspektasi pasar ditentukan juga oleh kredibilitas politik, risiko stability, dan konsistensi jangka panjang. Narasi ini oversimplified dan tidak menyentuh faktor governance, korupsi, dan kualitas belanja. - Contoh persoalan mikro yang diberikan digunakan sebagai token empati. Menyebut penjual tahu/tempe dan ibu rumah tangga tanpa menyajikan kebijakan konkret (bansos adaptif harga, subsidi targeted, skema lindung nilai bahan baku impor) cenderung menjadi โ€œstorytellingโ€ kosong. Empati suku bunga menjadikan rakyat kecil sekadar โ€œilustrasi persโ€ bukan subjek kebijakan. 3.3. Tidak ada komitmen transparansi dan timeline. - Tidak ada target. Kapan rupiah distabilkan di kisaran berapa, bagaimana batas toleransi depresiasi, atau timeline eksekusi kebijakan yang disepakati dengan BI? - Pernyataan ini lebih mirip โ€œpress release moralโ€ daripada rencana kerja yang bisa diukur dan dipertanggungjawabkan. 4. Pernyataan Metsetneg Pokok pernyataan: Mengucapkan terima kasih ke pimpinan DPR yang memfasilitasi. Menekankan pentingnya koordinasi yang erat antara pemangku kepentingan ekonomi demi menjaga moneter dan fiskal di posisi yang kita harapkan. Mengatakan fundamental ekonomi cukup kuat, tapi pemerintah harus mendorong pertumbuhan sektor riil: pangan, energi, perikanan, industrialisasi dan hilirisasi. Mengajak tetap optimis, berharap nilai tukar segera kembali ke level yang diharapkan. 4.1 Koordinasi sebagai โ€œsinyalโ€, bukan substansi. - Pemerintah memuja momen ini sebagai โ€œgambaran sinyal koordinasiโ€. Itu jelas framing komunikasi, bukan substansi kebijakan. - Pemerintah lebih fokus pada mengirim sinyal ke pasar dan media daripada menyajikan detail program. 4.2. Daftar sektor (pangan, energi, perikanan, hilirisasi) sangat generik. - Hampir tidak ada yang baru. Itu daftar jargon program pemerintah beberapa tahun terakhir. Disebut sebagai โ€œshopping listโ€ sektor tanpa penjelasan bagaimana pelemahan rupiah mengubah prioritas, desain insentif, atau realokasi anggaran di sektor tersebut. 4.3. Optimisme tanpa mitigasi risiko. - Ajakan tetap optimis tidak diikuti penjelasan scenario planning. Kalau rupiah melemah lebih dalam, cadangan devisa turun, atau terjadi capital flight, apa opsi kebijakan yang sudah disiapkan? Narasi tunggal โ€œoptimisโ€ rawan dilihat sebagai denial atas potensi krisis. 4.4 Ketiadaan dimensi politik dan tata kelola. - Tidak ada pembahasan soal bagaimana politik anggaran, lobi sektor, atau governance akan diperbaiki untuk mengakselerasi program pangan, energi dsb. - Krisis kurs tidak hanya soal teknis ekonomi, tetapi juga soal trust terhadap pemerintahan dan elite politik yang justru tidak disentuh.

King Purwa

12,058 ๆฌก่ง‚็œ‹ โ€ข 3 ไธชๆœˆๅ‰

Saya baru saja membaca hasil bahtsul masail Muktamar 35 NU kemarin. Akhirnya saya nyari hasil-hasil bahtsu yang lain, dan bagi saya bahtsul masail itu punya haibah yang luar biasa. NU ternyata tidak hanya sekadar membicarakan halal-haramnya kripto, misalnya. Tapi sudah memisahkan status fikih versi status hukum positif. Ini artinya, bahtsul masail NU tidak pernah enggan merinci teknologi, fiskal, ketenagakerjaan, hingga instrumen pidana negara. Nah, ada satu hal yang ingin saya usulkan supaya bahsul masail NU lebih ber-haibah lagi (tapi bukan karena sebelumnya tidak ber-haibah, tidak), yaitu: cara negara menghitung kerugiannya sendiri? Saya akan memberikan dua contoh yang terkini, karena masih hangat dan sering luput jadi pembahasan orang (padahal penting banget). Contoh pertama, pengadaan Chromebook era Nadiem Makarim, mantan Menteri Pendidikan. Kasus Nadiem ini kan sangat simpel: dia membeli Chromebook kemahalan. Soal ada saham GoTo, sindikasi Google, dan macem-macem itu turunannya. Karena kerjasama dengan siapa pun, selama tidak merugikan negara, maka tidak jadi masalah. BPKP mematok harga wajar satu Chromebook adalah Rp4,3 juta. Sedangkan Kemendikbudristek, di masa Nadiem, membelinya sekitar Rp5,6 juta. Selisilh antara Rp5,6 juta dikurangi Rp4,3 juta, dikali 1,2 juta laptop, maka angka itulah yang disebut: negara mengalami kerugian Rp1,5 triliun. Pada 40 SKU (e-Katalog), rata-rata Rp6,3 juta. Di e-commerce dijual Rp5-7 juta. Harga Chromebook terjelek dari Acer dijual Rp5 jutaan. Distributor saja menjualnya Rp4,6 juta, itupun ngepas alias tidak sampai mendapatkan laba. Kalau jatuh ke penjual atau reseller, tidak mungkin di angka itu. Jadi angka penghitung kerugian negara itu tidak ada di e-katalog, tidak ada di e-commerce, bahkan tidak ada di transaksi mana pun di periode Nadiem menjabat. Singkatnya: Nadiem terbukti (sesuai banding) membeli Chromebook lebih murah dari mana pun. Tidak ada satu pun harga yang mematok persis seperti kata jaksa: senilai Rp4,3 juta. Seperti yang diketahui di fikih, barang yang ditakar atau ditimbang diganti dulu dengan barang sejenis. Qimatul mitsl baru masuk ketika barang sejenis itu tidak tersedia, dan waktunya pun diperselisihkan: hari penggantinya tidak ada, hari penerimaan, hari kerusakan, atau hari perampasan. Tempatnya pun harus di Indonesia. Penaksirnya juga tidak boleh sembarang orang. Di bab diyat, misalnya, hakim memakai dua ahlul khibrah bidang kedokteran yang adil untuk memastikan hilangnya penglihatan atau pendengaran itu permanen atau tidak, baru sesudah itu diyat, qisas, atau masa tunggunya ditentukan. Intinya, jumlah dan keadilan penaksirnya mengikuti bab pembuktian. Pertanyaan bahtsu-nya: dasar penaksiran apa yang dipakai jaksa ketika Rp4,3 juta tidak pernah ditemukan di e-Katalog, e-commerce, dan pasar mana pun sehingga ia sah untuk memenjarakan Nadiem karena merugikan negara? Contoh kedua, kebijakan kuota haji era Gus Yaqut, mantan Menteri Agama. Dakwaannya mencantumkan kerugian negara sebesar Rp622.090.207.166,41. Rinciannya begini. Pertama, sekitar Rp438,22 miliar dari selisih penerimaan dan pengeluaran 313 travel haji khusus. Kedua, Rp39,95 miliar dari penjualan kuota petugas ke 128 jemaah. Terakhir, sekitar Rp143,92 miliar fee percepatan 2023 dan 2024. Keempat, KPK menyebarkan informasi bahwa 8.400 orang gagal berangkat haji gara-gara perubahan kuota ini. Keempatnya, ternyata, berdiri di atas asumsi: kuota tambahan 2024 seharusnya tetap 92:8 namun diubah 50:50. Ngitungnya begini: Kuota tambahan haji 2024 sebanyak 20.000. Jika dibagi rasio 92:8, maka haji reguler mendapatkan kuota sebanyak 18.400 (92%). Tapi karena kuotanya diubah 50:50, maka haji reguler hanya mendapatkan 10.000 (50%). Angka 18.400 dikurangi 10.000, itulah angka yang dimunculkan KPK bahwa "sebanyak 8.400 orang gagal berangkat haji", dan dari perhitungan itulah "kerugian negara sebesar Rp622.090.207.166,41". Seperti diketahui di fikih, manfaat yang hilang itu tidak semuanya ditanggung. Manfaat orang merdeka yang ditahan saja tidak wajib diganti selama manfaatnya tidak diambil atau orangnya tidak dipaksa bekerja, karena manfaat itu ada di tangannya sendiri. Manfaat masjid, jalan umum, pemakaman, dan tanah Arafah bisa disamakan: ditanggung karena tafwit (ada pihak yang mengambil atau memakai manfaatnya), bukan karena fawat (manfaatnya luput begitu saja tanpa ada yang mengambilnya). Nah, 8.400 itu tidak ada kursinya yang berpindah ke tangan menteri. Kursinya tetap terpakai jemaah Indonesia juga, cuma lewat jalur khusus. Dan setoran jemaah reguler tetap di rekening masing-masing, sehingga antreannya juga tidak dicoret. Pak Muhadjir Effendi sempat menjadi Menag ad-Interim tahun 2022, dan mendapatkan kuota tambahan sebanyak 10.000, namun akhirnya tidak diambil. Ketika ditanya apakah ada kerugian negara sebab kuota itu tidak diambil? Jawabnya: "Secara finansial, tidak ada (kerugian negara). Tapi (kita) telah kehilangan peluang untuk memanfaatkan 10ribu kuota tambahan itu." Pertanyaan bahtsu-nya: kalau 10.000 kuota yang sama sekali tidak diambil saja hanya dihitung sebagai kehilangan peluang dan bukan kerugian finansial, kenapa 8.400 yang cuma bergeser jalurnya bisa dinilai Rp622.090.207.166,41 dan dijadikan dasar memenjarakan Gus Yaqut? Siapa yang mau mengusulkan ini ke bahtsul masail?

Rumail Abbas

13,910 ๆฌก่ง‚็œ‹ โ€ข 21 ๅคฉๅ‰

Analisis tajam nan menohok disampaikan oleh akademisi/Dosen Fisipol UGM di ruang sidang DPR RI terkait udang di balik batu program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kita tidak boleh naif dalam membaca arah kebijakan publik yang berskala masif ini. Di balik jargon pemenuhan gizi anak sekolah, ada kalkulasi politik elektoral jangka panjang yang dirancang dengan sangat dingin menuju Pilpres 2029. โ€‹Dari mana angka target 82 juta penerima itu muncul? Secara statistik sains, basis datanya tidak pernah jelas. Namun jika dibedah lewat kacamata politik praktis, polanya terlihat benderang. Berdasarkan DPT Pilpres 2024 yang berjumlah sekitar 164 juta pemilih, angka 82 juta adalah tepat 50% dari total suara nasional. Dengan memberikan makan gratis setiap hari kepada 82 juta orang, maka secara teoritis rezim sedang mengunci basis elektoral "50% plus 1" demi melanggengkan kekuasaan di periode berikutnya. Ini bukan sekadar program sosial, ini adalah operasi teritorial logistik berskala masif yang dijalankan oleh aparat penegak hukum, militer, hingga ormas-ormas raksasa penikmat proyek dapur SPPG. โ€‹Ironisnya, kebijakan ratusan triliun ini terbukti tidak berbasis data (not data-driven policy). Berdasarkan olah data riil BPS sejak 2014, jika pemerintah berniat jujur menyasar kelompok yang benar-benar membutuhkan seperti masyarakat miskin di daerah 3T, ibu hamil, dan balita malnutrisi jumlah penerimanya hanya 26 juta orang. Jika dihitung secara teknokratis yang benar, simulasinya hanya membutuhkan anggaran sekitar Rp67 Triliun per tahun, bahkan bisa dimulai bertahap dari Rp10 Triliun tanpa perlu merampok dana pendidikan konstitusional atau memotong kesejahteraan guru. โ€‹Mengapa skema rasional dan hemat ini tidak diambil? Karena sejak awal "mandor" pengelola program ini memiliki konflik kepentingan dan syahwat bisnis yang akut. Ekosistem MBG sudah telanjur dikepung oleh lingkaran elit pemburu rente, sehingga tidak ada ruang untuk exit plan ataupun evaluasi teknokratis. Ketika sains data diabaikan demi konversi suara pemilu, maka malapetaka fiskal dan pembodohan publik adalah harga mahal yang harus ditanggung oleh seluruh rakyat pembayar pajak. Stop pembodohan ini, batalkan program ugal-ugalan yang inkonstitusional ini. Video : tribun

kiv z

21,228 ๆฌก่ง‚็œ‹ โ€ข 2 ไธชๆœˆๅ‰

๐— ๐—”๐—Ÿ๐—”๐—ฌ๐—ฆ๐—œ๐—” ๐—”๐—ž๐—”๐—ก ๐—”๐——๐—” ๐—–๐—›๐—œ๐—ฃ ๐—ฆ๐—˜๐—ก๐——๐—œ๐—ฅ๐—œ ๐——๐—”๐—Ÿ๐—”๐—  ๐—ง๐—˜๐— ๐—ฃ๐—ข๐—› ๐Ÿฑ ๐—ง๐—”๐—›๐—จ๐—ก Ada satu berita positif mengenai Malaysia yang tenggelam di tengah-tengah banyak cerita negatif dan keputusan pilihanraya akhir-akhir ini. Minggu ini, Malaysia melangkah setapak lagi untuk menukar wajah industri elektronik kita - dari menjadi tukang pasang saja, kepada pencipta chip elektronik yang dipakai dalam pelbagai aplikasi moden. Ia satu perkara yang sentimental kepada saya. Sebagai Menteri Ekonomi, saya diberi tanggungjawab untuk merancang. Kementerian Ekonomi tidak ada kuasa untuk melaksanakan. Kalau perancangan itu baik, setelah sudah dibuat semua, program atau dasar itu akan diambil oleh kementerian atau agensi lain. Ada program yang dibangunkan, bila diserahkan kepada kementerian lain, berjalan dengan baik. Contohnya Dasar Gaji Progresif. Ada dasar yang pada mulanya dipersetujui bersama, bila telah dibangunkan, dibangkang oleh kementerian lain. Ada banyak kes begini. Ada juga yang ditentang habis-habisan oleh beberapa menteri lain, tetapi saya bertegas sehinggalah berjalan, bila dah berjalan, menteri yang mati-matian menentang itu - merekalah yang paling kedepan tersenyum berjabat tangan. Ini pengalaman pahit manis saya cuba merombak dan menaik taraf industri semikonduktor negara. Salah saya hanyalah kerana ada angan-angan. Angan-angan saya ialah untuk melihat kita beralih dari menjadi kilang tukang pasang yang nilainya rendah, kepada negara yang mencipta dan biar orang pasang barang kita. Dari Made in Malaysia kepada Made by Malaysia, kerana bila kita cipta sendiri, untung yang lebih tinggi bukan sahaja memberi nilai ekonomi, ia mewujudkan pekerjaan bergaji dan berkepakaran tinggi kepada anak-anak kita. Idea ini bukanlah angan-angan Mat Jenin sangat sebab negara lain seperti China, Korea Selatan dan Taiwan pun ambil pendekatan yang sama. Orang kita senang terkeliru bila ada kilang besar dibuka di Malaysia. Kita ingat itu secara automatik akan memindahkan teknologi. Sebenarnya tidak. Kalau kilang itu dibangunkan oleh syarikat global hanya untuk memasang, maka kita hanya digaji untuk memasang. Sebab itu negara lain telah lama memberi tumpuan kepada membangunkan harta intelek, atau IP sendiri. Saya berpandukan kepada pengalaman China, Korea Selatan dan Taiwan dalam usaha menukar hala tuju industri semikonduktor. Mereka membeli IP asas untuk membuat chip. Dari IP asas itu, mereka perbaiki dan hasilkan IP mereka sendiri. Berdasarkan IP itu, mereka cipta chip yang dijual diseluruh dunia. Angan-angan inilah yang menghasilkan Silicon Vision yang dibangunkan oleh Kementerian Ekonomi, dengan cita-cita menghasilkan chip ciptaan Malaysia dalam tempoh 5 tahun. Maklumat lanjut boleh dibaca di Kami berjaya berunding dengan ARM, iaitu syarikat IP chip terkemuka dunia untuk membangunkan satu program chip nasional bagi sebuah negara, iaitu program pertama seumpamanya di dunia yang dipersetujui ARM. ARM adalah syarikat yang mencipta chip yang memonopoli pasaran chip dunia. Lebih 90% dari chip yang digunakan di dalam telefon pintar, gajet dan pelbagai peralatan moden dicipta oleh ARM. Saya yakin majoriti rakyat yang mengikuti bersetuju bahawa ini jalan ke depan untuk memodenkan ekonomi kita. Semua ahli akademik, profesor, pakar-pakar netizen kuat bersyarah bahawa kita mesti meningkatkan penghasilan teknologi. Tapi bila sampai nak buat, masing-masing toleh kiri toleh kanan. Itulah pengalaman pahit manis saya - bila dah siap semua, paling saya terkejut ialah bangkangan mati-matian itu banyaknya berdasarkan kepada hujah โ€œkita belum bersediaโ€. Hujah yang diberikan kepada saya: berapa banyak syarikat yang boleh buat ni? Sebenarnya kita telah kenal pasti dari awal syarikat-syarikat yang berpotensi untuk mencipta chip Made by Malaysia dalam tempoh 5 tahun dari sekarang. Memang bukan semua syarikat tempatan boleh mencipta chip elektronik. Tetapi untuk menghasilkan lima syarikat Malaysia dalam tempoh 10 tahun itu boleh. Dan ada syarikat global yang ingin datang melabur dan menjadi sebahagian dari program pembangunan cip dengan ARM ini. Akhirnya dalam tempoh kurang dari 9 bulan setelah Kementerian Ekonomi melancarkan Silicon Vision, dua syarikat pertama diterima masuk ke dalam program ini. Satu syarikat tempatan iaitu Skyechip, iaitu syarikat yang ditubuhkan oleh jurutera-jurutera yang pernah bekerja dengan gergasi dunia seperti Intel. Mereka adalah antara syarikat tempatan yang meneraju penciptaan chip di Malaysia. Satu lagi ialah syarikat antarabangsa, iaitu XPeng, pembuat kereta elektrik mewah dari China yang menawarkan EV berteknologi tinggi. Perbincangan saya dengan XPeng awal tahun ini meneroka pembangunan bersepadu: mereka membangunkan chip yang direka Malaysia dan akan digunakan di dalam kereta-kereta mereka di seluruh dunia. Ini termasuk membuka pusat pembangunan chip di Malaysia yang menggunakan kepakaran tempatan. Pembangkang, dan kini penyokong kerajaan, selalu menuduh yang kerja saya tidak berbekas. โ€œSekarang baru bising, masa jadi menteri tidak buat apaโ€ Ada segelintir orang kita yang suka nampak benda di depan mata. Berapa banyak projek diumum, berapa banyak wang diagihkan. Yang ini konon banyak buat kerja. Mereka tidak gemar perkara-perkara yang rumit. Kalau terang pun dia suruh lukis. Menteri yang cuba ubah sesuatu ke arah lebih baik secara radikal dengan pasang cita-cita besar, menteri itu sebenarnya bodoh. Sebab usaha itu tidak dapat tepukan dari rakyat di luar, dan mendapat tentangan dari dalam kerana mencabar status quo. Tapi kalau kita pasang niat jadi menteri untuk ubah keadaan, bukan untuk makan duit atau bermewah dengan kedudukan, satu-satunya kepuasan ialah apabila angan-angan Mat Jenin kita jadi kenyataan. Saya harap dalam 4-5 tahun dari sekarang, apabila Malaysia melancarkan cip ciptaan Malaysia yang pertama, saya akan tersenyum puas.

Rafizi Ramli

12,826 ๆฌก่ง‚็œ‹ โ€ข 9 ไธชๆœˆๅ‰

๐—ฃ๐—˜๐—ฅ๐—ž๐—˜๐— ๐—•๐—”๐—ก๐—š๐—”๐—ก ๐—ง๐—˜๐—ฅ๐—•๐—”๐—ฅ๐—จ ๐—ฆ๐—œ๐—”๐—ฆ๐—”๐—ง๐—”๐—ก ๐—ฆ๐—˜๐—ฅ๐—”๐—ก๐—š๐—”๐—ก ๐—ž๐—˜ ๐—”๐—ง๐—”๐—ฆ ๐—”๐—ก๐—”๐—ž ๐—ฆ๐—”๐—ฌ๐—” Bulan Ogos 2025, ada serangan ke atas anak saya dan ugutan kepada isteri saya. Mesejnya simple: kalau saya terus bersuara, mereka nak cucuk AIDS. Saya tidak pernah menulis surat, atau tanya perkembangan siasatan secara terbuka. Saya serah kepada Menteri Dalam Negeri yang bertanggungjawab mengawal selia PDRM, badan yang menyiasat. Lagi pun Menteri Dalam Negeri, Saudara Saifuddin Nasution Ismail, adalah kawan lama yang saya dah kenal sejak 1998 lagi. Untuk tempoh masa yang lama, saya panggil dia โ€œabangโ€. Saya kenal rapat keluarga beliau dan beliau kenal isteri dan anak saya. Jadi saya serah amanah itu kepada beliau. Memang saya tidak pernah dapat apa-apa maklumbalas, secara rasmi atau tidak rasmi. Kalau ada kemaskini siasatan pun, itu dari media saja. Saya membaca laporan sama macam rakyat yang lain. Akhir November 2025, Saudara Saifuddin minta untuk adakan pertemuan. Kami pun jumpa di parlimen pada 1 Disember 2025. Lebih sejam kami berjumpa, bincang macam-macam. Saya lagi banyak dengar dari bercakap, seperti biasa bila saya jumpa pimpinan PKR ha3. Saya ingat sebab dia tak sampai hati dah berbulan-bulan tak de maklumat atau hasil siasatan mengenai kejadian serangan, dia ada berkongsi beberapa perkembangan dan sudut-sudut siasatan. Saya pun masukkan soalan di parlimen untuk beliau sahkan secara rasmi di Dewan Rakyat maklumat-maklumat yang dia kongsi dengan saya pada 1 Disember 2025 itu. Minggu ini, beliau jawab dan seperti yang saya dah agak, beliau kena bagi jawapan pentadbiran lah, iaitu tak boleh dedah takut ganggu siasatan. Saya pun tak ambik hati. Sebab anak kita yang kena, takkan orang lain faham perasaan kita. Malah saya berterima kasih kerana jawapan Menteri Dalam Negeri itu mengesahkan dua perkara: Pertama, perjumpaan dengan saya pada 1 Disember itu benar-benar berlaku. Ya lah takkan dia nak menafikan CCTV kat Parlimen semua ada. Kedua, bahawa memang beliau berkongsi maklumat mengenai perkembangan dan sudut siasatan kes itu dalam pertemuan dengan saya pada 1 Disember 2025. Cuma dia tak leh kongsi secara terbuka saja. Itu saja yang saya nak sebenarnya. Saya pun realistik takkan lah beliau akan kongsi apa yang beliau beritahu kepada saya. Sebab saya pun faham dalam sistem kita, kalau tidak ada kuasa, proses nak cari dalang kes macam ini memang jadi lama. Silap-silap hari senyap begitu saja bila dirasakan orang sudah lupa. Nanti saya tunggu lagi, kalau dirasakan siasatan tak ke mana, saya sendiri akan tulis surat kepada Perdana Menteri, Menteri Dalam Negeri dan PDRM mengusulkan supaya siasatan dihentikan dan NFA saja kes ini. Jangan buang masa anggota polis kat bawah yang hanya menurut perintah. Lagi pun, Perdana Menteri juga yang beriya-iya keluar kenyataan cepat-cepat suruh siasatan dibuat secara telus. Kalau dah lebih 6 bulan tapi tak ke mana, malu lah PMX. Baik saya yang volunteer suruh tutup saja siasatan untuk jaga air muka PMX. Apa yang dah jadi tu dah jadi. Saya redha dan Insya Allah, kami sekeluarga lebih yakin dengan doa dari bergantung kepada budi bicara manusia, agar perkara sebegini tidak akan berulang lagi kepada sesiapa pun di negara ini. Yang nak kena pertahan reputasi di mata rakyat ni bukan anak saya yang kena serang. Yang nak kena jawab dengan rakyat nanti adalah orang-orang besar belaka, mereka tahulah apa jawapan nak diberi satu hari nanti.

Rafizi Ramli

131,481 ๆฌก่ง‚็œ‹ โ€ข 7 ไธชๆœˆๅ‰

๐—๐—”๐— ๐—˜๐—ฆ ๐—–๐—›๐—”๐—œ, ๐—•๐—จ๐—ž๐—”๐—ก ๐—๐—”๐— ๐—˜๐—ฆ ๐—•๐—ข๐—ก๐—— Cerita-cerita yang keluar dari SPRM kebelakangan ini seperti episod-episod K-Pop. Sejak Ketua Pesuruhjaya SPRM, Tan Sri Azam Baki dituduh terpalit dengan pelanggaran peraturan kepemilikan saham dan pendedahan hubungan mesra SPRM dengan mafia korporat oleh Bloomberg, saban beberapa hari kita akan didedahkan dengan episod terbaru yang banyak plot twist. Cuma daya khayalan kita tak pernah sampai ke plot twist episod terkini, iaitu kemunculan watak James Chai ala James Bond yang keluar dari Azam Baki. Penulis skrip di belakang tabir patut diberikan duit raya yang lebih tahun ini. Skrip ini mungkin boleh kita pitch kepada Netflix, satu hari nanti jadi siri hebat yang ditonton di seluruh dunia. Ikut naratif yang sedang dibangunkan pencatur-pencatur, James Chai ini adalah seorang anak Cina yang licik sehingga berjaya memperdaya keseluruhan kerajaan di dalam satu skandal penyelewengan berjumlah RM1.1 bilion. Bukan sahaja Amir Hamzah, seorang bekas CEO terpedaya, tokoh perbankan Malaysia yang banyak connection, Tengku Zafrul pun terpedaya. Kalau saya seorang sahaja yang terpedaya, kita boleh terima lagi. Menteri-menteri yang hebat-hebat seperti Gobind Singh Deo, Zambry Abdul Kadir dan Fahmi Fadzil pun turut terpedaya. Hebatnya James Chai ini, bukan sahaja menteri-menteri terpedaya, Perdana Menteri Anwar Ibrahim, tokoh tersohor dunia juga terpedaya dengannya. Sebab itu dia kini diburu SPRM sebagai person-of-interest utama dalam skandal terbesar selepas 1MDB, iaitu penyelewengan sebanyak RM1.1 bilion. Sejak beberapa minggu lepas, rakyat terpaku dengan cerita skandal ini. Helaian ceritanya diselak satu persatu selang beberapa hari. Kementerian itu diserbu, Ketua Setiausaha itu disoal siasat. Dokumen itu diambil. Setiap kali SPRM bergerak, tindak tanduknya menjadi berita besar di paparan skrin media-media perdana. Tetapi liciknya James Chai ini mengalahkan Jho Low, sehebat James Bond spy ternama itu. Mana tidaknya, walaupun skandal ini dikatakan melibatkan RM1.1 bilion, sehingga sekarang SPRM tidak dapat menjejaki satu sen pun yang kononnya diselewengkan. Tidak seperti Jho Low yang harta dan wang seleweng dikesan di parti-parti mewah, akaun sulit, kondominium mewah di London dan New York, kapal layar mewah; setakat ini satu-satunya harta James Chai yang berjaya dikesan ialah sebuah Proton Persona model 2020. Macam mana dia boleh sembunyikan RM1.1 billion ini sampai tak dapat dikesan? James Chai juga berbisa dan tidak takut berdepan dengan SPRM, tidak seperti Jho Low. SPRM sehingga sekarang tidak dapat mengesan Jho Low. Bukan sahaja Jho Low, menantu Tan Sri Muhyiddin pun tak dapat dikesan. Jadi kita tidak terkejut SPRM tidak dapat mengesan anak Cina selicik James Chai ini. Setelah buntu, SPRM menyiarkan notis dikehendaki untuk mendapat maklumat di mana James Chai ala James Bond ini. Tapi hebatnya James Chai, tidak seperti Jho Low - dia bantu SPRM untuk cari dia dengan memberikan semua maklumat untuk menghubunginya. Di LinkedIn pun boleh, X pun boleh, di Substack pun boleh (malangnya tak ramai pegawai penyiasat yang biasa membaca di Substack!). Siapa James Chai ini? Macam mana anak Cina kurus keding ini berjaya memperdaya dari menteri-menteri hingga ke Perdana Menteri Malaysia yang tersohor itu? Bagaimana Azam Baki yang berjaya menjejaki dan mengesahkan derma diraja Saudi semasa 1MDB dahulu, tiba-tiba hilang punca dan tak jumpa cari James Chai? Manusia jenis apa memperdaya seluruh kerajaan dalam skandal penyelewengan RM1.1 billion tetapi hidup papa kedana? Tidak bernafsukah anak Cina ini? Saya akui jalan ceritanya cukup memukau. Penulis skrip dan pengarahnya mesti berbangga dengan hasil fiksyen ini. Kali terakhir rakyat Malaysia dihidangkan dengan fiksyen ala James Bond ini ialah semasa 1MDB dahulu. Azam Baki juga terlibat di dalam skripnya masa itu, sebab itulah agaknya jalan ceritanya kali ini sama berpusing-pusing seperti drama derma Saudi dahulu. Sebelum fiksyen drama derma Saudi 1MDB yang dibintangi Azam Baki, rakyat yang lebih tua pernah digamit satu lagi fiksyen bersimpang siur. Cuma genre yang lain dan bintang yang lain. Genre ketika itu memaparkan kelucahan melampau dan protagonis pada ketika itu bukan anak Cina kurus keding, tetapi seorang bekas Timbalan Perdana Menteri bernama Anwar Ibrahim. Fiksyen 1998 itu memaparkan tilam-tilam yang diusung untuk menunjukkan bekas air mani, selain dari pelakon-pelakon tambahan yang langsung tidak kena dengan watak dalam cerita itu. Seorang yang dikatakan tampan, langsung tidak tampan. Seorang yang dikatakan menawan, hanya orang sawan yang kata begitu. Maka akhirnya, Malaysia melengkapkan satu kitaran. Kalau fiksyen 1998 menggunakan tilam, fiksyen 2026 memaksa kita menggunakan imaginasi. Bayangkan wang-wang yang dicuri tetapi tidak dapat dibuktikan kecuriannya. Bayangkan pak-pak menteri diperdaya seorang anak Cina kurus keding. Skripnya berbeza, matlamatnya sama. Sekiranya kamu berani mengkritik yang berkuasa, aku akan ajar kamu. Tapi plot twist yang paling besar ialah: Siapa James Chai ini? James dibesarkan di dalam keluarga biasa, pergi ke sekolah menengah kebangsaan, mendapat 12A1 dalam SPM. Fasih berbahasa Melayu, fasih menulis di dalam bahasa Melayu, duduk di taman perumahan majoriti Melayu. Namun dia anak Cina, jadi dia tidak mendapat biasiswa. Keluarganya membayar sendiri yuran pengajian undang-undang yang mahal di UK. James membalasnya dengan mendapat tempat pertama keseluruhan di universitinya dalam jurusan undang-undang. Hasil kecemerlangan itu, James melanjutkan pelajaran di peringkat sarjana ke Universiti Oxford. Bila balik ke Malaysia dan menduduki peperiksaan CLP (Certificate in Legal Practice), sekali lagi James menduduki tempat pertama di seluruh negara. Satu hari dalam tahun 2013, James mengetuk pintu saya. Ketika itu saya baru beberapa bulan menjadi Ahli Parlimen. James mahu menjadi intern saya. Dia tidak pilih ahli parlimen DAP, dia tidak pilih ahli parlimen Cina PKR, dia tidak pilih menteri MCA. Dia pilih ahli parlimen Melayu dari PKR. Sebabnya kerana saya dan James berkongsi satu pandangan yang sama. Bahawa manusia ini dilahirkan baik dan kita wajar saling belajar. Bagi seorang yang berumur 20 tahun pada tahun 2013, selepas keputusan PRU 2013, anak Cina kurus keding ini merasa terpanggil untuk menyumbang membina Malaysia yang saling berkasih sayang, bukan saling bermusuhan. Bila James ke UK dalam tahun 2015, saya galakkan beliau untuk terus mengambil tahu keadaan di Malaysia. Saya selalu sebut kepada anak-anak muda seperti James bahawa โ€œa life without a higher purpose is a life not worth livingโ€. James pun termakan kata-kata saya. Dia dan kawan-kawannya menubuhkan Malaysian Progressive UK (MPUK), seperti juga beberapa orang bekas intern saya menubuhkan Malaysian Progressive Australia (MPOZ). Kumpulan anak muda seperti James inilah yang berdemonstrasi membantah pemenjaraan Anwar Ibrahim kali kedua di London dan Sydney. Mereka juga yang menyertai BERSIH di kota-kota besar di seluruh dunia. Bila James balik ke Malaysia dalam tahun 2018, dia mahu memberikan 3 tahun usia muda menyumbang kepada reformasi dan membina Malaysia yang baru. James tidak bekerja di firma besar atau syarikat antarabangsa, James memilih untuk bekerja di INVOKE bersama-sama anak muda lain, sehinggalah tahun 2021. Saya rasa serba salah untuk mengacau hidup dan kerjayanya apabila saya diberi amanah menjadi Menteri Ekonomi di hujung tahun 2022. Tetapi berkhidmat untuk negara itu adalah dalam darah daging anak Cina kurus keding bernama James Chai ini. Maka sekali lagi dia mengorbankan kerjayanya untuk berkhidmat di pejabat saya. Saya tidak rasa James mahu disanjung. Dia datang berkhidmat atas kerelaan sendiri, dia meletak jawatan bersama-sama saya atas kerelaan sendiri. Tetapi adalah sangat memualkan menjadikan seorang anak Cina yang lebih patriotik berbanding sebahagian besar dari kita, sebagai bola yang boleh disepak-sepak. Sasarannya bukan James. James hanyalah seorang anak Cina kurus keding yang boleh ditendang-tendang. Sasarannya ialah saya. Dan itulah bahagian yang saya paling terkilan. Dalam senario lain, seorang anak Cina yang jiwa kebangsaannya sangat kuat, sangat cemerlang dalam semua yang dia ceburi, fasih berbahasa Melayu, pelajar terbaik di sekolah kebangsaan, lebih ramai kawan Melayu dari bukan Melayu - James sudah menjadi watak yang dikagumi pimpinan Melayu dalam PKR, UMNO, PAS dan BERSATU. Malangnya dalam senario sekarang, James dijaja dan diperagakan sebagai watak jahat demi mencipta satu fiksyen politik dekad ini. Syabas Malaysia!

Rafizi Ramli

166,928 ๆฌก่ง‚็œ‹ โ€ข 6 ไธชๆœˆๅ‰

๐——๐—จ๐—” ๐— ๐—œ๐—ก๐—š๐—š๐—จ ๐—•๐—˜๐—ฅ๐—ฆ๐—”๐— ๐—”, ๐—ž๐—˜ ๐— ๐—”๐—ก๐—” ๐—ž๐—œ๐—ง๐—”? Kita dah bersama nak masuk 2 minggu. Macam-macam dah jadi. Saya nak ambik masa 8 minit untuk beri panduan kepada ahli BERSAMA dan mereka yang menyokong - ke mana kita dalam tempoh sebulan dari sekarang. Bab Pertama: Situational Assessment - apa status sekarang dan menjawab pelbagai soalan? 1) Keahlian - kita telah melepasi 20,000 ahli seperti yang dijangka. Saya akan beri kemaskini dari semasa ke semasa 2) Apa ideologi BERSAMA - kita ingin rintis Malaysia yang lebih berdaya maju untuk orang biasa, melawan kelas-kelas berkepentingan. Selama ini, parti politik bertukar ganti tetapi tak ramai yang berani melawan kelas-kelas berkepentingan. Akhirnya, sistem tetap sama. Kalau dulu, rakyat biasa kerja penat untuk hidup lebih baik kerana peluang Insya-Allah ada. Sekarang, rakyat biasa kerja penat hanya untuk dapat peluang, itu pun tak tentu berjaya. 3) Macam mana BERSAMA nak capai cita-cita ini - 12 Agenda BERSAMA bertujuan membina infrastruktur dasar yang mengubah sistem, bukan sekadar meneruskan apa yang ada dengan sedikit penambahbaikan. Perubahan undang-undang, program-program dan pendekatan akan dibentangkan kepada rakyat, lengkap dengan analisa kos-manfaat (cost benefit analysis), analisa pembiayaan dan cara-cara melaksanakan. 4) BERSAMA akan jadi seperti Pejuang, Muda, PSM - menang kalah itu ketentuan Allah. BERSAMA tidak meletakkan kuasa dalam masa terdekat sebagai sasaran. Saya dan Nik buat keputusan lepaskan segala-galanya supaya ada satu platform politik yang sesuai untuk golongan rakyat biasa yang berfokus kepada masa depan. Insya-Allah, kalau kita ikhlas, Allah akan bantu. 5) Saya bayar RM8.5 juta untuk beli BERSAMA - Itu fitnah yang disebarkan oleh cyber trooper kerajaan, turut dijaja oleh Menteri Komunikasi. Jangan bimbang, kita serahkan kepada Allah. Ada lah balasan kepada mereka satu hari nanti. Mr Tan, pengasas BERSAMA menangis masa serahkan parti ini kepada kami. Dia hanya minta jaga BERSAMA baik-baik dan supaya ia boleh bela rakyat biasa lebih baik dari yang dia mampu buat sebelum ini. Bab Kedua: Apa panduan ke medan persaingan untuk sebulan seterusnya? 1) Tumpu kepada perkenalkan BERSAMA dan 12 Agenda kepada seberapa ramai orang. Terima kasih rakyat biasa yang telah mewarnai platform media sosial dengan warna kuning dan Kancil sejak 2 minggu lalu. Terus create content, terus jadi creative. Buat content yang menarik minat anak-anak muda dan pengundi atas pagar. 2) Semak penerangan saya dan Nik mengenai BERSAMA. Bila ada serangan, kami akan jawab. Bila ada isu, kami akan bersuara. Kami akan sentiasa buat penerangan. Hadam dan faham apa yang kami sampaikan, gunakan hujah-hujah itu untuk menjawab di media sosial. 3) Sentiasa komen dengan pautan supaya orang tahu di mana nak jadi ahli BERSAMA. Bila tweet, buat content, komen, menjawab di media sosial atau forward di WhatsApp Telegram, sentiasa ada link 4) Jaga adab dan tata tertib, buang perkara toksik, tumpu kepada yang positif. Jangan taksub dengan saya atau Nik. Saya tak hensem dan gemuk, buang masa taksub dengan saya. Saya tak hebat pun, cuma saya sedikit lebih berani dari ahli politik yang lain. Bila ada ceplos kutuk macam-macam, ikut suka dia. Sekadar kita berikan fakta, terangkan. Dia nak meroyan ikut suka dia, sebab kalau dia meroyan sambil memfitnah, dia dibayar wang di dunia dan dibayar dosa di akhirat. Yakin dengan Allah. Kita tumpu perkara-perkara positif, pasal masa depan negara, pasal anak muda, pasal kesusahan rakyat. Bab Ketiga: Apa milestone penting yang akan berlaku dalam bulan Jun? 1) Insya-Allah, HQ BERSAMA akan siap menjelang akhir Jun. Sekarang tengah renovate, akan ada dewan 400 orang, ruang mesyuarat dan lain-lain. Bila siap, kita lancar jentera pilihanraya di sini. 2) Merchandise baru akan dilancarkan. Tumpuan kepada merchandise yang lebih menarik, mesej yang lebih segar dan ada 2-3 merchandise yang tidak pernah dibuat orang. 3) Kita akan sediakan recruitment kit untuk bantu ahli rekrut ahli baru. Macam MLM sikit la. Kita akan ada referral code, ahli-ahli yang cemerlang rekrut ahli baru kita akan makan BERSAMA dan Insya-Allah Nik yang akan bayar ha3. 4) Saya dan Nik akan turun ke negeri-negeri memperkenalkan BERSAMA dan menghuraikan 12 Agenda BERSAMA. Kalau ada profesor madya dari UUM yang awal-awal hentam, ada baiknya dia ikuti jelajah ini supaya dia boleh bandingkan ketelitian kami membangunkan setiap dasar, banding pula dengan manifesto-manifesto parti lain. Barulah adil dan layak dipanggil profesor madya. 5) App Kancil akan siap menjelang akhir Jun. BERSAMA akan menguruskan ahli dan membina jentera di kerusi parlimen menggunakan app. Dari app ini, kita akan rapatkan kerjasama dan muhibbah ahli-ahli mengikut kerusi parlimen. Kempen PRU di kerusi-kerusi parlimen juga akan bermula. Bab Keempat: Saya nak jadi calon dan JK Penaja 1) Semua ada peluang jadi calon. Permohonan menjadi calon akan dibuka dalam masa terdekat. Kena lalui sedikit proses memperkenalkan diri, bercakap depan skrin. Semua ada peluang yang sama. Tidak perlu kenal saya atau Nik untuk berpeluang jadi calon. Ada JK Calon yang akan tapis dan nilai satu-satu. Saya bukan dalam JK itu, saya dok sibuk jadi jeneral perang di bawah kalau sibuk layan permohonan jadi calon, terburai kita. 2) BERSAMA tidak ada JK Penaja baik di peringkat kerusi parlimen atau negeri. Kita akan terus bina jentera di peringkat kerusi parlimen dari kalangan ahli dan sukarelawan, pengurusan dibuat melalui app Kancil. Kita tidak perlukan JK Penaja di peringkat parlimen atau negeri kerana semua urusan keahlian dibuat melalui dan selepas ini pengurusan kempen pilihanraya dibuat melalui app Kancil. Kita nak mula dari scratch. Kita tak nak bawa budaya dari mana-mana parti lain. Sebab itu kita skip budaya JK penaja untuk mengelakkan lobi melobi untuk jadi JK penaja. Sekali lagi, saya, Nik dan semua yang dibelakang tabir BERSAMA mengucapkan terima kasih kepada semua rakyat Malaysia yang telah bersama setakat ini. Perjalanan kita jauh lagi, tapi kita dah buat langkah pertama. Kancil baru dilahirkan dan baru belajar berdiri, sekarang kita latih kancil ini untuk pandai berlari anak.

Rafizi Ramli

54,633 ๆฌก่ง‚็œ‹ โ€ข 3 ไธชๆœˆๅ‰

Hahahahaha... Sungguh sebuah pertunjukan sirkus logika yang sangat menghibur dari "pakar ekonomi trotoar" di video tersebut! Mari kita nikmati sejenak bagaimana indahnya dunia jika dikendalikan oleh imajinasi liar para pemburu takhta viewers. โ€‹1. Ilusi "Cetak Duit Murah, Cuma 5 Triliun!" โ€‹"Biaya cetak duit itu gampang, guys, murah 5 triliun nggak ada artinya..." ๐Ÿคฃ โ€‹Luar biasa! Menurut logika die, tantangan redenominasi itu hanya masalah ongkos cetak di Perum Peruri. Dia pikir redenominasi itu seperti mengganti desain kaus partai; tinggal cetak, sebar, dan selesai. Die tampaknya lupaโ€”atau memang tidak tahuโ€”bahwa menghapus tiga angka nol di mata uang itu membutuhkan penyesuaian seluruh sistem akuntansi, IT perbankan, perangkat hukum, hingga kalkulasi psikologis inflasi di pasar tradisional. Jika ongkos cetaknya 5 triliun, dampak sistemik dari kekacauan transisinya bisa memakan biaya ratusan triliun jika tidak dimitigasi. Tapi ya sudahlah, mari kita amin kan saja demi kelancaran kontennya ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ โ€‹2. Teori Konspirasi "Koruptor Panik Lalu Borong Emas" โ€‹"Para koruptor bakal pusing... mereka terpaksa belanja, beli emas, beli berlian... perekonomian kita meledak!" โ€‹Ini adalah puncak komedi dari video tersebut ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ Bayangkan seorang mafia atau koruptor kakap yang memegang uang tunai ribuan triliun di bawah kasur, tiba-tiba panik karena redenominasi, lalu pergi mengantre di toko emas lokal sambil membawa karung ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ โ€‹Lalu solusinya apa? "Bikin aturan wajib sertakan NPWP kalau beli emas di atas 10 gram!" ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ โ€‹Logika Konstitusi & Hukum Keuangan: Si abang ini sepertinya hidup di ruang hampa. ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ Transaksi mencurigakan atau pembatasan uang tunai (Cash Transaction Limit) itu sudah diatur oleh undang-undang dan dipantau oleh PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan). Koruptor sejati tidak menyimpan uang tunai ribuan triliun di dalam POT BUNGA HAHAHAHAHAHA... untuk ditukarkan ke emas batangan di toko pasar. Mereka menggunakan smurfing, shell companies di negara tax haven, atau pencucian uang lintas batas yang sangat canggih. โ€‹Mengharapkan ekonomi Indonesia "meledak" karena uang haram dari Pot Bunga yang dipaksa keluar untuk beli emas adalah teori ekonomi pasca-apokaliptik yang sangat menggemaskan. ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ โ€‹3. Pedagang Kaki Lima Berpenghasilan 4 Miliar per Bulan? ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ โ€‹"Gue udah ketemu banyak pelaku pedagang kaki lima, penghasilannya miliaran per bulan... 3 miliar, 4 miliar... duitnya ditaruh di bawah kasur..." โ€‹Mari kita hitung secara kasar. Jika seorang pedagang nasi goreng di trotoar berpenghasilan Rp 4 Miliar per bulan, artinya dalam satu hari mereka harus menghasilkan sekitar Rp 133 Juta. Jika satu porsi nasi goreng dihargai Rp 20.000, maka abang tersebut harus memasak dan menjual 6.650 porsi nasi goreng setiap hari ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ โ€‹Itu bukan pedagang kaki lima lagi, itu pabrik manufaktur nasi goreng berskala internasional ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ dengan kecepatan menggoreng melampaui kecepatan suara! Dan hebatnya lagi, menurut video tersebut, uang Rp 4 Miliar tunai setiap bulan itu disimpan di bawah kulkas. Kita butuh kulkas sebesar Monas untuk menampung tumpukan uang kertas sebanyak itu setiap tahunnya. Hahahaha... โ€‹jika prabowo dan purbaya percaya orasi ekonom trotoar ini, Arah Negara ini berantakan ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ โ€‹Opini & Kesimpulan: โ€‹Orang-orang ini sama sekali tidak paham konstitusi dan hukum moneter. Mereka menyederhanakan masalah inflasi, shadow economy, dan kebijakan makroekonomi menjadi sekadar skenario drama kriminal yang diselesaikan dengan aturan NPWP toko emas. โ€‹SANGAT MEMPRIHATINKAN jika ruang publik kita dibanjiri oleh "influencer keuangan" yang mengedukasi masyarakat menggunakan data yang bersumber dari imajinasi mereka sendiri. Untungnya, Bank Indonesia dan para ekonom waras masih memegang kendali regulasi, sehingga kita tidak perlu melihat antrean koruptor membawa karung uang di toko emas dalam waktu dekat. Hahahahaha... ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿ˜Ž

Wawat Kurniawan (WeKa) ๐Ÿ‡ฒ๐Ÿ‡จ

12,068 ๆฌก่ง‚็œ‹ โ€ข 3 ไธชๆœˆๅ‰