Video wird geladen...

Video konnte nicht geladen werden

Zur Startseite

Rendahnya Basis Moral Termul Minta Roy Ditahan Padahal Silfester dan Razman Sudah Inkrah Masih Bebas Berkeliaran, Wajarlah Jokowi Juga Begitu.. Nanti kalau ketemu Jokowi pas keliling Indonesia, kompak aja tanyain Ijazahnya Palsu atau tidak..

23,186 Aufrufe • vor 2 Monaten •via X (Twitter)

0 Kommentare

Keine Kommentare verfügbar

Kommentare vom Original-Post werden hier angezeigt

Ähnliche Videos

𝘎𝘢𝘦𝘴 𝘣𝘢𝘤𝘢 𝘵𝘶𝘭𝘪𝘴𝘢𝘯 𝘣𝘢𝘯𝘨 𝘐𝘺𝘺𝘢𝘴 𝘚𝘶𝘣𝘪𝘢𝘬𝘵𝘰 𝘴𝘢𝘮𝘱𝘢𝘪 𝘢𝘬𝘩𝘪𝘳 𝘺𝘢... 𝐈𝐍𝐃𝐎𝐍𝐄𝐒𝐈𝐀 𝐇𝐀𝐑𝐔𝐒 𝐌𝐄𝐋𝐀𝐍𝐉𝐔𝐓𝐊𝐀𝐍 𝐏𝐔𝐍𝐘𝐀 𝐏𝐑𝐄𝐒𝐈𝐃𝐄𝐍 𝐘𝐆 𝐁𝐔𝐊𝐀𝐍 𝐏𝐄𝐓𝐔𝐆𝐀𝐒 𝐏𝐀𝐑𝐓𝐀𝐈. Telah beredar isu bahwa Jokowi seperti zaman orde baru. Ternyata itu keluar dari mulut seorang Megawati yg lagi panik. Dia lupa, 2009 dia yang ngajak PS gandengan nyapres dengan perjanjian Batu Tulis, padahal saat itu PS baru 9 tahun kembali dari pelariannya, dan darah Orbanya sebagai menantu Soeharto masih mendidih karena kekuasaannya tergusur. Saat ini, PS ditangan Jokowi dan di pasangkan dgn Gibran. Resiko ini tak mudah. Dimakan mati emak, ga dimakan mati bapak. Tapi PS sudah 25 tahun sejak kepulangannya, apa dia sudah berubah. Wallahu a'lam. Kami harus memilih siapa pemimpin yg amanah, didepan mata hanya Jokowi yg bisa di tauladani. Megawati apanya yg mau di tauladani. Jadi presiden saja ternyata lengserin Gusdur. Saat Megawati jadi presiden, apa ga pakai tangan orba untuk menjual Indosat dan keputusan BLBI yg banyak merugikan negara? Kalau apa yg disampaikan Ade Armando, ada seorang petugas partai bertemu dgn gerombolan Mamarika disatu tempat di Arab meminta agar capresnya dibantu utk menang dgn menggadaikan hilirisasi mineral akan di hentikan. Apakah ini ga lebih parah dari orba? Bejat kuadrat namanya. Mungkin ini juga yg mendasari kenapa Jokowi harus mengambil sikap tidak menjadi petugas partai yg "jinak" karena emaknya dianggap tidak bisa menjadi emak yg bisa disimak. PDIP itu terbiasa dgn ketidak konsistenannya, ngomongnya kerap dibantah sendiri. Contoh Adian Napitupulu bilang Jokowi marah karena minta jadi presiden 3 x ga dikasi. Padahal dalam video yg lain dia sendiri yg mengatakan Jokowi tidak pernah meminta jadi presiden 3x karena melawan konstitusi. Gibran dikatai anak ingusan tak ada pengalaman. Lihat sana di Wonogiri Jateng. Bertebaran baliho Pinkan yg baru berumur 25 tahun anaknya Puan yg ga pernah ingusan ikut nyaleg DPR RI dgn nomor urut 1. Katanya ga boleh buat dinasti... mikir!!! Kita bisa merasakan perasaan Jokowi dan keluarganya bagaimana seorang presiden yg dipilih rakyat mau dijadikan keset oleh partai yg arogan dan penuh kebohongan. Kalian ga perlu serang Jokowi, Gibran, Kaesang dan ibu Iriana, tunjukkan aja kalau kalian lebih hebat dan lebih kuat dari Jokowi. Kami tau ikut Jokowi memilih PS dan Gibran ada resiko besar dgn gaya dia memimpin. Tapi kami masih ada harapan karena disana akan ada Jokowi dan Gibran. Jangan sebut Jokowi tidak berdaya jika PS sudah jadi presiden. Kita masih menuju kesana, bung. Faktanya belum ada. Mana yg lebih berbahaya: kalian jual Indonesia ke Mamarika itu atau Indonesia di pimpin PS dan GRR? Bantah itu statement AA, bantah itu temuan intelejen. Itu sebab Jokowi merombak semua jajaran petinggi angkatan dan ketua BIN, ini semua buat Indonesia kedepan, bukan buat partai agar tambah mapan dan arogan. Jadi mari bertanding, jgn pakai bising, teriak2 playing victim, merasa di zholimi, apa ga sadar 9 tahun sudah mendzolomi presiden? Kalian ga usah teriak "lawan", Kamilah yg punya hak untuk teriak "kami akan lawan kalian". The End.

ʀᴇᴍɪɴɢᴛᴏɴ ꜱᴛᴇᴇʟᴇ

83,236 Aufrufe • vor 2 Jahren

KONFLIK JOKOWI VS PRABOWO APA SUDAH DIMULAI? Potensi konflik antara Jokowi vs Prabowo setelah menang Pilpres itu memang besar. Tanda-tanda ke arah itu sudah mulai kelihatan. Konflik rebutan pengaruh adalah kelaziman dalam politik. Sehingga besar kemungkinan akan terjadi drama-drama politik baru, terkait apa yg akan dilakukan Jokowi dan apa pula yg akan dilakukan Prabowo tentu menarik untuk disaksikan. Waktu yg dimiliki Jokowi hanya pendek, tinggal 6 bulan masih berkuasa penuh, maka dalam waktu pendek itu dia harus manfaatkan secara efektif agar dia bisa tetap punya power walau tidak lagi jadi presiden. Sukur-sukur kalau bisa melemahkan Prabowo dan Gerindra. Istana harus segera mewujudkan koalisi besar bersama partai2 yg akan diketuai Jokowi, dengan tidak menyertakan Gerindra di dalamnya. Ini lanjutan strategi politik Pemilu 2024, dimana partai Gerindra dibuat anomali. Ketumnya jadi capres dengan kemenangan suara 58% tapi partainya sendiri perolehan suaranya merosot di bawah 15%. Seakan Pasangan Prabowo Gibran tidak berpengaruh ekor jasnya pada perolehan Gerindra. Malah yang naik drastis justru Golkar. Partai yg sedang jadi sorotan karena ditengarai akan diambil alih oleh “kekuatan Jokowi”. Ini juga menyiratkan pesan politik bahwa yg menang Pilpres itu bukan Prabowo, tapi itu kemenangan Jokowi bersama Golkar yg telah mengusung anaknya, Gibran. Kemenangan terjadi karena usaha dan strategi Jokowi yg secara terbuka membela Pasangan Prabowo Gibran dg berbagai cara. Tentu hal ini bagi Prabowo dan Gerindra serta pendukungnya harus menyadari, dan harus terus menghormati, bahkan tunduk pada politik Jokowi. Prabowo aslinya belum tentu menyukai Gibran. Anak Jokowi yg besar karena “dikarbit”. Tapi Prabowo terpaksa harus menerima demi bisa memanfaatkan power Jokowi untuk memenangkan Pilpres 2024. Nanti setelah dilantik jadi Presiden RI, tentu Prabowo ingin berkuasa penuh. Gak mungkin mau ada matahari kembar. Disitulah bibit konflik rebutan power antara Jokowi dan Prabowo sulit dielakkan. Sekarang Jokowi tinggal punya waktu 6 bln untuk “melemahkan” Prabowo. Kita lihat saja drama politik seperti apa yg akan terjadi setelah periode honeymoon politik keduanya selesai. Apa masih tetap akrab saling dukung dengan kesepakatan, atau malah masuk periode saling tikam? Kita lihat saja. Kalau lihat video ini kasihan juga pak Prabowo yg dicuekin Jokowi. Bibit bibit konflik memang sulit terhindarkan. IMHO (Henri Subiakto).

Henri Subiakto

283,769 Aufrufe • vor 2 Jahren

"Bodohnya Kroco Ijazah Palsu" Nunjukin ijazah yang diminta itu nunjukin ke siapa sih maksudnya? Nunjukin ijazah di alun-alun? Atau harus dipajang di Monas? Atau harus diteliti PBB, CIA, KGB, MI6, Interpol, FBI, NYPD? Jokowi itu proletar yang bisa jadi presiden tanpa darah biru. Memangnya orang seperti itu (yang bukan siapa-siapa), untuk mengaku lulusan S1 saja harus pakai ijazah palsu? Orang pakai ijazah palsu UGM, bisa jadi karyawan Pertamina saja sudah super-superhebat. Lha ini bisa jadi Wali Kota, Gubernur, Presiden, apa ya mungkin ijazah S1 saja, palsu? Ijazah S1 lho!!!! Misalnya dia nggak lulus S1 dan mau memalsu ijazah, ngapain nggak beli saja di perguruan tinggi swasta ecek-ecek di Solo yang memang bisa dibeli. Bisa aja sambil jualan mebel tiba-tiba dapat ijazah Sarjana Hukum dari kampus ecek-ecek. Lha ngapain orang baru bangun karir politik, kok memalsu ijazah UGM?? Bodoh sekali yang bisa mengira bisa memalsu ijazah UGM dan berpikir bahwa UGM nantinya bakal mengakui ijazah palsu itu. Serius, hanya orang yang SANGAT BODOH yang percaya itu. Sekali lagi: SANGAT BODOH. Kenapa? Karena orang pintar pun yang berseberangan dengan Jokowi pun nggak akan percaya itu. Coba tanya Anies Baswedan atau Ganjar Pranowo. Tak mungkin mereka ikut bahas ijazah ini. Hanya pembenci di level kroco yang terus menuduh ijazah palsu ini. Karena kalau memang palsu, Harian Kompas, Jawa Pos, Tempo, Media Indonesia, akan membahas itu di halaman pertama. Karena kalau memang palsu, anggota DPR RI dari partai oposisi ya pasti akan bersuara. Akan pakai hak angket, ataupun hak-hak mereka yang lain untuk angkat skandal besar ini kalau memang betul palsu. Musuh politik Jokowi itu sangat banyak sejak 2014. Tak terhitung. Coba lihat keadaan sekarang, kenapa hanya di level Roy Suryo dan dokter perempuan nggak jelas itu saja yang muncul bersuara? Bahkan Amien Rais pun muncul cuma sebentar habis itu menghilang. Sangat mungkin dia sudah sadar ijazah palsu UGM itu nggak mungkin terjadi. Kita "mungkin" bisa menyuap 1-2 dosen untuk "membantu" kita lulus dari kampus ternama selevel UI, ITB, UGM, Unair atau ITS. Tapi kalau menyuap secara lembaga hingga orang nggak lulus jadi dianggap lulus, apalagi tanpa kuliah, ya nggak masuk akal banget. Kasus S3 Bahlil di UI saja langsung dikoreksi dan dibatalkan. Secara lembaga, nggak mungkin UI akan meluluskan orang curang. Bahkan di pernyataan terakhir, UI menyebut Bahlil memang belum (pernah) berstatus lulus S3 dari UI. Nggak mungkin kita bisa beli ijazah di perguruan tinggi Top 5. Ya cuma orang yang biasa beli ijazah di perguruan tinggi ecek-ecek yang menganggap bisa beli ijazah di UGM. Akhirnya, para kroco itu akan terus nggak dipercaya akan ijazah Jokowi. Karena dengan percaya, berarti mereka akan memgakui kebodohannya selama ini. Untuk itu, narasinya akan terus dibangun. Ujungnya: pengadilan akhirat pun dipakai narasi. Akhirnya, ijazah Jokowi palsu adalah sebuah keyakinan. Keyakinan itu ya nggak mungkin dipaksa, bahkan oleh fakta ilmiah sekalipun. Yang diributkan foto Jokowi di ijazah. Bahas kaca mata. Bahas gigi. Dan bahas segala hal yang nggak penting. Lha kalau memang niat memalsukan kenapa nggak pakai fotonya sendiri? Lalu ada lagi yang nuduh Jokowi nggak lulus SMA. Anda nilai sendiri level kebodohannya orang itu. Kroco memang harus bodoh sih menurut saya.

Hasyim Muhammad

230,711 Aufrufe • vor 1 Jahr

🚨 WASPADA MODUS "CALL HENING" 2026! 🚨 Hot, baru-baru ini lagi marak banget modus penipuan baru bernama Call Hening atau Telepon Hening. Ceritanya jika kamu dapat telepon dari nomor tidak dikenal, pas diangkat... hening total. Tidak ada suara, tidak ada orang bicara, lalu putus sendiri setelah beberapa detik. Banyak yang mengira salah sambung atau gangguan sinyal. Padahal, ini jebakan berbahaya! ⚠️ Kenapa Call Hening Sangat Berbahaya? Pelaku sengaja diam supaya kamu spontan bicara. Saat kamu bilang "Halo?", "Iya?", "Siapa ini?" atau kalimat pendek lainnya, suara kamu langsung terekam. Dengan teknologi AI Voice Cloning, rekaman singkat itu bisa diubah jadi suara yang sangat mirip dengan suaramu. Suara palsu ini kemudian dipakai untuk menipu keluarga atau teman kamu dengan cerita darurat, contohnya: - "Aku kecelakaan, butuh uang cepat!" - "Aku ditahan polisi, tolong transfer jaminan sekarang!" - "HP aku hilang, ini nomor baru, kirim dana!" Satu kata "Halo" saja sudah cukup buat mereka mulai bikin kloning suara. Kasus seperti ini sudah banyak terjadi dan merugikan puluhan hingga ratusan juta rupiah. ⚠️ Ciri-ciri Call Hening: - Datang dari nomor asing atau nomor lokal tidak dikenal - Saat diangkat → hening total (tidak ada suara, tidak ada napas) - Biasanya putus sendiri setelah 3-10 detik - Kadang muncul berulang dari nomor berbeda ⚠️ Cara Aman Menghadapi Call Hening: 1. Jangan angkat sama sekali kalau nomor tidak dikenal 2. Kalau sudah keangkat dan hening → langsung matikan tanpa mengucapkan apa pun 3. Jangan pernah telepon balik nomor tersebut 4. Segera blokir nomornya 5. Aktifkan fitur Silence Unknown Callers di HP (iPhone) atau fitur blokir spam di Android 6. Gunakan aplikasi seperti Truecaller atau Whoscall untuk deteksi spam 7. Kalau ada panggilan "darurat" dari keluarga, verifikasi dulu lewat WA, video call, atau nomor cadangan. Jangan langsung percaya! Pakar dan bank seperti BCA sudah mengingatkan: jangan respons, jangan call back, langsung blokir. Modus ini semakin canggih karena pakai AI. Jangan anggap remeh hanya karena "cuma hening". Lindungi suara dan keluarga kamu mulai sekarang. Pernah dapat call hening belum? Kamu langsung angkat atau matiin? Ceritain di komentar biar temen-temen lain juga lebih waspada! Stay safe dan sebarkan info ini ke keluarga & teman ya! 🛡️ #CallHening #TeleponHening

tito alba

306,567 Aufrufe • vor 4 Monaten

Andai saya Jokowi... (menjawab video Pandji Pragiwaksono, silakan membaca atau mendengarkan suratnya saya membacakan) Mas Pandji yang terhormat, izinkan saya merespon video Mas Pandji yang ditujukan ke saya. Saya dengar Mas Pandji di Pilpres kali ini, tak mendukung Pak Anies seperti halnya di Pilgub DKI 2017 lalu. Mas Pandji beralasan bahwa Pak Anies seharusnya melanjutkan dulu perubahan yang Pak Anies lakukan di Jakarta. Mas Pandji, alasan itulah yang mendasari saya merasa harus ikut cawe-cawe dalam pilpres kali ini. Menurut Mas Pandji, apa yang dibangun Pak Anies di Jakarta selama 5 tahun bisa sia-sia jika dilanjutkan gubernur lain yang tidak satu visi karena pondasi yang dibuat selama 5 tahun belumlah cukup kuat. Begitu juga di posisi Presiden, perlu Mas Pandji sadari, bahwa membangun pondasi selama 10 tahun itu belum cukup kuat karena negara ini sangat besar. Sejak 2014, saya sudah memulai sebuah perubahan besar. Perubahan besar yang saya mulai ini, menurut saya, harus terus berlanjut. Pembangunan pondasinya saja belum benar-benar selesai, akan besar sekali kerugian negara ini jika pondasi itu dibongkar kembali. Jika di pemerintahan selanjutnya, arah pembangunan harus diubah lagi, maka pembangunan tidak akan sampai ke tujuan karena kita harus sibuk membuat pondasi lagi. Kita pastinya tidak mau itu terjadi. Kita tidak ingin setiap kali pergantian pemerintahan, isu yang diangkat adalah perubahan. Kondisi yang terus berubah pasti tidak kondusif bagi dunia usaha. Sebagai bangsa, kita masih terus berproses agar suatu saat nanti, pergantian kepemimpinan nasional tidak lagi mengubah arah pembangunan bangsa ini ke depan. Arah pembangunan akan tetap pada jalurnya siapapun presidennya. Bayangkan, pembangunan sekelas IKN pun bisa terancam tak dilanjutkan hanya karena ada pihak yang tidak suka dengan saya. Pembangunan IKN, jalan tol, jalur kereta api, atau pembangunan yang lain, semua itu bukan tentang saya. Itu kepentingan bangsa yang jauh lebih besar dari sekadar nama pribadi saya. Saya rela nama saya dihapus dan tidak disebut sebagai pencetus pada program-program pembangunan itu asalkan semua program itu tetap dilanjutkan. Jadi, ini bukan tentang saya, ini untuk kepentingan bangsa ke depan. Pembangunan ini harus tetap jalan. Ini bukan tentang saya, apalagi tentang keluarga saya. Ini tentang Indonesia yang sudah menentukan arah pembangunannya, dan saya tidak ingin kita berbelok dan memulai dari nol lagi. Betapa mahalnya pengorbanan kita yang terbuang jika kita mulai dari nol lagi. Siapa yang dirugikan? Rakyat Indonesia. Kalau saya pribadi, apapun yang terjadi di pemerintahan selanjutnya, insya Allah saya dan keluarga masih bisa hidup layak. Jadi, ini bukan tentang kehidupan saya. Ini tentang kerugian negara ini jika pembangunan ini tidak dilanjutkan. Untuk bangsa ini, saya rela kalau hanya dituduh: - Jokowi memanipulasi konstitusi. - Jokowi membangun politik dinasti. - Jokowi otoriter. - Jokowi perusak demokrasi. - Gibran anak haram konstitusi. Silakan saja menuduh saya dan keluarga. Perlu Mas Pandji ketahui bahwa dari orang tua saya, saya pribadi, hingga anak-anak saya, sudah terbiasa mendapatkan tudingan yang jauh lebih buruk dari itu. Tujuan saya melakukan cawe-cawe ini hanya satu, yaitu Indonesia yang lebih baik di masa depan. Tidak masalah saya dituduh melanggar etika, yang penting saya dan keluarga saya tidak melanggar hukum dan bisa melihat Indonesia menjadi lebih baik. Tidak masalah saya dituduh melanggar etika, karena tuduhan itu tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan besarnya manfaat yang akan kita raih untuk negara ini. Mas Pandji, sekarang coba kita ingat ucapan Bung Karno, "Perjuanganku lebih mudah karena melawan penjajah, namun perjuangan kalian akan lebih sulit karena melawan bangsa sendiri." Nah, Mas Pandji sekarang tahu, kan, bagaimana beratnya perjuangan saya menghadapi semua tudingan itu? -lanjut👇-

Hasyim Muhammad

372,050 Aufrufe • vor 2 Jahren

Jika mas Teddy #Seskab masih mengatakan Indonesia (BPJPH) tetap melakukan sertifikasi halal produk AS yg masuk Indonesia, hanya 2 saja kemungkinannya; 1. Perjanjian yang dipegang AS dan Indonesia berbeda. Saya merujuk perjanjian yang diunggah pemerintah AS sebagai bentuk tanggungjawab trasparansi yang diatur Konstitusi AS, Link: Saya tidak temukan pemerintah Indonesia lakukan hal yang sama seperti pemerintah AS. Tidak ada satu pun link perjanjian resmi (dalam bahasa) yang diunggah pemerintah RI. Karena tidak ada, tim saya buat terjemahan dalam bahasa, dibantu AI di sini >> 2. Kemungkinan kedua, Mas Teddy belum baca perjanjiannya atau tidak paham isi perjanjiannya. Membaca perjanjian ART RI-AS itu butuh minimal pengetahuan terkait UU yang berlaku di Indonesia. Jika terkait Halal, ya harus pernah mempelajari UU Jaminan Produk Halal (UU 33 tahun 2014). Bagus lagi jika paham juga mekanisme dan proses jaminan produk halal di Indonesia. Kebetulan saya paham UU JPH dan semua turunannya. Termasuk mekanisme dan proses sertifikasi halal. ------ Yang lama mengikuti saya di X, pasti tahu, saya termasuk yang mendukung UU JPH ini, mendukung Pemerintah Presiden Joko Widodo melaksanakan mandat UU ini dengan mengambil alih sertifikasi Produk Halal yang dulu dipegang MUI. UU ini disahkan di era Presiden S. B. Yudhoyono, tiga hari jelang lengser. Dulu, saya acap di bully oleh kelompok Tadz Haikal yang menolak JPH dilakukan Pemerintah (mungkin karena dia haters Jokowi). Walau saya bukan pendukung Jokowi, saya salah satu Ketua Realawan Prabowo masa itu, tapi saya dukung pemerintah Jokowi ambil alih sertifikasi JPH. Kenapa? Karena langkah tsb sudah di jalan yang benar, sesuai mandat konstitusi dan UU. Tadz Haikal yang dulu menolak, tak percaya "Halal Pemerintah", sekarang dia jadi Kepala BPJPH. Sehingga, saya jadi maklum dia agak buta soal UU JPH, karena pernah menolak sesuatu yang dia tak pahami. ------------------------ Jelas koq tertulis di ART yang ditandatangani Presiden Prabowo Subianto tersebut, bahwa Indonesia sudah tidak boleh melakukan sertifikasi halal untuk produk-produk AS yang masuk ke Indonesia sebagai mandat UU JPH. Indonesia harus terima "bangkotan" sertifikasi halal yang dilakukan lembaga halal di AS. Dan BPJH tidak boleh melakukan review, evaluasi, menambah syarat apapun ke lembaga halal di AS. Padahal, mandat UU JPH dan aturan turunannya, justru mengharuskan BPJPH melakukan review, evaluasi, pengawasan, dan menetapkan syarat JPH untuk lembaga halal asing yang mensertifikasi halal produk yang masuk ke Indonesia. Bahkan, perjanjian ART RI-AS itu pun telah menghapus KEWAJIBAN REGISTER HALAL kepada produk yang bersertifikasi halal lembaga AS. Silahkan baca di Perjanjian ART itu ya, baca yang cermat. ----- Yang paling gawat, jika ART ini sudah berlaku, maka Pemerintah berpotensi melanggar UU JPH karena memberikan keleluasaan produk pangan dan olahan non hewani yang diimpor dari AS, bebas dari sertifikasi halal. Padahal, UU JPH tak sekedar mengatur produk pangan hewani, tapi semua produk pangan bahkan termasuk bagaimana prosesnya. BerdasarART, produk non halal AS juga tidak boleh diminta syarat deklarasi sebagai produk non halal, padahal UU JPH tegas mewajibkan ini bagi produk non halal yang beredar di Indonesia. Belum lagi produk kosmetik, olahan, dan lain-lain dari AS, yang juga tegas di ART ini disebut harus dibebaskan dari kewajiban JPH Indonesia. ----- Saran saya: Para pejabat pemerintah jangan lah berposisi jadi jubir pemerintah AS yang sedang menenangkan rakyat Indonesia. Tapi jadilah jubir pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang diberi mandat untuk melindungi rakyat Indonesia dan semua kepentingannya. Kalau posisi kalian sebagai jubir pemerintah Indonesia, maka kalian akan paham, betapa banyak sekali kedaulatan negara kita untuk mengatur diri sendiri, yang dirampas oleh Pemerintah AS lewat perjanjian ART. ------ Mumpung ART ini belum diratifikasi, mari berdialog, diskusikan point-point yang merugikan negara dan rakyat Indonesia. Ingat, jabatan Presiden itu hanya mandat rakyat, sehingga bekerja-lah untuk kepentingan yang memberi mandat. Salam Ferry Koto Pempilih Prabowo-Gibran Pendukung Pemerintah Yang Sah

Ferry Koto

15,139 Aufrufe • vor 6 Monaten

260825 To.our NCTzens from #해찬 #HAECHAN 🐻 czennieee, halo~ 🐻 kayaknya ini juga pertama kalinya aku baca surat kayak gini, jadi rasanya agak baru juga. akhir-akhir ini cuacanya panas banget, kalian baik-baik aja, kan? aku sendiri akhir-akhir ini lagi sibuk dengan berbagai hal, jadi aku penasaran juga kalian menjalani hari-hari seperti apa. 🐻 ternyata waktu untuk merayakan 10 tahun dream sudah tiba ya. setiap anniv, kita selalu menghabiskan waktu bersama, entah lewat live atau fanmeeting, dan sekarang udah yang ke-10. waktu ternyata cepet banget ya? 🐻 katanya udah 10 tahun sejak aku debut di usia 17 tahun dan tampil di panggung sambil naik hoverboard. waktu itu bahkan belum ada nama czennie, dan kalian mendukung awal perjalanan kami meskipun kita masih agak canggung satu sama lain. kalau dipikir-pikir, lucu banget ya~ 🐻 dari pertemuan itu sampai tds 4, kita udah sampai sejauh ini setelah mengumpulkan begitu banyak kenangan lewat 4 tour. banyak banget hal yang terjadi, ya? 🐻 mungkin ada yang dulu masih jadi pelajar, sekarang uda jadi dewasa. ada juga yang udah berkeluarga. ada yang dulu datang menemui kami diam-diam tanpa sepengetahuan ibunya, tapi sekarang udah bisa dateng ketemu kami dengan bangga. ternyata begitulah waktu 10 tahun berlalu. 🐻 latar belakang kehidupan berubah, pikiran semakin berkembang, kekhawatiran juga semakin banyak, dan dunia yang kita lihat pun jadi berbeda. aku dan para member juga begitu. 🐻 dream udah melewati begitu banyak hal, tapi ketika masih ada saat-saat di mana aku merasa kami masih kurang dalam berbagai hal, aku jadi berpikir, mungkin memang tidak ada akhir dalam proses bertumbuh. 🐻 meskipun begitu, daripada terus mengingat sisi kami yang masih kurang atau hal-hal yang kami sesali, kita memilih mengingat kenangan-kenangan yang membuat kita bahagia dan tertawa, lalu terus berjalan untuk menciptakan lebih banyak momen seperti itu. 🐻 mungkin bentuknya sedikit berbeda, dan alasannya juga bisa berbeda-beda. tapi bagaimanapun, kami akan terus melakukan yang terbaik dari posisi kami masing-masing dan berusaha menjalani hari esok dengan sebaik mungkin sebagai nct dream, sebesar cinta yang telah kami terima dari kalian. 🐻 terima kasih banyak ya untuk 10 tahun ini. selalu jaga kesehatan, dan semoga kita bisa bertemu untuk waktu yang sangat lama~ 🐻 yo dream!

ؘ ndaa #TASTE

28,298 Aufrufe • vor 7 Tagen

Prof Mahfud, Prof Rhenald, dan Ketakutan PSI pada Kuasa Jokowi Pagi ini seorang teman mengirimkan video podcast Prof Mahfud MD dengan Prof Rhenald Kasali. Ada beberapa menit yang membicarakan soal saya. Karenanya, saya memutuskan untuk memberikan klarifikasi. Sebenarnya, saya menghindar untuk fokus ke persoalan saya pribadi. Karena, saya ingin kita lebih ke isu-isu publik, bukan isu private pribadi. Akhir-akhir, ini saya mendedikasikan waktu, tenaga, pikiran, termasuk akun media sosial saya untuk mengadvokasi agar pemilu 2024, termasuk Pilpres, berjalan jujur, adil, dan demokratis. Kenapa? Karena secara hukum tata negara, ilmu yang saya pelajari, itulah satu-satunya jalan terbaik untuk menyelematkan perjalanan bangsa Indonesia ke depan, terlepas dari keterpurukan. Yaitu, melalui pemilu yang berjalan jujur, adil, demokratis, dan berhasil memilih pemimpin eksekutif (presiden) dan anggota legislatif terbaik yang amanah dan antikorupsi. Kalau pemilu kita hanya "festivalisasi" atau "sensasionalisasi", tanpa "intelektualisasi", tanpa pertarungan visi-misi, lebih ke arah survei "elektabilitas", "popularitas", tapi melupakan "kapasitas" dan "intregritas", maka anggota parlemen bahkan presiden kita akan ditentukan oleh "DUITokrasi", daulat duit. Presiden pilihan uang, bukan rakyat! Karena itu, saya cenderung membiarkan saja serangan-serangan ke pribadi saya. Argumentasi ad hominem. Menyerang pribadi, bukan ke substansi masalah. Tetapi, karena bagaimanapun ini sudah masuk wilayah politik, yang sangat dipengaruhi "persepsi", maka sekali-kali saya memutuskan tetap penting untuk melakukan klarifikasi (tabayyun). Karena, kalau disinformasi soal pribadi saya terus dibiarkan, pesan-pesan perjuangan saya untuk menjaga pemilu 2024 – termasuk Pilpres – berjalan jujur, adil, dan demokratis juga akan terkena imbas negatifnya. Kali ini, saya akan fokus pada tiga disinformasi: 1) Tuduhan korupsi di kasus "Payment Gateway"; 2) Tuduhan menyebarkan hoax di soal putusan MK soal sistem pemilu legislatif; dan 3) Tuduhan "takut", karena tidak menghadapi masalah hukum di tanah air. SATU, soal payment gateway, saya berterima kasih, di podcast dengan Rhenald Kasali, Prof Mahfud menyatakan tidak ada korupsi. Yang terjadi adalah "salah prosedur", tidak ada korupsi karena saya "bukan makan uangnya". Saya tentu punya banyak argumen bahwa kesalahan prosedur pun senyatanya tidak ada. Yang tidak dijelaskan Prof. Mahfud, bahwa saya dikasuskan karena mengadvokasi proses pemilihan Kapolri saat itu. Di awal pemerintahan Jokowi, Beliau menominasikan Budi Gunawan menjadi Kapolri. Kami menolaknya karena tidak percaya dengan integritasnya. Masih ingat laporan utama Majalah Tempo soal "Rekening Gendut" para petinggi kepolisian saat itu? Maka, terjadilah gonjang-ganjing politik hukum. Beberapa pimpinan dan pegawai KPK di tersangkakan kepolisian, di antaranya Abrahan Samad, Bambang Widjojanto, dan Novel Baswedan. Di luar KPK, sahabat Prof. Mahfud, Ketua Komisi Yudisial masa itu Suparman Marzuki, juga di tersangkakan. Karena advokasi pemilihan Kapolri itulah, saya pun ikut ditersangkakan Bareskrim Polri, pada awal 2015. Dimunculkan kasus "payment gateway", upaya saya memperbaiki sistem pembayaran paspor secara online, agar menghilangkan praktik percaloan. Sudah 8 tahun lebih, kasus itu masih digantung. Kalau saya mengkritisi kekuasaan, kasus itu dimunculkan dan diberitakan lagi ke publik. Kasus "payment gateway" nyata-nyata dijadikan alat sandera politik. Namun, saya menolak untuk tunduk. Saya menolak untuk takut, dan tetap bersuara kritis sesuai pilihan idealisme yang saya yakini kebenarannya. Siapapun yang merasa kasus itu bukan kriminalisasi, itu hak anda. Meski ada baiknya, anda berpikir ulang, dan bersikap lebih membuka mata-hati, dan berpikir tidak semua kasus hukum di negeri ini murni penegakan hukum, apalagi kalau kita berhadapan dengan kekuasaan, oligarki, dan mafia hukum yang koruptif. Lebih jauh soal kasus "payment gateway" silakan klik: Ada satu lagi, yang ingin saya luruskan, dari pernyataan Prof Mahfud, bahwa saya diberhentikan dari UGM. Lebih tepatnya, saya yang minta berhenti secara terhormat, tanpa hak pensiun. Karena, setelah dikasuskan, saya mengalami "kematian perdata". Imbasnya, rezeki berkurang. Maka, saya berpikir untuk membuka kantor hukum. Agar tidak terjadi benturan kepentingan dan pelanggaran aturan—karena saya meyakini PNS tidak boleh membuka kantor hukum, meskipun tidak sedikit yang diam-diam melakukannya, maka dengan berat hati saya memilih untuk mundur dari UGM. Lagi-lagi, saya ingin bersikap konsisten dengan prinsip antikorupsi, termasuk tidak berstatus PNS saat membuka firma hukum INTEGRITY. DUA, Rhenald Kasali dalam podcast tersebut, beberapa politisi PSI, dan mereka yang punya pemahaman politik cenderung sealiran, masih saja menyatakan saya menyebar "hoax" terkait putusan MK soal sistem pemilu. Ayo, mari kita luruskan logika amat-sangat sederhana (simple logic). Bahwasanya saya mengatakan MK akan memutuskan sistem proporsional tertutup, dan ternyata putusannya terbuka, tidak boleh dong serta-merta disimpulkan saya menyebarkan hoax. Kenapa sulit sekali memahami adanya kemungkinan pergeseran putusan di MK, dari awalnya berencana memutuskan tertutup lalu bergeser menjadi terbuka? Tanyakan kepada beberapa pemohon ataupun saksi di persidangan, apa yang mereka dengar dan ketahui. Tidak sedikit yang akan mengkonfirmasi, bahwa mereka juga berkeyakinan MK akan memutuskan sistem proporsional tertutup, meskipun lalu berubah. Prof Mahfud menyatakan yang kredibel hanya sumber di MK. Saya berbeda pendapat. Sumber kredibel bisa pihak lain yang punya kapasitas dan integritas tak terbeli, di luar MK, yang paham dan mengerti situasi dan punya ilmu pengetahuan terkait kecenderungan putusan MK. Misalnya, sekali lagi hanya misalnya, kalau sumber saya adalah Prof. Mahfud MD, mantan Ketua MK, Menkopolhukam, Guru Besar Hukum Tata Negara, mosok salah jika saya menyebut beliau adalah sumber yang kredibel, meskipun Prof Mahfud tidak lagi di MK? Info saya valid! MK akan memutuskan sistem pileg proporsional tertutup. Saya tidak bisa membuka siapa sumbernya. Bukan karena takut. Justru karena saya bertanggung jawab. Justru karena saya memegang komitmen dan janji untuk tidak melibatkan sang sumber. Saya akan hadapi pengkasusan ini sebagai risiko perjuangan menegakkan daulat suara rakyat melalui proporsional terbuka yang didukung 80% pemilih, menurut survei INDIKATOR pimpinan Burhanuddin Muhtadi, salah satu lembaga survei yang masih saya yakini kredibilitasnya. Dikasuskan, dipidanakan, dan diancam penjarakan karena memperjuangkan hak politik rakyat melalui satu twit, adalah jelas-jelas absurd! Tetapi kalau Profesor Rhenald, beberapa politisi PSI, tidak bisa melihat twit saya sebagai perjuangan menegakkan suara rakyat; sebagai bentuk advokasi publik untuk mengawal MK agar menegakkan keadilan konstitusional; serta pengkasusan saya sebagai absurditas penegakan hukum, ya itulah hak dan cara pandang mereka. Saya hanya bisa mengelus dada dan menyayangkan saja. Bahkan, sebenarnya twit saya bisa dilihat sebagai bantuan kepada Prof. Mahfud, agar pemilu 2024 tidak ditunda. Kalau MK memutuskan sistem proporsional tertutup, 8 parpol di DPR memboikot pemilu, tidak menyetujui aturan KPU yang terkait perubahan sistem pemilu itu, maka pemilu 2024 terancam tidak terlaksana tepat waktu. TIGA, beberapa politisi PSI dan buzzerRp Jokowi tentu senada menganggap saya takut, "tidak jantan" karena tidak kembali ke tanah air menghadapi kasus hukum payment gateway dan perkara terkait putusan MK. Jadi, saya bukan lama di Australia dan tidak pulang ke tanah air. Saya bolak-balik Indonesia-Australia. Akhir tahun lalu sampai Februari saya di Indonesia. Lebaran kemarin pun saya di Indonesia. Saya punya kantor hukum INTEGRITY di Jakarta dan Melbourne. Kalaupun saya 2016—2019 agak lama di Melbourne, karena diberi kehormatan menjadi Profesor tamu di Melbourne Law School. Universitas Melbourne tidak peduli, dan sangat paham kriminalisasi kasus payment gateway saya di tanah air. Jadi, kalau PSI dan BuzzerRp sulit paham, lagi-lagi saya ingin sampaikan logika sederhana saja (simple logic). Orang yang takut biasanya tidak akan menentang arus, melawan, dan mengkritisi kekuasaan. Orang yang takut akan lebih memilih diam, mencari aman, tidak ambil risiko, sehingga mengekor saja semua agenda politik pemegang kekuasaan. Saya sama seperti anda rekan-rekan PSI, di 2014 memilih Jokowi. Tetapi ketika makin kelihatan Jokowi melumpuhkan KPK; Jokowi membangun dinasti kekuasaan keluarganya; Jokowi membiarkan bisnis anaknya menerima suntikan modal yang senyatanya patut diduga suap dari para pebisnis yang ingin dekat dengan kekuasaan istana dll; maka saya memilih bersikap tegas melawan kekuasaan Jokowi yang cenderung koruptif dan represif. Maka, ketika misalnya Grace Natalie, dan rekan-rekan PSI mengatakan, di satu sisi, memperjuangkan hak orang muda melalui uji materi syarat umur capres-cawapres di MK, saya tentu sulit percaya. Politik itu adalah rekam jejak. Karena di sisi lain, PSI pernah menyatakan mendukung Jokowi untuk menjabat tiga periode. Dari segi umur, dimana perjuangan aspirasi usia muda, kalau masih mendukung Jokowi yang sudah jelas-jelas tidak lagi muda? Belum lagi dukungan pada Kaesang di Depok, Bobby Nasution di Sumut, ataupun Gibran di Solo dan bisa ditebak di Pilpres 2024—jika MK mengubah syarat umur, nyata-nyata bertentangan dengan statemen politik Sekjen PSI soal menolak dinasti, di tahun 2015. Sudah lama memang, tapi masih tersimpan aman dalam jejak digital, sehingga bisa kita gunakan untuk menyoal konsistensi PSI. Siapa yang penakut? Saya yang siap dikasuskan dan melawan dengan terus bersuara lantang dan mengkritisi kekuasaan Jokowi yang koruptif? Atau, rekan-rekan PSI yang dengan gagah mengatakan "Tegak Lurus Pada Jokowi", alias "manut" atau ikut apa saja, apapun sikap politik Jokowi. Dalam pandangan saya, "kemanutan" politik pada kekuasaan, adalah ciri-ciri nyata dari berpolitik dengan penuh "ketakutan". Maaf, karena itu, bagi saya PSI bukan partai. Bagi saya PSI adalah semata-mata relawan Jokowi, Gibran, Kaesang, Bob Nasution. Jangan katakan anda memperjuangkan hak orang muda di MK, karena sebenarnya PSI sedang menjadi relawan Jokowi, dan takut melakukan perlawanan pada kekuasaan yang sedang membangun oligarki dan dinastinya yang cenderung koruptif!

Denny Indrayana

269,499 Aufrufe • vor 3 Jahren

Sama seperti kita semua bereaksi atas keputusan final Presiden soal masuknya Indonesia ke BoP, Ini reaksi Ustadz Felix Siauw: Reaksi MUI yang wait and see setelah ketemu presiden 1. Definisi "Perdamaian" bagi Trump - US dan Netan - IL udah jelas. Mereka sekomplotan penjahat perang yang gak mau kedaulatan atau kemerdekaan Palestina, kalau itu berarti Israel harus hengkang dari situ 2. Ulama dan MUI hanya diminta legitimasinya, bukan diajak pertimbangan, karena keputusan sudah dibuat Presiden Prabowo. Persis sama dengan Trump yang udah mutusin semuanya tanpa pertimbangan anggota BOP lain, dan yang lain harus nurut sama dia. Artinya nggak ada kesetaraan Indonesia dan US dalam BOP. Apalagi Israel masih dilibatkan secara istimewa 3. Kalau ada harus dan paling terlibat, ya orang Palestina, yang punya tanah. Yang nggak diikutsertakan dalam pembahasan bagaimana harusnya harapan dan keinginan mereka 4. Apa arti penjajahan? Merebut kebebasan, menentukan nasib yang dijajah. Itulah definisi BOP Aku menghormati MUI dan ulama, tapi maaf aku harus berbeda dalam pandangan BOP ini Tidak ada kompromi bagi penjajahan. Karena aku khawatir, besok-besok semua akan berpikir: Kalau kita kuat atau punya backing US, maka kita bisa ambil tanah orang lain tanpa konsekuensi. Aku gak mau normalisasi kejahatan —- Ya kita semua sudah bersuara memberikan narasi selogis yang kita bisa. Tapi Presiden sudah memutuskan. Ulama, ormas Islam dan MUI, begitu juga tokoh para mantan Menlu dan Wamenlu, semua diundang hanya untuk melegitimasi. Tapi kita, rakyat yang cinta saudara kita Palestina, yang menjunjung amanah konstitusi, kita berbeda pikiran dengan Presiden. Kita, saya, tetap bersama rakyat Palestina yang terus melawan penjajah IsraHel dan tentara zionis serta sekutunya. The President does not represent the voice of Indonesian people. I stand with Palestine! Free Palestine!

Maria A. Alkaff

11,850 Aufrufe • vor 6 Monaten

Bayangin, manusia yang bahkan Rasulullah bilang setan aja takut sama orang ini, tapi bisa selembut ini sama warganya, siapa lagi kalau bukan ✨Umar bin Khattab✨ Selama jadi pemimpin beliau demen banget blusukan, ngeliatin warganya ada yang kesulitan atau engga, mastiin semuanya baik2 aja dulu baru kalau sudah dipastikan baik2 aja baru dah dia pulang. Suatu ketika ketemu sama ibu ini, yang lagi kesusahan, dia nyamperin ternyata ibunya saking gapunya apa2 dia masak air buat ngehibur anaknya supaya anaknya anteng (di riwayat lain ada yg bilang batu) dan si ibu ini langsung maki2 Umar, padahal orang yang didepan dia sendiri Unar itu. Tapi Umar ga marah, ga gimana2 ga gaslighting, ga nanya ini itu langsung pergi ngambil sekarung gandum dipikul sendiri, nganterin ke ibunya, bantuin masakin, dan bantuin ngedinginin makanannya Sumpah ga kebayang, ibu ini kan disuruh ketemu amirul mukminin dan Umar bilang dia pasti ada disana (yaiyalah dia amirul mukmininnya) pas ibunya dateng dan sadar kalau Umar itu dia kayak gimana ya reaksinya 🤣 Pernah di riwayat lain, ketika Madinah lagi panas2 nya bahkan sampai kedua sahabat Rasulullah yang lain yaitu Utsman dan Ali berteduh dan nutup wajah mereka saking teriknya matahari, mereka ngeliat ada orang badan tinggi gede ngejer2 unta lepas, pas diperhatiin ternyata itu amirul mukminin Umar, panik dong mereka berdua langsung nyamperin Umar buat bantuin Umar nangkep unta2 yang lepas itu, taunya udah ketangkep semua. Pas ditanya kenapa kok nangkep unta nya sendiri dia takut kalau misal untanya kenapa2 takut dimarahin Allah kalau ga menjaga hak warganya🥹 Selama menjabat menjadi amirul mukminin Umar juga menentang nepotisme lhoo, sekecil apapun itu.. Dulu ada kisah ketika Umar ngecek padang rumput tempat penggemukan unta, tiba2 Umar ngeliat ada unta yang gede2 sendiri, pas ditanya itu unta siapa yang jaga bilang itu unta anaknya Umar, yaitu Abdullah. Langsung Umar manggil anaknya, dan ditanya kenapa bisa untanya lebih gemuk daripada yang lain. Abdullah bilang dia gatau dia hanya menitipkan untanya aja, tapi Umar bilang pasti penjaganya disini karena tau itu unta milik Abdullah anak amirul mukminin Umar langsung dispesialin. Abdullah bilang dia gaada minta dispesialin sama sekali tapi tetep Umar minta anaknya buat jual untanya dan ambil modalnya aja, untuk sisa kelebihannya harus disumbangkan ke baitul mal (tempat ngumpulin zakat dan shadaqah) dan anaknya pun nurut. Sebenernya masih banyakkkkkk cerita kebaikannya cuma segitu aja dulu deh 🥹 Semoga kita semua selalu diberkahi Allah

awan

266,898 Aufrufe • vor 6 Monaten

CAK NUN TENTANG PRABOWO Emha Ainun Najib atau Cak Nun itu adalah kakak kelas saya di satu SMA yg sama di kota Jogjakarta. Cak Nun saat itu satu angkatan dengan pak Busro Muqodas, Ebiet G Ade dan kakak kandung saya, Afianto, di sekolah yang sama. Tahun 2008 Cak Nun dan saya ketemu di Makkah, dia berangkat haji bersama istrinya, Novia Kolopaking, mereka menginap di rumah Dr Nurkholis Kamba. Sedangkan saya bersama rombongan Amirul Haj tinggal di Wisma Indonesia, saat itu di wilayah Aziziyah. Kami bersama Kiai Haji Ma’ruf Amin, Buya Anwar Abas dan Menteri Agama saat itu pak Maftuh Basyuni. Beserta beberapa pejabat Indonesia. Saat disana Cak Nun sering datang dan saya menemani ngobrol di luar sambil rokoan dia, dan agak menjauh dari rombongan. Emha atau Cak Nun ini sejak dulu sudah dikenal sebagai seniman sekaligus budayawan yang kalau ceramah itu selalu menarik. Tak hanya itu, apa yg diucapkan Cak Nun juga banyak benarnya, termasuk saat ngomongin Pak Prabowo yang katanya tidak dia pahami he he he. Memang benar pak Prabowo itu sejak dulu hingga sekarang sulit dipahami. Tak hanya Cak Nun yang nerasa begitu, tapi rakyat Indonesia sekarangpun juga sulit memahami sikap dan kehendak pak Prabowo yang sering berubah-ubah. Aniway, ucapan Cak Nun banyak benarnya, sayang beliau sekarang ini masih terbaring sakit di rumahnya Jogjakarta. Kalau dia sehat, mungkin banyak hal yang bisa ia sampaikan mengomentari keadaan Indonesia di bawah Pemerintahan Prabowo sahabatnya. Mari teman teman kita doakan Cak Nun agar kembali sehat dan bisa memberikan nasehat, analisis dan pendapat. Terutama terkait keadaan negara yg makin tidak sehat dan sulit dipahami arahnya karena teman Cak Nun yang satu ini. Sekali lagi semoga Cak Nun senantiasa diberikan yang terbaik oleh Allah SWT. Aamiin Aamiin Ya robal alamiin.

Henri Subiakto

14,562 Aufrufe • vor 5 Monaten