Загрузка видео...

Не удалось загрузить видео

На главную

Rupanya begitu, setelah permintaan 3 periode ditolak mentah2 oleh Megawati, Mukidi mulai gembosi PDIP dengan cara mengusung Ganjar Pranowo jadi capres dari koalisi indonesia bersatu. Namun gagal, GP masih sangat loyal terhadap PDIP, disitulah makin sakitnya si dia.

11,510 просмотров • 2 лет назад •via X (Twitter)

Комментарии: 10

Фото профиля KoeCing 🇮🇩✌🇮🇩✌🇮🇩
KoeCing 🇮🇩✌🇮🇩✌🇮🇩2 лет назад

Bagaimana kalo denger ini juga Banyak pembelaan pada pakDhe Akhirnya janggar nyungsep 👎

Фото профиля waw
waw2 лет назад

Ngomong didepan tim sendiri, diupload tim sendiri, bicarakan teman sendiri, seolah binatang ini pengkritik handal. Begitulah para Manusia Binatang.

Фото профиля 🅳🅹🅰🅽🅲🆄🅺
🅳🅹🅰🅽🅲🆄🅺2 лет назад

Bacot

Фото профиля All famous name
All famous name2 лет назад

MASIH AJA BAHAS CERITA BASI. PASUKAN 16% 🤣🤣👎👎

Фото профиля ISINE MAIDO
ISINE MAIDO2 лет назад

@SunHok19 sudah sudah 16% itu angka terbaik kalian..

Фото профиля OCCRP mulyono korup Dunia. blok medan & lap PPATK
OCCRP mulyono korup Dunia. blok medan & lap PPATK2 лет назад

#DukungHakAngketDPR

Фото профиля Moelia 🇮🇩
Moelia 🇮🇩2 лет назад

@AirinDatangLagi

Фото профиля arsawi
arsawi2 лет назад

Wah drama baru lagi nih... Episod keberapa nih.. Kalah sinetron azab indosiar.. 😂🤣😂🤣

Фото профиля Bambang Soetanto.,Bsc
Bambang Soetanto.,Bsc2 лет назад

Se777

Фото профиля Kang aZep
Kang aZep2 лет назад

Hahaha...manusia paling sotoy lah si densi mah🤣

Похожие видео

Tanggapi Deklarasi Golkar dan PAN ke Prabowo, Ganjar: Saya Menghormati Sikap Masing-masing Partai, Ini Seperti Pak Jokowi 2014 Ganjar Pranowo menanggapi santai deklarasi Golkar dan PAN untuk mendukung Prabowo Subianto. Ganjar menyebut, itu suatu hal yang biasa saja dalam proses demokrasi. "Dalam proses demokrasi, sebenarnya itu biasa saja. Saya sangat menghormati sikap masing-masing partai. Pasti beliau sudah memberikan keputusan dan sudah punya catatan harus merapat ke mana. Jadi saya sangat hormat atas keputusan yang diambil oleh partai siapapun mereka dan kemanapun mereka," kata Ganjar ditemui di rumah dinasnya, Puri Gedeh Kota Semarang, Minggu (13/8). Merapatnya Golkar dan PAN ke Prabowo menurut Ganjar hal yang biasa. Saat ini, semua partai sedang bernegosiasi untuk menentukan arah politik mereka. Pihaknya lanjut Ganjar juga terus menjalin komunikasi dengan partai lain, baik yang sudah mendukung maupun yang belum mendukung. "Maka kalau ada partai merapat ke salah satu titik, menurut saya itu hak politik mereka," jelasnya. Disinggung semakin banyaknya partai politik yang merapat ke Prabowo, Ganjar menanggapi santai. Menurutnya, peristiwa bergabungnya partai mengeroyok PDIP dalam gelaran Pilpres sudah pernah terjadi. "Dan kisah ini pernah terjadi saat 2014 kalau tidak salah ya. Saat itu yang mendukung lawannya pak Jokowi itu juga sama, mereka berbondong-bondong ke sana. Dan kejadian ini kita catat dalam perjalannya dan selalu ada dinamika yang berubah," terangnya. Ganjar justru mengucapkan selamat kepada Golkar dan PAN atas keputusannya bergabung ke koalisi Gerindra dan PKB. Ia mengajak semua pihak untuk menjaga demokrasi agar berjalan baik. "Tentu saja yang paling penting adalah bagaimana menjaga demokrasi berjalan dengan baik dan apa yang mesti kita bereskan dari persoalan bangsa dan negara ini," pungkasnya. Seperti diketahui, Golkar dan PAN akhirnya memutuskan merapat ke Koalisi Indonesia Raya (KIR). Lewat ketua umumnya, kedua partai itu mendeklarasikan Prabowo Subianto sebagai Capres 2024.

Mohamad Guntur Romli

49,130 просмотров • 3 лет назад

Catatan saya di ILC tentang ironi politik yg terjadi. Tokoh yg merusak demokrasi adalah orang yg dibesarkan oleh demokrasi itu sendiri. Itulah presiden Jokowi, sosok orang paling berpengaruh sekarang, yang sebelum jadi walikota Solo tdk dikenal masyarakat. Beliau bukan anak orang terkenal, muncul dari masyarakat biasa yang pernah tinggal di pinggir kali. Namun berkat demokrasi, dia bisa jadi walikota, gubernur hingga presiden RI. Sayangnya setelah jadi presiden RI yg sukses, Jokowi mulai lupa diri. Bukannya menerima hukum alam dan konstitusi untuk baik2 saat batas berhenti, namun malah berupaya membangun dinasti dan merusak tatanan nilai dan etika demokrasi. Ironi berikutnya pengrusakan demokrasi ini justru “didukung” oleh orang2 besar (ketua2 partai) yg merintis karir panjang lewat demokrasi, harus nurut seakan tak berdaya dikerdilkan oleh politik dinasti dan permainan oligarki yg dilakukan Jokowi untuk Pilpres 2024 ini. Para politisi yg sdh lama berjuang dan ingin jadi capres dan cawapres, tersingkir, minggir hrs memberi karpet merah pada anak Jokowi. Persis seperti kader2 PDIP yg mau maju di Solo dan Medan di Pilkada lalu, harus rela disalip dan dihentikan karena ada anak dan mantu Jokowi. Kalau kampus2 dan para akademisi melihat ini kemudian bersuara ingin menjaga demokrasi dengan mengkritisi, mengingatkan, dan mengoreksi Jokowi, harusnya diterima dengan introspeksi. Jangan suara akademisi dicurigai, didegradasi dan dibenturkan dg buzzer bayaran dan cyber army. Jangan pula mereka dimusuhi apalagi dihadapkan pada polisi. Suara hati nurani para akademisi itu jauh lebih murni untuk kepentingan NKRI dan demokrasi dari pada suara buzzer dan para politisi yg berambisi, sampai melupakan idealisme, rela ikut mendukung politik dinasti.

Henri Subiakto

39,719 просмотров • 2 лет назад

𝗦𝗔𝗜𝗗 𝗜𝗤𝗕𝗔𝗟 𝗛𝗔𝗥𝗨𝗦 𝗙𝗔𝗜𝗥 𝗗𝗔𝗡 𝗝𝗨𝗝𝗨𝗥 𝗣𝗔𝗗𝗔 𝗕𝗨𝗥𝗨𝗛. Apa yang diperjuangkan oleh Said Iqbal sebagai Ketua Umum Partai Buruh layak dipertanyakan oleh seluruh kaum buruh dan elemen organisasi serikat buruh. Said Iqbal tak layak bermanuver dengan narasi yang tidak logis dan membuat kaum buruh bingung. Bagaimana mungkin buruh diajak mendukung Capres yang diusung koalisi Partai Politik yang 100% mendukung pengesahan UU Omnibuslaw Cipta Kerja..? Said menyebutkan Prabowo didukung Gerindra, PKB dan parpol lain yang semuanya mendukung UU Ciptaker. Ganjar juga didukung PDIP, PAN, PPP dan partai-partai lain yang semuanya mendukung UU Ciptaker. Sementara saat pengesahan UU Cipta Kerja, dari sembilan partai politik di parlemen, dua diantaranya menolak pengesahan UU Omnibuslaw Ciptakerja, yakni Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera. Tak cukup sampai disitu, sebagaiman permintaan Said Iqbal agar parpol yang menolak UU Ciptaker tidak hanya lips service, basa-basi karena tak mau menjadi saksi saat uji materi di sidang MK pun telah dibuktikan oleh PKS. Melalui Ledia Hanifa PKS menghadirkan anggota Badan Legislatif DPR RI fraksi partainya untuk bersaksi disidang MK. Namun ketika kedua partai itu, bersama dengan Partai Nasdem kini berkoalisi dan mengusung Anies Baswedan sebagai bakal capresnya, mengapa Said Iqbal enggan memenuhi janjinya..? Kalau pun Nasdem termasuk partai pendukung UU Ciptaker, setidaknya dalam koalisi itu ada PKS dan Partai Demokrat yang menolak. Tapi Said kemudian berkelit lagi, bahwa Partai Buruh akan mendukung Capres lewat keberpihakan pribadi masing-masing Capres pada kepentingan kaum buruh. 𝗣𝗲𝗿𝘁𝗮𝗻𝘆𝗮𝗮𝗻𝗻𝘆𝗮, 𝗺𝗲𝗻𝗴𝗮𝗽𝗮 𝗦𝗮𝗶𝗱 𝗜𝗾𝗯𝗮𝗹 𝘁𝗶𝗱𝗮𝗸 𝗺𝗲𝗻𝗴𝘂𝗻𝗱𝗮𝗻𝗴 𝘀𝗮𝗷𝗮 𝗸𝗲𝘁𝗶𝗴𝗮 𝗖𝗮𝗽𝗿𝗲𝘀 𝘂𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗺𝗲𝗻𝘆𝗮𝗺𝗽𝗮𝗶𝗸𝗮𝗻 𝘃𝗶𝘀𝗶, 𝗺𝗶𝘀𝗶, 𝗴𝗮𝗴𝗮𝘀𝗮𝗻, 𝘄𝗮𝘄𝗮𝘀𝗮𝗻 𝘀𝗲𝗿𝘁𝗮 𝗿𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗽𝗿𝗼𝗴𝗿𝗮𝗺 𝗸𝗲𝗿𝗷𝗮𝗻𝘆𝗮 𝘀𝗲𝗰𝗮𝗿𝗮 𝘁𝗲𝗿𝗯𝘂𝗸𝗮 𝗱𝗶𝗵𝗮𝗱𝗮𝗽𝗮𝗻 𝗽𝗮𝗿𝗮 𝗯𝘂𝗿𝘂𝗵..? Jika Said Iqbal merasa masih kurang juga dengan syarat yang telah diajukannya sendiri, maka gelar saja 𝘧𝘪𝘵 𝘢𝘯𝘥 𝘱𝘳𝘰𝘱𝘦𝘳 𝘵𝘦𝘴𝘵 secara terbuka, biar nanti kaum buruh yang menilai, siapa Capres yang layak dan pantas untuk didukung kaum buruh. Said Iqbal tidak fair dan jujur jika keputusan dukungan Partai Buruh terhadap figur Capres tidak dilakukan melalui mekanisme yang transparan. Apalagi nantinya justru malah mendukung Capres yang tidak pro pada kepentingan buruh sekaligus dari partai politik yang mendukung UU Ciptaker. Jika itu yang terjadi, maka kaum buruh bisa saja menjadi curiga dan menduga-duga adanya permainan dibelakang lewat kesepakatan-kesepakatan dibalik pintu, agar Partai Buruh mendukung Capres tertentu. Buka saja sejelas-jelasnya apa yang ada dalam isi kepala para Capres dalam forum yang dapat disaksikan publik, sejauh mana ide-ide brilian para Capres untuk mewujudkan kesejahteraan bagi kaum buruh. Ini penting dilakukan agar buruh tidak merasa dipaksakan memakai kaca mata Kuda, memilih Capres berdasarkan keinginan segelintir elite Partai Buruh. Jangan sampai terjadi, ketika rezim berganti, buruh tetap menjadi kaum lemah yang terpinggirkan, menjadi objek penderita, kembali hidup diantara demo demi demo yang tak kunjung usai, sementara elite partainya saja yang hidup bergelimang harta, sejahtera tata raharja.

𝐋𝐈𝐑𝐀 ⁽ᴼᶠᶠⁱᶜⁱᵃˡ⁾

74,456 просмотров • 3 лет назад

KONFLIK JOKOWI VS PRABOWO APA SUDAH DIMULAI? Potensi konflik antara Jokowi vs Prabowo setelah menang Pilpres itu memang besar. Tanda-tanda ke arah itu sudah mulai kelihatan. Konflik rebutan pengaruh adalah kelaziman dalam politik. Sehingga besar kemungkinan akan terjadi drama-drama politik baru, terkait apa yg akan dilakukan Jokowi dan apa pula yg akan dilakukan Prabowo tentu menarik untuk disaksikan. Waktu yg dimiliki Jokowi hanya pendek, tinggal 6 bulan masih berkuasa penuh, maka dalam waktu pendek itu dia harus manfaatkan secara efektif agar dia bisa tetap punya power walau tidak lagi jadi presiden. Sukur-sukur kalau bisa melemahkan Prabowo dan Gerindra. Istana harus segera mewujudkan koalisi besar bersama partai2 yg akan diketuai Jokowi, dengan tidak menyertakan Gerindra di dalamnya. Ini lanjutan strategi politik Pemilu 2024, dimana partai Gerindra dibuat anomali. Ketumnya jadi capres dengan kemenangan suara 58% tapi partainya sendiri perolehan suaranya merosot di bawah 15%. Seakan Pasangan Prabowo Gibran tidak berpengaruh ekor jasnya pada perolehan Gerindra. Malah yang naik drastis justru Golkar. Partai yg sedang jadi sorotan karena ditengarai akan diambil alih oleh “kekuatan Jokowi”. Ini juga menyiratkan pesan politik bahwa yg menang Pilpres itu bukan Prabowo, tapi itu kemenangan Jokowi bersama Golkar yg telah mengusung anaknya, Gibran. Kemenangan terjadi karena usaha dan strategi Jokowi yg secara terbuka membela Pasangan Prabowo Gibran dg berbagai cara. Tentu hal ini bagi Prabowo dan Gerindra serta pendukungnya harus menyadari, dan harus terus menghormati, bahkan tunduk pada politik Jokowi. Prabowo aslinya belum tentu menyukai Gibran. Anak Jokowi yg besar karena “dikarbit”. Tapi Prabowo terpaksa harus menerima demi bisa memanfaatkan power Jokowi untuk memenangkan Pilpres 2024. Nanti setelah dilantik jadi Presiden RI, tentu Prabowo ingin berkuasa penuh. Gak mungkin mau ada matahari kembar. Disitulah bibit konflik rebutan power antara Jokowi dan Prabowo sulit dielakkan. Sekarang Jokowi tinggal punya waktu 6 bln untuk “melemahkan” Prabowo. Kita lihat saja drama politik seperti apa yg akan terjadi setelah periode honeymoon politik keduanya selesai. Apa masih tetap akrab saling dukung dengan kesepakatan, atau malah masuk periode saling tikam? Kita lihat saja. Kalau lihat video ini kasihan juga pak Prabowo yg dicuekin Jokowi. Bibit bibit konflik memang sulit terhindarkan. IMHO (Henri Subiakto).

Henri Subiakto

283,769 просмотров • 2 лет назад

Bantuan Militer Iran untuk Rakyat Bosnia Pembantaian di Srebrenica pada Juli 1995 dikenang sebagai salah satu tragedi kemanusiaan paling kelam di Eropa setelah Perang Dunia II. Dalam peristiwa ini, lebih dari 8.000 pria dan remaja Muslim Bosnia (Bosniak) dibunuh secara sistematis oleh pasukan Serbia Bosnia yang berafiliasi dengan Republika Srpska, di bawah komando Ratko Mladić. Ironisnya, tragedi ini terjadi di wilayah yang telah ditetapkan sebagai “zona aman” oleh PBB, di tengah berlangsungnya perang Bosnia antara 1992 hingga 1995, yang sarat dengan praktik pembersihan etnis. Kejadian bermula pada 11 Juli 1995 di Srebrenica, sebuah wilayah di timur Bosnia-Herzegovina yang saat itu seharusnya berada di bawah perlindungan pasukan perdamaian internasional. Namun perlindungan tersebut gagal total. Dalam waktu singkat, pasukan Serbia Bosnia menguasai wilayah tersebut dan mulai menjalankan operasi sistematis yang menargetkan laki-laki Muslim Bosnia. Ribuan pria dan anak laki-laki dipisahkan dari keluarga mereka, sementara perempuan, anak-anak, dan lansia—diperkirakan antara 20.000 hingga 30.000 orang—dipaksa mengungsi. Kekejaman yang terjadi di Srebrenica sangat mengerikan. Para korban dieksekusi secara massal di berbagai lokasi, banyak di antaranya ditemukan di kuburan massal dengan kondisi tangan terikat dan tanda-tanda penyiksaan. Operasi ini tidak hanya melibatkan tentara reguler, tetapi juga didukung oleh kelompok paramiliter Serbia seperti Scorpion serta relawan bersenjata lainnya, yang memperkuat skala dan intensitas kekerasan. International Criminal Tribunal for the former Yugoslavia dan International Court of Justice secara resmi menetapkan bahwa pembantaian Srebrenica memenuhi unsur genosida menurut hukum internasional. Ratko Mladić sendiri akhirnya dijatuhi hukuman penjara seumur hidup atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan. Sekedar info tambahan: Indonesia juga dulu membantu Bosnia, tapi hadir melalui jalur resmi internasional (PBB), Bentuk bantuan Indonesia: -Misi penjaga perdamaian (peacekeeping) -Diplomasi dan mediasi -Bantuan kemanusiaan (logistik, dukungan moral) -Dukungan simbolik dan rekonstruksi (misalnya pembangunan masjid Istiqlal di Sarajevo Jadi beda dengan dukungan Iran; Iran mendukung Bosnia dalam berperang; setelah Bosnia menang, baru Indonesia masuk sebagai 'peacekeeping' (menjaga perdamaian). ------- NB: video ini sudah lama saya share di X tapi versi awal tanpa terjemahan Indonesia. Kali ini saya temukan video dengan terjemahan, dari akun FB Habib Ziadi:

Dina Sulaeman

11,470 просмотров • 4 месяцев назад

Ini yang dimaksud bahwa Indonesia "SALAH URUS" hingga Negeri yang KAYA SDA ini hanya jadi PASAR Kalau Bule itu mengatakan Negeri Distributor = Negeri PASAR Global Contoh sejak dulu, Indonesia PASAR bagi MICROSOFT Windows TERBESAR di dunia, Tapi Bisnis Microsoft ada dimana? Di SINGAPORE, karena Indonesia Tidak Menarik bagi INVESTOR karena Negeri ini TIDAK MAMPU MENCIPTAKAN KEPASTIAN HUKUM dan STABILITAS POLITIK nya, Tiap Periode, Tiap Pemimpin BARU Terpilih membawa VISI & MISI nya sendiri karena EGO ke AKU annya yang GEDE BENER daripada Kepentingan BANGSA dan NEGARANYA Begitu juga dengan ELON MUSK / STARLINK Hahahaha dia cuma hire 2 orang untuk Memasarkan Produknya di INDONESIA, Investasinya Hahahaha GA ADA. Apalagi Produk Amerika masuk Negeri ini PAJAKNYA "NOL" Persen !!! Dan Pabrik Jepang yang kemarin TUTUP juga karena KEBIJAKAN YANG SALAH ARAH dan Indonesia tetap jadi PASAR Komponen produksi mereka dari Vietnam Jadi ​Ketika ia menyebut Indonesia hanya menjadi "Negeri Distributor," ini adalah bentuk penyederhanaan yang sangat menyakitkan namun realistis dari kondisi kita saat ini. Jebakan "Kekayaan SDA": Kita memiliki semua sumber daya alam yang dibutuhkan dunia, namun kita tidak memiliki teknologi untuk memprosesnya sendiri menjadi produk akhir. Akhirnya, kita hanya mengeruk bahan mentah, mengirimkannya keluar, lalu membeli kembali dalam bentuk produk jadi yang harganya sudah berlipat ganda. Ini adalah definisi klasik dari middle-income trap. Budaya "Cepat Kaya" (Instant Gratification): Poin mengenai "mencari uang instan" sangat krusial. INI YANG GUE PERNAH SAMPAIKAN, TEMPAT PESUGIHAN SEKARANG SEPI, KARENA PARA AUDIENCE PESUGIHAN TELAH MENJADI PEJABAT SEMUA, KARENA DUITNYA LEBIH NYATA dan RESIKONYA LEBIH KECIL. Pemerintahan itu KUIL MAMMON dan Pejabat adalah Pesugihan Modern Sistem bisnis yang ada seringkali lebih mengejar valuation tinggi di atas kertas daripada membangun fundamental bisnis yang nyata. Ini yang ia bandingkan dengan perusahaan teknologi di Amerika (seperti Facebook), di mana para pendirinya tetap berada di perusahaan untuk membangun nilai jangka panjang, bukan sekadar exit strategy untuk mencairkan uang. ​"Negeri Distributor" = "Negeri Pasar": Istilah ini SANGAT AKURAT. Kita adalah target pasar terbesar karena jumlah penduduk kita yang masif dan konsumtif, namun kita tidak memegang kendali atas rantai pasok teknologi. Kita "didistribusikan" barang oleh pemain luar, dan kita "mendistribusikan" sumber daya kita keluar. Kita bukan pemegang kendali, melainkan hanya titik transit dalam perdagangan global. Apa yang ia kritik bukanlah potensi Indonesia, melainkan ARAH orientasi bisnis dan kebijakan INDONESIA. Ketika "inovasi" dianggap tidak "seksi" dibanding "uang instan," maka kita terjebak dalam siklus di mana kita hanya menjadi konsumen dari teknologi yang diciptakan orang lain (Contoh rakyat yang menemukan BIBIT PADI BARU Dipenjara, dan Rakyat yang Memproduksi TV MURAH juga dipenjara) Negeri ini Anti Innovasi. ​Ini adalah cerminan dari kegelisahan gue: Apakah kita akan terus selamanya menjadi penonton di rumah sendiri, ataukah kita mulai berani membangun industri berbasis inovasi dan teknologi yang fundamental? Ketimpangan antara "sumber daya alam yang melimpah" dengan "teknologi yang minim" ini disebabkan oleh kebijakan yang memang sengaja mengarahkan kita untuk menjadi pasar, bukan produsen !! :: WeKa ::

Wawat Kurniawan (WeKa) 🇲🇨

27,711 просмотров • 2 месяцев назад

Disclaimer : gw bukan belain Febrie Adriansyah (FA) ya. Setelah melihat dan mendengarkan dengan seksama pers conference dari Febrie Adriansyah (FA) sepertinya tindakan penggeledahan yang dilakukan parcok level daerah TK1 semacam pengkondisian dan jika memang barang bukti yang ditemukan dirumah FA di Bogor itu ada pemiliknya bukan atas nama dia bisa dibuktikan saja pemeriksaan lanjutan dengan terbuka di khalayak umum. Jika terbukti benar konsekuensinya wajib diterima sekalipun itu pahit dan jika salah maka siapa yang pantas untuk disalahkan atas tindakan penggeledahan itu ? Karena TB1 saja tidak tahu dan merasa kecolongan atas tindakan anak buahnya itu, atau di tubuh Trunojoyo sudah mulai terpecah ada yang pro Jerusolo ada yang pro Medan Merdeka (?) Gw jadi teringat video jaman dulu saat TK masih menjabat sebagai TB1 bahwa tindakan yg dilakukan mantan anak buahnya ini adalah dampak ketidaknyamanan para oligarki yang terganggu dengan aktivitas bisnisnya karena terindikasi fraud/cheating dan berpotensi merugikan negara. Atau bisa saja penguasa saat itu merasa sudah terganggu dan terdesak atas janji-janji yang tidak bisa ditepati terhadap "pemodalnya" dulu. Kalimat "cukup beri dukungan sosial, sudah yang main kami aja👏🏻👏🏻👏🏻" sangat luas artikulasinya 🤭 Coba perhatikan siapa saja oligarki yang sering berkunjung ke jerusolo? Jika gw komparasi sama pendahulunya yaitu Pak SBY tidak semasif kunjungan ke Jerusolo, ini seperti ada target besar yang bisa menggemparkan Indonesia namun pihak yang "terkeker" sudah mencium gelagat akan dilibas oleh kejaksaan. Kita lihat kedepannya apa yang akan terjadi dari sisi penegakan hukum di Indonesia ini. Ini opini pribadi tidak minta didebat.

Jean Roval 寿安 路波流

72,426 просмотров • 1 месяц назад

Kalau ada member yang punya tekad kuat menjadi aidoru, saya bisa pastikan Aurhel Alana salah satunya. Pertama notis Alana karena Extra Time Indonesia yang terus-terusan menyamakan dia dengan Kim Min-jeong aka Winter Aespa. Kemudian saat pertama kali dia live sendirian. Saya iseng nonton tanpa ekspektasi apa-apa, tiba-tiba dia srat srot sepanjang live. Itu ikonik bngtt WKWKWKWK Dari live itu saya tau kalau Alana ini sangat ekspresif, lucu, dan punya tingkah-tingkah spontan yang menghibur. Dia tidak butuh banyak adaptasi karena dia benar-benar senang ada di depan kamera dengan menjadi dirinya sendiri. Respons dia menghadapi chaos-nya saat live juga sangat cepat karena dia lah sumber chaos itu ✌️ Sepertinya karena dia terbiasa berhadapan dengan bocil-bocil tetangganya, iykyk. Intinya dia senang sekali menjalani role-nya sebagai aidoru. Yang tidak banyak orang tau, selain fans-fans-nya, eskalasi perjalanan Alana sebagai member JKT48 ini menarik sekali. Di awal debutnya sebagai trainee, Alana jadi member yang "tertinggal". Saat teman yang lainnya sudah show belasan kali, dia baru 2 kali. Bukan tanpa alasan, di setlist Aitakatta, Alana menjadi backup-nya backup member lain. Dia satu blockingan dengan Gendis dan Aralie. Jadi, kemungkinan dia masuk line up lebih kecil dari yang lainnya. Bahkan, sebelum gen 11 naik ke inti, dia hanya mendapatkan 1 kali show Aitakatta (cmiiw 🙏). Kemudian di setlist Pajama, dia satu blockingan dengan Chelsea. Artinya dia mendapatkan kesempatan lebih banyak di setlist ini. Terlebih saat gen 11 dipromosikan menjadi member inti semua. Dia pernah bilang kalau Pajama Drive adalah cinta pertamanya. Hal ini karena Pajama Drive menjadi setlist yang bisa dia kejar agar tidak terlalu jauh dari teman-temannya. Di setlist ini, Alana nyaris setiap minggu masuk line up. Bahkan pernah dalam seminggu dua kali Lana Pajamaan. Di Pajamjam terakhirnya bulan lalu masih ada selisih 20 show antara Alana (43 show) dengan Oline (63 show) yang menjadi member gen 12 dengan jumlah show terbanyak. Dan yap, sepertinya jumlah show bukan satu-satunya indikator trainee dipromosikan. Masih ada parameter lainnya yang hanya diketahui manajemen. Yang berkesan dari Alana tidak hanya bagaimana dia tetap bersemangat mengejar ketertinggalannya, tapi juga bagaimana dia menciptakan hubungan yang genuine dengan fans-fansnya. In case kamu punya mutual Lana oshi, kamu bakal tahu betapa sayangnya mereka ke Lana. Tentu saja ini karena mereka tahu betapa tulusnya Lana sayang ke fansnya. Setiap interaksinya baik di live, VC, dan sosmednya punya sentuhan yang genuine yang membuat fans-nya merasa diperhatikan. Dari beberapa komentar fans yang pernah ada. Setiap interaksi Lana dan fansnya terasa personal dan tidak template. Bahkan dia masih ingat fans-fansnya dahulu. Di live-nya dia juga pernah nangis terharu saat tau ada fans lamanya yang 'hilang' tiba-tiba kembali lagi. Hubungan yang kuat antara Alana dan fansnya ini membuat saya tidak heran lagi kalau dia meraih rangking 15 di SSK kemarin. Artinya Lana ada di barisan depan jajaran Undergirls. Sebuah bargain power yang sangat menjanjikan untuk member trainee. Apalagi momen #UGDarurat dengan tingkat kehebohan yang di luar nalar serta sangat dar der dor itu. Exposure yang dia terima jadi makin lebih besar lagi. Tidak sampai di situ, setelah SSK dia juga pernah dipercayakan menjadi Global Center di Aitakatta. Setlist yang sebelumnya menjadikannya backup-nya backup memberinya kesempatan ada di posisi paling depan. Dengan pencapaian dan pengalaman yang dia dapatkan 1,5 tahun ini, ternyata dia tidak berpuas diri. Alana juga berani keluar dari zona nyamannya untuk eksplor apa saja yang ada dalam dirinya. Awal April lalu dia memberanikan dirinya mengcover lagu SNSD-Into The New World dan mengupload-nya di TikTok-nya. As member yang talent utamanya bukan menyanyi, cover lagu dia tidak jelek, tidak sempurna, tetapi masih enak untuk didengarkan. Yang perlu di-highlight adalah tidak semua member berani melakukan hal itu. Ini semacam kode kalau ada ruang yang terang-terangan dibuka oleh Alana. Ruang untuk belajar, bertumbuh, dan memperbaiki dirinya agar bisa menjadi aidoru seutuhnya. Dan yap, kejutan memang datang secara tak terduga. Seminggu setelah dia mengunggah cover menyanyinya, dia dipromosikan menjadi menjadi member inti. Dan tidak butuh satu bulan, Into The New World Alana become Into The New Phase. Tanggal 4 Mei besok dia sonichi sebagai member inti di setlist Ramune. Good job, bravo, well done, Aurhel Alana 🫡👏 Siapa yang menyangka member yang tingkahnya terlihat seperti anak kecil itu ternyata punya ambisi yang besar sekali. Member yang teriakannya paling kencang itu ternyata punya mimpi setinggi bintang. Sekali lagi, selamat Alana 👏 Sudah satu langkah lagi lebih dekat menjadi 1.000% idol. Suka sekali dengan cara kamu berjuang mengejar ketertinggalan, berani keluar dari zona nyaman, menghargai fans yang ada, serta memaksimalkan semua kesempatan yang diberikan. Yang saya pahami, 'bubble' Alana memang sangat menyenangkan. Hubungannya dengan fans yang saling berusaha dan saling menyemangati itu terasa dekati sekali. Tidak mengherankan jika banyak yang stay untuk menemani dan mendukung kamu growing up sebagai idol yang sejati. Sepertinya semuanya sudah berjalan dengan semestinya. Meski sering terlihat seperti bocil, Lana ini sudah dewasa dan mengerti apa yang dia mau dan apa yang dia perjuangkan. Nikmatin setiap momen proses bertumbuhnya, Lan. Meski kadang terasa tidak nyaman, coba untuk tetap bertahan. Ga perlu buru-buru, oke 🫶💌

Gigiiih 🍀💎🦖

45,430 просмотров • 1 год назад

𝘎𝘢𝘦𝘴 𝘣𝘢𝘤𝘢 𝘵𝘶𝘭𝘪𝘴𝘢𝘯 𝘣𝘢𝘯𝘨 𝘐𝘺𝘺𝘢𝘴 𝘚𝘶𝘣𝘪𝘢𝘬𝘵𝘰 𝘴𝘢𝘮𝘱𝘢𝘪 𝘢𝘬𝘩𝘪𝘳 𝘺𝘢... 𝐈𝐍𝐃𝐎𝐍𝐄𝐒𝐈𝐀 𝐇𝐀𝐑𝐔𝐒 𝐌𝐄𝐋𝐀𝐍𝐉𝐔𝐓𝐊𝐀𝐍 𝐏𝐔𝐍𝐘𝐀 𝐏𝐑𝐄𝐒𝐈𝐃𝐄𝐍 𝐘𝐆 𝐁𝐔𝐊𝐀𝐍 𝐏𝐄𝐓𝐔𝐆𝐀𝐒 𝐏𝐀𝐑𝐓𝐀𝐈. Telah beredar isu bahwa Jokowi seperti zaman orde baru. Ternyata itu keluar dari mulut seorang Megawati yg lagi panik. Dia lupa, 2009 dia yang ngajak PS gandengan nyapres dengan perjanjian Batu Tulis, padahal saat itu PS baru 9 tahun kembali dari pelariannya, dan darah Orbanya sebagai menantu Soeharto masih mendidih karena kekuasaannya tergusur. Saat ini, PS ditangan Jokowi dan di pasangkan dgn Gibran. Resiko ini tak mudah. Dimakan mati emak, ga dimakan mati bapak. Tapi PS sudah 25 tahun sejak kepulangannya, apa dia sudah berubah. Wallahu a'lam. Kami harus memilih siapa pemimpin yg amanah, didepan mata hanya Jokowi yg bisa di tauladani. Megawati apanya yg mau di tauladani. Jadi presiden saja ternyata lengserin Gusdur. Saat Megawati jadi presiden, apa ga pakai tangan orba untuk menjual Indosat dan keputusan BLBI yg banyak merugikan negara? Kalau apa yg disampaikan Ade Armando, ada seorang petugas partai bertemu dgn gerombolan Mamarika disatu tempat di Arab meminta agar capresnya dibantu utk menang dgn menggadaikan hilirisasi mineral akan di hentikan. Apakah ini ga lebih parah dari orba? Bejat kuadrat namanya. Mungkin ini juga yg mendasari kenapa Jokowi harus mengambil sikap tidak menjadi petugas partai yg "jinak" karena emaknya dianggap tidak bisa menjadi emak yg bisa disimak. PDIP itu terbiasa dgn ketidak konsistenannya, ngomongnya kerap dibantah sendiri. Contoh Adian Napitupulu bilang Jokowi marah karena minta jadi presiden 3 x ga dikasi. Padahal dalam video yg lain dia sendiri yg mengatakan Jokowi tidak pernah meminta jadi presiden 3x karena melawan konstitusi. Gibran dikatai anak ingusan tak ada pengalaman. Lihat sana di Wonogiri Jateng. Bertebaran baliho Pinkan yg baru berumur 25 tahun anaknya Puan yg ga pernah ingusan ikut nyaleg DPR RI dgn nomor urut 1. Katanya ga boleh buat dinasti... mikir!!! Kita bisa merasakan perasaan Jokowi dan keluarganya bagaimana seorang presiden yg dipilih rakyat mau dijadikan keset oleh partai yg arogan dan penuh kebohongan. Kalian ga perlu serang Jokowi, Gibran, Kaesang dan ibu Iriana, tunjukkan aja kalau kalian lebih hebat dan lebih kuat dari Jokowi. Kami tau ikut Jokowi memilih PS dan Gibran ada resiko besar dgn gaya dia memimpin. Tapi kami masih ada harapan karena disana akan ada Jokowi dan Gibran. Jangan sebut Jokowi tidak berdaya jika PS sudah jadi presiden. Kita masih menuju kesana, bung. Faktanya belum ada. Mana yg lebih berbahaya: kalian jual Indonesia ke Mamarika itu atau Indonesia di pimpin PS dan GRR? Bantah itu statement AA, bantah itu temuan intelejen. Itu sebab Jokowi merombak semua jajaran petinggi angkatan dan ketua BIN, ini semua buat Indonesia kedepan, bukan buat partai agar tambah mapan dan arogan. Jadi mari bertanding, jgn pakai bising, teriak2 playing victim, merasa di zholimi, apa ga sadar 9 tahun sudah mendzolomi presiden? Kalian ga usah teriak "lawan", Kamilah yg punya hak untuk teriak "kami akan lawan kalian". The End.

ʀᴇᴍɪɴɢᴛᴏɴ ꜱᴛᴇᴇʟᴇ

83,236 просмотров • 2 лет назад

✨ Thread panjang. Tapi cerita di balik “Thee Square” 💸🍑 ini BENERAN worth it… 🥹🤍 🎬 P’X: Semuanya bermula seperti ini. Begitu aku tau Pond, Phuwin, William, dan Est akan pergi ke New York untuk bekerja bersama, aku langsung merasa ingin melakukan sesuatu untuk #PeachAndMeSeriesEP1 (WOW P’X bener2 manfaatin waktu kosong pas PondPhuwin FanDay in USA dengan sangat sempurna… 👏🏻🥹) Ini kan TheePeach sedang berada di “tanah romansa”, jadi aku berpikir harus ada sesuatu yang spesial. Jadi aku mulai mencari tau jadwal mereka satu per satu dan ternyata masih ada beberapa waktu luang. Hanya saja, keempatnya tidak kosong di hari yang sama. Lalu aku mencari tah apakah selama trip itu akan ada fotografer yang ikut mendokumentasikan trip mereka. Rencananya aku mau minta bantuan supaya fotografer bisa mengambil beberapa adegan singkat menggunakan HP. (WOW… scene sebagus itu diambil pakai HP?? 👀 HP apa yang dipakai…? Samsung? OPPO? Tolong jawab ya brands… 😭😭🤭) Ternyata memang ada yang dokumentasi. Orang ini juga pernah datang mengambil footage behind-the-scenes saat syuting Peach and Me, jadi kami sudah cukup saling memahami. Oke… kalau begitu, aku akan mengubah Times Square menjadi “Thee Square”. (WHATT “THEE SQUARE”… HELP… USA juga ga lolos dari Thee takeover GUYS… 😱😂🤣) Aku mulai semangat menceritakan ide dan latar belakang adegan ini kepada Pond dan Phuwin. Setelah itu, aku menulis naskah khusus untuk adegan ini, semua sebelum mereka berangkat. Selesainya malah lebih dulu daripada naskah Episode 1 yang sudah final. (P’X you’re a genius… I wanna kiss your brain! 😚🧠✨) Aku juga buat storyboard yang memperlihatkan setiap shot yang akan dipakai, lalu mengirimkannya kepada fotografer. Setelah itu aku briefing sudut pengambilan gambar kepada Pond dan Phuwin. Namun sesampainya di New York, jadwal mereka ternyata jauh lebih padat dari yang kami bayangkan. Aku bilang ke mereka, “Kalau memang tidak sempat, tidak apa-apa.” Apalagi jadwal fotografernya juga sama padatnya. Akhirnya mereka mencari cara lain. Pond berkata, “Kamu jangan khawatir. Kami berdua pasti bisa melakukannya.” Lalu mereka mengajak kakak-kakak dan teman-teman yang ikut dalam trip itu untuk membantu menggantikan fotografer. (OHH… Pond Naravit 🐻, the man that you are… 🥹😭 Nangiss beneran aku tuh… 😭😭) PondPhuwin menjelaskan storyboard itu satu per satu kepada semuanya. Sementara aku membantu menjelaskan dari jauh lewat voice call. Dan akhirnya… mereka benar-benar berhasil mewujudkannya. Phuwin bahkan mengirimkan hasil shot-nya kepadaku sambil membanggakan kalau semuanya sesuai briefing dengan sangat presisi. Bahkan bukan cuma itu, Phuwin juga ikut mengembangkan idenya lebih jauh. (Aww… kebayang Phuwin 🐼 dan tim pasti berusaha sekuat tenaga untuk mewujudkan visinya P’X, makanya dia se-Bangga itu… 🥹😭) Aku benar-benar sangat terkesan dengan kerja sama dan kekompakan mereka semua. Begitu kami bertemu lagi setelah kembali ke Thailand, Phuwin langsung menghampiriku dengan bangga untuk menunjukkan hasilnya. Setelah itu kami mulai memeriksa semua footage, melihat mana yang mudah dan mana yang sulit dikerjakan, lalu menyusun rencana bersama tim grafis dan tim audio… Kalian berlima benar-benar luar biasa. Terima kasih, dari lubuk hatiku. (🥹😭) //// OMG… ternyata proses di balik adegan Times Square ini bahkan jauh lebih indah dari yang aku bayangkan… 🥹😭😭 Terima kasih semuanya—Tui, Nut, Boy Tuan, P’X, #PondPhuwin 🐻🐼 dan seluruh tim—yang sudah membuat scene ini jadi se-ICONIC itu. 😭🫶🏻✨ Times Square will forever be part of our “Thee Square” 💸🍑 memories. 😭🤭✨

SeviraS3

36,605 просмотров • 1 месяц назад

ᴼᵖⁱⁿⁱ : 𝗧𝗮𝗽𝗲𝗿𝗮 𝗝𝗼𝗸𝗼𝘄𝗶, 𝗣𝘂𝗻𝗰𝗮𝗸 𝗧𝗲𝗿𝘁𝗶𝗻𝗴𝗴𝗶 𝗞𝗲𝗱𝘇𝗮𝗹𝗶𝗺𝗮𝗻 𝗗𝗶 𝗔𝗸𝗵𝗶𝗿 𝗞𝗲𝗸𝘂𝗮𝘀𝗮𝗮𝗻. Kedzaliman Jokowi melebih kedzaliman yang pernah dilakukan oleh presiden-presiden sebelumnya. Bahkan jika kedzaliman 6 Presiden sebelumnya dijadikan satu, maka tak mampu menandingi kedzaliman Jokowi. Tak berlebihan rasanya jika dikatakan begitu. Jokowi bukan hanya mewarisi hutang yang luar biasa menggunung dan sulit bisa dilunasi oleh 3 generasi mendatang, namun juga tak kepalang tanggung mewarisi invasi asing yang menggerus kedaulatan rakyat terhadap negerinya sendiri. Pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi hingga Kalimantan, saat ini secara ekonomi tidak lagi merefleksikan kedaulatan ekonomi rakyat yang berkuasa diatasnya. Sumber daya alam dikuras habis-habisan dari perut bumi dalam 2 periode kepemimpinannya, sebagian dilakukan oleh pihak yang bukan mewakili kepentingan negara, namun yang dieksplorasi oleh negara pun tak terlihat dampaknya bagi kesejahteraan rakyat, kecuali untuk kesejahteraan segelintir pejabat negara yang menjadi penjilat Jokowi. Nilai tukar mata uang rupiah atas dolar Amerika Serikat semakin anjlok hingga daya beli masyarakat semakin lemah. Harga pangan terus naik mencekik leher rakyat. Harga energi yang harus ditanggung rakyat untuk listrik, gas dan bbm terus melambung menyesakan nafas rakyat. Biaya pendidikan paling tertinggi sepanjang sejarah hingga rakyat begitu berat memperoleh pendidikan yang layak ke jenjang perguruan tinggi. Jaminan kesehatan rakyat masih jauh panggang dari api untuk mampu menciptakan ketenangan hidup rakyat jika mengalami sakit. Lapangan kerja bagi rakyat usia produktif bukannya terbuka luas seiring dengan meruaknya perusahaan asing beroperasi di pelosok negeri, malah sebaliknya pengangguran semakin meningkat akibat lemahnya daya saing industri dalam negeri yang berakhir dengan likuidasi industri lokal, sementara industri asing terbuka bagi masuknya tenaga kerja asing. Petani dan sektor usaha perkebunan rakyat mati suri, industri lokal gulung tikar, nelayan makin nelongso, pariwisata melempem, dstnya dstnya yang jika disebut satu persatu menjadi daftar terpanjang kegagalan Presiden paling spektakuler dalam sejarah Indonesia. Dan anehnya, di tengah kubangan penderitaan itu, pajak rakyat dinaikan, iuran jaminan kerja rakyat digunakan ke pembangunan infrastruktur, dana haji, dana zakat dana infaq, hingga terakhir gaji rakyat pun diincar untuk dihimpun dan dimanfaatkan oleh pemerintahan Jokowi. Lalu dengan anggaran negara (APBN), Jokowi menebar Bansos demi membangun citra kepuasan rakyat terhadap pemerintahannya dan mengklaim dukungan rakyat terhadap program berkelanjutan sejuta derita rakyat yang ia ciptakan sendiri. Sungguh, jika Jokowi tidak berakhir buruk di akhir ujung kekuasaanya, maka ia akan tercatat menjadi Master Piece Tiran peradaban masa kini yang selamat melewati sejarah suksesi, mengalahkan kejatuhan Ferdinand Marcos Presiden Filipina, Mobutu Sese Seko Presiden Zaire, Sani Abacha Presiden Nigeria, Tun Najib Razak PM Malaysia atau jangan-jangan bahkan melampaui Fira’un, yang ditenggelamkan Tuhan di dasar lautan.

𝐋𝐈𝐑𝐀 ⁽ᴼᶠᶠⁱᶜⁱᵃˡ⁾

86,542 просмотров • 2 лет назад

NgePrank Rakyat Dengan UU Kesehatan “Perangkap” Chengdu Sejumlah kerjasama strategis disepakati antara Indonesia - China saat lawatan Presiden Jokowi ke Chengdu, China termasuk di bidang kesehatan. Kunjungan ini juga merupakan follow up atas kesepakatan satu tahun sebelumnya. "Pagi ini pak menkes melakukan pertemuan dengan lebih dari 30 pebisnis di bidang kesehatan sekaligus memfasilitasi match-making antar-bisnis dalam Indonesia-China Healthcare & Biotech Investment Forum. Pertemuan pak menkes menghasilkan sembilan MoU sektor swasta antara lain terkait : transfer teknologi, produksi vaksin termasuk halal vaccines, kemudian produksi alat diagnostik, dan manajemen sistem informasi kesehatan. Di dalam pertemuan juga mendorong penguatan kerjasama vaksin genomic, bioteknologi, untuk menghadapi kemungkinan pandemi baru, termasuk melalui pembangunan National Genebank dan pusat bioteknologi di Indonesia," jelas Menlu Retno. China menggunakan cara yang tak lazim dalam meminjamkan uang yaitu dengan teknik Landing to Own yaitu meminjamkan uang untuk selanjutnya menguasai asetnya karena “bantuan” yang diberikan diluar kemampuan peminjamnya. Isu jebakan utang China menjadi perbincangan hangat ketika sejumlah negara menjadi korban, terperangkap tidak bisa membayar sehingga harus menyerahkan aset. Sri Lanka gagal melunasi kewajibannya dalam mengembalikan dana pembangunan Pelabuhan Hambantota yang dibangun pada tahun 2008 dengan bantuan dana segar dari China sebesar US$ 361 juta (Rp 5 triliun). Tahun 2016, Colombo akhirnya menyerahkan pelabuhan itu kepada perusahaan China untuk mengelolanya. Beberapa negara lainnya sedang terancam perangkap China, Uganda gagal membayar utang (default) kepada China sebesar US$ 200 juta. Kepulauan Solomon juga digadang-gadang masuk perangkat utang Negeri Tirai Bambu melalui 'bantuan' senilai US$ 8,5 juta dan Kenya juga diyakini akan gagal membayar utang ke China sebesar US$ 5,1 miliar. Salah satu kesepakatan pertemuan bisnis yang dilakukan Menkes Budi yakni komitmen investasi kesehatan sebesar lebih dari USD 1,5 milliar, sangat mungkin hal ini merupakan perangkap yang sedang dimainkan China untuk Indonesia apalagi dari kesepakatan di bidang Kesehatan minimal ada 3 poin yang krusial yaitu Kerjasama Manajemen Sistem Informasi Kesehatan, Pembangunan National Gene Bank dan Pusat Bioteknologi di Indonesia. Ketidakmandirian menyebabkan keuntungan finansial besar bagi kapitalis asing untuk berinvestasi. Ancaman besar atas ketahanan bangsa serta kedaulatan negara ketika data genetik serta data kesehatan lainnya berpotensi dimanfaatkan asing China memahami ambisi pemerintah untuk membangun IKN. UU Kesehatan yang pengesahannya sangat terburu-buru menurut Rizal Ramli adalah “upeti” agar China mau berinvestasi di IKN. “UU Kesehatan adalah sweetener bagi investasi China” katanya. Akibatnya pemerintah menabrak berbagai aturan “best practice” dunia dalam pengaturan tenaga profesional kesehatan termasuk menghilangkan peran organisasi profesi dokter dan kesehatan untuk memuluskan rencana jahat tersebut. Organisasi profesi termasuk IDI dianggap menghambat masuknya dokter/ tenaga kesehatan asing sebagai bagian “paket” ekosistem investasi kesehatan. Disusunlah berbagai alasan dengan didukung data “katanya” dan dinarasikan ke publik oleh Menkes bahwa segala keruwetan dunia kesehatan berawal dari IDI yang dituduh superbody sehingga masyarakat melihat penolakan IDI terhadap UU Kesehatan adalah reaksi atas hilangnya kewenangan IDI. Siapa Penebar Hoax ? Masyarakat tertipu dengan narasi sesat Menkes tentang problematika kedokteran yang kemudian menjadi dasar perlunya UU Kesehatan Omnibuslaw. Framing jahat yang secara sistematis berhasil mengalihkan perhatian publik keluar dari muatan utama UU Kesehatan yaitu Kapitalisme dan Liberalisasi Kesehatan. Transformasi teknologi yang terbatas merupakan bentuk imperialisme baru, tenaga ahli kita hanya menjadi "budak" atau sekedar operator proyek nasional yang mereka buat. Tanpa disadari kita memberikan kontribusi besar atas berkembangnya neoimperialisme. Penguasaan negara atas sektor kesehatan dan untuk sebesar-besarnya kepentingan rakyat disalahgunakan sebagai alasan perlunya semua kewenangan diambil alih oleh Kemenkes. Pendidikan, pelatihan hingga pengelolaan SDM Kesehatan diatur Kemenkes, begitupula penilaian etika, disiplin serta pelanggaran profesi menjadi domain superbody “tulen“ bernama Kemenkes. Manipulatif secara terstruktur diperlukan agar sektor kesehatan bisa “dimainkan” oligarki dengan baik sebagaimana sektor lain yang sudah “sukses” dijual ke tangan asing. Kesepakatan pemerintah Indonesia-China di Chengdu menjadi bukti bahwa negara telah menyerahkan negeri ini bulat-bulat kepada kekuatan China yang memang berambisi menguasai dunia. Transparansi kemanfaatan dari kesepakatan Indonesia-China tidak pernah disampaikan secara terbuka namun semestinya publik makin paham bahwa penolakan UU Kesehatan oleh organisasi profesi dan beberapa koalisi masyarakat sangat beralasan dan terbukti dengan jelas lewat pertemuan tersebut. Kesepakatan yang memerlukan “upeti” berupa UU Kesehatan, wajar kalau kemudian legislasi dan pengesahannya “supercepat bin misterius” agar bisa dibawa pada pertemuan Chengdu. Terperangkap karena pemerintah terlalu naif, tidak paham akal licik China atau memang menjadi bagian “pat gulipat” (meminjam istilah Rizal Ramli) ? Pastinya pemerintah berhasil ngeprank rakyat dengan UU Kesehatan. Masyarakat dijanjikan pelayanan kesehatan yang lebih baik dengan UU Kesehatan. Nyatanya rakyat akan tahu “daging” UU Kesehatan akan dinikmati China dan negeri ini hanya merasakan remah-remah kecil yang tersisa. Sungguh malang nasib anak bangsa, 78 tahun Kemerdekaan Indonesia menjadi tanpa makna. Agung Sapta Adi Dokter Spesialis Anestesi & Terapi Intensif Presidium Dokter Indonesia Bersatu (DIB) #BatalkanUUKesehatan #BatalkanUUKesehatan

agungsapta

26,337 просмотров • 3 лет назад

Trump: Saya-lah yang Menempatkan Jolani Di video ini, Trump berkata, "Presiden Suriah, yang pada dasarnya saya tempatkan di sana, melakukan pekerjaan yang luar biasa. Dia orang yang keras; dia bukan anak baik-baik. Anak baik-baik tidak akan bisa melakukannya. Tetapi Suriah sedang bersatu, benar-benar bersatu dengan baik, dan sejauh ini dia sangat baik kepada Kurdi.” Siapa Presiden Suriah? Tak lain eks-ISIS (pernah dipenjara AS di Irak selama 4 tahun), lalu ke Suriah bergabung dengan Al Qaida dalam proyek penggulingan Bashar Assad. Nama aslinya konon Ahmed Al Sharaa, selama "berjihad" ia nama samaran Abu Mohammed al-Jolani. Awalnya, kelompoknya bernama Jabhah Al Nusra (Al Qaida cabang Suriah) dan resmi masuk daftar teroris oleh PBB. Lalu, JN ia ganti nama jadi Hay’at Tahrir al-Sham (HTS). Setelah akhirnya mereka menggulingkan rezim Bashar al-Assad pada Desember 2024, HTS ia bubarkan. Jihad dan khilafah apa kabar? Ya ga ada kabarlah. Dia ganti jubah jihadnya dengan jas dan dasi. Ia bersalaman dengan pemimpin negara-negara Barat. Sikap terhadap Israel? Kadang ngomel-ngomel dikit, karena Israel terus merangsek masuk menguasai sejumlah kawasan di Suriah, termasuk Dataran Tinggi Golan dan Gunung Hermon, dimana jarak tembak Israel dari sana cuma 40 km ke Damaskus. Tapi terhadap Israel, tidak ada jihad. "Suriah tidak bisa perang lagi, dan musuh yang dihadapi saat ini adalah Iran dan Hizbullah," kata Jolani ke wartawan. Saya (dan banyak rekan di medsos) sudah sejak lamaa.. sejak 2012 nulis soal agenda AS menggunakan proxi jihad ini. Banyak sekali tekanan dan kerugian yang saya dapatkan gara-gara terus menulis soal Suriah. Banyak sekali tekanan dan kerugian yang saya dapatkan gara-gara terus menulis soal Suriah. Awalnya, karena ada media online pendukung jihad menobatkan saya jadi "tokoh Syiah" dalam semalam, friend FB berkurang nyaris 2000. Lalu berlanjut tekanan dan intimidasi jahat, di dunia nyata maupun maya, bahkan juga kerugian bisnis. Tapi di saat yang sama, saya menemukan teman-teman sejati. Yang tetap setia, tetap mau berteman, dan memberikan dukungan dengan cara mereka masing-masing. Banyak yang bersama saya dan melindungi saya, dengan berani menggelar acara-acara bedah buku Prahara Suriah dan Salju di Aleppo, meski kemudian digeruduk fans "jihadis." Pernah minta tolong polisi di sebuah daerah, eh malah kami yang disuruh bubar. Untuk mereka semua, saya ucapkan terima kasih banyak. InsyaAllah semua kesulitan yang pernah kita lalu, ga sia-sia, pahalanya dicatat rapi oleh malaikat. Begitu juga, semua fitnah, caci-maki, dan kata-kata jahat kalian para Wahaboy, juga dicatat dan akan ada hitungannya di hari akhir nanti. Saya percaya, kebenaran pasti akan terungkap, cepat atau lambat. Sebenarnya sih kebenaran soal Suriah ini sudah lama terungkap, tapi masih banyak yang pura-pura ga tau. Sekarang setelah Trump mengaku, entah apa lagi alasan mereka. Sebenarnya, Trump ini sama saja dengan Bush, Obama & Biden; sama-sama diam-diam memanfaatkan Al Qaida untuk proyek mereka. Bedanya, Trump blak-blakan, sementara yang lain menutup-nutupi dengan jargon HAM & demokrasi. CATATAN: Saya mengungkap siapa yang berada di balik proyek Al Qaida & ISIS ini, tapi di saat yang sama, saya juga menyatakan bahwa MEMANG ADA umat Muslim yang bergabung atau fans organisasi teror berkedok jihad ini. Solusi untuk masalah ini, dalam pandangan saya, ada di dua level ini: kita menyebarluaskan pemahaman antiradikalisme tapi juga memahami peran AS & Israel dalam proyek terorisme ini. Jadi, beda ya, dengan "pejuang antiradikalisme" versi genk Tel Aviv, yang sok iye aja teriak-teriak soal "toleransi," tapi giliran terorisme Israel dikritik, mereka berbalik ngatain saya "pendukung terorisme Hamas." Yang mau mempelajari apa yang terjadi di Suriah, bagaiman peran para "jihadis" dan AS dan Israel, baca buku saya, unduh di

Dina Sulaeman

13,338 просмотров • 6 месяцев назад

29 APRIL 2009 My Game is Fair Play DITULIS OLEH BAMBANG PAMUNGKAS source: Sebuah judul tulisan bagus, yang ditulis oleh seorang salah satu legenda hidup sepak bola Indonesia. Pada tahun 2009, saya baca ini dengan perasaan emosi yang mungkin sama dengan BP. Walaupun saya bukan pendukung persija, saya setuju dengan statement BP saat konferensi pers kala itu: yang dilakukan Boston Brown itu memang benar-benar PENGECUT! 3 NOVEMBER 2017 Ezechiel mencetak gol mutlak lewat sundulan yang tidak disahkan oleh Shaun Evans. Ironisnya gol tersebut tepat di depan mata BP. Bepe langung klarifikasi, lengkapnya silakan baca sendiri di sini: Kalau kalian sadar, 2017 itu bukan pertama kalinya. Makanya ketika Bobotoh heboh tentang dianulirnya gol Eze dan menyerang BP, saya sudah tidak heran dengan perilaku mas-mas tersebut. 27 MEI 2012 Saya masih ingat jelas, momen pertama kalinya saya berhenti menaruh respek kepada mas-mas satu ini. Kalau ada yang nanya, "hal yang kamu sesali dalam hidup?" Saya akan jawab: memasang poster Bambang Pamungkas di kamar ialah salah satunya! Di video ini, kalian bisa lihat Zulkifli Syukur yang tersikut oleh Fabiano Beltrame jatuh terkapar, Marcio Souza sempat melakukan tendangan namun mampu diamankan Andritany. Maju beberapa waktu kemudian, Zulkifli masih terjatuh dan terlihat gestur pemain Persib meminta pemain persija untuk membuang bola. Pemain persija tidak menghiraukan, dan tetap melanjutkan permainan bahkan sampai masuk ke kotak penalti Persib. Sampai titik itu saya bener-bener gak masalah, karena di situasi sebelumnya, Marcio pun tetep berusaha memanfaatkan peluang. Bola berhasil diamankan pemain Persib, dan Hariono SENGAJA membuang bola sambil menunjuk ke arah Zulkifli yang tadi terjatuh. Hal tersebut pun "dikonfirmasi" oleh komentator pertandingan: Vennard Hutabarat. Ismed melempar bola dengan gesture tidak akan memberikan bola fair play ke Pedro Javier, (lihat di video Tony Sucipto mengangkat tangan meminta bola fair play) kemudian ia memberikan crossing ke Bambang Pamungkas yang dengan sundulannya mengarahkan bola ke gawang dan dipotong oleh Ramdani Lestaluhu. Gol! persija menyamakan kedudukan. Sebagai pemain yang melabeli dirinya fair play, dia menjilat ludahnya sendiri saat mengutuk tindakan Brown dalam tulisannya pada tahun 2009. "Satu hal yang sangat memprihatinkan adalah, setelah wasit mengesahkan gol tersebut, Brown malah melakukan selebrasi sehingga terkesan dia telah melakukan hal yang benar dan bangga dengan hal tersebut." ~Kutipan tersebut saya pinjam dari tulisan BP di blog-nya. Tinggal ubah nama Brown di kutipan tersebut menjadi Bambang Pamungkas. Setelah gol, liat selebrasi membentangkan tangannya yg khas, terkesan dia telah melakukan hal yang benar dan bangga dengan hal tersebut. "yang dilakukan Boston Brown itu memang benar-benar PENGECUT!" Lagi-lagi, ganti nama Baston Brown menjadi Bambang Pamungkas. Cmiiw, pada kejadian tersebut (2012) sekelas Zenrs pun langsung mention twitter BP dan mengangkat kembali tulisan BP tentang My Game is Fair Play itu dengan kalimat satire. Tolong koreksi kalau saya salah, BP klarifikasi di twitter tentang situasi di sana dan kenapa dia memanfaatkan peluang: dia berdalih melihat Zulkifli Syukur sudah berdiri. Saya langsung reply twit mas-mas tersebut: "Poinnya adalah ketika Hariono SENGAJA buang bola, bukan ketika Zulkifli sudah berdiri!" Saya gak pernah menyalahkan Ismed, Pedro, dan Ramdani dalam situasi gol tersebut. Kenapa? Karena walaupun mereka mencederai fair play, setidaknya mereka nggak pernah melabeli dirinya, bahkan menulis "My Game is Fair Play"! Jadi, siapa yang pengecut, Mas BP? 🎥:

Halftime Culture

90,317 просмотров • 13 дней назад

Bismillah, ini Ririe istrinya Ibam, baru recover akun ini 🙏🏼 Terimakasih doa & support untuk Ibam sekeluarga yang sedang berjuang melewati masalah hukum saat ini.. Berikut cuplikan video cerita Ibam, perkenankan juga aku sebagai istri cerita soal yang keluarga kami alami.. 📝 Aku mengenal Ibam sejak 2010 ketika dia sedang kuliah beasiswa di Eropa. Setahun kemudian kami menikah dan nekat memulai hidup baru dari nol di Belanda. Di awal pernikahan kami, Ibam bekerja sebagai software engineer di perusahaan AI logistik di Rotterdam, sementara aku lanjut kuliah S2 di Tilburg pada tahun 2013. Jujur, kami memulai pernikahan dengan penuh keterbatasan. Akad nikah dan resepsi kami juga sederhana di rumah supaya bisa berhemat. Sesampainya di Belanda, we had to build everything on our own karena keluarga kami bukan yang bisa "menyuntik" dana kapanpun kalau kami ada kekurangan. Ketika aku mulai kuliah, kami pindah ke kota kecil, Dordrecht. Di sana kami berbagi satu rumah kecil mungil dengan keluarga lain. Semua demi berhemat uang untuk bayar kuliahku. Tapi alhamdulillah, atas izin Allah, di tengah keterbatasan itu, aku lulus S2 dan kami dikaruniai kehamilan anak pertama. Dari masa-masa sulit itu, aku mengenal satu hal pasti tentang suamiku: Ibam adalah pekerja keras dengan integritas tinggi. Dia sangat detail, perfeksionis, dan selalu berjalan lurus sesuai aturan. Ngga pernah neko-neko. Tahun 2016, kami berada di persimpangan jalan. Sahabatnya mengajak Ibam pulang ke Indonesia untuk membantu Bukalapak. Berat sekali rasanya meninggalkan Belanda yang sudah nyaman. Tapi setelah diskusi panjang dengan keluarga, kami memutuskan untuk pulang. Di Indonesia, Ibam mencurahkan seluruh tenaganya untuk membangun tim engineering di sana. Dia selalu semangat kalau cerita soal ketemu pelapak dan gimana mereka terbantu pakai aplikasi yang timnya bangun. But, as his wife, aku juga melihat ada harga yang harus dibayar: kesehatannya. Ibam memang punya riwayat jantung bawaan dari Ibu dan Kakeknya. Jantungnya selalu berkerja ekstra keras, detaknya selalu di atas 105 bpm walau sedang istirahat. Yang tadinya di Belanda ngga pernah sakit-sakitan, sejak balik ke Indonesia setiap tahun selalu saja ada penyakit berat yang datang dan perlu macam-macam operasi dan rawat inap. Puncaknya di tahun 2023, tubuhnya seakan kasih sinyal mau kolaps. Siang hari ketika sedang kerja, Ibam tiba-tiba muntah-muntah dan oleng tidak bisa jalan. Kami segera bawa Ibam ke UGD. Alhamdulillah, kondisinya bisa distabilkan. Beberapa bulan kemudian setelah di MRI, ternyata Ibam kena stroke ringan yang merusak saraf vestibularnya. Sejak itu aktivitasnya mulai terhambat. Belum lagi, setahun sebelumnya dia juga didiagnosa diabetes, yang juga turunan dari keluarganya. Jujur, aku tidak paham apakah semua penyakit ini saling berkaitan atau tidak, karena aku bukan dokter. Yang jelas, as someone closest to him, I can see that Ibam has not been physically well for the past few years. Mundur sedikit ke Desember 2019. Waktu itu Ibam dapat tawaran dari Facebook di Inggris. Setelah bolak-balik wawancara ke London, he got the offer. I still remember how happy he was when he told me about it. Sebagai istri yang waktu itu sedang hamil anak kedua, aku sudah membayangkan akan melahirkan dan membesarkan anak-anak kami di sana. Tapi di saat bersamaan, Ibam dihubungi tim yang sedang bantu-bantu Kemendikbud. Mereka punya visi besar soal aplikasi untuk pendidikan Indonesia. Ibam galau. Tapi setelah ngobrol dengan mereka, dia cerita ke aku: "Kalau Facebook, 5-10 tahun lagi insya Allah masih ada. Tapi kesempatan bantu pemerintah dan pendidikan lewat teknologi kayak gini, langka banget rasanya. Ilmuku bangun aplikasi insya Allah bisa lebih bermanfaat buat banyak orang dengan kita tetap di Indo dan bikin aplikasi buat pendidikan Indonesia." Dan yang bikin kami lebih yakin, tim itu bilang semua biaya konsultan ditanggung sebuah yayasan dan ngga akan membebani negara sama sekali. Dengan bismillah dan istikharah, kami menolak London. Meski penghasilan jadi turun, kami yakin rezeki sudah diatur Allah. We said goodbye to London. Tahun berganti. Ibam bekerja sebagai konsultan eksternal kementerian sejak Januari 2020. Setelah kondisi kesehatannya makin nurun pasca stroke ringan, Ibam curhat ke aku kalau dia ingin resign. Dia ingin bangun startup sendiri sama temannya supaya bisa kerja sambil bedrest dari rumah. Di Juli 2024, setelah nabung dan kumpulin modal, mimpi sederhana itu akhirnya dimulai. Dia resign dan bikin startup AI yang support kesehatan mental. Tapi mimpi itu ngga bertahan lama. Tanggal 23 Mei 2025, hidup kami berubah drastis. Hari itu, ngga ada angin ngga ada hujan, rumah kami digeledah oleh APH (Aparat Penegak Hukum). Seumur hidup, belum pernah aku gemetar ketakutan seperti itu. Melihat petugas berseragam loreng hijau dan tim penyidik ada didalam rumah kami dengan jumlah yang ngga sedikit. Dengkul rasanya mau copot. Apa yang mereka tuduhkan terhadap Ibam? Tindak Pidana Korupsi yang merugikan negara. Rasanya seperti disambar petir. Ini kaya mimpi! Mustahil Ibam korupsi. Aku istri yang selalu bisa akses semua rekeningnya. Tidak pernah ada "uang kaget" atau dana ghaib masuk. Semua murni dari gajinya. Rasanya saat itu juga aku ingin langsung menyodorkan mutasi rekening kami ke para penyidik dan bilang, "Silakan cek, Pak!" Tidak ada yang kami tutupi. Lagipula, kalaupun Ibam dituduh merugikan negara, di bagian mana dia punya wewenang untuk ambil keputusan? Ibam selalu serahkan keputusan ke kementerian, he never had any authority to decide. Juli 2025, mimpi buruk itu menjadi nyata. Ibam ditetapkan sebagai tersangka. Aku menangis sejadi-jadinya, membayangkan nasib anak-anak kami. Coba bayangkan. Ibam itu posisinya cuma konsultan eksternal. Bukan pejabat, bukan PNS, apalagi pengambil keputusan. Tapi anehnya, dia malah dituduh "mengarahkan pengadaan" oleh para pejabat. Padahal dari awal Ibam kasih masukan tertulis untuk Windows juga, bukan cuma Chromebook. Dan sudah wanti-wanti kalau mereka mau pakai Chromebook ada risiko yang mereka perlu pastiin dulu. Tapi wanti-wantinya ngga didengar. Pejabat tetap jalan dengan keputusan mereka sendiri. Dan ketika jadi perkara, malah Ibam yang disalahin. Logikanya, kalau ada niat jahat untuk mengarahkan, kenapa mesti wanti-wanti soal risikonya? Ibam sudah berbuat layaknya seorang konsultan, kasih masukan objektif lalu serahkan keputusan ke pejabat. Yang lebih bikin nyesek, namanya dicatut di dalam SK dan kajian yang Ibam sendiri nggak pernah lihat wujudnya sampai kasus ini meledak. Di kajian itu ada kolom tanda tangan banyak orang dan kolom Ibam jelas-jelas kosong, tapi dia tetap dituduh yang nyusun kajiannya. Sekarang, Ibam jadi tahanan kota karena kondisi jantungnya yang rentan. Kami kehilangan segalanya. Ibam kehilangan pekerjaan, startup-nya berhenti dan harus layoff semua karyawan, dan keluarga kami kehilangan sumber nafkah. Tabungan kami sekarang hampir habis. Aku yang hanya ibu rumah tangga sekarang harus berdiri tegak mencari keadilan, termasuk mencari kuasa hukum yang sebisa mungkin pro bono karena kami ngga sanggup bayar pengacara Tipikor yang biayanya selangit. However, I truly believe there will always be a silver lining in everything, and Allah’s plan is always the best. Mungkin ini cara Allah mau menaikkan derajat Ibam di sisi-Nya. Di balik status tersangka ini, aku tahu integritas suamiku tak pernah berubah sejak kami susah payah di Belanda dulu. Aku memohon doa dan dukungan dari teman-teman semua untuk membagikan dan menyuarakan ketidakadilan ini. Semoga Ibam diberikan kebebasan dan keadilan. Semoga kami dan anak-anak bisa kembali hidup normal, dan badai ini segera berlalu. Allahumma aamiin.

Ibrahim Arief

514,786 просмотров • 8 месяцев назад

260523 ABEMA TIMES #柏木由紀 Kashiwagi Yuki Akui "Masa Peringkat 3 Senbatsu Sousenkyo yang Penuh Keputusasaan", Titik Baliknya adalah "Saat Maeda-san dan Yuko-chan 'Menyibak' Rambutku..." Kashiwagi Yuki (34), telah lulus dari AKB48 dua tahun lalu setelah 17 tahun berkarier. Lolos audisi AKB48 di usia 15 tahun dan terus mendapat sorotan sebagai idola, kini ia membeberkan tentang "masa peringkat 3 Senbatsu Sousenkyo yang penuh keputusasaan" di balik rentetan pencapaian gemilangnya tersebut. Bergabung dengan AKB48 sebagai generasi ketiga saat duduk di bangku kelas 3 SMP, Kashiwagi pindah ke Tokyo dari kampung halamannya di Kagoshima. Namun, hal pertama yang menantinya di awal karier adalah realita kejam yang jauh berbeda dari dunia yang ia impikan. ​"Aku sangat berdebar-debar dan antusias karena akhirnya bisa menjadi idola yang selalu kudambakan. Tapi, saat di acara jabat tangan, orang-orang yang mengantre untuk Maeda Atsuko-san atau Oshima Yuko-chan di sebelahku terlihat sangat gembira sambil berseru 'Wah, Acchan!', atau 'Wah, senangnya!'. Sementara saat mereka bergeser ke depanku, aku masih ingat jelas ekspresi wajah mereka yang seolah menyiratkan 'Siapa sih anak ini?'. Sejak saat itu aku mulai sadar, 'Ah, aku ini belum bisa melakukan apa-apa. Lagipula, tidak ada gunanya kalau aku terlalu menonjol di AKB48'. Bahkan di acara televisi reguler pun aku berusaha membaur agar 'jangan sampai terlalu sering tersorot kamera, jangan sampai diajak bicara'." ​Sempat menutup diri karena terintimidasi oleh pesona luar biasa dari orang-orang di sekelilingnya, Kashiwagi pada akhirnya menemukan sebuah "strategi bertahan hidup". ​"Karena merasa harus melakukan sesuatu, jalan yang aku pilih adalah berusaha keras di acara jabat tangan. Meski merasa tidak punya bakat atau kelebihan apa pun, aku bertekad untuk menghadapi para penggemar di acara jabat tangan dengan sangat tulus. Aku berusaha melayani mereka agar mereka senang, menghafal nama-nama mereka, dan mengeluarkan suara yang lebih keras dan ceria melebihi para senior agar mereka berpikir 'Aku ingin menyukai anak ini'. Setiap minggu, aku berjuang sekeras itu di acara jabat tangan." Usaha konsistennya tersebut akhirnya membuahkan hasil. Pada pemilihan umum di tahun keempatnya bergabung, Kashiwagi membuat lompatan besar dengan sukses meraih posisi ke-3. Namun tanpa disangka, tekanan dari titel "Peringkat 3" itu justru semakin menyudutkan dirinya yang kala itu masih berusia 20 tahun. ​"Meski di foto aku tampak tersenyum, rasa 'tidak enak hati' itu tetap saja terpancar. Saat kami berbaris sesuai peringkat di acara musik dan diajak bicara satu per satu, tidak jarang giliranku (urutan) dilewati begitu saja. Seperti Acchan, Yuko-chan, lalu... setelahnya siapa ya? Karena aku merasa 'Mereka melewatkanku karena tidak mengenalku, jadi aku tidak dipakai di TV', rasa sakit hatiku malah semakin menumpuk, padahal aku sudah bersusah payah meraih peringkat 3..." ​Saat ia terus menundukkan kepalanya dalam-dalam karena urutannya di acara musik sering terlewat, sosok yang akhirnya membuka pandangan dan membantunya bangkit adalah Maeda Atsuko dan Oshima Yuko, yang saat itu menduduki puncak popularitas. ​"Waktu itu aku selalu berpikir 'Aku ingin sedikit menyembunyikan wajahku', jadi aku menutupinya dengan juntaian rambut (membentuknya seperti antena). Mungkin karena kurang percaya diri, rasanya jauh lebih tenang kalau ada rambut di situ. Tapi ketika aku berhasil meraih peringkat 3, Maeda Atsuko-san dan Oshima Yuko-chan bertanya kepadaku, 'Ini rambut buat apa?'. Saat aku menjawab dengan gugup 'Eh, ini bukan apa-apa...', Maeda-san dan Yuko-chan sama-sama langsung 'menyibak' rambutku sehingga telingaku terlihat. Mereka bilang, 'Sayang lho kalau ditutupin, kelihatan suram', 'Mending wajahmu diperlihatkan sejelas mungkin, karena jauh lebih baik kalau orang-orang mengingat wajahmu. Berhenti menutupi wajah pakai rambut ini'. Di momen itu aku tersadar, 'Ah, mungkin ini kesempatanku untuk bisa berubah'. Walaupun itu hanya sebuah interaksi kecil, aku sangat bersyukur karena para senior memedulikanku. Berkat mereka, aku merasa bisa sedikit mengubah diriku yang tidak percaya diri ini."

Satau

22,717 просмотров • 3 месяцев назад

Bagaimana Platform Mendeteksi Usia Tanpa Verifikasi ID? Saya sangat mendukung Kementerian Komunikasi dan Digital secara resmi menerbitkan Peraturan Menteri sebagai turunan dari PP Nomor 17 Tahun 2025 (PP Tunas), yang menunda akses anak di bawah 16 tahun pada platform digital berisiko tinggi termasuk media sosial dan layanan jejaring. Alasannya sudah disampaikan Menkomdigi. Clear. Itu problem besar kita. Negara lain, spt China, justru jauh lebih ketat dibanding Indonesia dan sudah melakukannya sejak lama. China tidak hanya melarang anak membuat akun medsos, tapi mengatur ekosistem digital anak secara menyeluruh dan berlapis, dari level konten, level platform, hingga level perangkat keras. China sebenarnya model referensi yang lebih relevan secara geopolitik untuk Indonesia dibanding Australia, keduanya negara non-Barat dengan populasi besar dan konteks digital yang mirip. Yang menarik, Indonesia justru melampaui China dalam satu hal, yakni melarang akun medsos secara eksplisit per platform berdasarkan usia, sesuatu yang belum dilakukan China secara langsung. Rencananya, implementasi dimulai secara bertahap pada 28 Maret 2026, mencakup YouTube, TikTok, Facebook, Instagram, Threads, X, Bigo Live, dan Roblox. Pertanyaan Besar Naaah.... yang jadi pertanyaan banyak netizen adalah: bagaimana teknis deteksi usianya? Pake KTP? Belum punya. Pake form tanggal lahir? Mudah dimanipulasi. TErkait teknis pembatasan, saya pernah bertanya ke perwakilan TikTok Indonesia. Apakah platform sebenarnya bisa mendeteksi usia anak, dari pola akses mereka, misal anak sekolah tidak akses pada jam2 sekolah, konten yang mereka buka, komentar yang mereka tuliskan? Dia bilang, Tiktok bisa tahu dari parameter2 ini. Bagaimana Platform Mendeteksi Usia? 🔴 TikTok — Paling agresif dalam video scanning TikTok telah mengonfirmasi bahwa mereka memindai video publik pengguna untuk menginferensi usia. Salah satu sinyal unik yang digunakan adalah dengan memindai komentar di posting ulang tahun ("Happy Birthday") di mana usia pengguna mungkin tersebut. Sistem TikTok menganalisis profil pengguna, video yang diposting, dan sinyal perilaku untuk memprediksi apakah akun tersebut milik pengguna di bawah umur. Setelah AI menandai akun, moderator manusia mereview akun-akun tersebut sebelum pemblokiran dilakukan — bukan otomatis ban langsung. Sistem ini mengidentifikasi pola yang mungkin mengindikasikan pengguna lebih muda dari yang diklaim, seperti nada video, sifat interaksi, atau sinyal keterlibatan lainnya. Untuk verifikasi lanjutan (saat akun diperdebatkan), TikTok bermitra dengan layanan seperti Yoti untuk estimasi usia berbasis biometrik wajah — sistem menganalisis karakteristik wajah untuk memperkirakan usia, tanpa menyimpan foto secara permanen. 🔵 Instagram/Meta — "Adult Classifier" AI paling canggih Sistem adult classifier Meta menganalisis sinyal perilaku untuk mengkategorikan pengguna sebagai di bawah atau di atas 18 tahun. AI memeriksa profil pengguna, daftar follower, interaksi konten, dan postingan seperti pesan ulang tahun dari teman. Misalnya, profil yang mengikuti influencer bertema remaja atau berinteraksi dengan konten terkait sekolah dapat memicu pemeriksaan lebih lanjut. Meta juga menandai akun yang dibuat dengan email atau device ID yang sama tetapi dengan tanggal lahir berbeda — ini mencegah remaja lolos dengan membuat akun baru. Jika teman pengguna memposting sesuatu seperti "Screaming happy 15th birthday to my best friend", tim evaluasi internal Meta akan melabeli pengguna tersebut sebagai remaja. Instagram juga menggunakan Natural Language Processing (NLP) untuk memindai caption dan pesan terhadap pola bahasa yang khas dari pengguna yang lebih muda. 🔴 YouTube/Google — Berbasis riwayat tontonan Sistem AI YouTube bergantung pada sinyal seperti jenis video yang dicari dan ditonton pengguna, serta sudah berapa lama akun aktif, untuk menentukan apakah mereka berusia di bawah 18 tahun. Pengguna dewasa yang salah diidentifikasi sebagai remaja harus mengunggah KTP, kartu kredit, atau selfie untuk membuktikan usia mereka. Google dan YouTube sangat mengandalkan sinyal perilaku yang terkait dengan riwayat tontonan dan aktivitas akun untuk menginferensi usia — baru kemudian meminta KTP atau kartu kredit ketika sistem merasa tidak yakin. 🟣 Facebook/Threads — Lintas platform Meta Facebook dan Threads menggunakan infrastruktur yang sama dengan Instagram. Instagram menyatakan bahwa mereka mungkin mencoba mencocokkan usia pengguna di Facebook dengan usia yang dinyatakan di Instagram, bersama dengan penggunaan "banyak sinyal lain" yang tidak diungkapkan. 🟡 Roblox — Orientasi pada perilaku anak di bawah umur Roblox secara khusus fokus pada deteksi perilaku anak. Mereka menganalisis pola chat, jenis game yang dimainkan, dan waktu sesi bermain. Perilaku khas anak (bahasa yang digunakan, pola waktu bermain di jam sekolah/malam) menjadi sinyal utama. ⚪ X (Twitter) & Bigo Live X saat ini paling lemah dalam deteksi usia berbasis perilaku — lebih mengandalkan laporan komunitas dan verifikasi manual. Bigo Live menggunakan moderasi konten live streaming secara real-time, termasuk deteksi wajah untuk usia. Keterbatasan Sistem Sistem-sistem ini gagal dengan cara yang dapat diprediksi. False positive sangat umum — platform mengidentifikasi orang dewasa dengan wajah muda, orang dewasa yang berbagi perangkat keluarga, atau memiliki penggunaan yang tidak biasa, sebagai remaja. Sementara false negative juga persisten — remaja dengan cepat belajar cara mengelabui sistem dengan meminjam KTP, berganti akun, atau menggunakan VPN. Bukan Sekadar Pembatasan, Perlu ada Substitusi Menurut saya, ini harus dimulai. Pasti ada kekurangan di awal. Yang penting terus disempurnakan sambil belajar dari yang sudah berhasil seperti China. Poin kunci yang membuat model China berbeda adalah mereka tidak hanya melarang, tapi menyediakan alternatif yang dikurasi secara aktif oleh negara. Douyin "Youth Mode" — fitur-fiturnya sangat spesifik: Fitur Youth Mode Douyin antara lain: jeda wajib lima detik antar video untuk mengurangi risiko adiksi, batas 40 menit per hari hanya antara jam 6 pagi sampai 10 malam, dan konten diganti dengan materi edukatif seperti eksperimen sains, pameran museum, dan penjelasan sejarah. Di sisi konten, mode remaja Douyin melarang berbagai jenis konten ditampilkan, termasuk video prank, "takhayul", dan konten tempat hiburan seperti klub dansa atau karaoke yang memang tidak boleh dimasuki remaja. Setiap akun juga dihubungkan ke identitas asli pengguna, dan teknologi pengenalan wajah digunakan untuk memantau pembuatan konten live streaming. Bahkan ada aplikasi anak tersendiri. ByteDance meluncurkan aplikasi khusus anak bernama Xiao Qu Xing ("Little Fun Star") — seperti Douyin tapi hanya berisi konten edukatif, dibatasi 40 menit per hari dengan default 30 menit di hari kerja, dan orang tua bisa menurunkan batas waktu hingga hanya 15 menit per hari. Kesimpulan Jadi konfirmasi dari perwakilan TikTok itu akurat dan berdasar — platform memang sudah jauh melampaui sekadar mengandalkan tanggal lahir yang diinput. Namun tantangan terbesarnya untuk konteks Indonesia adalah sinyal seperti "cross-platform account matching" dan "device ID linking" akan sangat efektif, tapi sinyal berbasis konten (bahasa, NLP) perlu dilatih ulang untuk Bahasa Indonesia dan dialek lokal agar akurasinya setara dengan deployment di pasar Barat. Harusnya ini ndak jadi masalah, mengingat perkembangan AI yang sudah sangat maju.

Ismail Fahmi

60,999 просмотров • 5 месяцев назад