Loading video...

Video Failed to Load

Go Home

๐—ฆ๐˜๐—ฎ๐˜€๐—ถ๐˜‚๐—ป ๐—ง๐—ฒ๐—น๐—ฎ๐˜„๐—ฎ, ๐—ฆ๐—ฎ๐˜๐˜‚-๐—ฆ๐—ฎ๐˜๐˜‚๐—ป๐˜†๐—ฎ ๐—ฆ๐˜๐—ฎ๐˜€๐—ถ๐˜‚๐—ป ๐—ž๐—ฒ๐—ฟ๐—ฒ๐˜๐—ฎ ๐—”๐—ฝ๐—ถ ๐—”๐—ป๐˜๐—ฎ๐—ฟ๐—ธ๐—ผ๐˜๐—ฎ ๐—ฑ๐—ถ ๐—•๐—ผ๐˜†๐—ผ๐—น๐—ฎ๐—น๐—ถ ๐Ÿš‰ Di Boyolali ada stasiun kereta api yang usianya hampir 1,5 abad? Yup, kamu nggak salah dengar kok, Guys! ๐Ÿค— Kenalan yuk sama Stasiun Telawa, satu-satunya stasiun kereta api antarkota di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, yang sudah berdiri sejak 1870-an....

108,665 views โ€ข 10 months ago โ€ขvia X (Twitter)

0 Comments

No comments available

Comments from the original post will appear here

Related Videos

๐— ๐—ฎ๐—ป๐˜๐—ฎ๐—ฏ ๐—ก๐—ถ๐—ต! ๐—˜๐˜€๐—ธ๐—ฎ๐—น๐—ฎ๐˜๐—ผ๐—ฟ ๐—ง๐—ฎ๐—ต๐—ฎ๐—ฝ ๐—ฃ๐—ฒ๐—ฟ๐˜๐—ฎ๐—บ๐—ฎ ๐—ฑ๐—ถ ๐—ฆ๐˜๐—ฎ๐˜€๐—ถ๐˜‚๐—ป ๐—ฃ๐—ฎ๐˜€๐—ฎ๐—ฟ๐˜€๐—ฒ๐—ป๐—ฒ๐—ป ๐—ฆ๐˜‚๐—ฑ๐—ฎ๐—ต ๐—•๐—ฒ๐—ฟ๐—ผ๐—ฝ๐—ฒ๐—ฟ๐—ฎ๐˜€๐—ถ ๐ŸŽ‰ Good news nih, guys! Sekarang naik kereta api di peron 3 dan 4 di Stasiun Pasarsenen, udah nggak perlu naik turun tangga lagi! ๐Ÿ˜ Soalnya nih, mulai 1 September 2024, pembangunan eskalator tahap pertama di Stasiun Pasarsenen sudah selesai dipasang di gate 2 dan bisa dinikmati oleh penumpang. ๐Ÿฅฐ Pembangunan eskalator ini akan dilanjutkan di tahap kedua, yang direncanakan selesai pada 13 Oktober 2024 dan tahap ketiga pada 24 November 2024. โœจ Anw, semoga pengoperasian eskalator tahap pertama ini bisa makin bikin kalian nyaman ya, saat naik kereta api dari Stasiun Pasarsenen. ๐Ÿค— Share atau tag konten ini ke temen kamu, yang sering naik kereta api dari Stasiun Pasarsenen biar makin banyak yang tahu, ygy! ๐Ÿ™ #KAI121 #EskalatorStasiunPasarsenen #AyoNaikKereta #KeretaApi

Kereta Api Indonesia

97,625 views โ€ข 1 year ago

Apakah kalian tahu? Sisa-sisa jejak perkeretaapian yang menghubungkan Stasiun Tugu dengan Stasiun Sewugalur masih dapat dijumpai. Menurut literatur yang ada, dulunya, jalur Yogyakarta-Sewugalur dibangun untuk mendukung transportasi hasil bumi, khususnya hasil tebu dari wilayah sekitar Yogyakarta dan sebaliknya. Jalur tersebut juga berfungsi sebagai pelayanan penumpang. Namun, karena jumlah penumpang semakin menurun ditambah adanya kebocoran pendapatan dan banyaknya penumpang gelap, pelayanan penumpang berhenti pada tahun 1973an. Meski demikian, jalur kereta api tersebut masih digunakan untuk mengangkut tetes tebu dari Pabrik Gula Madukismo, hingga pertengahan tahun 1980an. Stasiun-stasiun yang tidak aktif tapi masih bisa dlihat, diantaranya ada Stasiun Ngabean. Di sini, roda kereta api dan rel masih bisa ditemukan, namun saat ini Stasiun Ngabean sudah beralih fungsi menjadi tempat parkir bus pariwisata. Tempat ini juga pernah dilewati Kereta Api Jenazah Raja Kasunanan Surakarta Sri Susuhunan Pakubuwono X. Tak jauh dari Stasiun Ngabean tepatnya di depan Pasar Hewan Pasty terdapat Stasiun atau Halte Dongkelan. Bangunan yang terlihat terawat ini sebenarnya hanya replika karena bangunan asli dari Stasiun Dongkelan sudah ludes terbakar. Masuk di Kabupaten Bantul ada Stasiun Winongo. Meski sudah ditetapkan sebagai cagar budaya bangunan ini tak luput dari vandalisme. Di Bantul Kota ada Stasiun Bantul yang saat ini telah bertransformasi menjadi kantor sekertariat KORMI. Setelah itu ada Stasiun Palbapang yang kini telah berubah menjadi Terminal Palbapang. Meski roda kereta api digantikan oleh roda bus dan angkutan umum, namun pergerakan dan konektivitas masih terus hidup. Ujung jalur kereta api Jogja Sewugalur, berada di Sewugalur. Namun stasiun Sewugalur sudah tidak dapat dijumpai. Meski rel dan stasiun kereta api sudah tak lagi aktif, namun kisahnya tetap hidup dalam jejak-jejak yang ditinggalkan dan rasanya tidak lelah jikalau ke pantai naik kereta api. Gimana? (putut_hartanto)

Merapi Uncover

33,071 views โ€ข 1 year ago