Loading video...

Video Failed to Load

Go Home

𝗧𝗲𝗿𝗻𝘆𝗮𝘁𝗮 𝗦𝘂𝗮𝗿𝗮 𝗞𝗹𝗮𝗸𝘀𝗼𝗻 𝗟𝗼𝗸𝗼𝗺𝗼𝘁𝗶𝗳 𝗣𝘂𝗻𝘆𝗮 𝗔𝗿𝘁𝗶, 𝗟𝗼𝗵! 📣 Pernah nggak sih lagi naik kereta terus dengar suara klakson lokomotif yang pendek, panjang, atau dibunyikan beberapa kali? Ternyata, setiap bunyi itu bukan sekadar dibunyikan begitu aja loh, Guys! 👀 Di dunia perkeretaapian, klakson lokomotif punya arti dan fungsi tertentu yang...

18,721 views • 2 months ago •via X (Twitter)

8 Comments

ul1313's profile picture
ul13132 months ago

Sy top up 2.400.000 melalui atm ... tp tidak bisa terisi di KAI Pay. Sudah lapor email KAI dan sdh menghubungi 121 bahkan download Kaspro dan sy jadikan premium. Kembalikan uang saya yang orang kecil ini. Jangan tipu sy!! Tp pelayanan nya tidak cepat.

Oran's profile picture
Oran2 months ago

klo kereta yg mau lewat kenceng/pelan ada kodenya ga.

sh's profile picture
sh2 months ago

min kok argo semeru compartment suite gaada ya rute YK-GMR tanggal 06 Juli 2026 di semua hari ada, gaada hari itu aja?

Kereta Api Indonesia's profile picture
Kereta Api Indonesia2 months ago

Selamat malam Kak. Mohon maaf Railmin cek tiket KA Argo Semeru Compartment (5CS), dengan rute Yogyakarta-Gambir keberangkatan 6 Juli 2026 sudah habis terjual semua ya. Kemudian untuk jadwalnya saat ini sudah tersedia hingga keberangkatan 31 Juli 2026 ya Kak. Mengenai jadwal dan ketersediaan tiketnya, Kakak bisa pengecekan melalui aplikasi Access by KAI di menu "antarkota" ya. Railmin imbau untuk selalu hati-hati ya, terhadap akun penipuan yang mengatasnamakan KAI. Saat ini, seluruh akun media sosial KAI121 sudah terverifikasi. Mohon abaikan, jika ada balasan dari akun yang tidak bercentang emas dan meminta kakak untuk menghubungi via WhatsApp. Nomor resmi WhatsApp KAI121 (centang biru): 0811-2223-3121. Trims.

cak komeer's profile picture
cak komeer2 months ago

Semboyan indonesia: bhineka tunggal Ika. ,@KAI121 semboyan nya knp bunyi klakson?

birubumiku's profile picture
birubumiku2 months ago

Nice info min. Sekarang bahas “apa itu fungsi palang pintu kereta api?”. Karena masih banyak warga terlalu pintar yang boro-boro merhatiin suara klakson. Yang udah jelas-jelas palang pintu mau menutup aja masih banyak yang nerobos. 😌

Diegsduo's profile picture
Diegsduo2 months ago

Minn,, kereta Airlangga jurusan PSE-SMC apakah bisa naik dari stasiun Bekasi? Mohon info ya minn,,

Kereta Api Indonesia's profile picture
Kereta Api Indonesia2 months ago

Selamat pagi Kak. Jika sudah memiliki tiket KA Airlangga (272) rute Pasarsenen-Semarang Poncol, silakan bisa naik dari Bekasi ya. Railmin imbau untuk selalu hati-hati ya, terhadap akun penipuan yang mengatasnamakan KAI. Saat ini, seluruh akun media sosial KAI121 sudah terverifikasi. Mohon abaikan, jika ada balasan dari akun yang tidak bercentang emas dan meminta kakak untuk menghubungi via WhatsApp. Nomor resmi WhatsApp KAI121 (centang biru): 0811-2223-3121. Trims.

Related Videos

"Halah, cuma karakter 2D fiksi ini, bebas lah mau diapain juga." "Saya tidak pernah dengar suaranya, apalagi beli bantalnya, gesek-gesek [kelamin] saya sambil nonton, saya ga pernah, JADI STOP HIPOKRIT!" Kalimat-kalimat di atas jujur bikin darahku mendidih. Sebagai orang yang hidup di dua dunia sekaligus, yaitu sebagai VTuber dan juga seorang sutradara, opini kayak gitu enggak cuma salah kaprah secara logika, tapi juga nyenggol ranah personal aku. Aku tahu gimana rasanya berdarah-darah bangun persona di balik avatar. Berapa jam yang abis buat persiapan, seberapa terkurasnya energi tiap kali live, dan seberapa nyatanya ikatan yang kebentuk sama penonton. Avatar itu bukan tembok pembatas antara fiksi dan realita. Justru sebaliknya, itu jembatannya. Makanya, pembelaan Dera itu bener-bener enggak masuk akal. Buat yang ketinggalan info, kemarin Dera ini bikin tier list VTuber Indonesia. Masalahnya, ini bukan tier list soal kualitas konten atau skill streaming. Kategorinya beneran seksual secara terang-terangan, bahkan Dera memperlakukan avatar & art vtubernya dengan tidak pantas. Pas komunitas VTuber protes, dia malah bikin live stream "klarifikasi" yang sama sekali gak bikin suasana adem, isinya malah makin ngaco. Di stream itu, argumen dia intinya bilang kalau ini kan cuma karakter 2 dimensi, dia enggak pernah ngelakuin hal aneh-aneh pas nonton mereka, dan malah nuduh netizen yang nonton VTuber tuh sebenernya gooner semua, dan dia yang benar. Dilanjut dengan instagram story dengan isi serupa, video terlampir. Pertama, yang Dera lakukan itu namanya logical fallacy tu quoque, atau dalam bahasa yang lebih membumi: "kamu juga begitu." Argumen "kalian juga gooner" tidak membuat tindakannya jadi benar. Lagipula, banyak sekali vtuber dan viewers yang kontennya jauh dari hal-hal seksual sekarang. Sebagian besar konten VTuber yang beredar sekarang, apalagi di skena vtuber Indonesia, isinya tuh main game bareng penonton, belajar bahasa asing sambil ngasbun, masak-masakan, atau sekadar ngobrol santai tentang hari yang berat. Ada VTuber yang jadiin channel-nya tempat belajar sejarah. Ada yang fokus ke komedi murni. Bahkan ada para v-doctor, baik dokter biasa, dokter gigi, dan dokter hewan, bahas soal kesehatan. Kebanyakan bahkan enggak pernah sekalipun nyentuh topik dewasa, karena memang bukan itu yang ingin mereka bangun. Penonton dateng bukan karena libido. Mereka dateng karena butuh temen ngobrol jam dua pagi, karena pengen ketawa setelah hari yang melelahkan, atau karena ada kreator yang bikin mereka merasa diterima tanpa harus jadi siapa-siapa dulu. Menyamaratakan semua itu sebagai "gooner" bukan cuma salah secara faktual, itu juga penghinaan terhadap jutaan orang yang menemukan sesuatu yang genuine di skena ini. Kedua, soal "cuma 2D." Sebagai sutradara, waktu aku nulis naskah, karakter di atas kertas itu emang fiksi murni. Aku bebas mau matiin karakternya, mau disiksa, atau mau diapain aja, karena mereka enggak punya perasaan, enggak punya jadwal, dan enggak punya penonton yang nungguin tiap minggu. VTuber itu beda. Avatar 2D itu lebih mirip kostum panggung daripada karakter fiksi. Di baliknya ada talent nyata, manusia beneran yang membangun reputasi bertahun-tahun, menanggung konsekuensi psikologis dan finansial kalau nama baiknya rusak, serta punya relasi parasosial yang nyata sama audiensnya. Bedanya sama karakter anime biasa jelas banget. Naruto enggak punya jadwal live streaming. Rem dari Re:Zero enggak bakal bales komentar lu pas lagi mabar. Tapi VTuber itu interaktif dan nyata. Ketika kamu bikin konten seksual tanpa consent atau izin pake identitas mereka, yang kena dampaknya bukan cuma piksel di layar, tapi manusia di baliknya. Ini Namanya Pembunuhan Karakter Orang yang baru pertama kali denger nama si VTuber lewat tier list mesum itu bakal langsung punya persepsi buruk. Mereka bakal inget si VTuber dari cap seksualnya, bukan dari karya, skill, atau konten aslinya. Ini beneran pembunuhan karakter secara harfiah. Lebih parahnya lagi, hal ini memicu normalisasi pelecehan. Penonton yang ngerasa konten begitu "lucu" atau "biasa aja" bakal bawa kebiasaan itu ke mana-mana. Mereka bakal nge-chat mesum di kolom komentar streamer lain, bikin jokes enggak pantes di forum, dan ngerasa itu hal yang wajar Normalisasi itu enggak dateng tiba-tiba kayak meteor; dia menjalar pelan-pelan akibat pembiaran dan kebiasaan. Klaim dia yang bilang "cuma mau membuka mata penonton" juga kocak sih. Mau buka mata soal apa? Sisi gelap parasosial di dunia VTuber? Bahasan itu sih udah sering didiskusiin sama orang-orang dengan cara yang jauh lebih berkelas dan elegan. Membuat tier list seksual cuma ragebait murahan yang dibungkus dengan pembenaran biar kelihatan lebih baik dari orang yang dia hina. Komunitas terbentuk dari apa yang kita normalisasi bersama. Setiap hal yang kita tertawakan, setiap konten yang kita biarkan lewat tanpa reaksi, setiap kreator yang kita pilih untuk didukung atau tidak, itu semua adalah suara. Dan suara-suara kecil itu, kalau cukup banyak yang searah, bisa membentuk seperti apa industri ini di masa depan.
0:58

Sensitive content

"Halah, cuma karakter 2D fiksi ini, bebas lah mau diapain juga." "Saya tidak pernah dengar suaranya, apalagi beli bantalnya, gesek-gesek [kelamin] saya sambil nonton, saya ga pernah, JADI STOP HIPOKRIT!" Kalimat-kalimat di atas jujur bikin darahku mendidih. Sebagai orang yang hidup di dua dunia sekaligus, yaitu sebagai VTuber dan juga seorang sutradara, opini kayak gitu enggak cuma salah kaprah secara logika, tapi juga nyenggol ranah personal aku. Aku tahu gimana rasanya berdarah-darah bangun persona di balik avatar. Berapa jam yang abis buat persiapan, seberapa terkurasnya energi tiap kali live, dan seberapa nyatanya ikatan yang kebentuk sama penonton. Avatar itu bukan tembok pembatas antara fiksi dan realita. Justru sebaliknya, itu jembatannya. Makanya, pembelaan Dera itu bener-bener enggak masuk akal. Buat yang ketinggalan info, kemarin Dera ini bikin tier list VTuber Indonesia. Masalahnya, ini bukan tier list soal kualitas konten atau skill streaming. Kategorinya beneran seksual secara terang-terangan, bahkan Dera memperlakukan avatar & art vtubernya dengan tidak pantas. Pas komunitas VTuber protes, dia malah bikin live stream "klarifikasi" yang sama sekali gak bikin suasana adem, isinya malah makin ngaco. Di stream itu, argumen dia intinya bilang kalau ini kan cuma karakter 2 dimensi, dia enggak pernah ngelakuin hal aneh-aneh pas nonton mereka, dan malah nuduh netizen yang nonton VTuber tuh sebenernya gooner semua, dan dia yang benar. Dilanjut dengan instagram story dengan isi serupa, video terlampir. Pertama, yang Dera lakukan itu namanya logical fallacy tu quoque, atau dalam bahasa yang lebih membumi: "kamu juga begitu." Argumen "kalian juga gooner" tidak membuat tindakannya jadi benar. Lagipula, banyak sekali vtuber dan viewers yang kontennya jauh dari hal-hal seksual sekarang. Sebagian besar konten VTuber yang beredar sekarang, apalagi di skena vtuber Indonesia, isinya tuh main game bareng penonton, belajar bahasa asing sambil ngasbun, masak-masakan, atau sekadar ngobrol santai tentang hari yang berat. Ada VTuber yang jadiin channel-nya tempat belajar sejarah. Ada yang fokus ke komedi murni. Bahkan ada para v-doctor, baik dokter biasa, dokter gigi, dan dokter hewan, bahas soal kesehatan. Kebanyakan bahkan enggak pernah sekalipun nyentuh topik dewasa, karena memang bukan itu yang ingin mereka bangun. Penonton dateng bukan karena libido. Mereka dateng karena butuh temen ngobrol jam dua pagi, karena pengen ketawa setelah hari yang melelahkan, atau karena ada kreator yang bikin mereka merasa diterima tanpa harus jadi siapa-siapa dulu. Menyamaratakan semua itu sebagai "gooner" bukan cuma salah secara faktual, itu juga penghinaan terhadap jutaan orang yang menemukan sesuatu yang genuine di skena ini. Kedua, soal "cuma 2D." Sebagai sutradara, waktu aku nulis naskah, karakter di atas kertas itu emang fiksi murni. Aku bebas mau matiin karakternya, mau disiksa, atau mau diapain aja, karena mereka enggak punya perasaan, enggak punya jadwal, dan enggak punya penonton yang nungguin tiap minggu. VTuber itu beda. Avatar 2D itu lebih mirip kostum panggung daripada karakter fiksi. Di baliknya ada talent nyata, manusia beneran yang membangun reputasi bertahun-tahun, menanggung konsekuensi psikologis dan finansial kalau nama baiknya rusak, serta punya relasi parasosial yang nyata sama audiensnya. Bedanya sama karakter anime biasa jelas banget. Naruto enggak punya jadwal live streaming. Rem dari Re:Zero enggak bakal bales komentar lu pas lagi mabar. Tapi VTuber itu interaktif dan nyata. Ketika kamu bikin konten seksual tanpa consent atau izin pake identitas mereka, yang kena dampaknya bukan cuma piksel di layar, tapi manusia di baliknya. Ini Namanya Pembunuhan Karakter Orang yang baru pertama kali denger nama si VTuber lewat tier list mesum itu bakal langsung punya persepsi buruk. Mereka bakal inget si VTuber dari cap seksualnya, bukan dari karya, skill, atau konten aslinya. Ini beneran pembunuhan karakter secara harfiah. Lebih parahnya lagi, hal ini memicu normalisasi pelecehan. Penonton yang ngerasa konten begitu "lucu" atau "biasa aja" bakal bawa kebiasaan itu ke mana-mana. Mereka bakal nge-chat mesum di kolom komentar streamer lain, bikin jokes enggak pantes di forum, dan ngerasa itu hal yang wajar Normalisasi itu enggak dateng tiba-tiba kayak meteor; dia menjalar pelan-pelan akibat pembiaran dan kebiasaan. Klaim dia yang bilang "cuma mau membuka mata penonton" juga kocak sih. Mau buka mata soal apa? Sisi gelap parasosial di dunia VTuber? Bahasan itu sih udah sering didiskusiin sama orang-orang dengan cara yang jauh lebih berkelas dan elegan. Membuat tier list seksual cuma ragebait murahan yang dibungkus dengan pembenaran biar kelihatan lebih baik dari orang yang dia hina. Komunitas terbentuk dari apa yang kita normalisasi bersama. Setiap hal yang kita tertawakan, setiap konten yang kita biarkan lewat tanpa reaksi, setiap kreator yang kita pilih untuk didukung atau tidak, itu semua adalah suara. Dan suara-suara kecil itu, kalau cukup banyak yang searah, bisa membentuk seperti apa industri ini di masa depan.

Kalanara Mahardika 🎬

320,064 views • 3 months ago

video Audrey Bianca Callista ini muncul di fyp tiktok gue setelah sebelumnya gue nonton video soal party salah satu influencer yang kabarnya ngabisin 700jt dan jujur… gue langsung diem. di video ini Audrey cerita tentang desa Lete Palolo di Sumba yang bahkan nggak punya akses listrik. setiap matahari tenggelam, aktivitas mereka ikut berhenti. anak-anak nggak bisa belajar malam hari, ibu-ibu yang menenun juga nggak bisa melanjutkan aktivitasnya. bukan karena mereka nggak mau, tapi karena memang nggak ada listrik. tapi bagian yang bener-bener bikin gue sesek justru pas audrey nanya ke anak-anak, “mau belajar pake apa?“ mereka jawab serempak jawab “LAMPUUU” terus Audrey tanya lagi “berarti kalian mau ya ada listrik disini?” of course mereka jawab MAUUU!!! yang bikin gue sedih tuh pas ada satu anak kecil yang jawab, “emang bisa ya, kak?” ANJIRRRR… 😭 “emang bisa ya, kak?” tuh kalimat pendek tapi somehow nyakitin banget. karena buat kita belajar malam dengan lampu itu bukan sesuatu yang perlu ditanyain “bisa atau nggak”. tinggal pencet saklar, selesai. tapi buat anak ini, punya lampu buat belajar sampai malam bahkan terdengar seperti sesuatu yang terlalu jauh buat dibayangin. dan pas akhirnya listriknya nyala, lihat reaksi mereka tuh makin bikin gue terharu. sesederhana ada cahaya di malam hari, tapi kebahagiaannya sebesar itu. terus gue keinget video party 700jt yang baru aja gue lihat sebelumnya. again, bukan soal orang kaya nggak boleh menikmati uangnya. tapi dua video ini muncul berurutan di fyp gue dan literally bikin gue sadar kalau KETIMPANGAN SOSIAL ITU NYATA BANGET. di satu sisi ada orang yang bisa menghabiskan 700jt untuk satu malam, di sisi lain ada anak yang bahkan masih harus bertanya, “emang bisa ya, kak?” ketika ditawarin sesuatu yang buat kita adalah kebutuhan paling basic. Audrey yang sekarang jadi perwakilan Indonesia di Miss World 2026 lewat beauty with a purpose menurut gue jadi punya makna yang jauh lebih dalam setelah lihat video ini. because sometimes privilege is so invisible when you've always had it. kita nggak pernah mikir betapa beruntungnya bisa belajar di bawah lampu, karena dari kecil kita pikir itu memang seharusnya begitu. ternyata nggak semua anak punya kesempatan yang sama. dan kalimat “emang bisa ya, kak?” itu genuinely broke my heart. 😔

A͟d͟ᥱ͟ᥣ͟ᥲ͟ι͟d͟ᥱ

18,109 views • 1 month ago

Kalau ada member yang punya tekad kuat menjadi aidoru, saya bisa pastikan Aurhel Alana salah satunya. Pertama notis Alana karena Extra Time Indonesia yang terus-terusan menyamakan dia dengan Kim Min-jeong aka Winter Aespa. Kemudian saat pertama kali dia live sendirian. Saya iseng nonton tanpa ekspektasi apa-apa, tiba-tiba dia srat srot sepanjang live. Itu ikonik bngtt WKWKWKWK Dari live itu saya tau kalau Alana ini sangat ekspresif, lucu, dan punya tingkah-tingkah spontan yang menghibur. Dia tidak butuh banyak adaptasi karena dia benar-benar senang ada di depan kamera dengan menjadi dirinya sendiri. Respons dia menghadapi chaos-nya saat live juga sangat cepat karena dia lah sumber chaos itu ✌️ Sepertinya karena dia terbiasa berhadapan dengan bocil-bocil tetangganya, iykyk. Intinya dia senang sekali menjalani role-nya sebagai aidoru. Yang tidak banyak orang tau, selain fans-fans-nya, eskalasi perjalanan Alana sebagai member JKT48 ini menarik sekali. Di awal debutnya sebagai trainee, Alana jadi member yang "tertinggal". Saat teman yang lainnya sudah show belasan kali, dia baru 2 kali. Bukan tanpa alasan, di setlist Aitakatta, Alana menjadi backup-nya backup member lain. Dia satu blockingan dengan Gendis dan Aralie. Jadi, kemungkinan dia masuk line up lebih kecil dari yang lainnya. Bahkan, sebelum gen 11 naik ke inti, dia hanya mendapatkan 1 kali show Aitakatta (cmiiw 🙏). Kemudian di setlist Pajama, dia satu blockingan dengan Chelsea. Artinya dia mendapatkan kesempatan lebih banyak di setlist ini. Terlebih saat gen 11 dipromosikan menjadi member inti semua. Dia pernah bilang kalau Pajama Drive adalah cinta pertamanya. Hal ini karena Pajama Drive menjadi setlist yang bisa dia kejar agar tidak terlalu jauh dari teman-temannya. Di setlist ini, Alana nyaris setiap minggu masuk line up. Bahkan pernah dalam seminggu dua kali Lana Pajamaan. Di Pajamjam terakhirnya bulan lalu masih ada selisih 20 show antara Alana (43 show) dengan Oline (63 show) yang menjadi member gen 12 dengan jumlah show terbanyak. Dan yap, sepertinya jumlah show bukan satu-satunya indikator trainee dipromosikan. Masih ada parameter lainnya yang hanya diketahui manajemen. Yang berkesan dari Alana tidak hanya bagaimana dia tetap bersemangat mengejar ketertinggalannya, tapi juga bagaimana dia menciptakan hubungan yang genuine dengan fans-fansnya. In case kamu punya mutual Lana oshi, kamu bakal tahu betapa sayangnya mereka ke Lana. Tentu saja ini karena mereka tahu betapa tulusnya Lana sayang ke fansnya. Setiap interaksinya baik di live, VC, dan sosmednya punya sentuhan yang genuine yang membuat fans-nya merasa diperhatikan. Dari beberapa komentar fans yang pernah ada. Setiap interaksi Lana dan fansnya terasa personal dan tidak template. Bahkan dia masih ingat fans-fansnya dahulu. Di live-nya dia juga pernah nangis terharu saat tau ada fans lamanya yang 'hilang' tiba-tiba kembali lagi. Hubungan yang kuat antara Alana dan fansnya ini membuat saya tidak heran lagi kalau dia meraih rangking 15 di SSK kemarin. Artinya Lana ada di barisan depan jajaran Undergirls. Sebuah bargain power yang sangat menjanjikan untuk member trainee. Apalagi momen #UGDarurat dengan tingkat kehebohan yang di luar nalar serta sangat dar der dor itu. Exposure yang dia terima jadi makin lebih besar lagi. Tidak sampai di situ, setelah SSK dia juga pernah dipercayakan menjadi Global Center di Aitakatta. Setlist yang sebelumnya menjadikannya backup-nya backup memberinya kesempatan ada di posisi paling depan. Dengan pencapaian dan pengalaman yang dia dapatkan 1,5 tahun ini, ternyata dia tidak berpuas diri. Alana juga berani keluar dari zona nyamannya untuk eksplor apa saja yang ada dalam dirinya. Awal April lalu dia memberanikan dirinya mengcover lagu SNSD-Into The New World dan mengupload-nya di TikTok-nya. As member yang talent utamanya bukan menyanyi, cover lagu dia tidak jelek, tidak sempurna, tetapi masih enak untuk didengarkan. Yang perlu di-highlight adalah tidak semua member berani melakukan hal itu. Ini semacam kode kalau ada ruang yang terang-terangan dibuka oleh Alana. Ruang untuk belajar, bertumbuh, dan memperbaiki dirinya agar bisa menjadi aidoru seutuhnya. Dan yap, kejutan memang datang secara tak terduga. Seminggu setelah dia mengunggah cover menyanyinya, dia dipromosikan menjadi menjadi member inti. Dan tidak butuh satu bulan, Into The New World Alana become Into The New Phase. Tanggal 4 Mei besok dia sonichi sebagai member inti di setlist Ramune. Good job, bravo, well done, Aurhel Alana 🫡👏 Siapa yang menyangka member yang tingkahnya terlihat seperti anak kecil itu ternyata punya ambisi yang besar sekali. Member yang teriakannya paling kencang itu ternyata punya mimpi setinggi bintang. Sekali lagi, selamat Alana 👏 Sudah satu langkah lagi lebih dekat menjadi 1.000% idol. Suka sekali dengan cara kamu berjuang mengejar ketertinggalan, berani keluar dari zona nyaman, menghargai fans yang ada, serta memaksimalkan semua kesempatan yang diberikan. Yang saya pahami, 'bubble' Alana memang sangat menyenangkan. Hubungannya dengan fans yang saling berusaha dan saling menyemangati itu terasa dekati sekali. Tidak mengherankan jika banyak yang stay untuk menemani dan mendukung kamu growing up sebagai idol yang sejati. Sepertinya semuanya sudah berjalan dengan semestinya. Meski sering terlihat seperti bocil, Lana ini sudah dewasa dan mengerti apa yang dia mau dan apa yang dia perjuangkan. Nikmatin setiap momen proses bertumbuhnya, Lan. Meski kadang terasa tidak nyaman, coba untuk tetap bertahan. Ga perlu buru-buru, oke 🫶💌

Gigiiih 🍀💎🦖

45,430 views • 1 year ago

Gila ini driver grabid 😭 Kok bisa-bisanya FRAMING penumpang sebagai PENCURI? Kronologi awal gue mau ke bandara pakai GrabCar. Gue duduk di baris 2 sebelah kiri. Dapat driver ini awalnya normal aja. Tiba-tiba setelah keluar komplek, dia ngubek-ngubek dasbor dan cari-cari HP dia yang satu lagi. Berarti ada 2 HP, karena 1 lagi dipakai buat Google Maps. Setelah dia cek bagian belakang dan nggak ketemu, dia lihat gue sambil bilang: 👨🏻‍✈️: “Pak, udah balikin aja.” Gue langsung nggak seneng dong karena merasa diframing. 👨🏻: “Loh, kok malah jadi nuduh saya? Saya aja baru naik.” Dia jawab lagi: 👨🏻‍✈️: “Udah pak, balikin aja. Itu HP anak saya.” Gue jawab pakai logika dasar: “Ditelepon aja pak, misscall. Pasti kan bunyi.” Jawaban dia malah bilang nggak ada nomornya karena HP tersebut baru dibeli tadi malam. Sambil berkali-kali bilang kalau di mobil itu baru dia dan gue, nggak ada penumpang lain. Jadi menurut dia, pelakunya sudah pasti gue. 🤣 Ini posisinya kami mau masuk pintu tol, pertigaan Artha Gading dari arah Sunter. Dia bahkan sampai ngancam mau ke kantor polisi kalau gue nggak mengaku. Karena udah dituduh terus, gue nyalain Voice Note. Semua percakapannya gue rekam dari awal. Akhirnya gue tanya: “Bapak udah cek bagasi belum?” Dia bilang nggak mungkin. Sampai dia ROGOH KANTONG CELANA GUE kayak gue maling. 😭 Nggak ada apa-apa. Baru setelah itu dia cari ke bagasi... Dan ternyata HP-nya NYELIP DI KARPET BAGASI. Di rekaman Voice Note jelas dia minta maaf setelah HP-nya ketemu. Tapi nggak lama kemudian dia malah ngegas lagi dan bilang gue yang mindahin HP-nya ke belakang. Sakit banget sih ini. Entah ini modus baru atau memang kelalaian driver, tapi menurut gue hal seperti ini harus ditindak tegas. Gue juga pesan GrabCar Premium dan fitur AudioProtect-nya aktif, jadi seharusnya pihak Grab punya rekaman dari awal gue naik. Dan yang bikin gue makin heran... MASIH NUDUH LOH. HEBAT BANGET DRIVER KALIAN. 😭 Kalau sampai sidik jari gue terbukti nggak ada, gimana nih, Pak? Menurut kalian, kalau ada di posisi gue, apa langkah yang paling tepat setelah mengalami tuduhan seperti ini?

txt keabsurdan wni

44,597 views • 17 days ago

siapa yang gak kenal son yejin dan jun jihyun. dua wanita yang menjadi bagian dari ikon aktris korea yang begitu melekat di era 2000-an. mereka berdua pernah dikenal sebagai “nation’s first love” dengan visual yang sejak dulu selalu jadi sorotan. tapi tau gak sih kalau yejin dan jihyun menunjukkan kalau nilai seorang perempuan nggak cuma pada seberapa cantik wajahnya. seperti yang kita tahu, di industri hiburan korea selatan visual memang sering banget mendapat perhatian. wajah cantik, aura yang kuat, penampilan yang memukau, semuanya seolah menjadi bagian penting dari perjalanan seorang aktris. tapi semakin bertambah usia, keduanya justru punya pandangan yang jauh lebih dalam soal kecantikan. bukan tentang bagaimana mempertahankan wajah agar selalu terlihat seperti dulu, tapi tentang bagaimana seseorang menerima perubahan dan menjalani hidup dengan baik. son yejin misalnya. saat menghadiri bifAn pada tahun 2024, dia sempat berbicara tentang perubahan dirinya dan bagaimana cara pandangnya terhadap kecantikan ikut berubah seiring bertambahnya usia. “setiap orang memiliki kecantikan uniknya sendiri saat di usia 20-an tetapi hal itu tidak akan bertahan selamanya. aku sempat berpikir, ‘kenapa dulu aku tidak menikmati kecantikan itu?’ tapi yang lebih penting, aku hanya ingin menua dengan anggun.” yejin sendiri sepertinya sudah sampai di titik di mana dia nggak lagi melihat perubahan sebagai sesuatu yang harus ditakuti. menurutnya, yang lebih penting bukan bagaimana caranya tetap terlihat seperti dulu, tapi bagaimana bisa menua dengan anggun dan menerima setiap perubahan yang datang. nah, pemikiran yang nggak jauh berbeda juga disampaikan oleh jun jihyun. saat ditanya soal julukan “tae-hye-ji” yang merujuk ke kim taehee, song hyekyo dan dirinya, jun jihyun mengungkapkan kalau dirinya nggak percaya seseorang harus memiliki wajah yang cantik untuk memiliki nilai. “aku bersyukur. secara pribadi, aku tidak percaya bahwa seseorang harus memiliki wajah yang cantik. semakin aku bertambah usia, aku merasa bagaimana seseorang menjalani hidup jauh lebih penting daripada apakah seseorang itu terlihat cantik atau tampan. jadi aku tidak terlalu memikirkannya ketika bercermin setiap hari. yang terpenting adalah seseorang harus menjalani hidup dengan baik.” yang membuat mereka terus dikenal sampai saat ini tuh karena kemampuan mereka sebagai aktris dan menurutku, itu jauh lebih keren. visual bisa berubah seiring waktu tapi bakat dan karya yang ditinggalkan mereka berdua di industri hiburan korea selatan nggak akan hilang begitu aja. aku suka banget dengan pemikiran mereka berdua soal ini. kayak mereka sadar kalau kecantikan itu memang ada masanya, tapi nggak berarti setelah itu semuanya selesai. justru ada banyak hal lain yang jauh lebih penting untuk dibawa sampai kita tua nanti. #sonyejin #junjihyun

egha☘︎݁˖

12,798 views • 1 month ago

3 momen LenaMiu favorit ✨ 🥇 Pinned tweet Lena: “Celia St. James to my Evelyn Hugo” Lena udah baca dan suka sama novel The Seven Husbands of Evelyn Hugo dari 2024, bahkan sebelum terjun ke GL dan jauh sebelum dipasangin sama Miu. Setelah dipasangin sama Miu, Lena juga masih sering upload tentang novelnya, upload potongan quote yang dia suka kayak “I love you more than anything else in the world”, dan beberapa kali repost editan LenaMiu ala Evelyn–Celia. Miu sendiri juga pernah repost editan dengan referensi yang sama, dan Lena selalu seneng tiap ada kabar baru soal adaptasi filmnya. Salah satu hal yang paling menarik dari Evelyn–Celia dengan cara novel ini ngomongin intimasi yang bukan sekadar kedekatan fisik, tapi tentang bisa jujur sepenuhnya sama seseorang, membiarkan dia melihat diri kita apa adanya, dan tetap ngerasa aman. Jadi waktu Lena upload foto LenaMiu dengan caption “Celia St. James to my Evelyn Hugo”, kata “my” di situ yang bikin semuanya jauh lebih personal. Berasa Lena bukan cuma nyamain LenaMiu sama pasangan dari novel yang dia suka, tapi kayak Lena sendiri ngelihat LenaMiu sebagai Evelyn dan Celia dalam versi mereka sendiri. Dan tweet itu masih Lena pin sampai sekarang 😙 🥈 Postingan Miu di Instagram: scene dari In the Mood for Love + lagu “bad” dari wave to earth Scene yang Miu post dari In the Mood for Love. Di film itu ada cerita tentang orang zaman dulu yang kalau punya rahasia dan nggak ingin membaginya ke siapa pun akan mencari sebuah tempat, membuat lubang, membisikkan rahasianya ke sana, lalu menutupnya lagi. Di akhir film, hal itu benar-benar dilakuin. Sesuatu yang begitu pribadi akhirnya tetap disimpan sendiri, ada perasaannya, tapi nggak pernah benar-benar diucapkan. Di post yang sama, Miu pakai lagu “bad” dari wave to earth. Lagunya punya makna tentang seseorang yang keberadaannya aja bisa bikin hari yang biasa atau bahkan buruk terasa jauh lebih baik. Ada rasa nyaman, bahagia, dan dicintai cuma karena orang itu ada. Kalau scene film, lagu, caption postingan “kind of laugh”, dan foto-foto LenaMiu di post itu dilihat maknanya lebih personal. Apalagi semua foto yang Miu pilih isinya cuma Miu sama Lena. Kalau semuanya digabung, rasanya kayak Miu pengen nyimpen sebagian perasaannya buat dirinya sendiri, tapi lewat lagu yang dia pilih tetap kerasa kalau keberadaan Lena bikin dia bahagia 🥹 🥉 Video LenaMiu di Dear Myself Sebenernya hampir sepanjang wawancara ini omongan LenaMiu punya makna yang dalem. Tapi bagian favorit tetap waktu mereka sama-sama ditanya foto favorit masing-masing dan alasan kenapa memilih foto itu. Foto yang mereka pilih beda, jawabannya juga beda, tapi ada satu hal yang terasa sama dari dua-duanya: kebahagiaan satu sama lain selalu jadi bagian penting dari jawaban LenaMiu. Dari bagian itu makin nangkep cara Lena sama Miu ngelihat satu sama lain. Mereka sama-sama pengen terus jalan bareng dan saling dukung, tapi bukan dengan cara saling nahan. Selama jalannya masih bisa berdampingan, mereka pengen tumbuh dan bahagia bareng. Tapi kalau masing-masing punya jalan sendiri yang harus ditempuh buat berkembang atau nemukan kebahagiaannya, mereka juga nggak akan nahan satu sama lain cuma supaya semuanya tetap sama. Jadi rasanya LenaMiu pengen terus ada di hidup satu sama lain, tapi bukan dengan cara maksa mereka harus selalu berjalan bareng sebagai pasangan. Yang penting dua-duanya tetap bahagia, berkembang, dan bisa terus saling dukung apa pun jalan yang akhirnya mereka pilih 🥰 Kalau tiga momen ini disambungin, semuanya selalu balik ke satu hal yang sama: cintanya LenaMiu setara. Nggak terasa ada satu orang yang terus memberi sementara satunya cuma menerima. Dua-duanya sama-sama pengen satu sama lain bahagia, berkembang, dan tetap jadi dirinya sendiri tanpa kehilangan keinginan buat terus jalan bareng. LenaMiu juga ngasih contoh kalau cinta yang setara bukan tentang siapa yang paling banyak ngasih atau siapa yang paling kelihatan sayang, tapi tentang dua orang yang sama-sama pengen yang terbaik buat satu sama lain 🤍 #LenaMiu #ลีน่าหมิว

ᵖˡˢgumberforlot

22,688 views • 1 month ago

Orang gila mana yang pasang CCTV cuma buat mantau toren?? Gue! Kronologi: air kran selalu keluar tanah merah, sampai gue beli alat filter air karena tiap nyalain air pasti si tanahnya keluar banyak. FYI, sumber air di perumahan gue dari sumur bor semua. Gue rutin panggil tukang buat kuras toren dan setiap dikuras memang buanyak bgt tanah merah. Sementara info dari tetangga-tetangga gue, air mereka bersih, gak ada tanah dan sama sekali gak pernah kuras toren. Gue gak pernah suudzon sama siapapun, jadi gue mikirnya, oh mungkin memang tanahnya dari sumur gue sendiri. Long story short... dikabarin tetangga yang lagi terbangin drone, terlihat toren gue kebuka dan tutupnya gak ada. Tepat di belakang perumahan ada 1 rumah yang halamannya kebun super luas. Dibantulah sama penanggung jawab perum buat nanyain ke orang di rumah tersebut, karena gue dan suami pikir ya kalau tutup toren itu lepas dan terbang pasti ke halaman dia. Dan jawaban orang tersebut adalah, “Tidak ada yang jatuh ke sini, kalaupun ada pasti kita kembalikan kok.” Okee, GAK ADA katanya! Makin bingung kan gueee, terus ke mana dong tuh tutup toren terbang??? Kemudian sore-sore masih di hari tersebut, kita dikabarin lagi sama penanggung jawab perum kalau nih orang belakang nitipin tutup torennya di security perum. LOH? Dititipin??? Tadi katanya GAK ADA??? Gue gak mau mempertanyakan itu, males kalau urusannya jadi panjang lebar, walaupun otak gue berisik bgt mikir kok bisa tutup toren sekenceng itu bisa lepas??? Dan lo bilang GAK ADA... kemudian tiba-tiba NITIPIN ke security. Lo tiba-tiba bilang, “Ada di gudang, disimpen, dikira itu tutup kipas.” Hah?? Lo kira TUTUP KIPAS? Sejak kapan kipas ada tutupnya yang bentukan begituuuu?? LAH?? Makin gak paham kan gueee! Jujur di situ gue gak mau bahas-bahas apa pun, bener-bener gue close! Sebelum dipasang, kita perbaiki tutupnya karena bagian tengah tutupnya udah bolong, gatau kenapa. Lama dari kejadian ituuuu, kurang lebih 2-3 bulanan... tanah merah masih ada keluar dari kran. Sempat 1 kali dikuras, gue inget bgt yang nguras adalah adik ipar gue. Gue bener-bener bilang dan wanti-wanti buat ditutup sekenceng-kencengnya. Sampai suami gue videoin proses penutupan tutup toren sampai dicoba buat dibuka paksa tanpa diputar, bener-bener kenceng bgt, gak bisa dibuka. Setelah itu... Gue sering bgt gelisah sebenernya, dan salahnya gue adalah diem ajaaa, gak ngapa-ngapain. Gak ada kepengen ngecek ke atas buat liat toren lagi. Sebulan dari dikuras ituuu... sore-sore gue lagi jalan-jalan ke perum blok belakang, terus iseng aja loncat-loncat liat ke arah toren rumah. Lumayan jauh dan terhalang tembok yang lumayan tinggi. Tapi dari kejauhan itu gue lihat di antara toren gue dan tetangga yang berjejer ituuhh, “KOK BAGIAN ATAS TOREN GUE GAK ADA YANG WARNA PUTIH ITU YAHHH???” Yang putih itu adalah tutup torennya. Gue langsung telepon suami yang kebetulan lagi di rumah. Gue minta dia untuk saat itu juga naik ke atas. And yes, tutupnya LEPAS LAGI 🙃 Tapi kali ini tutupnya ada di samping torennya, terusss 1 baud di bagian float switch-nya lepas juga. Gak masuk akal bgt, baud yang dipasangnya bahkan tidak terbalik, kok bisa lepas? Tutup toren pun sebelumnya udah dipastikan bener-bener kenceng, gak ada kemungkinan lepas sendiri kecuali ada yang buka. Buat ngelepasin tutup toren itu perlu diputar dulu dan emang keras, gak segampang ituuuhh 🫪🫪 Setelah dicek dalemnya juga emang perlu dikuras lagi, soale penuh dengan tanah merah 🫠 Seminggu dari kejadian itu, barulah gue pasang CCTV ini di area atas mengarah ke toren, seperti yang terlihat di atas. Dari pemasangan CCTV sampai hari ini tuh sudah berjalan 4 bulan. Ada keuntungannya kah? YA TENTU. Gak ada drama tutup toren lepas. Gak ada baud yang lepas. Gak ada drama tanah merah lagi setiap pake air. Gak ada suara-suara yang mukulin tembok dapur belakang yang posisinya pas bgt di bawah toren. Gue merasa cukup aman dengan memasang CCTV ini. Terus ada kejadian lagi??? Yaaa, dalam 4 bulan ini sih paling kita rutin potongin daun pisang yang sudah kering. Pohon pisang punya orang ituh memaaaang, cuman gak bisaaa. Plisss, rumah gue di atas berantakan bgt sama daun pisang kering. Kata gue mah yang punya emang gak ngotak nanem pisang bener-bener pas di tembok rumah orang. FYI, tembok pagar perumahan gue pun ada yang roboh parah karena pohon pisang yang dia tanem bener-bener nempel ke tembok. Dan today ada kejadian lagi!! Dia nebang pohon pisang, PAKAI GERGAJI BTW 😂 (Biar anyep gak kedengeran lagi nebang kayaknya) 😂 Daaaan gongnya adalah buah pisangnya jatuh tepat di atas rumah gue. Suaranya emang sekenceng ituhhhh, dan pas bgt gue ada di rumah dan bisa langsung cek CCTV. Abis ditebang, tuh buah pisang DIBIARKAN BEGITU AJA di atas rumah gue! GUE SIH MARAH. JUJUR TAPI plisss kasih tau gueee, gue harus bagaimana selain gue naik ke atas dan lempar tuh pisang ke halaman dia?????? Yang kenal ama orang ini, bilangin suruh tobat kata gue mah. Gausah betingkah udah tua. Jujur gue gak pernah sesuudzon itu sama orang. Kali ini gak bisa, yuyurr terlalu zanggalll buat gue dari kejadian pertama kali pun. Lo nebang pohon pisang, yang lo buang hanya 2 helai daun pisang kering. Sisanya menggantung di rumah gue. S!nting sih kata gue mah aselii. Menurut kalian, kalau kalian ada di posisi gue, bakal ngapain selain naik dan balikin tuh pisang ke halaman dia? 😭

txt keabsurdan wni

864,934 views • 15 hours ago

🔥📰 260724 | TheQoo - Hot Category #RIIZE #라이즈 "Bintang tamu Nothing Much Prepared hari ini, yang membuat Lee Youngji berkata, 'Sudah lama aku nggak sampai dibuat salah tingkah karena ada orang seganteng ini.'" Pict 1 Youngji : Serius, sudah lama banget aku nggak sampai dibuat salah tingkah karena ada orang seganteng ini. Pict 2 Tiga adegan kemunculan paling ikonik di Korea Selatan: 1. Lee Jung-jae saat kemunculan Pangeran Suyang di The Face Reader 2. Kang Dong-won saat muncul dengan payung di Temptation of Wolves 3. Anton saat muncul di Nothing Much Prepared ㅋㅋ RIIZE Anton + Tidak perlu meninggalkan komentar soal selera pribadi kalian. Dia memang dari awal termasuk salah satu member yang selalu mendapat reaksi luar biasa saat dilihat langsung 💬 - Bukan cuma wajahnya, tapi ekspresi dan auranya benar-benar bikin orang berdebar. Ditambah lagi, fisiknya juga luar biasa - Lagi nonton sekarang, ternyata diam-diam lucu juga. Kocak banget ㅋㅋㅋㅋㅋㅋ - Kelihatan begitu sih ㅋㅋㅋㅋ Tapi memang ganteng banget. Tingkah lakunya imut dan vibes-nya seperti anjing besar yang ramah ㅋㅋㅋ Baru kepikiran juga, dulu waktu kecil dia sudah sempat viral di komunitas online sebagai "anak ganteng" - Entah kenapa, selera Youngji rasanya konsisten terus ㅋㅋㅋㅋㅋ -> Iya, rasanya aku juga paham maksudnya ㅋㅋㅋㅋㅋㅋ ->> Benar banget ㅋㅋㅋㅋ Ada vibes Hyungwon - Serius ㅋㅋㅋㅋ Ganteng, tapi juga imut. Selama nonton senyumku nggak hilang-hilang - Teriakan para staf benar-benar tulus ㅋㅋㅋㅋ - Dia ganteng, tapi karena punya aura yang khas jadi terlihat makin ganteng - Ganteng, wajahnya juga cantik. Maskulin tapi tetap lembut. Pokoknya... wah, sepertinya Yoon Sang ahjussi pasti sudah kenyang hanya melihat anaknya - Bukan cuma Youngji, reaksi para staf juga lucu banget ㅋㅋㅋㅋ - Visualnya memang bagus, tapi aura dan sikapnya juga memberikan kesan yang sangat positif - Dia bilang neneknya suka daging, jadi dia membawakan daging dan juga hadiah untuk Youngji dengan sangat perhatian. Benar-benar bikin deg-degan seperti melihat cowok yang lebih muda - Cara Youngji menyebut dirinya canggung itu lucu banget ㅋㅋㅋㅋㅋㅋ Tapi memang dia ganteng sih - Youngji beberapa kali sampai nge-freeze di tengah-tengahㅋㅋㅋㅋ - Baru nonton sekarang, ternyata Youngji bahkan sempat berlangganan Bubble juga ㅋㅋㅋㅋㅋ - Di RIIZE, dia benar-benar yang paling sesuai seleraku. Ganteng banget - Baru pertama kali lihat Youngji jadi kikuk seperti itu. Lucu banget ㅋㅋㅋㅋㅋㅋㅋㅋㅋㅋ - Di video saja sudah ganteng, tapi rasanya dia memang tipe yang lebih ganteng kalau dilihat langsung. Apalagi fisiknya... - Coba deh tonton videonya ㅋㅋㅋㅋ Sudah lama nggak lihat Youngji sampai secanggung itu gara-gara ada orang yang terlalu ganteng - Rasanya aku paham banget selera Youngji. ㅋㅋㅋㅋ Saat dia muncul pertama kali, baik fisik maupun wajahnya benar-benar terasa "so good" - Sopan, tapi juga imut. Tipe yang bikin hati berdebar. Dan dia benar-benar sering tersenyum serta membuat orang lain ikut tersenyum - Sudah nonton videonya. Riwayat langganan Bubble Youngji itu Mark, Jaehyun, sama Anton ya? Pokoknya jadi paham deh seleranya ㅋㅋㅋㅋ - Selera Youngji = seleraku 🔗

RIIZE PAGE

24,928 views • 1 month ago

Andai saya Jokowi... (menjawab video Pandji Pragiwaksono, silakan membaca atau mendengarkan suratnya saya membacakan) Mas Pandji yang terhormat, izinkan saya merespon video Mas Pandji yang ditujukan ke saya. Saya dengar Mas Pandji di Pilpres kali ini, tak mendukung Pak Anies seperti halnya di Pilgub DKI 2017 lalu. Mas Pandji beralasan bahwa Pak Anies seharusnya melanjutkan dulu perubahan yang Pak Anies lakukan di Jakarta. Mas Pandji, alasan itulah yang mendasari saya merasa harus ikut cawe-cawe dalam pilpres kali ini. Menurut Mas Pandji, apa yang dibangun Pak Anies di Jakarta selama 5 tahun bisa sia-sia jika dilanjutkan gubernur lain yang tidak satu visi karena pondasi yang dibuat selama 5 tahun belumlah cukup kuat. Begitu juga di posisi Presiden, perlu Mas Pandji sadari, bahwa membangun pondasi selama 10 tahun itu belum cukup kuat karena negara ini sangat besar. Sejak 2014, saya sudah memulai sebuah perubahan besar. Perubahan besar yang saya mulai ini, menurut saya, harus terus berlanjut. Pembangunan pondasinya saja belum benar-benar selesai, akan besar sekali kerugian negara ini jika pondasi itu dibongkar kembali. Jika di pemerintahan selanjutnya, arah pembangunan harus diubah lagi, maka pembangunan tidak akan sampai ke tujuan karena kita harus sibuk membuat pondasi lagi. Kita pastinya tidak mau itu terjadi. Kita tidak ingin setiap kali pergantian pemerintahan, isu yang diangkat adalah perubahan. Kondisi yang terus berubah pasti tidak kondusif bagi dunia usaha. Sebagai bangsa, kita masih terus berproses agar suatu saat nanti, pergantian kepemimpinan nasional tidak lagi mengubah arah pembangunan bangsa ini ke depan. Arah pembangunan akan tetap pada jalurnya siapapun presidennya. Bayangkan, pembangunan sekelas IKN pun bisa terancam tak dilanjutkan hanya karena ada pihak yang tidak suka dengan saya. Pembangunan IKN, jalan tol, jalur kereta api, atau pembangunan yang lain, semua itu bukan tentang saya. Itu kepentingan bangsa yang jauh lebih besar dari sekadar nama pribadi saya. Saya rela nama saya dihapus dan tidak disebut sebagai pencetus pada program-program pembangunan itu asalkan semua program itu tetap dilanjutkan. Jadi, ini bukan tentang saya, ini untuk kepentingan bangsa ke depan. Pembangunan ini harus tetap jalan. Ini bukan tentang saya, apalagi tentang keluarga saya. Ini tentang Indonesia yang sudah menentukan arah pembangunannya, dan saya tidak ingin kita berbelok dan memulai dari nol lagi. Betapa mahalnya pengorbanan kita yang terbuang jika kita mulai dari nol lagi. Siapa yang dirugikan? Rakyat Indonesia. Kalau saya pribadi, apapun yang terjadi di pemerintahan selanjutnya, insya Allah saya dan keluarga masih bisa hidup layak. Jadi, ini bukan tentang kehidupan saya. Ini tentang kerugian negara ini jika pembangunan ini tidak dilanjutkan. Untuk bangsa ini, saya rela kalau hanya dituduh: - Jokowi memanipulasi konstitusi. - Jokowi membangun politik dinasti. - Jokowi otoriter. - Jokowi perusak demokrasi. - Gibran anak haram konstitusi. Silakan saja menuduh saya dan keluarga. Perlu Mas Pandji ketahui bahwa dari orang tua saya, saya pribadi, hingga anak-anak saya, sudah terbiasa mendapatkan tudingan yang jauh lebih buruk dari itu. Tujuan saya melakukan cawe-cawe ini hanya satu, yaitu Indonesia yang lebih baik di masa depan. Tidak masalah saya dituduh melanggar etika, yang penting saya dan keluarga saya tidak melanggar hukum dan bisa melihat Indonesia menjadi lebih baik. Tidak masalah saya dituduh melanggar etika, karena tuduhan itu tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan besarnya manfaat yang akan kita raih untuk negara ini. Mas Pandji, sekarang coba kita ingat ucapan Bung Karno, "Perjuanganku lebih mudah karena melawan penjajah, namun perjuangan kalian akan lebih sulit karena melawan bangsa sendiri." Nah, Mas Pandji sekarang tahu, kan, bagaimana beratnya perjuangan saya menghadapi semua tudingan itu? -lanjut👇-

Hasyim Muhammad

372,050 views • 2 years ago

pertanyaan : "pertama kali dalam hidup memiliki utang di usia berapa?" "bagi gua, itu kayaknya pas mobil pertama gua. waktu itu baru pertama kali jadi aktor di Ch3. ceritanya berawal dari sebelum itu, gua gak punya manajer. gua gak tau kalo sebenernya disediain mobil jemputan dari lokasi syuting. wah, gua pergi sendiri, phi. ​gua pernah pergi syuting project nya Om Pa-Daeng, itu project pertama gua. lokasi syutingnya di Suphan Buri, di semacam pasar lama gitu. gua mulai perjalanan dari mana tahu gak, phi? gua harus pergi dari Monumen (Anvictory Monument) naik mobil van umum. tapi itu belum sampe di pasarnya. terus gua tanya ke petugasnya, abang : 'phi, saya harus ke mana lagi?' 💭 : 'nah, nanti berdiri saja di barisan ini, nanti ada bus lewat, tinggal lambaikan tangan aja.' ​abis itu busnya gua stop phi. gua berdiri pegangan di bagian depan bus selama 40 menit. gua bayar 80 baht (kurs hari ini : Rp. 43.6k) baru sampe. wah itu perjalanannya capek banget. jadi gua bilang ke nyokap, 'mae, nanti aku mau beli mobil ya, rasanya perjalanannya capek banget, gak kuat sama macetnya, harus ganti-ganti angkutan, buang waktu juga, terus harus bangun subuh banget.' lebih ke gua kayak minta dibeliin mobil sih yaa. terus nyokap jawab, 'ya udah, nanti uang tabungan mae pakai buat uang mukanya, sisanya kamu cicil sendiri.' ​wah, waktu itu kita mikirnya bakal sanggup. project yang gua ambil itu kan peran sebagai guest role waktu itu. gua pikir setidaknya bakal dapat sekitar 400.000 baht (kurs hari ini : Rp. 218jt) sampe 500.000 baht (kurs hari ini : Rp. 272.5jt) lah—mikir dalem hati. pas ambil uang (gaji), mimpi gua langsung buyar, phi! jatuh berkeping-keping wkwk." ​💭 : "emang dapet berapa waktu itu?" abang : "wah, waktu itu per episodenya cuma dapat 10.000 baht (kurs hari ini : Rp. 5.54jt) lebih." 💭 : "terus main berapa episode?" abang : "gua main cuma 3 episode! WKWKWK. kocak banget dah. dalam hati gua mikir... waktu itu bener-bener gak tahu apa-apa ya." 💭 : "gak tau ya? dikira bakal dapat 300.000 baht-400.000 baht?" abang : "iya, ini kisah nyata. mikir sendiri, berasumsi sendiri. ya udah, berakhirlah jadi punya utang. terus, gua kan ikut kelas akting di stasiun TV, di Ch3. gua harus terima kasih sama phi-phi di lantai 9 sih. orang lain kan punya manajer semua, kadang mereka pesen makanan ini-itu dari luar. kalo ada nasi kotak yang sisa, itu jadi jatah gua semua. wah phi, makanan sisa itu menumpuk segini banyak, bisa buat makan beberapa hari. ​terus gua catet, misalnya hari Sabtu gua dapet makanan, gua kan kelasnya Sabtu-Minggu. - gua catet hari Sabtu tanggal sekian, terus gua masukin kulkas. - hari Minggu dapet lagi, gua catet lagi. gua itung beneran—3 hari, 3 hari, demi menghemat uang buat bayar cicilan mobil. padahal gua udah telanjur bilang ke nyokap, 'mae, gak usah kirim uang lagi ya, sekarang aku udah punya pekerjaan. mae gak perlu khawatir lagi.' eh, ternyata masih ada biaya kondominium, biaya mobil lagi WKWKWK dulu waktu zaman main basket, taruhan 500 baht (kurs hari ini : Rp. 272.5k) sampe 1.000 baht (kurs hari ini : Rp. 545k) pun gua jabanin. kalah 500, menang 1.000. kadang di beberapa tempat yang gua datengi buat tanding, mereka gak punya uang, jadi mereka kasih lotre sebagai gantinya dan gak pernah ada yang tembus (menang). beneran, inget banget waktu tanding di Phanat Nikhom. ongkos mobil van gua aja sudah 80 Baht, phi. terus hari itu kalah. gua pikir taruhannya 500 baht—waktu itu umur saya masih 17-18 tahun. pas kalah 500, mereka malah kasih tiket lotre, gak menang pula. wah, boncos banget ronde itu. kesempatannya kan kecil banget. itu sama aja minus. ongkos bolak-balik aja udah 160 baht (kurs hari ini : Rp. 87.2k)" 😭😭😭 abang beneran banyak banget yang bisa diceritain—entah suka and duka tuh cukup complicated. gua juga jadi sadar abang udah laluin banyak hal sebelum sampe dititik sekarang ini... fiks gua siap banget duduk mendengarkan abang cerita seharian ☺️🤍 #kratingg

chloe

13,958 views • 3 months ago

Bismillah, ini Ririe istrinya Ibam, baru recover akun ini 🙏🏼 Terimakasih doa & support untuk Ibam sekeluarga yang sedang berjuang melewati masalah hukum saat ini.. Berikut cuplikan video cerita Ibam, perkenankan juga aku sebagai istri cerita soal yang keluarga kami alami.. 📝 Aku mengenal Ibam sejak 2010 ketika dia sedang kuliah beasiswa di Eropa. Setahun kemudian kami menikah dan nekat memulai hidup baru dari nol di Belanda. Di awal pernikahan kami, Ibam bekerja sebagai software engineer di perusahaan AI logistik di Rotterdam, sementara aku lanjut kuliah S2 di Tilburg pada tahun 2013. Jujur, kami memulai pernikahan dengan penuh keterbatasan. Akad nikah dan resepsi kami juga sederhana di rumah supaya bisa berhemat. Sesampainya di Belanda, we had to build everything on our own karena keluarga kami bukan yang bisa "menyuntik" dana kapanpun kalau kami ada kekurangan. Ketika aku mulai kuliah, kami pindah ke kota kecil, Dordrecht. Di sana kami berbagi satu rumah kecil mungil dengan keluarga lain. Semua demi berhemat uang untuk bayar kuliahku. Tapi alhamdulillah, atas izin Allah, di tengah keterbatasan itu, aku lulus S2 dan kami dikaruniai kehamilan anak pertama. Dari masa-masa sulit itu, aku mengenal satu hal pasti tentang suamiku: Ibam adalah pekerja keras dengan integritas tinggi. Dia sangat detail, perfeksionis, dan selalu berjalan lurus sesuai aturan. Ngga pernah neko-neko. Tahun 2016, kami berada di persimpangan jalan. Sahabatnya mengajak Ibam pulang ke Indonesia untuk membantu Bukalapak. Berat sekali rasanya meninggalkan Belanda yang sudah nyaman. Tapi setelah diskusi panjang dengan keluarga, kami memutuskan untuk pulang. Di Indonesia, Ibam mencurahkan seluruh tenaganya untuk membangun tim engineering di sana. Dia selalu semangat kalau cerita soal ketemu pelapak dan gimana mereka terbantu pakai aplikasi yang timnya bangun. But, as his wife, aku juga melihat ada harga yang harus dibayar: kesehatannya. Ibam memang punya riwayat jantung bawaan dari Ibu dan Kakeknya. Jantungnya selalu berkerja ekstra keras, detaknya selalu di atas 105 bpm walau sedang istirahat. Yang tadinya di Belanda ngga pernah sakit-sakitan, sejak balik ke Indonesia setiap tahun selalu saja ada penyakit berat yang datang dan perlu macam-macam operasi dan rawat inap. Puncaknya di tahun 2023, tubuhnya seakan kasih sinyal mau kolaps. Siang hari ketika sedang kerja, Ibam tiba-tiba muntah-muntah dan oleng tidak bisa jalan. Kami segera bawa Ibam ke UGD. Alhamdulillah, kondisinya bisa distabilkan. Beberapa bulan kemudian setelah di MRI, ternyata Ibam kena stroke ringan yang merusak saraf vestibularnya. Sejak itu aktivitasnya mulai terhambat. Belum lagi, setahun sebelumnya dia juga didiagnosa diabetes, yang juga turunan dari keluarganya. Jujur, aku tidak paham apakah semua penyakit ini saling berkaitan atau tidak, karena aku bukan dokter. Yang jelas, as someone closest to him, I can see that Ibam has not been physically well for the past few years. Mundur sedikit ke Desember 2019. Waktu itu Ibam dapat tawaran dari Facebook di Inggris. Setelah bolak-balik wawancara ke London, he got the offer. I still remember how happy he was when he told me about it. Sebagai istri yang waktu itu sedang hamil anak kedua, aku sudah membayangkan akan melahirkan dan membesarkan anak-anak kami di sana. Tapi di saat bersamaan, Ibam dihubungi tim yang sedang bantu-bantu Kemendikbud. Mereka punya visi besar soal aplikasi untuk pendidikan Indonesia. Ibam galau. Tapi setelah ngobrol dengan mereka, dia cerita ke aku: "Kalau Facebook, 5-10 tahun lagi insya Allah masih ada. Tapi kesempatan bantu pemerintah dan pendidikan lewat teknologi kayak gini, langka banget rasanya. Ilmuku bangun aplikasi insya Allah bisa lebih bermanfaat buat banyak orang dengan kita tetap di Indo dan bikin aplikasi buat pendidikan Indonesia." Dan yang bikin kami lebih yakin, tim itu bilang semua biaya konsultan ditanggung sebuah yayasan dan ngga akan membebani negara sama sekali. Dengan bismillah dan istikharah, kami menolak London. Meski penghasilan jadi turun, kami yakin rezeki sudah diatur Allah. We said goodbye to London. Tahun berganti. Ibam bekerja sebagai konsultan eksternal kementerian sejak Januari 2020. Setelah kondisi kesehatannya makin nurun pasca stroke ringan, Ibam curhat ke aku kalau dia ingin resign. Dia ingin bangun startup sendiri sama temannya supaya bisa kerja sambil bedrest dari rumah. Di Juli 2024, setelah nabung dan kumpulin modal, mimpi sederhana itu akhirnya dimulai. Dia resign dan bikin startup AI yang support kesehatan mental. Tapi mimpi itu ngga bertahan lama. Tanggal 23 Mei 2025, hidup kami berubah drastis. Hari itu, ngga ada angin ngga ada hujan, rumah kami digeledah oleh APH (Aparat Penegak Hukum). Seumur hidup, belum pernah aku gemetar ketakutan seperti itu. Melihat petugas berseragam loreng hijau dan tim penyidik ada didalam rumah kami dengan jumlah yang ngga sedikit. Dengkul rasanya mau copot. Apa yang mereka tuduhkan terhadap Ibam? Tindak Pidana Korupsi yang merugikan negara. Rasanya seperti disambar petir. Ini kaya mimpi! Mustahil Ibam korupsi. Aku istri yang selalu bisa akses semua rekeningnya. Tidak pernah ada "uang kaget" atau dana ghaib masuk. Semua murni dari gajinya. Rasanya saat itu juga aku ingin langsung menyodorkan mutasi rekening kami ke para penyidik dan bilang, "Silakan cek, Pak!" Tidak ada yang kami tutupi. Lagipula, kalaupun Ibam dituduh merugikan negara, di bagian mana dia punya wewenang untuk ambil keputusan? Ibam selalu serahkan keputusan ke kementerian, he never had any authority to decide. Juli 2025, mimpi buruk itu menjadi nyata. Ibam ditetapkan sebagai tersangka. Aku menangis sejadi-jadinya, membayangkan nasib anak-anak kami. Coba bayangkan. Ibam itu posisinya cuma konsultan eksternal. Bukan pejabat, bukan PNS, apalagi pengambil keputusan. Tapi anehnya, dia malah dituduh "mengarahkan pengadaan" oleh para pejabat. Padahal dari awal Ibam kasih masukan tertulis untuk Windows juga, bukan cuma Chromebook. Dan sudah wanti-wanti kalau mereka mau pakai Chromebook ada risiko yang mereka perlu pastiin dulu. Tapi wanti-wantinya ngga didengar. Pejabat tetap jalan dengan keputusan mereka sendiri. Dan ketika jadi perkara, malah Ibam yang disalahin. Logikanya, kalau ada niat jahat untuk mengarahkan, kenapa mesti wanti-wanti soal risikonya? Ibam sudah berbuat layaknya seorang konsultan, kasih masukan objektif lalu serahkan keputusan ke pejabat. Yang lebih bikin nyesek, namanya dicatut di dalam SK dan kajian yang Ibam sendiri nggak pernah lihat wujudnya sampai kasus ini meledak. Di kajian itu ada kolom tanda tangan banyak orang dan kolom Ibam jelas-jelas kosong, tapi dia tetap dituduh yang nyusun kajiannya. Sekarang, Ibam jadi tahanan kota karena kondisi jantungnya yang rentan. Kami kehilangan segalanya. Ibam kehilangan pekerjaan, startup-nya berhenti dan harus layoff semua karyawan, dan keluarga kami kehilangan sumber nafkah. Tabungan kami sekarang hampir habis. Aku yang hanya ibu rumah tangga sekarang harus berdiri tegak mencari keadilan, termasuk mencari kuasa hukum yang sebisa mungkin pro bono karena kami ngga sanggup bayar pengacara Tipikor yang biayanya selangit. However, I truly believe there will always be a silver lining in everything, and Allah’s plan is always the best. Mungkin ini cara Allah mau menaikkan derajat Ibam di sisi-Nya. Di balik status tersangka ini, aku tahu integritas suamiku tak pernah berubah sejak kami susah payah di Belanda dulu. Aku memohon doa dan dukungan dari teman-teman semua untuk membagikan dan menyuarakan ketidakadilan ini. Semoga Ibam diberikan kebebasan dan keadilan. Semoga kami dan anak-anak bisa kembali hidup normal, dan badai ini segera berlalu. Allahumma aamiin.

Ibrahim Arief

515,329 views • 9 months ago

Prof Mahfud, Prof Rhenald, dan Ketakutan PSI pada Kuasa Jokowi Pagi ini seorang teman mengirimkan video podcast Prof Mahfud MD dengan Prof Rhenald Kasali. Ada beberapa menit yang membicarakan soal saya. Karenanya, saya memutuskan untuk memberikan klarifikasi. Sebenarnya, saya menghindar untuk fokus ke persoalan saya pribadi. Karena, saya ingin kita lebih ke isu-isu publik, bukan isu private pribadi. Akhir-akhir, ini saya mendedikasikan waktu, tenaga, pikiran, termasuk akun media sosial saya untuk mengadvokasi agar pemilu 2024, termasuk Pilpres, berjalan jujur, adil, dan demokratis. Kenapa? Karena secara hukum tata negara, ilmu yang saya pelajari, itulah satu-satunya jalan terbaik untuk menyelematkan perjalanan bangsa Indonesia ke depan, terlepas dari keterpurukan. Yaitu, melalui pemilu yang berjalan jujur, adil, demokratis, dan berhasil memilih pemimpin eksekutif (presiden) dan anggota legislatif terbaik yang amanah dan antikorupsi. Kalau pemilu kita hanya "festivalisasi" atau "sensasionalisasi", tanpa "intelektualisasi", tanpa pertarungan visi-misi, lebih ke arah survei "elektabilitas", "popularitas", tapi melupakan "kapasitas" dan "intregritas", maka anggota parlemen bahkan presiden kita akan ditentukan oleh "DUITokrasi", daulat duit. Presiden pilihan uang, bukan rakyat! Karena itu, saya cenderung membiarkan saja serangan-serangan ke pribadi saya. Argumentasi ad hominem. Menyerang pribadi, bukan ke substansi masalah. Tetapi, karena bagaimanapun ini sudah masuk wilayah politik, yang sangat dipengaruhi "persepsi", maka sekali-kali saya memutuskan tetap penting untuk melakukan klarifikasi (tabayyun). Karena, kalau disinformasi soal pribadi saya terus dibiarkan, pesan-pesan perjuangan saya untuk menjaga pemilu 2024 – termasuk Pilpres – berjalan jujur, adil, dan demokratis juga akan terkena imbas negatifnya. Kali ini, saya akan fokus pada tiga disinformasi: 1) Tuduhan korupsi di kasus "Payment Gateway"; 2) Tuduhan menyebarkan hoax di soal putusan MK soal sistem pemilu legislatif; dan 3) Tuduhan "takut", karena tidak menghadapi masalah hukum di tanah air. SATU, soal payment gateway, saya berterima kasih, di podcast dengan Rhenald Kasali, Prof Mahfud menyatakan tidak ada korupsi. Yang terjadi adalah "salah prosedur", tidak ada korupsi karena saya "bukan makan uangnya". Saya tentu punya banyak argumen bahwa kesalahan prosedur pun senyatanya tidak ada. Yang tidak dijelaskan Prof. Mahfud, bahwa saya dikasuskan karena mengadvokasi proses pemilihan Kapolri saat itu. Di awal pemerintahan Jokowi, Beliau menominasikan Budi Gunawan menjadi Kapolri. Kami menolaknya karena tidak percaya dengan integritasnya. Masih ingat laporan utama Majalah Tempo soal "Rekening Gendut" para petinggi kepolisian saat itu? Maka, terjadilah gonjang-ganjing politik hukum. Beberapa pimpinan dan pegawai KPK di tersangkakan kepolisian, di antaranya Abrahan Samad, Bambang Widjojanto, dan Novel Baswedan. Di luar KPK, sahabat Prof. Mahfud, Ketua Komisi Yudisial masa itu Suparman Marzuki, juga di tersangkakan. Karena advokasi pemilihan Kapolri itulah, saya pun ikut ditersangkakan Bareskrim Polri, pada awal 2015. Dimunculkan kasus "payment gateway", upaya saya memperbaiki sistem pembayaran paspor secara online, agar menghilangkan praktik percaloan. Sudah 8 tahun lebih, kasus itu masih digantung. Kalau saya mengkritisi kekuasaan, kasus itu dimunculkan dan diberitakan lagi ke publik. Kasus "payment gateway" nyata-nyata dijadikan alat sandera politik. Namun, saya menolak untuk tunduk. Saya menolak untuk takut, dan tetap bersuara kritis sesuai pilihan idealisme yang saya yakini kebenarannya. Siapapun yang merasa kasus itu bukan kriminalisasi, itu hak anda. Meski ada baiknya, anda berpikir ulang, dan bersikap lebih membuka mata-hati, dan berpikir tidak semua kasus hukum di negeri ini murni penegakan hukum, apalagi kalau kita berhadapan dengan kekuasaan, oligarki, dan mafia hukum yang koruptif. Lebih jauh soal kasus "payment gateway" silakan klik: Ada satu lagi, yang ingin saya luruskan, dari pernyataan Prof Mahfud, bahwa saya diberhentikan dari UGM. Lebih tepatnya, saya yang minta berhenti secara terhormat, tanpa hak pensiun. Karena, setelah dikasuskan, saya mengalami "kematian perdata". Imbasnya, rezeki berkurang. Maka, saya berpikir untuk membuka kantor hukum. Agar tidak terjadi benturan kepentingan dan pelanggaran aturan—karena saya meyakini PNS tidak boleh membuka kantor hukum, meskipun tidak sedikit yang diam-diam melakukannya, maka dengan berat hati saya memilih untuk mundur dari UGM. Lagi-lagi, saya ingin bersikap konsisten dengan prinsip antikorupsi, termasuk tidak berstatus PNS saat membuka firma hukum INTEGRITY. DUA, Rhenald Kasali dalam podcast tersebut, beberapa politisi PSI, dan mereka yang punya pemahaman politik cenderung sealiran, masih saja menyatakan saya menyebar "hoax" terkait putusan MK soal sistem pemilu. Ayo, mari kita luruskan logika amat-sangat sederhana (simple logic). Bahwasanya saya mengatakan MK akan memutuskan sistem proporsional tertutup, dan ternyata putusannya terbuka, tidak boleh dong serta-merta disimpulkan saya menyebarkan hoax. Kenapa sulit sekali memahami adanya kemungkinan pergeseran putusan di MK, dari awalnya berencana memutuskan tertutup lalu bergeser menjadi terbuka? Tanyakan kepada beberapa pemohon ataupun saksi di persidangan, apa yang mereka dengar dan ketahui. Tidak sedikit yang akan mengkonfirmasi, bahwa mereka juga berkeyakinan MK akan memutuskan sistem proporsional tertutup, meskipun lalu berubah. Prof Mahfud menyatakan yang kredibel hanya sumber di MK. Saya berbeda pendapat. Sumber kredibel bisa pihak lain yang punya kapasitas dan integritas tak terbeli, di luar MK, yang paham dan mengerti situasi dan punya ilmu pengetahuan terkait kecenderungan putusan MK. Misalnya, sekali lagi hanya misalnya, kalau sumber saya adalah Prof. Mahfud MD, mantan Ketua MK, Menkopolhukam, Guru Besar Hukum Tata Negara, mosok salah jika saya menyebut beliau adalah sumber yang kredibel, meskipun Prof Mahfud tidak lagi di MK? Info saya valid! MK akan memutuskan sistem pileg proporsional tertutup. Saya tidak bisa membuka siapa sumbernya. Bukan karena takut. Justru karena saya bertanggung jawab. Justru karena saya memegang komitmen dan janji untuk tidak melibatkan sang sumber. Saya akan hadapi pengkasusan ini sebagai risiko perjuangan menegakkan daulat suara rakyat melalui proporsional terbuka yang didukung 80% pemilih, menurut survei INDIKATOR pimpinan Burhanuddin Muhtadi, salah satu lembaga survei yang masih saya yakini kredibilitasnya. Dikasuskan, dipidanakan, dan diancam penjarakan karena memperjuangkan hak politik rakyat melalui satu twit, adalah jelas-jelas absurd! Tetapi kalau Profesor Rhenald, beberapa politisi PSI, tidak bisa melihat twit saya sebagai perjuangan menegakkan suara rakyat; sebagai bentuk advokasi publik untuk mengawal MK agar menegakkan keadilan konstitusional; serta pengkasusan saya sebagai absurditas penegakan hukum, ya itulah hak dan cara pandang mereka. Saya hanya bisa mengelus dada dan menyayangkan saja. Bahkan, sebenarnya twit saya bisa dilihat sebagai bantuan kepada Prof. Mahfud, agar pemilu 2024 tidak ditunda. Kalau MK memutuskan sistem proporsional tertutup, 8 parpol di DPR memboikot pemilu, tidak menyetujui aturan KPU yang terkait perubahan sistem pemilu itu, maka pemilu 2024 terancam tidak terlaksana tepat waktu. TIGA, beberapa politisi PSI dan buzzerRp Jokowi tentu senada menganggap saya takut, "tidak jantan" karena tidak kembali ke tanah air menghadapi kasus hukum payment gateway dan perkara terkait putusan MK. Jadi, saya bukan lama di Australia dan tidak pulang ke tanah air. Saya bolak-balik Indonesia-Australia. Akhir tahun lalu sampai Februari saya di Indonesia. Lebaran kemarin pun saya di Indonesia. Saya punya kantor hukum INTEGRITY di Jakarta dan Melbourne. Kalaupun saya 2016—2019 agak lama di Melbourne, karena diberi kehormatan menjadi Profesor tamu di Melbourne Law School. Universitas Melbourne tidak peduli, dan sangat paham kriminalisasi kasus payment gateway saya di tanah air. Jadi, kalau PSI dan BuzzerRp sulit paham, lagi-lagi saya ingin sampaikan logika sederhana saja (simple logic). Orang yang takut biasanya tidak akan menentang arus, melawan, dan mengkritisi kekuasaan. Orang yang takut akan lebih memilih diam, mencari aman, tidak ambil risiko, sehingga mengekor saja semua agenda politik pemegang kekuasaan. Saya sama seperti anda rekan-rekan PSI, di 2014 memilih Jokowi. Tetapi ketika makin kelihatan Jokowi melumpuhkan KPK; Jokowi membangun dinasti kekuasaan keluarganya; Jokowi membiarkan bisnis anaknya menerima suntikan modal yang senyatanya patut diduga suap dari para pebisnis yang ingin dekat dengan kekuasaan istana dll; maka saya memilih bersikap tegas melawan kekuasaan Jokowi yang cenderung koruptif dan represif. Maka, ketika misalnya Grace Natalie, dan rekan-rekan PSI mengatakan, di satu sisi, memperjuangkan hak orang muda melalui uji materi syarat umur capres-cawapres di MK, saya tentu sulit percaya. Politik itu adalah rekam jejak. Karena di sisi lain, PSI pernah menyatakan mendukung Jokowi untuk menjabat tiga periode. Dari segi umur, dimana perjuangan aspirasi usia muda, kalau masih mendukung Jokowi yang sudah jelas-jelas tidak lagi muda? Belum lagi dukungan pada Kaesang di Depok, Bobby Nasution di Sumut, ataupun Gibran di Solo dan bisa ditebak di Pilpres 2024—jika MK mengubah syarat umur, nyata-nyata bertentangan dengan statemen politik Sekjen PSI soal menolak dinasti, di tahun 2015. Sudah lama memang, tapi masih tersimpan aman dalam jejak digital, sehingga bisa kita gunakan untuk menyoal konsistensi PSI. Siapa yang penakut? Saya yang siap dikasuskan dan melawan dengan terus bersuara lantang dan mengkritisi kekuasaan Jokowi yang koruptif? Atau, rekan-rekan PSI yang dengan gagah mengatakan "Tegak Lurus Pada Jokowi", alias "manut" atau ikut apa saja, apapun sikap politik Jokowi. Dalam pandangan saya, "kemanutan" politik pada kekuasaan, adalah ciri-ciri nyata dari berpolitik dengan penuh "ketakutan". Maaf, karena itu, bagi saya PSI bukan partai. Bagi saya PSI adalah semata-mata relawan Jokowi, Gibran, Kaesang, Bob Nasution. Jangan katakan anda memperjuangkan hak orang muda di MK, karena sebenarnya PSI sedang menjadi relawan Jokowi, dan takut melakukan perlawanan pada kekuasaan yang sedang membangun oligarki dan dinastinya yang cenderung koruptif!

Denny Indrayana

269,538 views • 3 years ago