ะ—ะฐะณั€ัƒะทะบะฐ ะฒะธะดะตะพ...

ะะต ัƒะดะฐะปะพััŒ ะทะฐะณั€ัƒะทะธั‚ัŒ ะฒะธะดะตะพ

ะะฐ ะณะปะฐะฒะฝัƒัŽ

โœ๐Ÿป แดฑหขแตƒโฑ แดนโฑโฟแตแตแต˜ แดพแตƒแตโฑ ๐๐ž๐ซ๐œ๐ฎ๐ฆ๐š ๐Œ๐ž๐ง๐ฒ๐š๐ฅ๐š๐ค ๐๐ž๐ซ๐ฅ๐š๐ ๐š๐ค ๐†๐š๐ฅ๐š๐ค, ๐Š๐š๐ฅ๐š๐ฎ ๐๐ฎ๐ง๐ฒ๐š ๐“๐š๐ง๐๐ฎ๐ค, ๐“๐š๐ฉ๐ข ๐“๐š๐ค ๐๐ž๐ซ๐š๐ง๐ข ๐’๐ž๐ซ๐ฎ๐๐ฎ๐ค. Sisakan sedikit rasa malu untuk tidak menepuk dada dan meracau sebagai bangsa yang gagah berani, jika mental dan nyali masih jauh dibawah kawanan Kerbau. Pejabat Penguasa wilayah yang segelintir itu mungkin bersenjata taring dan...

37,107 ะฟั€ะพัะผะพั‚ั€ะพะฒ โ€ข 1 ะณะพะด ะฝะฐะทะฐะด โ€ขvia X (Twitter)

ะšะพะผะผะตะฝั‚ะฐั€ะธะธ: 10

ะคะพั‚ะพ ะฟั€ะพั„ะธะปั mang Ade tea
mang Ade tea1 ะณะพะด ะฝะฐะทะฐะด

Panggilan Baru Untuk Sang Pembohong Akut

ะคะพั‚ะพ ะฟั€ะพั„ะธะปั ๐๐œ๐š๐ง๐  ๐–๐š๐ฐ๐š๐ง
๐๐œ๐š๐ง๐  ๐–๐š๐ฐ๐š๐ง1 ะณะพะด ะฝะฐะทะฐะด

Mereka sdh mnjadi Banteng banci, Karna didalam darah si Banteng sudah mengalir darah kotor KKN juga, jika nyerudug takut masuk jebakan kerangkeng. Jd mereka memilih jaga jarak sambil sesekali bersuara nyinyir. Yg dimiliki hanya romantisme masa lalu ttg heroisme orangtuanya.

ะคะพั‚ะพ ะฟั€ะพั„ะธะปั Aaron Jackson
Aaron Jackson1 ะณะพะด ะฝะฐะทะฐะด

Aku sangat terwakili twitmu Mbak Naz. Terimakasih. Akhirnya kita tahu,kita dipimpin kambing atau harimau sekarang. (spt kaya pak wowo).

ะคะพั‚ะพ ะฟั€ะพั„ะธะปั Rd. Jayabiaya
Rd. Jayabiaya1 ะณะพะด ะฝะฐะทะฐะด

Ternyata sama saja, semua hanya garang di podium dan meja rapat internal.

ะคะพั‚ะพ ะฟั€ะพั„ะธะปั Z
Z1 ะณะพะด ะฝะฐะทะฐะด

Apakah si banteng itu sekarang menjadi kerbau, apa sekarang malah jadi kambing congek..? Seruduk dong kalau berani n mau ngambil simPATI kepada rakyat kan partainya selokgan nya wong cilik, jangan nyekik wong cilik melulu ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ

ะคะพั‚ะพ ะฟั€ะพั„ะธะปั MAMANG
MAMANG1 ะณะพะด ะฝะฐะทะฐะด

Koruptor akan dikejar sampai Antartika lah koruptor di pelupuk mata masih menikmati jabatan tinggi di Republik tercinta ini

ะคะพั‚ะพ ะฟั€ะพั„ะธะปั Masif
Masif1 ะณะพะด ะฝะฐะทะฐะด

@prabowo, tersindir ga lihat ni video?

ะคะพั‚ะพ ะฟั€ะพั„ะธะปั ูุฑู…ู† ุณู†ุฉุณ๐ŸŽ–๏ธ๐Ÿ‡๐Ÿ‰๐Ÿ๐Ÿ“
ูุฑู…ู† ุณู†ุฉุณ๐ŸŽ–๏ธ๐Ÿ‡๐Ÿ‰๐Ÿ๐Ÿ“1 ะณะพะด ะฝะฐะทะฐะด

Percuma mengaung ๐Ÿฏ klo jadinya cuma mengeong๐Ÿฑ

ะคะพั‚ะพ ะฟั€ะพั„ะธะปั Naddu
Naddu1 ะณะพะด ะฝะฐะทะฐะด

Well said Naz! ๐Ÿ˜

ะคะพั‚ะพ ะฟั€ะพั„ะธะปั Ommi de Queen๐Ÿ‘‘
Ommi de Queen๐Ÿ‘‘1 ะณะพะด ะฝะฐะทะฐะด

Cc bapak Presiden...

ะŸะพั…ะพะถะธะต ะฒะธะดะตะพ

๐†๐„๐๐„๐‘๐€๐’๐ˆ ๐๐„๐‹๐€๐๐†๐ˆ๐ŸŒˆ Kalau mau jujur dan sportif, mental sebagian besar kaum elite nasionalis hari ini jauh lebih pengecut dibanding dengan kelompok yang sama pada era 1997-1998. Hanya segelintir saja yang berani keluar dari zona kenyamanan hidup, menggugat, menerjang dan melawan kebengisan arogansi tirani kekuasaan. Sejarah pernah mencatat untuk dikenang, bagaimana militannya mahasiswa dalam peristiwa Malari tahun 1974, sejarah juga mencatat bagaimana heroiknya pergerakan para aktivis ditahun 1998. Namun setelah lewat 25 tahun dari catatan terakhir 1998, sejarah tak pernah lagi mencatat pergerakan aktivis dan mahasiswa tahun 2019, 2020 atau 2023. Apakah itu berarti Indonesia baik-baik saja sehingga tidak lagi ada yang perlu diperjuangkan ?, anehnya ketika pertanyaan ini suarakan, banyak yang menjawab โ€œhari ini jauh lebih buruk dari 1974 dan 1998โ€. Sesungguhnya apa yang terjadi saat ini tak kurang busuk dan bejatnya dari apa yang dilawan dahulu, yakni korupsi kolusi dan nepotisme yang baunya jauh lebih busuk dari sampah didasar gorong-gorong jagal babi. Kalau pun ada yang berani bersuara, ternyata orang-orangnya masih tokoh di tahun 1974 dan 1998 itu juga, bedanya sekarang fisik mereka sudah menua, mentalnya saja yang masih tetap keras dan berani. Ada apa dengan mentalitas dan kepribadian bangsa yang nenek moyangnya dulu sering di elu-elukan sebagai pelaut yang gagah berani ini ?. Apakah generasi yang lahir pasca tahun 2000 ini telah teracuni oleh polusi budaya luar yang membuat tulang belulangnya menjadi lunak ? Di Mexico masyarakat secara beringas merangsek otoritas setempat karena kematian Giovanni Lopez, seorang warga dalam tahanan kepolisian negara bagian Jalisco, Mexico. Di Amerika Serikat kerusuhan merebak ketika Goerge Floyd tewas kehabisan napas setelah diinjak lehernya oleh seorang anggota kepolisian di Kota Minneapolis, Minnesota. Di Perancis kerusuhan besar, pembakaran dan penjarahan toko, rumah walikota dibakar ketika terjadi penembakan oleh polisi terhadap anak berusia 17 tahun bernama Nahel Merzouk di Paris. Di Indonesiaโ€ฆโ€ฆโ€ฆ?? Tanpa dibacakan pun, sudah banyak yang tau dan paham, bagaimana reaksi spontanitas penduduknya ketika insiden yang melukai rasa kemanusiaan dan keadilan mengangkang persis didepan biji mata masing-masing warganya. Tanpa disadari, sesungguhnya mental bangsa ini berangsur-angsur telah berevolusi dari mental Macan Siliwangi Bandung 23 Maret 1946 dan mental Singo Menggolo Surabaya 10 November 1949 menjadi mental Bebek Angon sepanjang hampir satu dasawarsa terakhir ini. Itu sebab orang-orang seperti Syahganda Nainggolan, Egi Sudjana, Rocky Gerung, Hb.Rizieq Shihab, Rizal Ramli, Komjen Pol Dharma Pongrekun, Jend.(Purn).Gatot Nurmantyo, aktivis muda Nicho Silalahi adalah sedikit dari mereka patut diapresiasi karena telah berani menerjang arus kekuasaan walaupun tidak memiliki basis partai politik yang melindungi. Selebihnya kebanyakan adalah politisi-politisi oportunis atau bahkan wakil-wakil rakyat yang lebih memilih diam menunggu manisnya kemenangan tanpa mau ikut merasakan sakitnya perjuangan. Mental para mahasiswa pun sudah tak lagi se-cadas mental Elang Mulia Lesmana, Heri Hertanto, Hafidin Royan dan Hendriawan Sie yang berani menantang peluru dan gas air mata, bukan mental anak mami yang baru mendengar sirine mobil patroli saja sudah lari tunggang langgang. Pertempuran 2024 mungkin saja pertempuran besar terakhir, walaupun pertarungannya sebatas mengawal kotak dan perhitungan suara, namun itu bisa jadi satu-satunya kesempatan yang tersisa untuk menuju perubahan yang lebih baik. Jika untuk memperjuangkan pemilu yang jujur dan adil pun bangsa ini tak jua berani mengangkat kepala, membuka mata dan telinga, menggerakkan tangan dan kaki mereka untuk memperjuangkan kejujuran dan kebenaran, mungkin bangsa ini tidak akan pernah tau lagi, apakah masih ada kesempatan dimasa depan untuk mengubah nasibnya sendiri.

๐‹๐ˆ๐‘๐€ โฝแดผแถ แถ โฑแถœโฑแตƒหกโพ

18,073 ะฟั€ะพัะผะพั‚ั€ะพะฒ โ€ข 2 ะปะตั‚ ะฝะฐะทะฐะด

Kenapa di negara yang belum maju dan sejahrera, dengan sistem politik yang seolah demokratis, pendapatan atau kesejahteraan politisi di Parlemen itu jauh lebih penting dari yang lain? Perhelatan Sidang Tahunan di Parlemen menunjukkan kemewahan dan kesejahteraan pimpinan dan para anggotanya. Mungkin yang bisa menyamai kesejahteraan dan pendapatan para pejabat politik, anggota DPR RI adalah para petinggi Polri. Kesejahteraan mereka itu kontras jika dibandingkan dengan kesejahteraan para peneliti, para dosen dan atau ilmuwan negeri ini, yang harus mendidik dan memajukan ilmu pengetahuan untuk bangsa besar ini. Kenapa ketimpangan demikkan terjadi? Logika politiknya itu karena, untuk mempertahankan kekuasaan dan efektifnya kebijakan politik pemerintah, penguasa perlu dukungan parlemen dan dukungan โ€œpenegakkan hukumโ€ terutama dari Kepolisian. Disitulah mengapa lembaga lembaga kekuatan utama penopang kekuasaan politik menjadi sangat penting untuk dipupuk dan dirangkul pemerintah agar mengamankan soliditas keberlangsungan politik penguasa. Kalau ilmuwan, peneliti, atau dosen, walau mereka strategis untuk meningkatkan kualitas manusia dan bangsa, namun fungsi mereka tak banyak pengaruh langsung terhadap keberlangsungan politik penguasa. Makanya kesejahteraan merekapun tidak menjadi prioritas. Malah selain anggota parlemen dan polisi, kekuatan keamanan seperti Tentara dan Ormas, itu dalam mempertahankan kekuasaan justru jauh lebih penting dari pada lembaga ilmu dan riset. Kesejahteraan pemegang senjata dan Ormas yang memiliki akar di masyarakat, dinilai lebih strategis dari pada mereka yg kerjanya bergelut dengan pengetahuan, inovasi dan kemajuan. Dari besaran politik anggaran dan pendapatan SDM bisa nampak bagaimana pilihan kebijakan pemerintah berpihak. Siapa yang didahulukan kesejahteraannya itulah wujud kepentingan penguasa pada mereka saat ini. Dalam kondisi seperti itu, logis jika anggota DPR dan pejabat polisi akan menjadi lebih banyak mendukung stabilitas kekuasaan dari pada mengkritisi, mengawasi, dan penegakkan regulasi. Logis pula jika anggota DPR dan polisi yang sejahtera banyak bersyukur pada kondisi saat ini, karena telah mendapatkan berbagai fasilitas kesejahteraan yang tinggi dibanding institusi yang lainnya. Sebaliknya untuk rakyat pada umumnya, dan para pendidik harus lebih banyak bersabar dengan kondisi dan kebijakan negara. Ada pendapat dan sinyalemen terkait ini. Bagi rakyat banyak itu, semakin mereka kurang sejahtera, justru dipandang semakin mudah digerakkan atau dimobilisasi oleh kelompok yang berkuasa. Bagi rakyat yang belum sejahtera, amplop dan program bagi bagi bansos itu menjadi faktor penting untuk menentukan dukungan dan pilihan politik mereka sesuai kepentingan politik si pemberi bansos dan cuan. Mereka mudah dapat dukungan justru ketika rakyat masih banyak yang susah dan merindukan bantuan. Video berikut ini hanya secuil pelengkap gambaran, tentang kesejahteraan, bukan dimaksudkan sebagai representasi keseluruhan.

Henri Subiakto

23,382 ะฟั€ะพัะผะพั‚ั€ะพะฒ โ€ข 11 ะผะตััั†ะตะฒ ะฝะฐะทะฐะด

Cinta Laura dalam sesi TEDxUPH ungkap jika saat ini dengan kemajuan teknologi, justru rasa "bosan" yang dulu ada di diri manusia kian tergerus, "Kalau ada satu hal yang ingin aku bawa kembali ke hidup kita, itu bukan productivity hack, bukan morning routine yang baru, tapi rasa "bosan". Teknologi telah menghapus rasa bosan dari hidup kita. dan aku rasa kita tidak sepenuhnya memahami apa yang telah hilang dari diri kita. Coba pikirkan kapan terakhir kali kamu duduk dalam diam dan benar-benar tidak melakukan apa-apa. Aku pikir, banyak dari kita yang kesulitan untuk mengingatnya.Neurosains modern juga mendukung hal ini. Saat otak tidak terus-menerus dibanjiri informasi baru ia masuk ke kondisi yang berkaitan dengan kreatifitas, memori dan kemampuan menghubungkan berbagai ide. Namun saat ini kita menjadi begitu tidak nyaman dengan ketenangan hingga kita keliru menganggap stimulasi sebagai produktifitas dan distraksi adalah istirahat Mungkin itu alasannya kita tahu begitu banyak tentang hidup orang lain, tetapi justru kesulitan untuk mendengar pikiran kita sendiri. Oleh karena itu sekarang aku selalu menanyakan tiga hal pada diriku sebelum mengambil keputusan besar Apa yang akan tetap aku kejar kalau tidak ada seorang pun yang melihat? Apa yang rela aku jalani, meski aku harus buruk dalam hal itu untuk waktu yang sangat lama? Karena yang terbaik, pasti membutuhkan waktu yang lama. Dan terakhir, siapa lagi yang akan ikut merasakan manfaatnya kalau aku menjadi versi terbaik dari diriku. Ini adalah pertanyaan yang mengubah segalanya. Karena ketika tujuanmu hanya tentang dirimu sendiri pada akhirnya semuanya akan terasa hampa. Ego membuat kita terpisah, tujuan mengubungkan kita"

folkative

33,495 ะฟั€ะพัะผะพั‚ั€ะพะฒ โ€ข 1 ะผะตััั† ะฝะฐะทะฐะด

Andai Bung Tomo hadir ditengah-tengah rakyat Surabaya hari ini, mungkin ia tak mampu untuk kembali membakar semangat arek Suroboyo sebagaimana yang dilakukannya pada November 1945 silam. Andai Hajjah Rangkayo Rasuna Said dan Jenderal Soedirman hidup hari ini, mungkin beliau-beliau pun tak sanggup membangkitkan semangat juang rakyat Indonesia sebagaimana yang pernah beliau lakukan pada tahun 1930 dan 1948 silam. Bukan karena zamannya tak sama, bukan pula karena penjajahnya berbeda, namun karena mental juang rakyat saat inilah yang sama sekali tak menyerupai mental juang rakyat di zaman mereka hidup kala itu. Di era sekarang ini, siapa yang tak kenal Refly Harun (Refly Harun) ?, ia seorang Profesor, pakar hukum tata negara yang dalam setiap penyampaian pikiran dan orasinya selalu disampaikan secara soft, dan hati-hati, semua orang tau itu. Refly Harun bukan kritikus tipikal Faizal Assegaf (Faizal Assegaf), Prof.Taufik Bahaudin atau Brigjen Kamaruddin Simanjuntak yang pikiran-pikirannya di lontarkan dengan gaya frontal, keras tanpa tedeng aling-aling. Orang-orang seperti Prof.Refly Harun, Prof.Zainul Arifin Mochtar (Zainal Arifin Mochtar), Eep Saefulah Fatah (Eep Saifullah Fatah), Prof.Harkristuti Harkrisnowo adalah jajaran kritikus kalem. Jarang sekali mereka menyampaikan sikap dan pikiran lewat narasi-narasi yang keras. Namun ketika tokoh-tokoh itu mulai menyampaikan pikiran-pikiran dan kritik mereka dengan nada dan gaya yg tidak biasa, mendadak frontal dan keras, maka pastilah ada sesuatu yang sudah kelewat batas telah terjadi di negeri ini. Lalu setelah tokoh-tokoh kalem itu begitu meradang dan bahkan mungkin marah atas kebejatan cara berpolitik penguasa yang curang serta kebobrokan kekuasaan yang dengan brutal merusak sistem ketatanegaraan, konstitusi dan demokrasi, kemana para rakyat pemegang kedaulatan negeri ini..? Apakah telah sirnah para pewaris genetik pejuang-pejuang tangguh yang pernah mengusir tentara Belanda, Inggris dan Jepang di negeri ini..? Come on, jangan pernah mempermalukan para datuk-datuk pendahulu mu wahai rakyat, jangan pernah berkata menginginkan perubahan yang lebih baik bagi negara dan bangsa jika hanya diam menjadi penonton para akademisi dan pakar mengkritisi rezim kekuasaan. Kalianlah rakyat pemegang kedaulatan yang selayaknya meradang, marah dan murka. Ayo bangkitlah, tegaklah, singsingkan lengan baju mu, mari bergandeng tangan bersama-sama turun ke jalan, sambut para tokoh-tokoh yang siap memimpin mu memperbaiki nasib negeri dan bangsa ini. Janganlah kalian mewarisi kepada generasi penerus kalian kelak mental-mental pecundang, mental-mental manusia terjajah, sebagai bangsa yang lemah yang rela menjadi budak di rumah-rumah kalian sendiri..!! Mari hidupkan kembali, ๐Œ๐„๐‘๐ƒ๐„๐Š๐€ ๐€๐“๐€๐” ๐Œ๐€๐“๐ˆโ€ฆ!!!โœŠ๐Ÿ‡ฒ๐Ÿ‡จ

๐‹๐ˆ๐‘๐€ โฝแดผแถ แถ โฑแถœโฑแตƒหกโพ

29,963 ะฟั€ะพัะผะพั‚ั€ะพะฒ โ€ข 2 ะปะตั‚ ะฝะฐะทะฐะด

Andai saya Jokowi... (menjawab video Pandji Pragiwaksono, silakan membaca atau mendengarkan suratnya saya membacakan) Mas Pandji yang terhormat, izinkan saya merespon video Mas Pandji yang ditujukan ke saya. Saya dengar Mas Pandji di Pilpres kali ini, tak mendukung Pak Anies seperti halnya di Pilgub DKI 2017 lalu. Mas Pandji beralasan bahwa Pak Anies seharusnya melanjutkan dulu perubahan yang Pak Anies lakukan di Jakarta. Mas Pandji, alasan itulah yang mendasari saya merasa harus ikut cawe-cawe dalam pilpres kali ini. Menurut Mas Pandji, apa yang dibangun Pak Anies di Jakarta selama 5 tahun bisa sia-sia jika dilanjutkan gubernur lain yang tidak satu visi karena pondasi yang dibuat selama 5 tahun belumlah cukup kuat. Begitu juga di posisi Presiden, perlu Mas Pandji sadari, bahwa membangun pondasi selama 10 tahun itu belum cukup kuat karena negara ini sangat besar. Sejak 2014, saya sudah memulai sebuah perubahan besar. Perubahan besar yang saya mulai ini, menurut saya, harus terus berlanjut. Pembangunan pondasinya saja belum benar-benar selesai, akan besar sekali kerugian negara ini jika pondasi itu dibongkar kembali. Jika di pemerintahan selanjutnya, arah pembangunan harus diubah lagi, maka pembangunan tidak akan sampai ke tujuan karena kita harus sibuk membuat pondasi lagi. Kita pastinya tidak mau itu terjadi. Kita tidak ingin setiap kali pergantian pemerintahan, isu yang diangkat adalah perubahan. Kondisi yang terus berubah pasti tidak kondusif bagi dunia usaha. Sebagai bangsa, kita masih terus berproses agar suatu saat nanti, pergantian kepemimpinan nasional tidak lagi mengubah arah pembangunan bangsa ini ke depan. Arah pembangunan akan tetap pada jalurnya siapapun presidennya. Bayangkan, pembangunan sekelas IKN pun bisa terancam tak dilanjutkan hanya karena ada pihak yang tidak suka dengan saya. Pembangunan IKN, jalan tol, jalur kereta api, atau pembangunan yang lain, semua itu bukan tentang saya. Itu kepentingan bangsa yang jauh lebih besar dari sekadar nama pribadi saya. Saya rela nama saya dihapus dan tidak disebut sebagai pencetus pada program-program pembangunan itu asalkan semua program itu tetap dilanjutkan. Jadi, ini bukan tentang saya, ini untuk kepentingan bangsa ke depan. Pembangunan ini harus tetap jalan. Ini bukan tentang saya, apalagi tentang keluarga saya. Ini tentang Indonesia yang sudah menentukan arah pembangunannya, dan saya tidak ingin kita berbelok dan memulai dari nol lagi. Betapa mahalnya pengorbanan kita yang terbuang jika kita mulai dari nol lagi. Siapa yang dirugikan? Rakyat Indonesia. Kalau saya pribadi, apapun yang terjadi di pemerintahan selanjutnya, insya Allah saya dan keluarga masih bisa hidup layak. Jadi, ini bukan tentang kehidupan saya. Ini tentang kerugian negara ini jika pembangunan ini tidak dilanjutkan. Untuk bangsa ini, saya rela kalau hanya dituduh: - Jokowi memanipulasi konstitusi. - Jokowi membangun politik dinasti. - Jokowi otoriter. - Jokowi perusak demokrasi. - Gibran anak haram konstitusi. Silakan saja menuduh saya dan keluarga. Perlu Mas Pandji ketahui bahwa dari orang tua saya, saya pribadi, hingga anak-anak saya, sudah terbiasa mendapatkan tudingan yang jauh lebih buruk dari itu. Tujuan saya melakukan cawe-cawe ini hanya satu, yaitu Indonesia yang lebih baik di masa depan. Tidak masalah saya dituduh melanggar etika, yang penting saya dan keluarga saya tidak melanggar hukum dan bisa melihat Indonesia menjadi lebih baik. Tidak masalah saya dituduh melanggar etika, karena tuduhan itu tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan besarnya manfaat yang akan kita raih untuk negara ini. Mas Pandji, sekarang coba kita ingat ucapan Bung Karno, "Perjuanganku lebih mudah karena melawan penjajah, namun perjuangan kalian akan lebih sulit karena melawan bangsa sendiri." Nah, Mas Pandji sekarang tahu, kan, bagaimana beratnya perjuangan saya menghadapi semua tudingan itu? -lanjut๐Ÿ‘‡-

Hasyim Muhammad

371,704 ะฟั€ะพัะผะพั‚ั€ะพะฒ โ€ข 2 ะปะตั‚ ะฝะฐะทะฐะด

SOMEBODY PLEASE HELP HIM! Bismillahirrahmanirrahiim Kadang sejarah tidak runtuh dengan ledakan, tetapi dengan suara yang pelan, rambut yang menipis, langkah yang melambat, dan tatapan seseorang yang tiba-tiba tampak jauh dari dirinya sendiri. Dalam neurosains, tubuh mencatat semua yang tak diucapkan. Kortisol memendekkan telomer, ekor kromosom yang menjadi penanda harapan hidup, Inflamasi kronik mengubah ekspresi gen, dan wajah adalah layar bioskop tempat memori hidup diputar ulang. Rambut gugur bukan hanya genetika, ia simbol mahkota biologis yang perlahan kembali ke tanah. Dalam imunologi klinis, kita mengenal fenomena ketika tubuh menyerang dirinya sendiri. Autoimun berat sering menampakkan tanda yang tak keras suaranya, namun dalam diamnya kita membaca perang dari dalam: โ€ขkulit pucat, warna tidak stabil, mudah meradang, โ€ขmoonface akibat retensi cairan dan efek steroid kronis, โ€ขrambut menipis cepat, seperti mahkota yang mulai melepas bebannya, โ€ขlangkah yang pelan: bukan lemah, tapi seperti tulang yang memikul beban yang dibikin sendiri, โ€ขtatapan kosong: brain fog, ketika pikiran lelah berperang dengan segala keadaan yang tak lagi bisa diatur dan dikuasai, โ€ขpostur sedikit membungkuk, seolah tubuh berkata aku bersikeras membalikkan waktu. Tulisan ini bukan untuk menuduh seorang tokoh sakit. Ini daftar tanda klinis umum, tetapi juga metafor politik tubuh. Karena sering kali sejarah dan biologi memiliki pola yang sama: tubuh yang lelah = kekuasaan yang selesai, wajah yang pucat = cahaya kuasa yang menurun, mahkota rambut yang luruh = era yang selesai. Kekuasaan jarang runtuh dengan kerusuhan. Ia surut dengan keheningan. Dengan hilangnya karisma biologis, dengan publik yang tidak lagi terpikat pada narasi lama, dengan tubuh yang perlahan berubah menjadi cerminan saatnya layar panggung ditutup Kita hidup di titik balik peradaban Nusantara. Gelombang politik bergeser dari visual ke substansi, dari teater kuasa ke audit memori, dari figur tunggal ke kesadaran kolektif. Indonesia sedang memasuki fase Working Prophecy, dimana sejarah tidak hanya dicatat, tetapi dirombak, ditafsir ulang, dan dilahirkan kembali. Ini bukan tentang satu sosok. Ini tentang sebuah era yang menua, tentang medan energi bangsa yang bergerak, tentang cerita yang meminta penulis huruf pertama baru. Mungkin gejala-gejala pada tubuh hanya potongan kecil. Namun bagi yang membaca dengan mata batin, itu terasa seperti frekuensi alam yang berkata lirih: โ€œBab ini sudah selesai.โ€ Autoimun biologis adalah ketika tubuh memerangi dirinya. Autoimun politik adalah ketika bangsa memerangi ingatannya. Dan di tengah inflamasi sosial itu, kita ditanya: Apakah kita akan terus sakit, atau mulai menyembuhkan diri sebagai satu tubuh bernama Indonesia? Bangsa ini sedang berganti kulit. Dan setiap helai rambut yang gugur di panggung sejarah, adalah tanda bahwa halaman berikutnya menunggu dituliskan. Saya, untuk kesekian kalinya berkata: tolongan diingatkan, kondisinya serius dan perlu perawatan, sebelum semuanya terlambat. Laa haula wala quwwata ilabillah. Salam takzim dr. Tifauzia Tyassuma,

Dokter Tifa

38,310 ะฟั€ะพัะผะพั‚ั€ะพะฒ โ€ข 7 ะผะตััั†ะตะฒ ะฝะฐะทะฐะด

Teman-teman semua, Hari ini kita menerima kabar final yang melegakan. Presiden RI, Bapak Prabowo Subianto, telah memberikan abolisi kepada Tom Lembong atas persetujuan DPR. Dengan itu, bukan hanya hukuman dibatalkan, tapi seluruh perkara dianggap tak pernah ada. Nama Tom bersih. Tak pernah bersalah. Bebas sepenuhnya. Ini tentu kabar baik bagi Tom dan bagi keluarganya yang telah berpisah sejak akhir Oktober tahun lalu. Setelah sembilan bulan yang panjang, malam ini ia kembali ke rumah. Kepada istri, anak-anak, dan keluarganya yang selama ini menanggung rindu. Sebagai sahabat, saya amat bersyukur. Saya ikut bahagia melihat Tom hari ini bebas. Maka saya menyampaikan apresiasi mendalam kepada Bapak Presiden beserta DPR yang telah menggunakan kewenangannya untuk mengakhiri ketidakadilan ini. Namun, kita juga tahu, ini bukan kemenangan dari ruang sidang. Ini adalah penyelesaian ekstra yudisial melalui jalur konstitusional yang menjadi hak Presiden. Keputusan ini memang menghapus perkara, tapi sesungguhnya tidak menghapus pertanyaan. Tidak menghapus keprihatinan kita atas proses hukum yang begitu banyak dipertanyakan sejak awal. Mulai dari sangkaan yang dipaksakan oleh jaksa, hingga putusan hakim yang menafikan nalar. Karena itu, meskipun hari ini adalah akhir dari penahanan Tom, ini bukan akhir dari tanggung jawab kita. Justru ini harus jadi titik refleksi yang lebih dalam tentang sistem hukum negara kita, tentang bagaimana hukum seharusnya bekerja. Juga, tentang bagaimana keadilan tidak boleh datang hanya kepada mereka yang tenar, punya jaringan, dan mendapat sorotan. Karena untuk satu Tom yang bebas hari ini, mungkin masih ada ribuan lainnya yang terjerat kriminalisasi, tanpa suara, tanpa sorotan. Negara ini terlalu besar untuk menyisakan keadilan hanya bagi mereka yang dikenal dan mendapat dukungan amat luas dari publik. Maka, hukum di Republik ini harus menjadi pelindung bagi semua, alih-alih menjadi alat tekanan. Harus memberi ketenangan, alih-alih menebar kecemasan. Hari ini adalah kemenangan pribadi bagi Tom. Tapi perjuangan menghadirkan keadilan bagi seluruh rakyat belum selesai. Masih panjang dan masih harus terus kita jalani bersama. Tentu juga, masih perlu terus mendapat perhatian serius dari para pemimpin dan penyelenggara negara ini. Semoga kita bisa menuntaskannya. Izinkan saya menyampaikan apresiasi tinggi dan rasa terima kasih kepada tim hukum, kepada para sahabat dan pendukung yang setia hadir di setiap persidangan, kepada para tokoh dan publik luas yang menyuarakan harapan di tengah gelapnya proses hukum. Di negeri ini, keadilan sering butuh suara lantang. Hari ini, suara itu berbuah untuk Tom. Kepada Tom kita sampaikan selamat pulang ke rumah. Waktu yang hilang tak bisa kembali, tapi hari esok selalu bisa dimenangkan. Kita yakin, pengalaman yang Tom lalui tak akan melemahkan, justru menguatkan. Pun kita optimis, Tom akan kembali melangkah, lebih tegap, lebih matang, dan lebih tajam memperjuangkan kebaikan bagi negeri yang ia cintai tanpa syarat ini. Welcome home, Tom.

Anies Rasyid Baswedan

709,623 ะฟั€ะพัะผะพั‚ั€ะพะฒ โ€ข 1 ะณะพะด ะฝะฐะทะฐะด

๐€๐ฉ๐š๐ค๐š๐ก ๐๐ซ๐š๐›๐จ๐ฐ๐จ ๐๐ซ๐š๐ฃ๐ฎ๐ซ๐ข๐ญ ๐“๐๐ˆ ๐’๐ž๐ฃ๐š๐ญ๐ข..? Hal yang paling ditakutkan oleh sirkel politik Jokowi serta pendukungnya dari kekuatan oligarki poros Asia Timur adalah bila Presiden Prabowo โ€˜back to military leadership styleโ€™, dan tidak lagi mengekor pada pendahulunya Sang โ€˜Carpenterโ€™ style. Mereka cemas, jika itu terjadi, bagaimana dengan nasib Fufufafa yang diharapkan akan menggantikan posisi Prabowo..? Mereka galau, bagaimana dengan kelangsungan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang mereka nikmati layaknya pemilik negara kecil didalam bingkai NKRI..? Mereka risau, bagaimana nasib puluhan atau ratusan Proyek Tambang yg telah mereka kooptasi untuk oligarki lokal dan asing..? Mereka takut, bagaimana dengan jebolnya APBN yang mereka korupsi habis-habis lewat proyek abal-abal dan utang luar negeri..? Ada kekhawatiran besar dari kekuatan politik sirkel Jokowi, bahwa Prabowo sebagai mantan Jenderal TNI akan bangkit kesadarannya untuk mewarnai prinsip-prinsip politiknya dengan filosofi Tri Matra TNI, yakni Kuat Berkuasa di Udara (Swa Bhuwana Paksa), Jaya di Laut (Jalesveva Jayamahe) dan Perkasa di Darat (Kartika Eka Paksi). Sebab jika kekhawatiran mereka benar, maka yang mereka takutkan pertama kali dari tindakan Prabowo (layaknya Soeharto yang mempereteli sirkel Soekarno) akan segera amputasi sirkel Jokowi dari elemen kelembagaan Yudikatif dan Hankam. Ini bahaya betul bagi mereka ketika Prabowo melalui mekanisme ketatanegaraan mengganti Kapolri, Jaksa Agung, mengatur penggantian seluruh Komisioner KPK, Ketua MA, Ketua MK dan Panglima TNI dari siapapun yang memiliki kedekatan dengan sirkel Jokowi. Prabowo juga akan berubah sikap dan tidak lagi seperti masih menjadi bawahan Jokowi. Prabowo akan sulit untuk dibawa untuk mencla-mencle, diajak klemar-klemer dan diarahkan untuk banyak omon-omon zonk seperti pendahulunya. Mereka tau betul, jika karakter prajurit TNI Prabowo tersadarkan, lalu move on kepada gaya kepemimpinan militer, maka gaya kebijakannya akan berubah menjadi sat-set (cepat), berpikir praktis (tidak bertele-tele), strategis (terencana, terarah dan terukur), serta bertindak taktis (terampil dan cekatan). Sirkel politik Jokowi tau, jika seorang Jenderal TNI sejati jiwa patriotiknya telah terpanggil, maka ketika berhadapan dengan kepentingan bangsa dan negara, ndak bakal pernah bisa diajak main dengan gaya politik dagang sapi atau politik balas budi, mereka khawatir Prabowo tersadar dari โ€œhypnomunafikโ€ Jokowi, lalu berbalik dan berkata, โ€œtaik kucing dengan kalian semua..!!โ€. Bagi Prajurit TNI sejati, berbakti pada Nusa, Bangsa dan Negara adalah harga mati. Karenanya kedaulatan negara, ideologi negara, konstitusi negara akan diletakan diatas kepentingan politik kelompok dan golongan tertentu. Tapi pertanyaan yg paling mendasarnya adalah, Apakah Prabowo Jenderal TNI sejati atau bukanโ€ฆ? Apakah Prabowo Prajurit TNI yang berjiwa Patriotik atau bukanโ€ฆ? Jika jawabannya bukan, maka tidak akan ada bedanya Prabowo dengan Jenderal-Jenderal terdahulu yang sama sekali tidak mencerminkan sikap Patriotik, mementingkan kekayaan diri dan keluarganya sendiri, tidak mementingkan kepentingan bangsa dan negara serta mudah menggadaikan diri pada kepentingan asing. Jika itu jawabannya, maka sungguh musibah besar bagi bangsa ini. Itu sebabnya, siapa pun yang mendukung pemerintahan Presiden Prabowo, wajib rajin memberikan saran dan kritik dengan harapan dapat didengar dan dijadikan bahan pertimbangan oleh Prabowo. Setelah memiliki kekuasaan yang besar, Prabowo justru memerlukan suara publik yang dapat menjadi penyeimbang pengaruh dominasi politisi sirkel Jokowi yang masih rapat berada disekelilingnya, disamping mendorong Prabowo menjadi lebih berani bersikap tegas. Jadi Publik tak boleh kendor, karena jika sedikit saja lengah, boleh jadi mereka akan menjerumuskan dan menyesatkan langkah kebijakan Prabowo dalam pemerintahannya.

๐‹๐ˆ๐‘๐€ โฝแดผแถ แถ โฑแถœโฑแตƒหกโพ

48,344 ะฟั€ะพัะผะพั‚ั€ะพะฒ โ€ข 1 ะณะพะด ะฝะฐะทะฐะด

๐— ๐—˜๐—ก๐—๐—”๐—ช๐—”๐—• ๐—ฅ๐—”๐— ๐—”๐—ก๐—”๐—ก: ๐—ฆ๐—œ๐—”๐—ฃ๐—” ๐— ๐—ฅ ๐—ฅ? ๐—”๐—›๐—Ÿ๐—œ ๐—ฃ๐—”๐—ฅ๐—Ÿ๐—œ๐— ๐—˜๐—ก ๐—ฃ๐—ž๐—ฅ ๐——๐—œ๐—ง๐—จ๐——๐—จ๐—› ๐—ง๐—˜๐—ฅ๐—œ๐— ๐—” ๐—ฅ๐—”๐—ฆ๐—จ๐—”๐—› ๐—ฅ๐— ๐Ÿต.๐Ÿฑ ๐—๐—จ๐—ง๐—”? ๐—ฅ๐—”๐—™๐—œ๐—ญ๐—œ ๐— ๐—˜๐—ก๐—ง๐—˜๐—ฅ๐—œ ๐—ง๐—˜๐—ฅ๐—ฃ๐—”๐—Ÿ๐—œ๐—ก๐—š ๐—š๐—”๐—š๐—”๐—Ÿ Petang tadi, Naib Presiden PKR dan Ahli Parlimen Sungai Buloh memanggil satu sidang media. Ia ekoran spekulasi yang timbul setelah Victor Chin, salah seorang yang dinamakan di dalam laporan Bloomberg mengenai mafia korporat, mendakwa dia telah membayar RM9.5 juta kepada seorang Ahli Parlimen PKR untuk menyelesaikan kes itu. Sidang media itu lebih kurang 25 minit. 10 minit mengenai Victor Chin, yang selebihnya Ramanan maki saya. Antara lain, dia tuduh: 1 - Saya menggerakkan cyber trooper untuk mengaitkannya sebagai Mr R yang dirujuk oleh Victor Chin 2 - Saya seorang menteri yang gagal dan penakut Kalau nak tahu siapa Mr R, jangan skip content. Tunggu sampai habis sebab saya akan tunjukkan siapa Mr R. Kita mula dengan latar belakang drama politik terbaru ini. Semalam, 24 Mac, Victor Chin menghantar satu dokumen 40 mukasurat dan dokumen-dokumen sokongan. Dokumen itu memperincikan secara kronologi bagaimana krisis perebutan NexG bermula, nama-nama yang terlibat dan dakwaannya tentang bagaimana institusi penguatkuasaan iaitu PDRM, Suruhanjaya Sekuriti dan Bursa telah disalahgunakan untuk merampas NexG oleh satu kumpulan yang dipanggil mafia korporat. Media tidak melaporkan secara terperinci apa yang didakwa, sebaliknya memberikan tumpuan kepada 2 isu: 1 - Seorang yang bernama Mr R yang sentiasa berhubung dengan Victor Chin bagi pihak โ€œbossโ€ nya di pihak mafia korporat, yang mengikut Victor Chin, menggunakan agensi penguatkuasa untuk menekan pemegang saham 2 - Victor Chin membayar RM9.5 juta kepada seorang Ahli Parlimen PKR dalam bulan Oktober 2025 kerana Ahli Parlimen itu berjanji boleh โ€œkawtimโ€ dan menyelesaikan masalahnya yang ditekan agensi penguatkuasa, termasuk akaun-akaun bank dan saham yang dibekukan Walau bagaimana pun, oleh kerana netizen tidak ada akses kepada dokumen 40 muka surat itu, ramai yang terkeliru bahawa Mr R itulah Ahli Parlimen PKR yang didakwa menerima rasuah RM9.5 juta dari Victor Chin. Ada beberapa orang ahli parlimen PKR yang namanya bermula dengan R. Saya sendiri, Rodziah Ismail, R Yuneswaran dan sudah tentu Ramanan. Saya dan YB Rodziah hanya tweet secara berseloroh yang R itu bukan kami. Ramanan memangil sidang media terus dan kita lihat sendiri emosinya dalam sidang media, semua perkataan keluar - syaitan, fail, coward, Eskimo pun keluar. Padahal Mr R tidak pun merujuk kepada mana-mana ahli parlimen PKR kerana ia dua perkara yang berbeza. Saya boleh namakan terus siapa Mr R berdasarkan maklumat yang didakwa oleh Victor Chin, tapi tunggu di hujung video. Sebab bagi saya isu yang sama besar ialah dakwaan Victor Chin membayar RM9.5 juta kepada seorang ahli parlimen PKR untuk menyelesaikan kes mafia korporat ini bagi pihaknya. Bila ia telah dilaporkan, netizen akan berteka-teka. Sebab itu saya dan YB Rodziah awal-awal lagi menafikan. Tetapi netizen pun pandai buat siasatan ala CSI mereka sendiri. Untuk Victor Chin yakin dan membayar sehingga RM9.5 juta untuk menyelesaikan masalah mafia korporat ini kepadanya , ahli parlimen PKR ini mestilah memenuhi ciri-ciri berikut: Pertama, seorang yang kanan dalam PKR dan mempunyai pengaruh besar, akses terus kepada Perdana Menteri dan Menteri Dalam Negeri. Kedua, dia mestilah rapat dan tidak bermusuh dengan Farhash, kerana Victor Chin mendakwa perebutan NexG itu melibatkan dia dan pemegang saham NexG sedia ada di satu pihak, dan satu kumpulan lawan yang melibatkan Farhash. Kalau ahli parlimen itu ada pengaruh untuk berunding dan menamatkan perebutan NexG ini, dia mestilah rapat dengan Farhash. Saya dan YB Rodziah, kedua-dua kami jauh panggang dari api ada dua ciri-ciri ini. Dalam PKR, semua orang boleh bersetuju yang ada ciri-ciri itu, dari kalangan ahli parlimen, adalah Ramanan. Tambah pula Ramanan pernah ada kes di Mahkamah Tinggi dalam tahun 2015 dahulu, yang dia diarahkan membayar balik RM5.5 juta kepada seorang pakar sakit jiwa untuk kawtim dengan Kementerian Pertahanan bagi mendapat bayaran dari kerajaan. Kes tidak serupa, tapi reputasi kawtim itu telah lekat dengan sesetengah netizen. Terpulanglah kepada Ramanan dan PKR kalau dia masih mahu memaki hamun saya kononnya saya yang mengaitkan beliau dengan dakwaan Victor Chin itu. Sebenarnya dialah yang perlu meyakinkan netizen dan rakyat, bahawa di sebalik rekod mahkamah yang dia ada, dan kerjaya politiknya yang dibina dengan cepat disebabkan rapatnya dia dengan Perdana Menteri dan Farhash, dia bukan ahli parlimen yang didakwa menerima RM9.5 juta dari Victor Chin. Jadi siapa sebenarnya yang menerima rasuah dari kalangan ahli parlimen PKR ini? Bagi saya, mudah sahaja kerana ini hakikatnya - wang RM9.5 juta itu diberikan secara tunai. Si pelaku yang menerima rasuah itu mungkin boleh mendabik dada dan menafikan terlibat kerana yakin Victor Chin tidak ada bukti. Lagi-lagi, dia juga yakin tidak ada bukti kerana bukan dia sendiri yang sendiri yang mengambil duit tunai itu. Dia juga boleh memberitahu dunia bahawa dia tidak pernah berjumpa Victor Chin. Tetapi kalau Victor Chin berani memberi ultimatum terbuka agar wang RM9.5 juta itu dipulangkan semula sebelum 30 Mac, jika tidak dia akan menamakan ahli parlimen itu, ia bermakna Victor Chin sudah simpan bukti. Bila berhubung dengan Victor Chin di telefon, percakapan itu mungkin direkod. Bila orang yang dipercayai ahli parlimen itu mengambil duit tersebut, bukti video dan gambar juga telah ada. Kalau tidak, Victor Chin tidak berani buat ultimatum sebegitu. Jadi kes ini akan hanya ada 2 pengakhiran - sama ada 30 Mac ini ahli parlimen itu dinamakan secara terbuka, atau ia mati begitu sahaja. Kalau mati begitu sahaja, kita tahu bahawa ahli parlimen itu telah memulangkan RM9.5 juta itu dengan membayar hutang Victor Chin kepada ah long, sebab Victor Chin ambil wang itu dari ah long untuk dibayar. Siapa yang ada kemampuan mencari RM9.5 juta dalam tempoh 5 hari? Kita tunggu la selepas ini. Saya dah jelaskan mengenai RM9.5 juta, seterusnya kepada teka teki nasional - siapa Mr R? Ha3 ingat ahli politik lain saja yang boleh scam orang, saya pun boleh juga. Cuma saya tak scam duit la. Saya scam content saja. Esok saya dedahkan siapa Mr R sebab saya masih dalam mood raya, kena balik beraya jap.

Rafizi Ramli

58,570 ะฟั€ะพัะผะพั‚ั€ะพะฒ โ€ข 4 ะผะตััั†ะตะฒ ะฝะฐะทะฐะด

โœ๐Ÿป ๐Œ๐ฎ๐๐š ๐๐จ๐ฅ๐ž๐ก ๐‰๐š๐๐ข ๐๐ซ๐ž๐ฌ๐ข๐๐ž๐ง, ๐“๐š๐ฉ๐ข ๐๐ฎ๐ง๐ฒ๐š ๐Š๐š๐ฉ๐š๐›๐ข๐ฅ๐ข๐ญ๐š๐ฌ, ๐Š๐ซ๐ž๐๐ข๐›๐ข๐ฅ๐ข๐ญ๐š๐ฌ ๐๐š๐ง ๐ˆ๐ง๐ญ๐ž๐ฅ๐ž๐ค๐ญ๐ฎ๐š๐ฅ๐ข๐ญ๐š๐ฌ, ๐‰๐š๐ง๐ ๐š๐ง ๐“๐จ๐ฅ๐จ๐ฅ!. Saya ingin mengulas sedikit soal Presiden muda berusia 37 tahun, Ibrahim Traore. Hari ini ia menjadi pemimpin tertinggi negara Burkina Faso. Di usia semuda itu, Traore telah memiliki kharisma yang jarang dimiliki kebanyakan Presiden usia muda. Ia tak sungkan menggunakan uniform militer, (jati diri dari mana dirinya berasal dan dibesarkan), bahkan ketika bertemu dengan pemimpin negara sebesar Rusia atau Pangeran Kerajaan sebesar Saudi Arabia. Traore pemimpin negara yang tidak perlu pencitraan. Ia bahkan tak segan menolak tawaran dana pembangunan 1000 masjid untuk Burkina Faso dari Pangeran Muhammad bin Salman. Dengan tegas namun santun ia berkata, bahwa rakyatnya telah memiliki cukup banyak masjid untuk berdoa, ia berharap Saudi Arabia memberikan dana itu untuk membantu penduduk Palestina yang sangat membutuhkan bantuan pangan dan obat-obatan. Soal keberanian Ibrahim Traore dalam membawa reformasi di Burkina Faso untuk kesejahteraan rakyatnya jangan ditanya. Kursi Presiden Negaranya bahkan diambil paksa alias direbut lewat kudeta hanya karena Presiden sebelumnya (yang bekas komandannya) suka ngibul dan tidak menepati janjinya. Traore tak sedikit pun ragu mengusir sekutu Amerika Serikat, Prancis dan memilih untuk lebih menjalin hubungan erat dengan Turki dan Rusia ketimbang sekutu Amerika Serikat. Ibrahim Traore menggulirkan revolusi dalam pengelolaan sumber daya alam Burkina Faso yang disebutnya selama ini hanya menguntungkan kepentingan negara asing dan menjadi ladang korupsi para elit pejabat Burkina Faso dalam memperkaya diri serta keluarga mereka sendiri. Alih-alih menyebarkan Bansos atau makan siang gratis, Traore telah mengumumkan tekadnya untuk menjadikan hasil tambang kobalt, uranium, berlian, emas dan batu mulia dari bumi Burkina Faso sebagai kekayaan negara yang akan mengubah kesejahteraan rakyat Burkina Faso. Setelah pidato tanpa teks atau teleprompter, di mana Ibrahim Traore menyampaikan tekadnya kepada seluruhnya rakyat Burkina Faso akan membawa kekayaan sumber daya alam negara untuk kesejahteraan rakyatnya, ia langsung menasionalisasi Tambang Emas dan Pembangunan Kilang Emas. Tanpa ba bi bu be bo berulang-ulang menyebut โ€œhilirisasiโ€, AI, Blokchain, Robotik, โ€œPemerataanโ€ atau โ€œluar biasaโ€, Traore langsung menasionalisasi dua tambang emas yang sebelumnya dikuasai oleh perusahaan asing, termasuk yang dimiliki oleh perusahaan yang berbasis di London. Ia juga menghentikan ekspor emas mentah ke Eropa dan meresmikan kilang emas nasional pada November 2023, yang mampu memproses 150 ton emas per tahun. Untuk kepentingan Peningkatan Produksi Pertanian untuk Ketahanan Pangan, Traore menyediakan 400 traktor gratis untuk petani, bukan diserahkan lalu ditarik lagi sekedar untuk pencitraan seperti dilakukan oleh seorang Presiden salah satu negara di Asia Tenggara. Ia juga mendirikan dua pabrik pengolahan tomat, dan pusat pendukung pengolahan kapas artisanal. Produksi sereal mencapai hampir 6 juta ton pada 2024. Banyak lagi yang telah dilakukan Ibrahim Traore untuk kesejahteraan rakyat dan negerinya, yang akan menjadi catatan panjang jika dituliskan satu persatu dalam artikel ini. Kesimpulannya, tak peduli dengan usia muda atau tua untuk menjadi pemimpin suatu negara, yang penting memiliki kejujuran dan ketulusan untuk mensejahterakan rakyat dan negerinya. Namun tentu saja pinter dan berpendidikan juga perlu. Jangankan jadi Presiden, jadi Wakil Presiden pun kalau bego, kan rakyat juga yang malu!.

๐‹๐ˆ๐‘๐€ โฝแดผแถ แถ โฑแถœโฑแตƒหกโพ

18,863 ะฟั€ะพัะผะพั‚ั€ะพะฒ โ€ข 1 ะณะพะด ะฝะฐะทะฐะด

๐— ๐—”๐—ง๐—œ๐—ก๐—ฌ๐—” ๐—ก๐—”๐—Ÿ๐—”๐—ฅ & ๐— ๐—ข๐—ฅ๐—”๐—Ÿ ๐——๐—œ ๐—”๐—Ÿ๐—ง๐—”๐—ฅ ๐—ฃ๐—˜๐—ก๐—๐—”๐—๐—”๐—›๐—”๐—ก. Pernyataan Prabowo bahwa โ€œperdamaian hanya tercipta jika semua orang menjamin keamanan Israelโ€ bukan sekadar kekeliruan diplomatik, itu adalah kebangkrutan moral yg paripurna. Ini adalah sebuah lelucon gelap dalam panggung sejarah kemanusiaan, di mana logika diputarbalikkan hingga patah, dan akal sehat dipaksa berlutut di hadapan arogansi kekuasaan. Meminta dunia, dan lebih parah lagi, meminta bangsa Palestina untuk menjamin โ€œrasa amanโ€ bagi Israel adalah sebuah paradoks yg menjijikkan. Bagaimana mungkin sebuah bangsa yg tanahnya dirampas, rumahnya dibuldoser, dan anak-anaknya dibantai, kini dituntut untuk menjadi penjamin tidur nyenyak bagi si perampokโ€ฆ? Ini sama halnya dengan menuntut leher yg tercekik untuk meminta maaf kepada tangan yg mencekik karena telah membuat jemarinya lelah. Logika ini adalah sebuah anomali yg cacat dan konyol. Jika kita menggunakan standar nalar yg sama, mari kita putar waktu ke masa revolusi fisik Indonesia. Bayangkan jika Bung Karno, Sang Putra Fajar, berdiri di hadapan ribuan rakyat jelata yg lapar dan tertindas, lalu berteriak lantang, โ€œSaudara-saudara!, Kita baru bisa damai jika kita menjamin NICA tidur nyenyak!. Kita harus akui kedaulatan Belanda agar mereka merasa aman menjajah kita!โ€. Jika itu yang keluar dari mulut Soekarno, maka ia bukan pahlawan proklamator, ia akan dicatat sejarah sebagai pengkhianat yg meludahi penderitaan rakyatnya sendiri. Kemerdekaan Indonesia tidak diraih dengan menjamin kenyamanan Westerling, tapi dengan mengusir kebiadaban mereka. Menyamakan posisi penindas (okupator) dengan yg tertindas (okupied) dalam satu meja negosiasi yg menuntut jaminan keamanan bagi si kuat, adalah pengkhianatan terhadap konstitusi anti-penjajahan. Pernyataan Prabowo dalam forum internasional adalah bentuk diplomasi yg tidak membumi, yg seolah lupa siapa yg memegang senjata laras panjang dan siapa yg hanya memegang batu. Pemikiran dan logika absurd Prabowo ini merusak tatanan keadilan. Perdamaian tidak akan pernah lahir dari rahim ketidakadilan yg dipoles dengan kata-kata manis. Menuntut jaminan keamanan bagi penjajah sebelum memberikan hak hidup bagi yg dijajah adalah sesat pikir yang fatal. Itu bukan jalan menuju damai, itu adalah jalan menuju perbudakan yang dilegalisasi atas nama โ€œ๐—ฆ๐˜๐—ฎ๐—ฏ๐—ถ๐—น๐—ถ๐˜๐—ฎ๐˜€.โ€ Sejarah tidak akan buta. Menjamin keamanan penjajah di atas tangisan korban jajahan adalah titik nadir di mana kemanusiaan kita telah resmi mati suri. Dengan sikap dan pemikirannya, Prabowo bukan hanya telah menyakiti perasaan bangsanya sendiri, namun melukai nilai-nilai kemanusiaan dan moral seluruh insan waras di muka bumi ini.

๐‹๐ˆ๐‘๐€ โฝแดผแถ แถ โฑแถœโฑแตƒหกโพ

43,742 ะฟั€ะพัะผะพั‚ั€ะพะฒ โ€ข 6 ะผะตััั†ะตะฒ ะฝะฐะทะฐะด

Renungan dr Tifa BANJIR SUMATERA: KETIKA ALAM MENJADI SAKSI BISU KEJAHATAN 10 TAHUN Bismillahirrahmanirrahim Sebagai dokter, aku memandang Sumatera hari ini seperti pasien yang tubuhnya membiru dan membengkak, karena dipaksa menanggung beban bertahun-tahun. Bagiku, banjir yang terjadi bukan sekadar banjir. Ini adalah Edema Ekologis, pembengkakan yang lahir dari kebijakan rezim 10 tahun, yang memukul jantung pulau ini dan merusak ginjalnya tanpa pernah merasa bersalah. Ketika air naik, menghasilkan kolam-kolam raksasa yang membenamkan desa demi desa, menenggelamkan sebagian penduduknya, aku melihat sesuatu yang lebih dalam daripada sekadar genangan. Aku melihat jejak tangan kekuasaan. Karena banjir tidak datang dari langit begitu saja. Ia datang dari tanah yang dilukai dengan sengaja. Dalam satu dekade lalu, Sumatera diperlakukan seperti papan operasi dengan pasien tanpa anestesi: hutan dibelah, bukit dibongkar, izin diteken tanpa informed consent. Setiap hektare yang hilang bukan hanya angka statistik; ia adalah hilangnya kemampuan bumi untuk menahan air, menyaring bencana, menjaga nyawa. Aku mengatakan ini sebagai seorang dokter: Jika organ vital dirusak bertahun-tahun, jangan salahkan tubuh ketika akhirnya kolaps. Dan kolaps itulah yang terjadi. Multi organ damage. Kerusakan banyak organ. Rezim dulu bicara tentang investasi, pembangunan, dan โ€œmasa depan Indonesiaโ€. Tapi di balik kalimat manis itu, rakyat hari ini berdiri di depan rumah yang tenggelam sambil bertanya: โ€œSebelumnya kami punya hutan. Sekarang kami hanya punya banjir. Apa ini yang namanya kemajuan?โ€ Sumatera menangis bukan karena hujan, tapi karena pengkhianatan. Pengkhianatan yang terjadi ketika: hutan dibuka demi konglomerat, sungai disempitkan demi proyek cepat jadi, tambang dibiarkan menggali sampai bumi menganga, perkebunan sawit dihamparkan tanpa memikirkan daya tampung DAS, dan setiap kritik dibungkam dengan kalimat klasik: โ€œini pembangunan.โ€ Lalu ketika bencana datang, rezim lalu dengan mudah berkata: โ€œIni alam. Ini cuaca ekstrem.โ€ Tidak. Ini bukan cuaca ekstrem. Ini adalah keserakahan ekstrem. Ini bukan musibah semesta. Ini adalah kerakusan yang merajalela. Banjir hari ini sedang mengungkap apa yang dulu ditutup rapat oleh kekuasaan. Banjir sedang berbicara dengan bahasa yang tidak bisa disensor: bahwa Sumatera telah dicabik-cabik demi ambisi politik, demi kepentingan modal, demi citra penguasa yang dibangun di atas tanah yang perlahan mati. Aku tidak pernah melihat banjir semasif ini tanpa melihat sekaligus peta kebijakan rezim sebelumnya. Dan dari peta itu, aku hanya melihat satu hal: Rezim lalu mengizinkan bumi dirusak sampai ia tak mampu lagi menolak. Sekarang harga yang harus dibayar adalah: rumah hilang, ladang hanyut, Penduduk mengungsi, nyawa melayang. Dan semua itu lahir dari tangan pejabat yang dulu begitu mudah memberikan izin, seperti menandatangani kuitansi, tanpa pernah mau melihat bahwa di baliknya ada jutaan manusia yang akan menanggung akibat. Banjir Sumatera adalah amputasi terakhir dari tubuh ekologis yang telah disiksa terlalu lama. Dan kitaโ€”rakyatโ€”dipaksa menjadi saksi. Saksi yang tahu bahwa banjir ini tidak datang sendiri. Ia lahir dari kebijakan yang salah, dari keserakahan yang dilegalkan, dari penguasa yang lebih mencintai pencitraan daripada tanah airnya sendiri. Kali ini sejarah mencatat: bencana ini bukan sekadar bencana. Ia adalah vonis alam terhadap rezim yang telah menggali lubang bagi rakyatnya sendiri. Semoga Presiden Prabowo Subianto bisa menghentikan semua kejahatan ini, dan memberikan solusi cepat bagi rakyat Sumatera. Amiin. Hasbunallah wani'mal wakil, nikmal maula wani'man nashiir. La haula wala quwwata ila billah. Salam takzim dr Tifauzia Tyassuma,

Dokter Tifa

56,961 ะฟั€ะพัะผะพั‚ั€ะพะฒ โ€ข 8 ะผะตััั†ะตะฒ ะฝะฐะทะฐะด

๐—ฆ๐—”๐—œ๐—— ๐—œ๐—ค๐—•๐—”๐—Ÿ ๐—›๐—”๐—ฅ๐—จ๐—ฆ ๐—™๐—”๐—œ๐—ฅ ๐——๐—”๐—ก ๐—๐—จ๐—๐—จ๐—ฅ ๐—ฃ๐—”๐——๐—” ๐—•๐—จ๐—ฅ๐—จ๐—›. Apa yang diperjuangkan oleh Said Iqbal sebagai Ketua Umum Partai Buruh layak dipertanyakan oleh seluruh kaum buruh dan elemen organisasi serikat buruh. Said Iqbal tak layak bermanuver dengan narasi yang tidak logis dan membuat kaum buruh bingung. Bagaimana mungkin buruh diajak mendukung Capres yang diusung koalisi Partai Politik yang 100% mendukung pengesahan UU Omnibuslaw Cipta Kerja..? Said menyebutkan Prabowo didukung Gerindra, PKB dan parpol lain yang semuanya mendukung UU Ciptaker. Ganjar juga didukung PDIP, PAN, PPP dan partai-partai lain yang semuanya mendukung UU Ciptaker. Sementara saat pengesahan UU Cipta Kerja, dari sembilan partai politik di parlemen, dua diantaranya menolak pengesahan UU Omnibuslaw Ciptakerja, yakni Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera. Tak cukup sampai disitu, sebagaiman permintaan Said Iqbal agar parpol yang menolak UU Ciptaker tidak hanya lips service, basa-basi karena tak mau menjadi saksi saat uji materi di sidang MK pun telah dibuktikan oleh PKS. Melalui Ledia Hanifa PKS menghadirkan anggota Badan Legislatif DPR RI fraksi partainya untuk bersaksi disidang MK. Namun ketika kedua partai itu, bersama dengan Partai Nasdem kini berkoalisi dan mengusung Anies Baswedan sebagai bakal capresnya, mengapa Said Iqbal enggan memenuhi janjinya..? Kalau pun Nasdem termasuk partai pendukung UU Ciptaker, setidaknya dalam koalisi itu ada PKS dan Partai Demokrat yang menolak. Tapi Said kemudian berkelit lagi, bahwa Partai Buruh akan mendukung Capres lewat keberpihakan pribadi masing-masing Capres pada kepentingan kaum buruh. ๐—ฃ๐—ฒ๐—ฟ๐˜๐—ฎ๐—ป๐˜†๐—ฎ๐—ฎ๐—ป๐—ป๐˜†๐—ฎ, ๐—บ๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ฝ๐—ฎ ๐—ฆ๐—ฎ๐—ถ๐—ฑ ๐—œ๐—พ๐—ฏ๐—ฎ๐—น ๐˜๐—ถ๐—ฑ๐—ฎ๐—ธ ๐—บ๐—ฒ๐—ป๐—ด๐˜‚๐—ป๐—ฑ๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐˜€๐—ฎ๐—ท๐—ฎ ๐—ธ๐—ฒ๐˜๐—ถ๐—ด๐—ฎ ๐—–๐—ฎ๐—ฝ๐—ฟ๐—ฒ๐˜€ ๐˜‚๐—ป๐˜๐˜‚๐—ธ ๐—บ๐—ฒ๐—ป๐˜†๐—ฎ๐—บ๐—ฝ๐—ฎ๐—ถ๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐˜ƒ๐—ถ๐˜€๐—ถ, ๐—บ๐—ถ๐˜€๐—ถ, ๐—ด๐—ฎ๐—ด๐—ฎ๐˜€๐—ฎ๐—ป, ๐˜„๐—ฎ๐˜„๐—ฎ๐˜€๐—ฎ๐—ป ๐˜€๐—ฒ๐—ฟ๐˜๐—ฎ ๐—ฟ๐—ฒ๐—ป๐—ฐ๐—ฎ๐—ป๐—ฎ ๐—ฝ๐—ฟ๐—ผ๐—ด๐—ฟ๐—ฎ๐—บ ๐—ธ๐—ฒ๐—ฟ๐—ท๐—ฎ๐—ป๐˜†๐—ฎ ๐˜€๐—ฒ๐—ฐ๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ ๐˜๐—ฒ๐—ฟ๐—ฏ๐˜‚๐—ธ๐—ฎ ๐—ฑ๐—ถ๐—ต๐—ฎ๐—ฑ๐—ฎ๐—ฝ๐—ฎ๐—ป ๐—ฝ๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ ๐—ฏ๐˜‚๐—ฟ๐˜‚๐—ต..? Jika Said Iqbal merasa masih kurang juga dengan syarat yang telah diajukannya sendiri, maka gelar saja ๐˜ง๐˜ช๐˜ต ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฅ ๐˜ฑ๐˜ณ๐˜ฐ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ด๐˜ต secara terbuka, biar nanti kaum buruh yang menilai, siapa Capres yang layak dan pantas untuk didukung kaum buruh. Said Iqbal tidak fair dan jujur jika keputusan dukungan Partai Buruh terhadap figur Capres tidak dilakukan melalui mekanisme yang transparan. Apalagi nantinya justru malah mendukung Capres yang tidak pro pada kepentingan buruh sekaligus dari partai politik yang mendukung UU Ciptaker. Jika itu yang terjadi, maka kaum buruh bisa saja menjadi curiga dan menduga-duga adanya permainan dibelakang lewat kesepakatan-kesepakatan dibalik pintu, agar Partai Buruh mendukung Capres tertentu. Buka saja sejelas-jelasnya apa yang ada dalam isi kepala para Capres dalam forum yang dapat disaksikan publik, sejauh mana ide-ide brilian para Capres untuk mewujudkan kesejahteraan bagi kaum buruh. Ini penting dilakukan agar buruh tidak merasa dipaksakan memakai kaca mata Kuda, memilih Capres berdasarkan keinginan segelintir elite Partai Buruh. Jangan sampai terjadi, ketika rezim berganti, buruh tetap menjadi kaum lemah yang terpinggirkan, menjadi objek penderita, kembali hidup diantara demo demi demo yang tak kunjung usai, sementara elite partainya saja yang hidup bergelimang harta, sejahtera tata raharja.

๐‹๐ˆ๐‘๐€ โฝแดผแถ แถ โฑแถœโฑแตƒหกโพ

74,454 ะฟั€ะพัะผะพั‚ั€ะพะฒ โ€ข 3 ะปะตั‚ ะฝะฐะทะฐะด

๐—ฅ๐—”๐—ฆ๐—จ๐—”๐—› ๐—”๐——๐—”๐—Ÿ๐—”๐—› ๐—•๐—”๐—ฅ๐—”๐—›, ๐—œ๐—” ๐—ง๐—œ๐——๐—”๐—ž ๐—ฆ๐—˜๐— ๐—•๐—จ๐—› ๐—ฆ๐—˜๐—ก๐——๐—œ๐—ฅ๐—œ, ๐—œ๐—” ๐—ฃ๐—˜๐—ฅ๐—Ÿ๐—จ ๐——๐—œ๐—–๐—”๐—ก๐—ง๐—”๐—ฆ: ๐—๐—œ๐—ž๐—” ๐—ž๐—œ๐—ง๐—” ๐—ง๐—œ๐——๐—”๐—ž ๐— ๐—˜๐—ก๐—–๐—”๐—ก๐—ง๐—”๐—ฆ๐—ก๐—ฌ๐—”, ๐—ฆ๐—œ๐—”๐—ฃ๐—” ๐—Ÿ๐—”๐—š๐—œ? Sabtu ini, 25 April 2026, ada sekumpulan kecil rakyat yang lain dari yang lain. Mereka tahu bahawa melawan yang berkuasa itu tidak mudah. Apatah lagi bila majoriti rakyat tidak ambil peduli kerana terbahagi kepada kesetiaan politik masing-masing. Sabtu ini, 25 April 2026, sekumpulan kecil rakyat ini akan berkumpul di Dataran Merdeka bermula jam 3 petang Mereka tidak minta wang, mereka tidak menuntut pangkat. Mereka hanya minta satu sahaja: Tangkap Azam Baki dan siasat semua dakwaan-dakwaan salah laku dan rasuah yang telah berlarutan merentasi tiga Perdana Menteri dari tiga gabungan politik terbesar dalam negara - dari Tan Sri Muhyiddin dan PN, kepada Datoโ€™ Seri Ismail Sabri Yaakob dan BN, kini bersambung dengan Datoโ€™ Seri Anwar Ibrahim dan PH. Kumpulan kecil rakyat Malaysia ini tidak ada identiti. Mereka tidak mewakili mana-mana parti, agama, bangsa, negeri, umur atau kaya miskin. Jika tidak kerana isu rasuah dan Azam Baki, mereka tidak boleh duduk dalam satu bilik pun. Tetapi ada satu perkara yang mereka bersetuju: rasuah adalah barah masyarakat, dan barah tidak akan sembuh dengan sendirinya. Barah mesti dicantas. Mereka adalah kumpulan yang kecil kerana gabungan-gabungan politik yang mewarnai politik negara ada percaturan masing-masing dalam isu ini. Azam Baki dilantik oleh PN. Semasa PN memerintah, sudah tentu ada banyak keputusan dan tender yang dikendalikan. Hanya ada beberapa orang pimpinan utama yang setakat ini disiasat SPRM, kita tidak terkejut ramai lagi yang ada fail. Menuntut siasatan ke atas Azam Baki maksudnya menggali kubur. Azam Baki dikekalkan oleh BN. Kita semua tahu banyak kes-kes yang dikaitkan dengan pimpinan BN. Membuka mulut mengundang siasatan. Lagi pun, sistem kuasa yang ada ini dibentuk oleh BN dan diwariskan kepada PN dan kini PH. BN yang paling mahir bermain percaturan kuasa dan menggunakan badan-badan kerajaan. Strategi BN kini mudah: biarkan Anwar Ibrahim tercungap-cungap mempertahankan Azam Baki berseorang kerana pengundi progresif yang akan lari dari PH. Azam Baki disambung tiga kali oleh PH. Majoriti pendukung PH kini membuat u-turn dan mengulangi hujah Datoโ€™ Seri Anwar Ibrahim bahawa Azam Baki seorang yang berani dan bekerja keras, walaupun bukti-bukti dan tuduhan salah laku telah dibentangkan kepada rakyat. PH kini terperangkap, turun naik nasib politiknya terikat di kaki dengan nasib Azam Baki. Maka tinggallah segelintir kecil rakyat Malaysia yang lebih bencikan rasuah dan salah guna kuasa dari percaturan politik. Episod Azam Baki membuka mata kita bahawa permainan dan percaturan kuasa di koridor Putrajaya yang gah itu tidak akan berubah dengan perubahan parti pemerintah semata-mata, jika sistemnya tidak berubah. Bila kuasa dipusatkan di tangan beberapa orang sahaja, sukar untuk menolak godaan kuasa. Asalkan sesuatu itu memberi keuntungan politik dan mengukuhkan kuasa aku, persetankan suara-suara kecil segelintir manusia kerana aku ada pengikut yang ramai. Saya yakin walaupun kumpulan rakyat yang tampil mengambil risiko ini kecil, tetapi kebencian mereka kepada rasuah dikongsi majoriti rakyat kita. Mereka telah menjalankan tanggungjawab sivik dan amanah masyarakat. Mereka bersuara, berhadapan dengan tindakan undang-undang walaupun mereka dipandang rendah. Mereka telah lulus ujian mereka. Kita yang turut bencikan rasuah perlu bertanya kepada diri sendiri: di mana aku ketika anak-anak muda ini berhempas pulas menyatakan pendirian mereka melawan rasuah? Jika kita rasa kita berkemampuan untuk hadir, sama-sama kita hadir di Dataran Merdeka hari Sabtu ini, 25 April 2026 jam 3 petang. Jika kita tidak berkelapangan, kongsikan mesej ini dan panjangkan kepada keluarga dan kawan-kawan, agar lebih ramai boleh hadir. Jika kita tidak mahu dipandang serong oleh keluarga dan kawan-kawan kerana ke depan mempromosi demonstrasi Tangkap Azam Baki, tekan butang โ€œlikeโ€ dan โ€œshareโ€ setiap kali ada kandungan mengenai demo ini dan mesej anti-rasuah. Saya tidak pandai sangat berstrategi dalam politik. Saya selalunya bendul - kalau saya rasa perkara itu salah, saya cakap salah. Kalau saya rasa benar, saya cakap benar. Tetapi ada satu kata-kata yang menjadi pegangan saya sejak dari muda: โ€œNever doubt that a small group of thoughtful, committed citizens can change the world; indeed, it's the only thing that ever has." โ€œJangan sesekali ragu-ragu bahawa sekumpulan kecil rakyat yang berfikir dan komited akan mengubah dunia, malah itu sajalah yang membawa perubahan selama iniโ€. Saya dimaklumkan saya akan memberi ucapan terakhir di perhimpunan Tangkap Azam Baki pada hari Sabtu ini. Jumpa di Dataran Merdeka dan bermula hari ini, saya akan menghantar kandungan promosi setiap hari dan count down menjelang 25 April 2026. Rasuah itu barah dan perlu dicantas. Kalau kita tidak mencantasnya, siapa lagi?

Rafizi Ramli

10,768 ะฟั€ะพัะผะพั‚ั€ะพะฒ โ€ข 3 ะผะตััั†ะตะฒ ะฝะฐะทะฐะด

Jika mas Teddy #Seskab masih mengatakan Indonesia (BPJPH) tetap melakukan sertifikasi halal produk AS yg masuk Indonesia, hanya 2 saja kemungkinannya; 1. Perjanjian yang dipegang AS dan Indonesia berbeda. Saya merujuk perjanjian yang diunggah pemerintah AS sebagai bentuk tanggungjawab trasparansi yang diatur Konstitusi AS, Link: Saya tidak temukan pemerintah Indonesia lakukan hal yang sama seperti pemerintah AS. Tidak ada satu pun link perjanjian resmi (dalam bahasa) yang diunggah pemerintah RI. Karena tidak ada, tim saya buat terjemahan dalam bahasa, dibantu AI di sini >> 2. Kemungkinan kedua, Mas Teddy belum baca perjanjiannya atau tidak paham isi perjanjiannya. Membaca perjanjian ART RI-AS itu butuh minimal pengetahuan terkait UU yang berlaku di Indonesia. Jika terkait Halal, ya harus pernah mempelajari UU Jaminan Produk Halal (UU 33 tahun 2014). Bagus lagi jika paham juga mekanisme dan proses jaminan produk halal di Indonesia. Kebetulan saya paham UU JPH dan semua turunannya. Termasuk mekanisme dan proses sertifikasi halal. ------ Yang lama mengikuti saya di X, pasti tahu, saya termasuk yang mendukung UU JPH ini, mendukung Pemerintah Presiden Joko Widodo melaksanakan mandat UU ini dengan mengambil alih sertifikasi Produk Halal yang dulu dipegang MUI. UU ini disahkan di era Presiden S. B. Yudhoyono, tiga hari jelang lengser. Dulu, saya acap di bully oleh kelompok Tadz Haikal yang menolak JPH dilakukan Pemerintah (mungkin karena dia haters Jokowi). Walau saya bukan pendukung Jokowi, saya salah satu Ketua Realawan Prabowo masa itu, tapi saya dukung pemerintah Jokowi ambil alih sertifikasi JPH. Kenapa? Karena langkah tsb sudah di jalan yang benar, sesuai mandat konstitusi dan UU. Tadz Haikal yang dulu menolak, tak percaya "Halal Pemerintah", sekarang dia jadi Kepala BPJPH. Sehingga, saya jadi maklum dia agak buta soal UU JPH, karena pernah menolak sesuatu yang dia tak pahami. ------------------------ Jelas koq tertulis di ART yang ditandatangani Presiden Prabowo Subianto tersebut, bahwa Indonesia sudah tidak boleh melakukan sertifikasi halal untuk produk-produk AS yang masuk ke Indonesia sebagai mandat UU JPH. Indonesia harus terima "bangkotan" sertifikasi halal yang dilakukan lembaga halal di AS. Dan BPJH tidak boleh melakukan review, evaluasi, menambah syarat apapun ke lembaga halal di AS. Padahal, mandat UU JPH dan aturan turunannya, justru mengharuskan BPJPH melakukan review, evaluasi, pengawasan, dan menetapkan syarat JPH untuk lembaga halal asing yang mensertifikasi halal produk yang masuk ke Indonesia. Bahkan, perjanjian ART RI-AS itu pun telah menghapus KEWAJIBAN REGISTER HALAL kepada produk yang bersertifikasi halal lembaga AS. Silahkan baca di Perjanjian ART itu ya, baca yang cermat. ----- Yang paling gawat, jika ART ini sudah berlaku, maka Pemerintah berpotensi melanggar UU JPH karena memberikan keleluasaan produk pangan dan olahan non hewani yang diimpor dari AS, bebas dari sertifikasi halal. Padahal, UU JPH tak sekedar mengatur produk pangan hewani, tapi semua produk pangan bahkan termasuk bagaimana prosesnya. BerdasarART, produk non halal AS juga tidak boleh diminta syarat deklarasi sebagai produk non halal, padahal UU JPH tegas mewajibkan ini bagi produk non halal yang beredar di Indonesia. Belum lagi produk kosmetik, olahan, dan lain-lain dari AS, yang juga tegas di ART ini disebut harus dibebaskan dari kewajiban JPH Indonesia. ----- Saran saya: Para pejabat pemerintah jangan lah berposisi jadi jubir pemerintah AS yang sedang menenangkan rakyat Indonesia. Tapi jadilah jubir pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang diberi mandat untuk melindungi rakyat Indonesia dan semua kepentingannya. Kalau posisi kalian sebagai jubir pemerintah Indonesia, maka kalian akan paham, betapa banyak sekali kedaulatan negara kita untuk mengatur diri sendiri, yang dirampas oleh Pemerintah AS lewat perjanjian ART. ------ Mumpung ART ini belum diratifikasi, mari berdialog, diskusikan point-point yang merugikan negara dan rakyat Indonesia. Ingat, jabatan Presiden itu hanya mandat rakyat, sehingga bekerja-lah untuk kepentingan yang memberi mandat. Salam Ferry Koto Pempilih Prabowo-Gibran Pendukung Pemerintah Yang Sah

Ferry Koto

15,050 ะฟั€ะพัะผะพั‚ั€ะพะฒ โ€ข 5 ะผะตััั†ะตะฒ ะฝะฐะทะฐะด

NASIHAT SUCI MURNI & TERBUKA KEPADA KANDA YUSUF AZMI.. Kehadapan kanda Yusuf Azmi, Apa khabar kanda Yusuf? Semoga berada dalam keadaan sihat walafiat dan dilindungi rahmat dan kasih tuhan. Bagaimana keadaan penyakit menggeletar kanda tempoh hari? Sudah pulih sepenuhnya? Harap semuanya sudah baik-baik sahaja. Perniagaan kanda bagaimana? Luar biasa baik? NGO pula bagaimana? Sudah audit? Kanda yang diidolakan, Apabila dinda diberikan video ini (rujuk video di bawah) oleh seorang rakan, dinda terasa sungguh sebak kerana dapat merasakan kekecewaan kanda terhadap tuduhan-tuduhan ganas yang menimpa kanda beberapa hari ini. Alhamdulillah dinda lihat, kanda telah buat settlement dengan supplier kedai runcit Sembocah yang viral baru-baru ini. Tidak perlulah kanda buat video terjerit-jerit walhal ia video rakaman kanda sendiri. Jangan buat malu budak 90s kanda. Kanda kena chill, tenang dan rasional. Jangan mengiggil, istighfar banyak-banyak. Biasalah kanda, itu semua ranjau kehidupan dunia yang kanda harus lalui. Kanda yang dihormati, Dinda nasihatkan kanda untuk tukarlah perniagaan yang kanda sedang lakukan. Buatlah perniagaan yang benar. Bukankah dulu kanda pernah bilang yang kanda pernah menjadi saudagar kereta yang pernah kaya raya dilimpahi wang yang banyak. Jika kanda tidak mahu jual kereta, boleh buka mini market balik. Bukankah kanda juga sudah jadi affiliator Quantum Mental? Tidak cukup lagi kah? Jika kanda mahu teruskan juga perniagaan sebegitu, gunakanlah entiti perniagaan bukan NGO. Takkanlah kanda taktau, bukankah kanda sering katakan kanda ini orang undang-undang? Dinda tidak tahu apa jenis kategori business yang kanda lakukan. Consultant? Broka? Debt collector? Negotiator? Jika kanda masih tegar mahu menggunakan nama NGO Semboyan tersebut, dinda risau kanda akan membuka lebih banyak pintu-pintu fitnah kerana NGO tersebut juga sering mengumpul dana awam daripada masyarakat. Kanda juga tidak pernah melakukan pembentangan audit secara terbuka segala perbelanjaan dan kutipan NGO tersebut. Kanda yang dipandang tinggi, Jangan sangka kanda lahir 90s kanda terlalu hebat dan matang untuk mendabik dada dengan masyarakat, ramai lagi budak 80s dan 70s yang sedang memerhati dan mentertawakan kanda. Kanda kena jadi seperti resmi padi, makin berisi makin tunduk. Syarikat mini market yang menggunakan nama Semboyan itu jelas-jelas dimiliki adik beradik kanda. Bahkan kanda pemegang saham terbesar! Sudah pasti masyarakat akan mula menyoal kenapa nama Semboyan tetapi dimiliki oleh kanda adik beradik? Apa ini? Dinda pasti ramai yang mula bertanya dari mana datangnya modal membuka mini market Semboyan itu? Daripada NGO? Daripada gaji kanda di NGO? Berapa gaji kanda di NGO? Akhir sekali, akan balik kepada audit. Kanda di medan perang, Dinda pula di medan seni. Kita sama-sama berjuang, sama-sama berbakti untuk ibu pertiwi. Cumanya kanda, dinda telah ditunjukkan beberapa laporan polis ke atas nama kanda. Rasanya perniagaan yang kanda lakukan ini sudah jelas ada masalah. Jika kanda masih nak teruskan, dinda risau kanda akan terlungkup. Dinda lihat, PW pun sudah mula menyerang kanda. Kanda mungkin risau anak-anak buah kanda tidak ada kerja nanti. Suruhlah mereka buat kerja yang benar. Bukan kerja menyergah orang, menakut-nakutkan orang seperti kumpulan Sarip Dol. Kita bukan di zaman jalak lenteng lagi. Suruh mereka berniaga jual ayam goreng ke, jual burger ke, jadi rider atau paling tidak masuk tentera, lagi steady. Lagipun, rezeki daripada Allah kan kanda? Kanda, masyarakat zaman sekarang ini sudah tahu membezakan video mana yang staged, yang mana ori. Mungkin dulu zaman PPIM lakonan itu semua menjadi. Hari ini tidak lagi. Ahlong mana yang bebal bagi kanda record kamera depan belakang. Kanda yang lantang dan berpengaruh, Dinda rasa elok kanda jadi fasilitator PLKN bagi mengelakkan kanda dipanggil ke PLKN. Itu kerja yang mulia juga, menjadi pelatih. Kerja kutip hutang ni bukanlah kerja yang baik dan mulia sangat. (sambung..)

Aliff Ahmad

818,241 ะฟั€ะพัะผะพั‚ั€ะพะฒ โ€ข 2 ะปะตั‚ ะฝะฐะทะฐะด

#MoreDayswithYou (MDWY) by SUJU Hadiah dari aku untuk SUJU & ELF dalam rangka 19th Anniversary SUPER JUNIOR. Warning: ini tulisan panjang bener. #์Šˆํผ์ฃผ๋‹ˆ์–ด #SUPERJUNIOR SUPER JUNIOR #SUPERJUNIOR_19th_Anniversary Pertama kali mendengar rekaman live MDWY di peluncuran album yang segede keramik itu, aku langsung jatuh hati meskipun saat itu aku belum tahu maknanya. Apalagi setelah diunggah behind the scene taping acara tersebut: SUJU nyanyiin MDWY live dini hari. Kala itu, 2021, aku sedih karena MDWY tampaknya hanya akan ditampilkan sekali saja. Siapa sangka MDWY jadi setlist di sesi akhir SS9. Maka ketika SS9 Jakarta, pas di MDWY, aku gak ambil fancam. Aku refleks nangis terharu dan mendengarkan-menyaksikan member SUJU menampilkan MDWY dengan khidmat. Lagu ini dibuka dengan kalimat yang menggambarkan kesetiaan dalam perjuangan yang tak selalu mudah. #RYEOWOOK & #SIWON mengatakan, Sebagaimana kita berjalan langkah demi langkah, yang tak selalu beralaskan karpet putih. Cukuplah engkau bersamaku, kekasihku, dalam sebuah perjalanan yang tak pernah aku sesali, dalam sebuah takdir yang selalu aku pilih kembali karena keberadaanmu. Sulitnya sebuah perjalanan hidup adalah kewajaran, namun dengan partner yang tepat (sahabat, kekasih), tak akan ada penyesalan yang mengikutinya. #YESUNG & #LEETEUK melanjutkannya dengan kisah tentang bagaimana berjalannya waktu mampu menumbuhkan rasa lekat & cinta, Sebagaimana musim-musim telah berlalu, tatapan kita semakin dalam tertanam & mewujud menjadi rasa. Semakin kuat rasa dekat kita satu sama lain, dan dengan pandangan yang lebih lekat ... #KYUHYUN kemudian menyahut dengan lantang tentang keberadaan dia yang kita cinta dalam perjalanan yang telah berlalu & yang akan datang, ... maka di dalamnya senantiasa aku dapati keberadaanmu dan hanya dirimu semata yang membersamaiku, dalam perjalanan yang lebih jauh, dibandingkan dengan apa yang telah kita lalui. Lantas mengalirlah reff yang selalu menghadirkan dilema di dalam hati kita, antara takut & harap tentang kedatangan dia yang tercinta, Sing it like you ... You ... Sebagaimana di masa yang telah berlalu, kudendangkan indahnya namamu, dan sekali lagi kuucapkan, "I DO", lantas apa jawabmu? Katakan, apa jawabmu? Ketahuilah bahwa hatiku masih teguh & kokoh mencintaimu, sama seperti selama ini, sejak dulu hingga kini, Aku akan menanti jawabmu di penghujung jalan & oleh karenanya, apakah kita akan melangkah lebih jauh? Sungguh rasa harap & takut adalah warna yang wajar dalam perjalanan kehidupan. Rasa harap akan menghadirkan optimisme; sementara rasa takut akan meruntuhkan kesombongan, menyadarkan kita tentang realitas kehidupan, & menumbuhkan ketaatan kepada-Nya lewat doa. #YESUNG & #DONGHAE menegaskan tentang dinamika takut & harap tersebut, Dengan gentar kulangkahkan tapak demi tapak, namun ... ... selalu tergambar keberadaanmu membersamaiku hingga akhir perjalanan. Sekalipun kewalahan menyertai di setiap langkah, lihatlah kembali kepada kita yang telah melangkah sejauh ini. #SHINDONG, #KYUHYUN, dan #EUNHYUK kemudian dengan bersahutan satu sama lain mengatakannya secara lebih kentara, Di antara tebal & mempesonanya kebahagiaan, ... di antara kebahagiaan ... selalu terdapat kesedihan yang mewarnainya, tetapi ... jika engkau mundur selangkah untuk meluaskan pandangan jiwamu, akan tampak sebuah lukisan kehidupan, #RYEOWOOK kemudian memulai kembali rangkaian reff yang sama, ... yang di dalamnya senantiasa aku dapati keberadaanmu dan hanya dirimu semata yang membersamaiku, dalam perjalanan yang lebih jauh, dibandingkan dengan apa yang telah kita lalui. ... Sing it like you ... You ... ... & oleh karenanya, apakah kita akan melangkah lebih jauh? Dan menjelang puncak lagu, #DONGHAE & #RYEOWOOK mengantarkannya dengan menyatakan, Bersamamu, tampak terbentang dalam cakupan pandanganku, keindahan sejati nan abadi yang menghiasi jalan yang akan kita lalui. Aku berharap, ketika kita tiba di akhir perjalanan, ada sosokmu yang membersamaiku, sebagaimana kini, dirimu dan diriku, bersisian satu sama lain. Kemudian, #LEETEUK & #RYEOWOOK memulai puncak lagu, Tak perlu lagi air mata ditumpahkan, karena bersamamu akan selalu penuh dengan tawa. Maka sebagaimana kini, teruslah abadi kehadiranmu di sisiku. Dan terdengarlah pekikan #KYUHYUN dan #YESUNG yang menyayat hati, mengantarkan harmoni indah suara member SUJU mengulang reff yang penuh harap itu, You, only you ... ... Sing it like you ... You ... ... Kunanti jawabanmu di penghujung jalan & oleh karenanya, apakah kita akan melangkah lebih jauh? Hingga #SIWON menutupnya dengan sebuah pertanyaan, Tell me, DO you? Menurutku, lagu ini merupakan ekspresi SUJU kepada ELF yang selama ini membersamai mereka. Ketidakpastian & perubahan besar pola kehidupan umat manusia akibat pandemi, turut menghadirkan kecemasan: seperti apa relasi fans dan idolanya di masa mendatang? Namun lagu ini bisa dimaknai lebih dalam tentang kehidupan. Sebagai ELF, yang pasti usianya relatif matang, lirik MDWY tentu relate dengan kehidupan kita: tentang persahabatan dan/atau pasangan hidup yang pernah, sedang, dan akan terus membersamai hidup kita. Ujian selalu ada, pun dengan asa dan harapan. Kesedihan pasti terjadi, pun dengan kebahagiaan yang pasti lebih mendominasi. Rasa takut & harap yang hadir harus kita arahkan pada orientasi yang tepat, untuk melentingkan perjalanan kita menuju cita-cita terbaik. SUJU tepat sekali menutup lagu ini dengan lirik berupa pertanyaan karena seiring berjalannya waktu, pengalaman hidup akan selalu menantang kepercayaan kita terhadap diri sendiri & orang-orang yang kita kasihi. Pertanyaan dari SUJU di akhir lagu adalah pertanyaan kita kepada selain kita sekaligus pertanyaan dari selain kita kepada kita, tentang komitmen cinta & persahabatan kita: TELL ME, DO YOU? Kalau komitmen dengan SUJU kan jelas, tinggal tabung dan belanjakan uang untuk member SUJU, sampai dompet & rekening kita menipis. WKWKWKWKWK. Lantas bagaimana dengan komitmen kita kepada pasangan hidup, keluarga, & sahabat kita? Sapa mereka, doakan mereka, ucapkan terima kasih kepada mereka dan katakan bahwa kita mencintai mereka. Bahwa kita ingin lebih banyak hari bersama mereka: more days with you, dear my SUJU, my beloved one, my family, dan my friends. Happy 19th Anniversary buat SUJU & still counting, insya-Allaah.

Ahmad Rahma Wardhana

18,333 ะฟั€ะพัะผะพั‚ั€ะพะฒ โ€ข 1 ะณะพะด ะฝะฐะทะฐะด

๐—ฃ๐—”๐—›๐—”๐— ๐—œ ๐—ฃ๐—ฅ๐—˜๐—ฆ๐—œ๐——๐—˜๐—ก ๐—ฃ๐—ฅ๐—”๐—•๐—ข๐—ช๐—ข. Presiden Prabowo sudah persilahkan rakyat untuk berekspresi secara serius, tapi sayang, rakyatnya banyak yang tidak juga paham. Tiap kali rakyat teriak minta Prabowo makzulkan Gibran, adili Jokowi dan antek-anteknya, seakan Presiden dapat seperti membalikkan telapak tangan untuk memenuhi tuntutan mereka, โ€œtidak begitu aturan mainnyaโ€ฆโ€. Jika rakyat jeli, maka mereka akan paham dengan apa yg terlihat dari dicokoknya Noel oleh KPK. Apakah ketika Prabowo berkuasa sebagai Presiden lalu serta merta Prabowo memerintahkan aparat langsung menangkap Noel lantaran dulu Noel pernah ngotot agar Polisi tangkap Prabowo dalam kasus Ratna Sarumpaetโ€ฆ? Tentunya tidak. Prabowo justru malah naikan Noel jadi Wamen hingga sampai-sampai orang mengira Prabowo berhati malaikat yg tak pernah menyimpan dendam. Padahal, semua diputuskan Prabowo karena moralnya Noel sudah sangat mudah dibaca. Hasilnya, dalam hitungan bulan, Noel pun dicokok KPK. Itu satu hal..!!. Hal kedua. Apa yg terlihat dari โ€œtak tersentuhnyaโ€ Rismon Sang Pembuka Misteri Ijazah Jokowi oleh aparat hukum..? siapa yang tak kenal Rismon..? Kurang โ€œgilaโ€ dan nekat bagaimana Rismon dalam membuat pernyataan di media. Tito, Khrisna Murti, M.Nur Azhar, semuanya Jenderal Polisi, habis โ€œdi setan-setaninโ€ oleh Rismon didepan media. Bukan hanya personal Polrinya, namun juga institusi Polri dikritik habis-habisan. Hercules pun ditantang jika ingin menggunakan kekerasan untuk menghadapi dirinya. Rismon bahkan mempersilakan aparat untuk menangkap dirinya. Siapa yg tidak tau Ketum Partai Coklat..? Dengan kekuasaannya, Ketum Parcok pasti dengan mudah dapat membuat Rismon dipenjara. Siapa yg tidak kenal HERCULES..? Panglima GRIB yang memiliki ratusan ribu preman sebagai anak buahnya. Tapi nyatanyaโ€ฆ..? apakah Rismon ditangkap aparat..? Apakah Rismon dibunuh Preman..? TIDAK..!! Rismon aman dan baik-baik saja..!!. Jadi siapa yg bisa melindungi Rismon dari dicokok aparat hukum dan dipersekusi preman..? Mikiiirrrโ€ฆ.!!!. Hal ketiga. Dulu ketika massa 212 bergerak menuju Monas, berapa banyak pasukan yg dikerahkan untuk menghalangi rakyat dari berbagai wilayah masuk menuju Jakarta. Dari stasiun kereta dihalangi masuk, dari Bus dan Truk disuruh putar balik. Lalu mengapa pada rencana tanggal 25 Agustus 2025 besok rakyat begitu lancar dan mudahnya bergerak berkumpul di Jakarta tanpa ada yang menghalang-halangiโ€ฆ? Memangnya siapa yg mampu melarang pasukan keamanan untuk tidak menghalangi RAKYAT BEREKSPRESIโ€ฆ.? Please, cerdaslah sedikit dalam memahami setiap kejadian. Jadi, jika pintu ruang pesta sudah dibuka, tuan rumah sudah mempersilahkan masuk, musik telah dilantunkan dan suguhan telah siapkan dengan begitu lengkapnya, maka cara menghormatinya adalah dengan BERDANSA & MENIKMATI HIDANGAN yang telah disajikan. Selamat berdansa dan bergembira di Pesta Rakyat untuk menyongsong perubahan masa depan yang lebih baik, karena setelahnya Indonesia Akan Terang tanpa antek-antek dan dinasti Mulyono.

๐‹๐ˆ๐‘๐€ โฝแดผแถ แถ โฑแถœโฑแตƒหกโพ

20,008 ะฟั€ะพัะผะพั‚ั€ะพะฒ โ€ข 11 ะผะตััั†ะตะฒ ะฝะฐะทะฐะด