ๆญฃๅจๅ ่ฝฝ่ง้ข...
่ง้ขๅ ่ฝฝๅคฑ่ดฅ
๐๐ฑ๐ฎ ๐๐ฎ๐ฟ๐ฎ ๐๐ฎ๐ฟ๐ ๐ ๐ฒ๐ป๐ถ๐ธ๐บ๐ฎ๐๐ถ ๐ฃ๐ฒ๐ฟ๐ท๐ฎ๐น๐ฎ๐ป๐ฎ๐ป ๐๐ฎ๐ฟ๐ฒ๐ป๐ด ๐๐๐ ๐ฑ๐ฎ๐ป KAI Commuter! ๐ฅฐ Yuk, ikutan KAI Stamp Railly dan berburu stempel ikonik dengan desain khas berbagai stasiun. Dari perjalanan antarkota sampai mobilitas harian bersama Commuter Line, setiap stasiun punya karakter dan cerita yang bisa kamu koleksi, lho! ๐ซถ๐ป Siapkan buku koleksimu,... show more
37,554 ๆฌก่ง็ โข 19 ๅคฉๅ โขvia X (Twitter)
35 ๆก่ฏ่ฎบ

@CommuterLine error mulu kai accsesnya

Selamat malam Kak. Mohon maaf atas ketidaknyamanannya. Mengenai kendala tersebut, Railmin sarankan agar mencoba untuk clear cache/clear data aplikasi (Android) atau instal ulang (iOS) terlebih dahulu, kemudian coba login kembali. Pastikan juga aplikasi Access by KAI sudah versi terbaru dan saat penggunaannya dengan jaringan seluler yang stabil (non wifi). Railmin imbau untuk selalu hati-hati ya, terhadap akun penipuan yang mengatasnamakan KAI. Saat ini, seluruh akun media sosial KAI121 sudah terverifikasi. Mohon abaikan, jika ada balasan dari akun yang tidak bercentang emas dan meminta kakak untuk menghubungi via WhatsApp. Nomor resmi WhatsApp KAI121 (centang biru): 0811-2223-3121. Trims.

@CommuterLine Dapetin book stampnya di mana?

@CommuterLine Kak min urgent klo tiket St Jogja - St Jatinegara tp checkin / naiknya dr kutoarjo boleh ga min? Krn dilewatin juga dan kereta berhenti di situ juga, min smoga dibalas terima kasih kakk๐ฅบ

Selamat sore Kak. Selama tidak melebihi relasi dari tiket yang dimiliki dan KA tersebut berhenti, maka bisa naik dari stasiun persinggahannya. Guna Railmin cek, keberangkatan menggunakan KA? Railmin imbau untuk selalu hati-hati ya, terhadap akun penipuan yang mengatasnamakan KAI. Saat ini, seluruh akun media sosial KAI121 sudah terverifikasi. Mohon abaikan, jika ada balasan dari akun yang tidak bercentang emas dan meminta kakak untuk menghubungi via WhatsApp. Nomor resmi WhatsApp KAI121 (centang biru): 0811-2223-3121. Trims.

@CommuterLine cdm min penting @KAI121

Selamat malam. DM dari Kakak sudah Railmin respons ya. Trims.

Balas lagi min

Baik, mohon dicek kembali ya Kak. Trims.

@CommuterLine Mau beli passportnya jugaa ๐ฅบ toko merch ada di stasiun mana aja min? Di manggarai ada kaah?

@CommuterLine Sediain stamp di Nambo dan Rangkasbitung juga. Biar nambah alasan tamasya naik KA.

@CommuterLine Permanen plissssssss saya warga kota provinsi sebelah

@CommuterLine KELAZZZZZZZ ditunggu stamp stamp buat stasiun kecil jugaaak ๐ฅ

@CommuterLine Semoga segera tersedia di stasiun lainnya ya Kak.๐

@CommuterLine sudah stamp di stasiun manggarร i kemarin malam, min keren ๐

@CommuterLine Wah, keren banget Kak. Semoga koleksi stempelnya makin lengkap.๐

@CommuterLine Buku ini diberikan gratis atau kita harus beli? Jika beli harganya brp min @KAI121

Selamat sore Kak. Pada awal soft launching, harga Stamp Railly Passport adalah Rp60.000 ya Kak. Railmin imbau untuk selalu hati-hati ya, terhadap akun penipuan yang mengatasnamakan KAI. Saat ini, seluruh akun media sosial KAI121 sudah terverifikasi. Mohon abaikan, jika ada balasan dari akun yang tidak bercentang emas dan meminta kakak untuk menghubungi via WhatsApp. Nomor resmi WhatsApp KAI121 (centang biru): 0811-2223-3121. Trims.

@CommuterLine Min apa buku stampnya beli atau minta ke stasiunnya ya?

@CommuterLine next stamp stasiun luar kota min

@CommuterLine etminn, aku udah ke Gambir. katanya kalo mau minta stampnya harus punya tiket kereta dulu ya? soalnya lokasi capnya di dalem stasiun. tolong dijawab ๐๐ป

Selamat siang, iya Kak. Mohon maaf, di Stasiun Gambir lokasi tempat stampnya di tengah, setelah boarding di pintu selatan. Jadi harus memiliki tiket perjalanan KA Antarkota. Railmin imbau untuk selalu hati-hati ya, terhadap akun penipuan yang mengatasnamakan KAI. Saat ini, seluruh akun media sosial KAI121 sudah terverifikasi. Mohon abaikan, jika ada balasan dari akun yang tidak bercentang emas dan meminta kakak untuk menghubungi via WhatsApp. Nomor resmi WhatsApp KAI121 (centang biru): 0811-2223-3121. Trims.

@CommuterLine Lucu min, kaya di game Yokai Watch.. ๐๐๐ฝ

@CommuterLine Yeayyyy ๐

@CommuterLine Siap-siap berburu Kak.๐

@CommuterLine Jual bukunya juga gak main?

@CommuterLine min tolong dong kasi aturan buat bagasi yang imbasnya waktu long weekend jadinya bagasi penuh kita penumpang yang baru naik ga kebagian bagasi jadinya ga bisa naruh barang

Selamat pagi Kak. Mohon maaf atas ketidaknyamanannya. Setiap penumpang diperbolehkan membawa bagasi ke dalam KA dengan berat maksimum 20 kg dan volume 100 dm3 (dimensi maksimal 70 cm x 48 cm x 30 cm). Sebanyak-banyaknya terdiri dari 4 koli (item bagasi) tanpa dikenakan bea tambahan. Apabila saat dalam perjalanan membutuhkan bantuan, jangan sungkan untuk langsung konfirmasi kepada Kondektur yang berdinas atau DM Railmin dengan menginformasikan kode bookingnya. Railmin imbau untuk selalu hati-hati ya, terhadap akun penipuan yang mengatasnamakan KAI. Saat ini, seluruh akun media sosial KAI121 sudah terverifikasi. Mohon abaikan, jika ada balasan dari akun yang tidak bercentang emas dan meminta kakak untuk menghubungi via WhatsApp. Nomor resmi WhatsApp KAI121 (centang biru): 0811-2223-3121. Trims.

eh tapikan percuma juga kereta ga ada saingannya cuma kai doang jadinya tetep laku percuma jg kasi saran ga di terapin juga pasti chuakss

Railmin memohon maaf atas ketidaknyamanan tersebut ya. Mengenai kendala ini sedang kami bantu teruskan kepada unit terkait guna pengecekan lebih lanjut. Tentunya kritik dan saran yang disampaikan menjadi bahan evaluasi bagi kami agar bisa memberikan pelayanan lebih baik lagi ke depannya. Trims. ๐
![Vq [IKKI] ็ๅคดๅ](https://image.24vids.com/tw/profile_images/1722513369897529344/MmqxW7yY_x96.jpg)
@CommuterLine Next collab sama pokemon kyk JR pokemon stamp rally ๐โจ

@CommuterLine kereta jarak jauh tersedia di stasiun mana aja railmin? cirebon, semarang, solo Balapan apakah ada? cara dapetin bukunya apakah sama seperti tahun lalu yg cukup pergi ke customer service? infonya blm lengkap nihhh

Selamat sore Kak. KAI Stamp Railly tersedia di Stasiun KRL yang terdapat boothnya dan Jatinegara ya. Kemudian rencana secara bertahap akan tersedia di Pasarsenen dan Gambir. Kakak dapat langsung cap dengan membawa buku atau media lainnya ya pada booth yang tersedia. Railmin imbau untuk selalu hati-hati ya, terhadap akun penipuan yang mengatasnamakan KAI. Saat ini, seluruh akun media sosial KAI121 sudah terverifikasi. Mohon abaikan, jika ada balasan dari akun yang tidak bercentang emas dan meminta kakak untuk menghubungi via WhatsApp. Nomor resmi WhatsApp KAI121 (centang biru): 0811-2223-3121. Terima kasih.

@CommuterLine Jujur keren

@CommuterLine Terima kasih Kak. ๐คฉ
็ธๅ ณ่ง้ข
Sensitive content
"Halah, cuma karakter 2D fiksi ini, bebas lah mau diapain juga." "Saya tidak pernah dengar suaranya, apalagi beli bantalnya, gesek-gesek [kelamin] saya sambil nonton, saya ga pernah, JADI STOP HIPOKRIT!" Kalimat-kalimat di atas jujur bikin darahku mendidih. Sebagai orang yang hidup di dua dunia sekaligus, yaitu sebagai VTuber dan juga seorang sutradara, opini kayak gitu enggak cuma salah kaprah secara logika, tapi juga nyenggol ranah personal aku. Aku tahu gimana rasanya berdarah-darah bangun persona di balik avatar. Berapa jam yang abis buat persiapan, seberapa terkurasnya energi tiap kali live, dan seberapa nyatanya ikatan yang kebentuk sama penonton. Avatar itu bukan tembok pembatas antara fiksi dan realita. Justru sebaliknya, itu jembatannya. Makanya, pembelaan Dera itu bener-bener enggak masuk akal. Buat yang ketinggalan info, kemarin Dera ini bikin tier list VTuber Indonesia. Masalahnya, ini bukan tier list soal kualitas konten atau skill streaming. Kategorinya beneran seksual secara terang-terangan, bahkan Dera memperlakukan avatar & art vtubernya dengan tidak pantas. Pas komunitas VTuber protes, dia malah bikin live stream "klarifikasi" yang sama sekali gak bikin suasana adem, isinya malah makin ngaco. Di stream itu, argumen dia intinya bilang kalau ini kan cuma karakter 2 dimensi, dia enggak pernah ngelakuin hal aneh-aneh pas nonton mereka, dan malah nuduh netizen yang nonton VTuber tuh sebenernya gooner semua, dan dia yang benar. Dilanjut dengan instagram story dengan isi serupa, video terlampir. Pertama, yang Dera lakukan itu namanya logical fallacy tu quoque, atau dalam bahasa yang lebih membumi: "kamu juga begitu." Argumen "kalian juga gooner" tidak membuat tindakannya jadi benar. Lagipula, banyak sekali vtuber dan viewers yang kontennya jauh dari hal-hal seksual sekarang. Sebagian besar konten VTuber yang beredar sekarang, apalagi di skena vtuber Indonesia, isinya tuh main game bareng penonton, belajar bahasa asing sambil ngasbun, masak-masakan, atau sekadar ngobrol santai tentang hari yang berat. Ada VTuber yang jadiin channel-nya tempat belajar sejarah. Ada yang fokus ke komedi murni. Bahkan ada para v-doctor, baik dokter biasa, dokter gigi, dan dokter hewan, bahas soal kesehatan. Kebanyakan bahkan enggak pernah sekalipun nyentuh topik dewasa, karena memang bukan itu yang ingin mereka bangun. Penonton dateng bukan karena libido. Mereka dateng karena butuh temen ngobrol jam dua pagi, karena pengen ketawa setelah hari yang melelahkan, atau karena ada kreator yang bikin mereka merasa diterima tanpa harus jadi siapa-siapa dulu. Menyamaratakan semua itu sebagai "gooner" bukan cuma salah secara faktual, itu juga penghinaan terhadap jutaan orang yang menemukan sesuatu yang genuine di skena ini. Kedua, soal "cuma 2D." Sebagai sutradara, waktu aku nulis naskah, karakter di atas kertas itu emang fiksi murni. Aku bebas mau matiin karakternya, mau disiksa, atau mau diapain aja, karena mereka enggak punya perasaan, enggak punya jadwal, dan enggak punya penonton yang nungguin tiap minggu. VTuber itu beda. Avatar 2D itu lebih mirip kostum panggung daripada karakter fiksi. Di baliknya ada talent nyata, manusia beneran yang membangun reputasi bertahun-tahun, menanggung konsekuensi psikologis dan finansial kalau nama baiknya rusak, serta punya relasi parasosial yang nyata sama audiensnya. Bedanya sama karakter anime biasa jelas banget. Naruto enggak punya jadwal live streaming. Rem dari Re:Zero enggak bakal bales komentar lu pas lagi mabar. Tapi VTuber itu interaktif dan nyata. Ketika kamu bikin konten seksual tanpa consent atau izin pake identitas mereka, yang kena dampaknya bukan cuma piksel di layar, tapi manusia di baliknya. Ini Namanya Pembunuhan Karakter Orang yang baru pertama kali denger nama si VTuber lewat tier list mesum itu bakal langsung punya persepsi buruk. Mereka bakal inget si VTuber dari cap seksualnya, bukan dari karya, skill, atau konten aslinya. Ini beneran pembunuhan karakter secara harfiah. Lebih parahnya lagi, hal ini memicu normalisasi pelecehan. Penonton yang ngerasa konten begitu "lucu" atau "biasa aja" bakal bawa kebiasaan itu ke mana-mana. Mereka bakal nge-chat mesum di kolom komentar streamer lain, bikin jokes enggak pantes di forum, dan ngerasa itu hal yang wajar Normalisasi itu enggak dateng tiba-tiba kayak meteor; dia menjalar pelan-pelan akibat pembiaran dan kebiasaan. Klaim dia yang bilang "cuma mau membuka mata penonton" juga kocak sih. Mau buka mata soal apa? Sisi gelap parasosial di dunia VTuber? Bahasan itu sih udah sering didiskusiin sama orang-orang dengan cara yang jauh lebih berkelas dan elegan. Membuat tier list seksual cuma ragebait murahan yang dibungkus dengan pembenaran biar kelihatan lebih baik dari orang yang dia hina. Komunitas terbentuk dari apa yang kita normalisasi bersama. Setiap hal yang kita tertawakan, setiap konten yang kita biarkan lewat tanpa reaksi, setiap kreator yang kita pilih untuk didukung atau tidak, itu semua adalah suara. Dan suara-suara kecil itu, kalau cukup banyak yang searah, bisa membentuk seperti apa industri ini di masa depan.
Kalanara Mahardika ๐ฌ
320,064 ๆฌก่ง็ โข 3 ไธชๆๅ
